
Keyla betapa terkejutnya saat Leon tiba-tiba menepikan mobilnya dan meraih kedua pipinya.
"Bisakah kamu membuka hatimu untukku?" tanyanya lagi.
"Kak Leon apa-apaan sih? Kita ini jaraknya 5 tahun. Kakak juga temannya Kak Key. Masa iya aku sama Kak Leon?"
"Apa masalahnya? Bukannya perbedaan umur 5 tahun itu ideal Keyla?"
"Yang ada nanti teman-teman pada meledek aku kak," jawab Keyla yang membuat Leon tersenyum.
"Jangan pikirkan perkataan teman. Gimana kita yang menjalaninya saja. Nyaman tidaknya kita yang merasakan dan bukan mereka," ucap Leon.
"Tapi kak."
Sssttttt!
Leon menempelkan jari telunjuknya pada bibir Keyla. Dengan cepat Keyla menepis tangan Leon.
"Maaf, aku tidak bisa Kak Leon. Entah kenapa sampai saat ini aku tidak bisa membuka hati."
"Bukan hanya untuk Kak Leon tapi, siapa saja belum pernah ada yang bisa untuk mengisi hatiku," ucapnya kembali.
Perkataan Keyla membuat Leon agak kecewa.
"Sudah lupakan saja perkataanku tadi," ucapnya yang lalu fokus menyetir mobilnya.
'Aku akan memperjuangkan cintaku sekali lagi. Setelah ini aku akan menyerah dan mungkin Keyla bukan jodohku,' batin Leon.
"Apa Kak Leon marah padaku?'" tanya Keyla dengan hati-hati.
"Tidak, bagaimana bisa aku marah padamu?"
Keyla hanya diam saja dan tidak menjawabnya.
"Kita sudah sampai Keyla."
"Wah, sudah 2 tahun lamanya aku tidak pulang ke Indonesia. Rasanya sangat kangen dengan rumah ini."
"Hmm ayo kita masuk," ajak Leon sambil menarik koper yang Keyla bawa.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam."
"Keyla, anak Mama," ucap Mama Karin yang terkejut saat anaknya tiba-tiba datang.
Ibu dan anak itu saling berpelukan.
"Katanya besok baru sampai sayang? Kamu ngejain Mama ya?" tanya Mama Karin mencubit hidung anaknya dengan gemas.
Keyla hanya terkekeh. "Tadinya mau berikan kejutan sama keluarga. Kak Key aku suruh jemput di bandara dan ternyata Kak Leon yang menjemput aku Mama," ucapnya menjelaskan.
"Terima kasih nak Leon. Wah calon menantu idaman," ucap Mama Karin.
"Mama ini apa-apaan sih?"
"Kalian itu serasi nak. Ada chemistry gitu Mama lihatnya."
"Mungkin hanya perasaan Mama saja," jawab Keyla.
"Duduk dulu yuk sayang."
"Nak Leon duduk dulu," ucapnya kembali.
"Iya Tante."
"Oh iya Papa mana Mama? Kok rumah kelihatan sepi?" tanya Keyla.
"Papa kamu sudah berangkat ke rumah sakit. Keifano dan Anisa sudah pindah di rumah baru. Kakak kamu Keisha sedang di kamar tuh sama anaknya."
"Kalau Kak Key sama Kak Andin?"
"Mereka sedang ada di rumah kedua orang tuanya Andin sayang."
"Kak Andin hamil lagi ya Mama?" tanya Keyla penasaran karena tadi Leon bilang seperti itu.
"Iya nak sudah 6 bulan. Jadi sebentar lagi kita akan ada acara 7 bulanan sebentar lagi. Habis itu Kakak kamu Keisha menikah."
"Wah bakal ada acara-acara besar-besaran ya Mama tahun ini."
"Iya nak. Sepertinya Mama akan punya menantu 2 sekaligus tahun ini," ucap Mama Karin melirik pada Leon.
Sedangkan Leon menerbitkan senyumannya saat sudah diberi lampu hijau oleh calon mertua.
"Loh kok 2 kali Mama. Bukannya Kak Keisha doang yang mau nikah?"
__ADS_1
Keyla lalu membolakan matanya saat pikirannya tertuju pada kakak pertamanya. Sedangkan Mama Karin hanya tersenyum penuh arti.
"Jangan-jangan Kak Keifano mau berpoligami?" tebak Keyla.
"Astaga nak pikiran kamu kenapa seperti itu?"
"Habisnya Kak Keifano yang dinikahkan secara paksa."
"Bukan dinikahkan secara paksa namun kami jodohkan. Lagian mereka kini bahagia bahkan sudah punya 3 anak," ucap Mama Karin yang membuat Keyla garuk-garuk kepala memikirkan perkataan mamanya.
"Lalu kalau 2 kali dan 1 lagi siapa yang menikah Mama?"
"Kamu sayang, setelah Keisha menikah. Giliran kamu yang menikah. Kamu sudah cukup dewasa nak," ucap Mama Karin mengusap rambut panjang anaknya.
"Hah aku?" tanya Keyla menunjuk pada dirinya sendiri.
Mama Karin mengangguk pelan. Tak lama kemudian ada Bibi yang membawakan minuman.
"Silakan diminum dulu sayang," ucap Mama Karin dan lalu menoleh ke Leon.
"Nak Leon minum dulu mumpung masih hangat tehnya."
"Iya Tante makasih."
Karena tak enak hati lalu Leon bergegas menghabiskan minumannya dan akan pamit pulang.
"Tante Leon pamit pulang dulu," ucapnya yang lalu mengecup punggung tangan Mama Karin.
"Loh nak tidak nanti saja?"
"Tidak Tante, ada yang harus saya beli hari ini," ucapnya tersenyum penuh arti dan itu membuat Mama Karin matanya berbinar-binar.
'Leon pasti akan menepati janjinya untuk melamar anakku,' batin Mama Karin.
"Oh iya nak hati-hati ya," ucap Mama Karin.
"Iya Tante."
"Keyla, aku pergi dulu ya," pamit Leon pada gadis pujaannya.
"Hmm iya," jawabnya singkat.
'Aku harus bisa meluluhkan hatinya. Keyla belum pernah merasakan jatuh cinta, jadi sepertinya aku harus berjuang lebih keras lagi untuk merebut hatinya,' batin Leon.
Leon lalu pergi dan itu membuat Keyla menghembuskan napas panjang.
"Mama ini ada-ada saja. Mana mungkin aku akan menikah dalam waktu dekat."
"Nak, Mama hanya bilang kamu harus menerimanya. Jika tidak maka kamu akan sulit atau lama untuk mendapatkan jodoh."
"Mama ini apa-apaan sih kok percaya sama mitos."
"Eh itu beneran loh nak."
"Mama, ini zaman sekarang dan tidak mungkin ada yang begituan," ucap Keyla yang lalu menyeruput minumannya.
Mama Karin hanya menghela napas panjang saat anaknya berbicara seperti itu.
"Nanti kamu juga akan mengerti nak."
'Mama ini aneh deh. Siapa juga yang mau melamar aku dalam waktu dekat? Aku aja tidak punya pacar. Lagian masa iya Kak Leon? Pria itu aku yakin hanya main-main saja dan tidak tulus mencintaiku,' batin Keyla.
Di tempat lain, Leon sedang berada di toko perhiasan berlian. Leon bingung mau memilih yang mana.
'Keyla suka yang model seperti apa ya?' ucap Leon bertanya-tanya dalam hati.
"Cari apa Mas?"
"Perhiasan buat melamar pujaan hati saya. Tapi saya bingung mau pilih yang mana," jawab Leon.
"Ada koleksi terbaru dan limited edition untuk satu set yang sudah termasuk cincin, kalung, anting dan juga gelangnya."
"Boleh deh Mbak. Saya mau lihat dulu yang satu set itu."
"Mari kita ke sebelah sana," ucap pegawai toko tersebut dan Leon langsung mengikutinya.
Pegawai toko tersebut lalu mengantarkan Leon pada bagian yang koleksi terbaru dan limited edition.
"Mau yang budget berapa Mas?"
"Satu set mulai dari harganya berapa ya?"
"280 juta untuk berlian koleksi terbaru dan untuk yang limited edition mulai dari 450 juta karena hanya satu model saja pada setiap rancangannya."
'Hampir setengah miliar untuk yang limited edition?' ucapnya bertanya-tanya dalam hatinya saat terkejut mendengar harganya.
__ADS_1
"Iya Mas. Jika koleksi terbaru itu akan ada banyak yang toko kami buat. Jadi jika yang ini laku terjual makan nanti kami akan pajang lagi yang baru," ucapnya menunjuk salah satu set perhiasan tesebut.
"Berarti yang limited edition itu yang tidak akan sama dengan yang orang lain pakai ya Mbak?"
"Benar sekali Mas. Jika laku terjual maka tidak akan ada lagi model yang sama."
"Saya ambil itu deh Mbak."
"Yang mana Mas?"
"Yang limited edition tapi yang model ini saja. Telihat simple dan anggun saat dipakai, " tunjuk Leon.
"Yang itu bukan 450 juta Mas. Tapi harganya 599 juta."
"Beda-beda ya Mbak harganya?" tanya Leon.
"Iya. Yang 450 yang ini paling murah di toko kami," tunjuk pegawai toko tersebut.
"Jadi mau yang mana Mas?"
"Saya ambil yang 599 juta saja karena untuk wanita yang spesial bagi hidup saya," jawab Leon.
'Keyla pasti akan menyukainya,' batin Leon tersenyum tipis.
"Baik kami akan buatkan notanya dulu dan mari kita ke sebelah sana untuk pembayarannya."
Setelah selesai membayar dan Leon ingin bertanya tentang cincin pernikahan.
"Oh iya Mbak untuk cincin pernikahan bisa pesan dulu untuk request nama?"
"Bisa, asalkan sebulan sebelum hari pernikahan. Emangnya nikahnya mau kapan Mas?"
"Nanti insya'allah dalam waktu dekat," jawab Leon.
'Mudah-mudahan saja Keyla mau menerima lamaranku,' batin Leon bersungguh-sungguh ingin menjadikan Keyla sebagai istrinya.
"Siap Mas. Nanti hubungi saja nomor yang ada di situ. Bisa pesan secara online juga."
"Iya Mbak. Kalau begitu saya permisi dulu."
"Iya Mas. Ditunggu kembali kedatangannya," ucap pegawai toko tersebut dan membuat Leon tersenyum tipis.
Leon lalu pergi meninggalkan toko tersebut dengan cepat ia masuk ke dalam mobilnya.
"Kamu akan terlihat lebih cantik Keyla jika memakai ini," ucap Leon tersenyum saat melihat satu set perhiasan berlian yang baru saja ia beli.
Leon membayangkan Keyla memakai perhiasan yang baru saja ia beli.
"Ah aku jadi tidak sabar untuk menanti malam ini," ucap Leon yang lalu menutup kembali kotak perhiasan tersebut.
Leon melajukan mobilnya ke rumahnya dan akan bilang pada kedua orang tuanya bahwa malam ini akan melamar sang pujaan hatinya.
***
Malam hari, Leon datang ke rumah sang pujaan hati bersama keluarganya. Leon duluan yang keluar dari mobil. Dengan perasaan gugup dan Leon menekan bel pintu. Keyla membuka pintu tersebut dan Leon langsung memberikan sebuket bunga.
"Ini untuk kamu."
"Ehm makasih," ucapnya tersenyum tipis.
Leon tersenyum bahagia saat Keyla menerimanya.
"Eh Om, Tante," ucapnya saat melihat orang tua Leon datang.
Keyla langsung saja menyalami orang tua Leon.
"Mari silakan masuk," ucapnya kembali.
Mereka disambut dengan bahagia oleh keluarga Sanjaya. Kini mereka semua sudah berada di ruang tamu.
"Maksud kedatangan kami ingin melamar Keyla untuk anak kami, Leon."
"Saya setuju jika mereka bersama. Karena mereka terlihat sangat serasi sekali," ucap Karin.
"Saya sih terserah anak saja Pak," ujar Yudha.
"Apa jawaban kamu, Nak?"
Keyla hanya menjawab anggukan pelan. Lamaran Leon diterima.
"Alhamdulillah."
Leon masih tak menyangka sang pujaan hatinya akan menerima lamarannya. Karin lega saat anaknya kini sudah terbuka pikirannya dan kali ini saran darinya didengar oleh sang anak.
Bagi Keyla lebih baik dicintai daripada mencintai. Jadi, ia bisa belajar mencintai seseorang yang mencintai dirinya. Mereka lalu memutuskan akan menikah sebulan lagi.
__ADS_1
Happy Ending.