
Jangan lupa tinggalkan like sebelum membaca ❤️
Dokter spesialis anak yang akan dijodohkan dengan Keisha juga datang. Bagaimanapun juga Dokter Ferdi masih berhubungan baik dengan Keluarga Sanjaya meskipun tidak berjodoh dengan Keisha. Ferdi menyalami Adrian dan baru Keisha.
"Keisha, semoga kamu selalu bahagia bersama suami kamu."
"Aamiin... Makasih Kak Ferdi sudah datang."
Ferdi meskipun hatinya terasa sakit saat melihat wanita yang masih singgah dalam hatinya itu menikah dengan laki-laki lain, namun ia tetap berusaha tegar dan tersenyum tipis.
"Ferdi makasih ya sudah mau datang ke resepsi pernikahan anak Om," ucap Yudha.
"Iya Om sama-sama..."
Raut wajah Yudha seketika menjadi sendu karena Ferdi tidak menjadi menantunya. Anaknya itu sifatnya memang keras kepala yang mewarisi sifat ibunya.
"Makasih ya nak Ferdi sudah datang. Kamu kapan nih akan menyusul Keisha?"
"Insya'allah nanti kalau ada calonnya yang pas Tante, aku akan segera menikahinya," ucap Ferdi yang lalu melirik ke Keisha.
"Ku tunggu jandamu." Batin Ferdi.
Berharap yang tidak pasti, itulah yang Ferdi tunggu. Ferdi dari dulu menyimpan perasaan dengan Keisha sejak Keisha masih menempuh pendidikan S1 dan sampai sekarang Keisha sudah lulus S3, perasaan itu tidak bisa hilang begitu saja. Bertahun-tahun ia menyukai gadis berambut pirang tersebut. Namun hasilnya sia-sia, gadis itu memilih untuk bersanding dengan Dosennya sendiri.
Ferdi langsung pamit dan tidak ingin berlama-lama di rumah Keluarga Sanjaya. Hanya akan menyisakan kepaitan yang mendalam jika terus berada di sana. Gadis yang ia suka kini tersenyum bahagia bersama suaminya. Bahkan Key yang mencegahnya untuk jangan pulang dulu pun ia tolak, Key sebenarnya masih ingin ngobrol dengan Ferdi dan mengajaknya makan bersama. Key ingin menghibur Ferdi yang tengah bersedih itu. Namun orang itu tetap saja memilih untuk pulang ke rumahnya.
Rio dan Siska juga datang ke acara resepsi pernikahan Keisha dan Adrian, mereka datang bersama putri satu-satunya yaitu Andini Oktavia. Key dari tadi memandang sang pujaan hatinya. Terlihat Andin memakai jilbab dan gamis yang senada yaitu warna biru muda. Warna itu adalah warna favorit Key.
"Bidadariku, kamu cantik hari ini."
Key mengirimkan pesan WhatsApp itu ke Andin dan tidak ingin mengatakannya langsung karena banyak orang-orang disekitarnya. Andin tersenyum saat membaca pesan dari laki-laki yang dia cintai.
"Kamu juga ganteng Key."
Seperti dunia milik berdua itulah yang dirasakan Key dan juga Andin yang tengah dimabuk asmara. Mereka padahal jaraknya cuma tidak ada 3 meter saja. Keyla yang melihat Kakaknya yang senyam-senyum sendiri sambil melihat hp lalu curiga. Perlahan Keyla mendekati Key dan mengintip hp Key.
"Ehem," ucap Keyla dan langsung membuat Key terkejut.
"Ssssttttttt..... Nanti Kakak kasih uang jajan ya," lirihnya.
Keyla hanya menjawab dengan memberikan kode jempolnya pertanda bahwa setuju. Key merasa aman, adiknya yang sedikit absurd itu sepertinya bisa diandalkan. Padahal Keyla tadi sebenarnya tidak ingin menagih uang jajan. Justru karena tadi Keyla penasaran dengan isi pesan WhatsApp dari siapa, eh tahunya dari Andin.
Saat ini kedua mempelai pria dan wanita sedang berganti baju. Rio, Siska, Yudha dan Karin sedang berbincang-bincang saat ini.
__ADS_1
"Wah habis ini giliran menikahkan Key dong," ucap Rio.
"Iya dong, anakku yang ganteng ini pasti akan disukai wanita pilihan kita. Benar gak Papa?" ucap Karin sambil menoleh ke suaminya.
"Iya Mama. Calon istrinya itu pasti tidak akan menolak anak kita. Gantengnya Key kan 11 12 sama aku saat masih muda dulu," ucapnya terkekeh.
"Haha, habis ini juga kita akan punya menantu yang ganteng juga," jawab Siska.
Andin terkejut saat Key juga akan dijodohkan seperti dirinya. Andin terlihat cemas saat ini. Key yang tahu akan kegelisahan Andin lalu mengirimkan pesan WhatsApp.
"Sayang, setelah ini kita harus mengatakan bahwa kita tidak mau dijodohkan dengan orang pilihan mereka. Kita harus bilang kalau kita mempunyai pilihan sendiri."
Setelah mengirimkan pesan WhatsApp itu Key langsung menatap Andin dari kejauhan. Andin mengkode dengan anggukan saja pertanda setuju. Andin dan Key akan memperjuangkan cintanya.
...*****...
Seminggu kemudian, Keisha dan Adrian baru saja pulang dari hotel. Mereka setelah resepsi langsung menginap di hotel milik Keluarga Wijaya yang tak lain adalah milik Rey suaminya Risa. Risa menghadiahkan keponakannya itu paket bulan madu lengkap selama seminggu di hotel dengan fasilitas kamar VIP.
Keisha sekarang sudah pindah ke rumah suaminya. Rumah yang terlihat tidak begitu luas seperti di rumahnya tapi menurut Keisha terasa nyaman karena ada halamannya yang luas. Kedua orangtuanya Adrian ada di luar kota. Mereka kemarin berada di Jakarta dua dua hari saja. Jadi saat ini rumah yang ditempati mereka adalah milik Adrian sendiri.
"Welcome to my house my love, my wife, my honey."
"Haha, sayang kamu gombal deh."
"Aku bicara serius, kan kamu sekarang adalah istri aku."
"Iya, kita akan selalu bersama. Ayo, sekarang akan aku tunjukkan kamar kita."
Mereka lalu naik ke lantai atas. Adrian lalu membuka pintu kamarnya dan sekarang terlihat kamar yang diimpikan Keisha yaitu dengan warna putih. Keisha sangat berbeda dengan adiknya. Jika Keyla suka warna pink namun Keisha hanya suka warna putih saja.
"Sayang, apa kamu suka?"
"Aku suka, makasih ya sayang."
Keisha lalu memeluk suaminya dengan erat.
"Kalau kamu suka, aku kasih hadiah dong sayang..."
"Hadiah?" tanya Keisha yang lalu melepaskan pelukannya.
"Iya, nanti malam aku tagih hadiahnya," bisik Adrian lalu mengedipkan matanya yang membuat Keisha merinding.
"Kan semalam sudah," ucap Keisha lirih namun masih terdengar ditelinga suaminya.
__ADS_1
"Sayang, kita kan pengantin baru. Jadi wajar saja kan?"
"Eh? Apa kamu ingin segera untuk punya anak?" tanya Keisha.
Seketika Adrian terdiam saja. Kalau soal anak ia belum ingin punya anak.
"Ah iya sayang aku sampai lupa. Sebentar ya..."
Adrian lalu membuka lacinya. Ada kantong plastik yang berisi alat tes kehamilan dan pil pencegah kehamilan. Adrian lalu memberikan kantong plastik tersebut kepada istrinya.
"Sayang, itu untuk kamu. Jangan lupa dipakai ya?"
Sangat terkejut Keisha saat melihat isi kantong plastik tersebut. Sekarang Keisha berpikir apakah suaminya itu tidak mau punya anak darinya.
"Ehm, ini kan?" ucap Keisha membolakan matanya.
"Iya, itu kamu harus meminumnya secara rutin."
"Mas, apa kamu tidak ingin punya anak dariku?" tanya Keisha to the point.
"Mau, tapi nanti saja ya sayang. Sekarang kita fokus dulu untuk menikmati hidup berdua saja."
"Ternyata dugaan aku salah. Hanya saja Mas Adrian ingin nanti untuk punya anak dariku." Batin Keisha.
"Loh sayang kok melamun?"
"Aku bahkan ingin segera punya anak dari kamu Mas Adrian. Biar hubungan kita semakin erat dengan adanya seorang anak yang akan lahir nanti." Batin Keisha.
Belum menjawab perkataan suaminya. Tak lama kemudian ada suara ketukan pintu. Adrian lalu membukanya dan ada asisten rumah tangganya yang membawakan satu gelas air putih. Adrian lalu kembali menutup pintu kamarnya dan mendekati istrinya.
"Sayang, ayo minum dulu obatnya."
Keisha dengan terpaksa membuka pil pencegah kehamilan itu dan lalu meminum air putih. Setelah istrinya sudah meminum obatnya lalu Adrian berjalan menuju kamar mandi. Saat suaminya tak terlihat dengan segera Keisha meraih tisu dan mengeluarkan pil pencegah kehamilan tersebut.
"Maafkan aku Mas Adrian. Tapi aku menginginkan seorang anak darimu agar hubungan kita semakin langgeng," ucapnya lirih.
Keisha lalu dengan segera membuang tisu tersebut ke dalam tong sampah yang ada di kamarnya.
"Nak, semoga saja kamu akan segera hadir. Mama menunggu kamu sayang." Batin Keisha sambil memegang perutnya yang masih rata.
Keisha tidak ingin kalau pil pencegah kehamilan itu sampai masuk ke dalam perutnya. Mamanya sudah bilang jika tidak boleh untuk meminumnya. Karena setiap wanita memiliki tingkat kesuburan yang berbeda, Karin takut jika anaknya bisa saja akan sulit untuk punya anak nantinya jika sampai KB dulu sebelum punya anak. Akhirnya Keisha menurut perkataan Mamanya sendiri dibandingkan suaminya.
Mendekati beberapa episode lagi yang akan tamat jempolnya semakin menghilang 😃
__ADS_1
Mungkin sepertinya ceritanya memang kurang menarik atau terlalu membosankan. Author akan percepat saja alur ceritanya.
Makasih yang masih setia membaca karyaku dan memberikan jempol, gift dan votenya 🤗