Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
S2 - Key Sakit


__ADS_3

Key masuk ke dalam rumahnya dengan wajah yang ditekuk. Keyla mengernyitkan keningnya sepertinya dugaannya salah tadi dan ternyata Key ditolak. Dengan segera Keyla menyusul Kakaknya ke kamar. Terlihat Key sedang menghapus air matanya dengan tisu saat adiknya tiba-tiba datang. Key tidak ingin terlihat lemah di depan adiknya. Dugaannya benar Kakaknya terlihat habis menangis.


"Kak Andin keterlaluan. Menolak Kakakku yang ganteng ini."


"Sudahlah Keyla. Aku juga tidak mau membahasnya lagi."


"Kakak jangan bersedih ya? Masih ada aku yang selalu bisa menjadi teman Kakak untuk curhat," ucap Keyla yang lalu memeluk Kakaknya untuk memberikan ketenangan.


Adik Kakak itu akhirnya berpelukan. Meskipun mereka sering bertengkar namun mereka juga saling menyayangi. Key lalu melepaskan pelukannya.


"Kakak kenapa ditolak? Coba cerita sama Keyla."


Key lalu menceritakan semuanya. Keyla merasa iba dengan Kakaknya yang cintanya baru saja ditolak itu.


"Kakak yang sabar ya."


"Kakak memang tidak pantas untuk bersamanya Keyla. Andin pasti dijodohkan dengan seorang Dokter pilihan kedua orangtuanya. Apalah Kakak kamu ini yang hanya seorang mahasiswa dan belum mempunyai pekerjaan yang tetap."


"Kakak lalu akan menyerah begitu saja?"


"Harus bagaimana lagi aku Keyla? Aku malu menyatakan perasaanku pada Andin dan akhirnya ditolak seperti ini."


"Sepertinya aku harus merencanakan sesuatu. Tidak bisa dibiarkan seperti ini, mereka harus tetap bersama." Batin Kayla.


Keyla yakin kalau Andin juga mencintai Kakaknya tapi terpaksa menolak Andin karena sudah dijodohkan oleh kedua orangtuanya.


Malam hari setelah makan malam Key langsung ke kamarnya. Keyla yang sudah selesai mengerjakan PR lalu ingin pergi ke kamar Kakaknya. Keyla tahu Kakaknya itu sedang galau saat ini. Perlahan Keyla membuka pintu kamar Key.


"Kak Key," ucap Keyla lirih.


Key tidak menjawab perkataan adiknya itu. Keyla dahinya berkerut saat melihat Kakaknya tidak biasanya sudah tidur seperti ini padahal belum ada jam 9 malam. Key meringkuk sampai terlihat selimutnya sampai batas lehernya. Keyla mendekati sang Kakaknya dan dia tempelkan tangannya.


"Astaga Kak Key ternyata demam."

__ADS_1


Dengan segera Keyla pergi ke dapur untuk merawat membawa baskom. Keyla merawat Kakaknya yang sakit. Keyla telaten untuk mengompres Key beberapa kali bahkan Keyla sampai tertidur di sofa karena saking lelahnya menjaga sang Kakaknya.


Pukul satu tengah malam menjelang pagi Key mengerjapkan matanya dan meraba ada sesuatu di keningnya. Key bingung dengan siapa yang mengompresnya semalaman. Key menyibakkan selimutnya dan ingin pergi ke kamar mandi. Key terkejut melihat Keyla tidur meringkuk di sofa. Ternyata adik bungsunya itu yang telah merawatnya saat sakit.


"Ternyata adikku yang manja dan sedikit absurd ini yang merawat aku semalam," ucap Key tersenyum tipis.


Key buru-buru ke kamar mandi. Setelah Key keluar dari kamar mandi dengan segera Key menggendong Keyla untuk tidur di kamarnya sendiri. Kamar dengan nuansa pink kesukaan gadis manja itu.


"Makasih Keyla telah menjaga Kakak. Tidur yang nyenyak ya," ucapnya lirih dan memberikan kecupan singkat pada kening sang adik kesayangannya.


Meskipun mereka sering bertengkar namun mereka saling menyayangi dan peduli terhadap saudaranya.


...*****...


Key hari ini tidak masuk kuliah karena masih demam. Andin yang tidak melihat batang hidung teman kecilnya itu lalu bertanya dengan teman Key. Karena Andin beda jurusan dan fakultas dengan Key.


"Key tidak masuk hari ini. Katanya sih sedang sakit."


"Oh begitu, makasih ya infonya."


Laki-laki itu lalu pergi meninggalkan Andin yang sedang terbengong memikirkan Key. Andin jadi merasa bersalah, apa mungkin perkataannya kemarin itu membuat Key kepikiran dan sampai membuatnya jatuh sakit. Andin lalu melajukan mobilnya keluar dari kampus. Tujuannya saat ini ingin pergi ke toko buah dan menjenguk laki-laki yang telah dia sakiti hatinya.


Andin saat sudah sampai di rumah Yudha lalu ingin menjenguk Key. Karin tidak memperbolehkannya masuk ke kamar Key karena Key sedang tertidur. Jadi Karin membuka pintu kamar Key sedikit saja agar Andin tahu Key tertidur. Andin jadi hanya melihat Key dari depan pintu kamarnya saja. Sekarang Andin bersama dengan Karin sudah duduk di ruang tamu lagi.


"Maaf ya sayang, bukannya aku tidak mengizinkan kamu untuk menjenguknya tapi Key baru saja minum obat dan tidur."


"Iya tidak apa-apa kok Tante. Semoga Key cepat sembuh. Kalau begitu Andin pamit pulang."


"Iya sayang. Makasih ya sudah menjenguk Key, hati-hati di jalan ya nak," ucap Karin dengan lembut.


"Iya Tante."


Karin mengantarkan Andin sampai teras depan rumahnya. Karin melambaikan tangannya dan melihat kepergian mobil Andin keluar dari halaman rumahnya.

__ADS_1


"Setelah menikahkan Keisha nanti aku akan segera menikahkan Key," ucapnya sambil masuk ke dalam rumahnya.


...*****...


Key sudah sembuh dan sudah masuk kuliah seperti biasanya. Terlihat gadis cantik yang masih menggunakan seragam abu-abu tersebut mendatangi rumah Andin. Keyla yakin kalau kedua orangtuanya Andin belum pulang. Tadi guru di sekolahnya kebetulan ada rapat jadi Keyla memanfaatkan waktunya untuk bisa pergi ke rumah Andin. Keyla tidak terima kalau Kakaknya itu disakiti hatinya.


"Keyla....."


Seperti biasa Andin bahagia jika Keyla datang. Andin berusaha untuk tersenyum manis saat Keyla datang. Keyla masih berdiri di depan pintu ruang tamu.


"Masuk dulu yuk. Kita berbincang-bincang di kamar."


Setiap kali Keyla datang pasti selalu ingin curhat dan berbincang-bincang di kamarnya. Keyla sudah menganggap Andin seperti Kakaknya sendiri. Begitu juga dengan Andin yang seperti memiliki seorang adik. Namun kali ini Andin sedikit melihat perubahan dari sikap Keyla yang tidak seperti biasanya.


"Keyla masuk dulu yuk," ajak Andin.


"Aku tidak mau berkata basa-basi lagi. Aku kecewa sama Kakak. Kenapa Kakak menolak Kak Key? Apa karena Kakakku belum bekerja?" ucap Keyla yang mencurahkan semua isi hatinya.


"Eh, kamu tahu hal itu?"


"Iya, bahkan aku yang membantu Kak Key memilih bunga mawar itu untuk Kak Andin. Kakak tahu tidak saat Kak Key dengan semangat untuk pergi ke rumah Kakak dan saat pulang wajahnya terlihat ditekuk dan habis menangis. Aku bahkan jarang sekali melihat Kakak Key menangis selama ini. Kak Andin, apa kurangnya Kak Key dimata Kakak?"


"Bukan seperti itu maksudku Keyla. Hanya saja aku tidak bisa bersama Key karena ada suatu alasan. Kakak tidak bisa," perkataannya terpotong karena Keyla sudah berbicara duluan.


"Ah sudahlah! Aku sangat kecewa sama Kak Andin. Aku benci Kakak. Ternyata Kakak wanita yang materialistis. Selama ini aku salah menilai kamu. Anggap saja kita tidak pernah saling mengenal selama ini," ucap Keyla sambil berjalan ke halaman rumah.


Andin terkejut saat Keyla berbicara seperti itu.


"Satu, dua, tiga... Sebentar lagi Kak Andin pasti akan mengejarku." Batin Keyla.


"Keyla tunggu....." Andin mengejar Keyla dan meraih tangannya.


"Tuh kan benar. Aku harus bisa menyatukan mereka. Rencana aku kali ini tidak boleh gagal." Batin Keyla.

__ADS_1


"Kakak bukan wanita seperti apa yang kamu tuduhkan. Jujur Kakak juga suka dengan Key," ucap Andin yang akhirnya mengakui bahwa dirinya juga suka dengan Key selama ini namun rasa itu dia pendam begitu lama.


"Akhirnya kena jebakan juga kan kamu Andini Oktavia. Kak Key harus benar-benar berterimakasih padaku jika mereka bisa bersama nantinya." Batin Keyla.


__ADS_2