
Please berikan jempol 👍 kalian terlebih dahulu sebelum membaca 🤗
Pagi hari Key tersenyum saat melihat istrinya masih tertidur. Key bahagia bisa memiliki istrinya seutuhnya tanpa ada lagi yang menggangu mereka. Key masih betah melihat wajah tidur Andin yang terlihat sendu. Dielus pipi mulus itu sejenak.
"Maaf sayang, aku membuat kamu lelah semalam," ucap Key lirih kemudian lalu mengecup kening istrinya.
Rasanya Key ingin mengulang kembali pada pagi ini, namun kelihatannya sepertinya Andin masih tampak kelelahan karena tidurnya sangat nyenyak saat ini.
"Morning kiss," ucapnya yang lalu mengecup pipi dan kemudian bibir istrinya dengan cepat.
Merasa tidurnya terusik Andin lalu mengerjapkan matanya.
"Pagi istriku," ucap Key tersenyum penuh arti.
"Pagi juga suamiku."
Andin seketika memalingkan wajahnya. Key terkekeh saat istrinya masih malu-malu kucing. Mereka akhirnya memutuskan untuk membersihkan dirinya dan sarapan. Key meminta sarapannya untuk diantar ke kamarnya. Saat ini mereka sudah selesai sarapan dan sedang bersantai duduk di sofa.
"Sayang, kamu ingat kan pesanannya Keyla?" ucap Key.
"Pesanan apa?" tanya Andin seketika bingung.
"Yang itu loh saat Keyla mengantarkan kita sama Leon ke bandara."
Flashback On
Keyla dan Leon mengantarkan Key dan Andin ke bandara. Jam keberangkatan masih ada kurang lebih 35 menit lagi.
"Kak Key, jangan lupa oleh-olehnya ya. Berikan aku keponakan yang lucu-lucu," ucapnya sambil tersenyum penuh arti.
"Siap adikku. Setelah Kakak honeymoon nanti aku akan memberikan hadiah juga untuk kamu."
"Wah apa itu?" tanya Keyla penasaran karena waktu itu Key membatalkan taruhannya.
"Spesial dong. Masa iya aku beri tahu sekarang."
"Key, aku kapan bisa pergi honeymoon ya?"
"Tanya gadis cantik yang ada disamping kamu itu," ucap Key yang kesal saat teringat adiknya itu menggagalkan malam pengantinnya.
Leon lalu menyenggol lengan Keyla.
"Keyla kapan kita akan menikah? Aku juga ingin pergi bulan madu sama kamu. Aku sudah siap lahir batin nih. Nanti kita punya 5 anak saja ya?"
"Iya," jawab Keyla singkat.
Mata Leon langsung berbinar-binar. Sedangkan Andin dan Key saling memandang karena merasa tidak percaya Keyla berbicara seperti itu.
"Benarkah? Kamu mau nikah sama aku?"
"Iya," jawabnya lagi.
"Benarkah Keyla???" tanyanya memastikan.
"Tapi bohong! Nikah saja sana sama kucing!"
Leon terkejut sedangkan Key tertawa terbahak-bahak.
"Ngomong sama si absurd Keyla ya jawabnya pasti seperti itu."
"Lagian enak saja bilang minta 5 anak. Emangnya aku pabrik yang bisa mencetak anak secepat itu. Kalau kucing kan sekali melahirkan bisa langsung 5 sekaligus," timpal Keyla kesal.
"Tapi kan Kakak ipar kamu yang bernama Anisa itu sekarang hamil lagi kan? Padahal anaknya masih bayi dan umurnya baru 6 bulanan."
"Itu kan Kak Anisa dan bukan aku. Ya beda dong! Sudahlah aku muak bicara tentang kehamilan."
"Keyla apa salahnya kamu menerima aku? Bukannya kita pernah dekat seperti ini," ucap Leon yang seketika mendekatkan wajahnya ke wajah Keyla. Sekarang jarak antara mereka hanya 5 cm.
Plak!
Satu tamparan mendarat dengan cepat pada pipi Leon.
__ADS_1
"Kenapa kamu menampar aku?"
"Masih nanya lagi," gerutu Keyla yang lalu mengerucutkan bibirnya.
"Keyla ....."
"Kamu laki-laki tidak tahu malu! Berani-beraninya akan bersikap kurang ajar lagi sama aku."
"Haha, kamu terlalu percaya diri Keyla. Kan aku hanya mendekati kamu dan tidak mengecup bibirmu itu lagi."
Keyla lalu seketika malu setelah Leon berbicara seperti itu.
"Kita pamit dulu ya."
"Hati-hati ya Kak. Ingat pesanan aku tadi."
"Siap!" ucapnya sambil mengacungkan jempolnya.
Flashback Off
Andin lalu mengingat perkataan Keyla kemarin.
"Pesanan Keyla? Eh, maksudnya itu adalah," perkataannya seketika menggantung.
"Iya, pesanan Keyla harus ada bulan depan. Aku juga sudah menanti kehadiran si kecil sayang," ucap Key yang keluar mengusap perut istrinya.
Andin melihat suaminya itu tampak semangat saat membicarakan soal anak.
"Aamiin, mudah-mudahan saja Allah akan memberikan kita anak secepatnya."
"Kita harus rajin juga dong sayang. Biar pesanan Keyla cepat datangnya," ucap Key yang seketika menggendong tubuh istrinya ke ranjang.
"Key ini masih siang."
Andin berusaha untuk turun dari gendongan suaminya.
"Tidak apa-apa. Siang atau malam sama saja."
...*****...
Pernikahan Key dan Andin sudah berjalan dua bulan. Namun belum ada tanda-tanda kehadiran si kecil.
Akhir-akhir ini setiap pagi Andin mual. Andin beranggapan bahwa mungkin asam lambungnya sedang naik.
Andin juga merasakan pusing dan mual pagi ini. Key bergegas mendekati istrinya di kamar mandi. Setelah Andin membersihkan mulutnya dan lalu dengan segera Key menangkap istrinya yang hampir saja terjatuh itu dan pelan-pelan merebahkan Andin ke ranjang.
"Sayang kamu sakit? Sudah 2 hari ini kamu mual terus."
Key lalu mengecek kening istrinya.
"Aku tidak apa-apa. Mungkin asam lambungku kambuh," ucap Andin.
"Sayang, kita ke rumah sakit yuk. Aku sedih kalau kamu sakit seperti ini. Apalagi kamu terlihat lemas dan pucat."
"Aku tidak apa-apa kok dan hanya cuma pusing saja. Sepertinya aku hanya butuh waktu untuk istirahat saja sayang."
Setelah berbicara seperti itu Andin langsung menutup mulutnya kembali karena merasakan mual. Key berlari menyusul istrinya dan kemudian memijat tengkuk lehernya. Key membantu membersihkan mulut istrinya. Key perlahan menuntun istrinya keluar dari kamar mandi.
"Sayang kita ke rumah sakit ya? Kamu lemas sekali dan wajah kamu terlihat pucat."
Belum menjawab perkataan suaminya seketika Andin pingsan. Dengan cepat Key menggendong tubuh istrinya dan turun dari kamarnya. Bibi yang melihatnya lalu berjalan mendekati majikannya.
"Tuan Muda, Nyonya Muda kenapa?"
"Asam lambungnya kambuh Bibi. Tadi sudah mual 2 kali pagi ini," ucap Key yang lalu pergi meninggalkan Bibi yang masih mematung saat ini.
Key lalu dengan cepat mengemudikan mobil istrinya keluar dari rumah dan menuju ke rumah sakit. Sang Bibi setelah menutup pintu ruang tamu lalu tersenyum.
"Wah, sepertinya akan ada jagoan kecil di rumah ini. Syukurlah jika nanti memang benar nyatanya," ucapnya tersenyum bahagia dan pergi ke dapur.
Di mobilnya Key semakin cemas karena istrinya masih belum siuman. Setelah 20 menit perjalanan akhirnya Key sampai di rumah sakit. Key membopong istrinya dan berjalan dengan cepat.
"Dokter, Suster tolong istri saya" teriak Key.
__ADS_1
Dengan cepat Andin dibawa masuk ke ruang penanganan.
"Pak, tolong tunggu di luar ruangan."
"Tapi Sus," ucapnya yang cemas.
Suster lalu menutup pintu tersebut. Sekarang Key hanya bisa berdoa bahwa istrinya tidak kenapa-kenapa.
Setelah beberapa saat kemudian Dokter keluar.
"Dok, bagaimana keadaan istri saya? Sebenarnya apa asam lambungnya sudah parah?" tanya Key cemas.
Dokter berkacamata itu lalu membuka maskernya.
"Istri Anda tidak apa-apa dan asam lambungnya tidak kambuh."
"Lalu jika istri saya tidak sakit asam lambung terus istri saya kenapa Dok?" tanya Key semakin panik, takut jika istrinya terkena penyakit yang serius.
"Selamat Anda sekarang telah menjadi calon ayah," ucap Dokter tersebut sambil tersenyum.
"Calon ayah?" ucap Key yang menimbang-nimbang perkataannya.
Karena terlalu cemas dengan keadaan istrinya, Key jadi tidak bisa berpikiran jernih.
"Maksud Dokter istri saya hamil?"
"Iya, selamat ya. Istri Anda tengah mengandung saat ini."
"Alhamdulillah, apakah saya bisa bertemu dengan istri saya Dok?"
"Bisa Pak, silakan."
Key dengan segera bergegas masuk ke dalam ruangan tersebut. Key melihat istrinya yang baru saja sadar dan sedang memegang kepalanya.
"Sayang, kamu jangan banyak bergerak," ucap Key lirih.
"Key, kita di rumah sakit?" ucap Andin yang sedang melihat sekitar.
"Iya sayang, karena kamu pingsan jadi aku bawa ke rumah sakit."
"Kata Dokter gimana?"
"Kamu hamil sayang."
"Benarkah? Aku hamil?" tanyanya untuk meyakinkan.
Penantian mereka selama kurang lebih dua bulan ini akhirnya membuahkan hasil.
"Iya sayang," jawab Key sambil menganggukkan kepalanya.
"Kita akan punya anak. Alhamdulillah, pagi ini ada anugerah terindah yang Allah berikan sama kita," ucap Key yang lalu mengecup kening istrinya dan mengusap perut Andin pelan.
"Alhamdulillah, makasih Ya Allah ..."
"Sayang, kamu jangan banyak bergerak. Karena dia masih terlalu kecil."
"Iya, tapi kamu jangan berlebihan seperti ini dong."
"Iya sayang, aku sangat bahagia sebentar lagi akan menjadi seorang ayah."
"Aku juga bahagia akhirnya bisa memberikan kamu keturunan sayang."
Mereka lalu bersama-sama mengusap perut Andin dan menyapa si kecil.
Bersambung .....
Dukung author juga dengan memberikan vote gratis (tanpa mengurangi poin)
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian untuk novel ini ya readers 🤗
__ADS_1