Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
EXTRA PART 2


__ADS_3

Jangan lupa untuk tinggalkan like 💛



Key panik saat istrinya mengeluh sakit perutnya. Istrinya terus saja memegang perutnya. Melihat air ketuban. isterinya belum keluar, Key takut kalau istrinya kenapa-kenapa dan akhirnya memutuskan akan membawa istrinya ke rumah sakit.


"Sayang, kita ke rumah sakit sekarang ya."


Andin hanya menjawab anggukan saja karena sudah merasakan kontraksi pada perutnya. Key dengan cepat menggendong istrinya dan turun dari kamarnya.


"Loh nak kalian mau ke mana?" tanya Mama Karin saat menata lauk dan pauk untuk menyiapkan makan malam.


"Mau ke rumah sakit Mama, Andin perutnya sakit lagi," ucap Key yang lalu membawa istrinya keluar dari rumah.


Karena khawatir akan terjadi sesuatu dengan menantunya, Karin lalu segera naik ke lantai atas kamarnya.


"Mas .....," teriak Karin memanggil suaminya sebelum masuk ke dalam kamarnya.


"Ada apa sih sayang? Kok teriak malam-malam begini, kan aku masih bisa mendengar dengan baik meskipun sudah punya 4 cucu," jawab Yudha.


"Andin perutnya sakit lagi. Sekarang Key sedang membawanya ke rumah sakit."


"Apa? Perutnya sakit lagi?"


"Iya, sepertinya Andin mau melahirkan deh Pa, meskipun tadi aku lihat belum ada air ketubannya yang pecah. Tapi bisa jadi saat dalam perjalanan air ketubannya pecah."


"Benar juga yang kamu katakan sayang, ayo kita susul mereka ke rumah sakit."


Karin dan Yudha pergi ke rumah sakit. Keifano dan Anisa sudah pindah ke rumah mereka yang baru. Sedangkan Keisha sedang menimang-nimang anaknya yang sedang menangis di kamarnya.


"Sayangnya Mama, kok kamu menangis terus nak? Mama sampai bingung nih sayang harus gimana."


Bayi cantik itu masih saja menangis. Keisha bingung, karena Ferdi Dokter spesialis anak dan kemungkinan bisa tahu penyebab anak menangis di malam hari. Keisha kemudian meletakkan ponselnya ke meja dan melakukan panggilan video ke Ferdi.


"Assalamualaikum calon istriku ..," ucap seseorang dari layar ponsel tersebut.


"Wa'alaikum Salam, Mas anakku kok nangis terus itu kenapa ya?"


"Apa kamu sudah memberinya asi? Atau mungkin popoknya penuh."


"Dia sudah kenyang, kalau popoknya baru saja aku ganti."


"Coba dicek dulu apa bajunya basah karena dia merasa kegerahan."


Keisha lalu mengecek baju yang anaknya kenakan.


"Tidak tuh Mas, aku sampai bingung deh anakku kenapa nangis terus."


"Keira mungkin kangen sama calon Papanya," jawab Ferdi mengulas senyuman.

__ADS_1


"Eh, masa sih Mas? Dia masih bayi loh. Masa iya bisa merasakan kangen terhadap seseorang."


"Mungkin karena aku orang yang pertama kali melihatnya saat dia lahir ke dunia dan aku juga orang yang pertama menggendongnya. Jadi dia merasa nyaman saat berada di dekatku."


"Ehm, mungkin begitu ya Mas."


"Coba deh wajah Keira kamu dekatkan dengan ponselnya."


Keisha lalu menuruti perkataan Ferdi.


"Hai Keira yang cantik. Jangan menangis ya sayang."


Seperti keajaiban, Keira langsung terdiam dan bahkan ingin mengajak bicara Ferdi dengan suaranya khas bayi.


"Sepertinya dia kangen dengan aku."


"Iya Mas, padahal kita tadi ketemu ya."


"Jadi ingin cepat-cepat halalin kamu deh biar kita bisa sama-sama merawat Keira dan melihatnya tumbuh besar. Aku menantikan hal itu terjadi sebentar lagi."


"Hehe, sabar ya Mas. Tunggu Keyla pulang dan baru kita bisa menikah."


"Iya honey. Ehm, lihatlah Keira tertawa tuh."


"Sepertinya Keira tidak sabar ingin punya Papa baru," ucap Keisha tersenyum manis.


"Haha, kamu bisa saja sih Mas," ucap Keisha sambil menimang-nimang anaknya.


Tak lama kemudian Keira terlelap dalam tidurnya.


"Keira sudah tertidur Mas, kita udahan dulu ya dan besok sambung lagi."


"Iya honey, selamat malam dan semoga mimpi indah."


"Malam juga Mas. Wassalamualaikum ..."


"Wa'alaikum Salam calon makmumku."


Setelah menutup panggilan video tersebut Keisha menidurkan anaknya ke tempat tidur khas bayi. Keisha bersyukur calon mertuanya tidak mempermasalahkan dengan statusnya yang janda. Keisha bahagia akan punya mertua yang baik dan sangat pengertian.


"Sepertinya Mas Ferdi sangat sayang dengan anakku. Aku harus belajar mencintainya."


Bagaimanapun juga Keisha pernah bersama dengan Adrian dan tidak bisa melupakannya begitu saja karena sudah hadir Keira yang menjadi penghubung di antara mereka. Keisha akan melupakan masa lalunya yang pahit saat dulu bersama Adrian dan mencoba untuk mencintai Ferdi, laki-laki baik yang selalu membuatnya tersenyum.


Di rumah sakit, Key menemani istrinya yang akan melahirkan anaknya. Yudha dan Karin lalu masuk ke ruangan tersebut.


"Nak, bagaimana keadaan kamu sayang?" tanya Karin kepada menantunya.


"Baru pembukaan 2 Mama," jawab Key.

__ADS_1


"Aku sudah tidak apa-apa Mama, hanya kadang merasa mules tapi hilang lagi. Jadi ini masih menunggu sampai nanti pembukaannya selesai," jawab Andin.


"Mungkin masih beberapa jam lagi Andin akan melahirkan. Kamu temani dia ya nak," ucap Karin.


"Iya Mama."


"Sayang aku lapar," keluh Andin.


"Mama tadi bawakan kalian makanan dari rumah. Ayo kita makan bersama," ucap Karin sambil membuka tas yang berisi beberapa kotak makan.


Jam semakin berputar, Andin merasakan perutnya semakin terasa sakit. Key dari tadi memijat pinggang istrinya. Karena tadi mengeluh sakit pada bagian itu. Key dengan telaten menemani istrinya.


"Key, sepertinya anak kamu ingin segera keluar," keluh Andin sambil menahan rasa sakitnya dengan memegang perut buncitnya.


Karin dan Yudha saling memandang. Mereka jadi mengingat saat detik-detik Keyla akan terlahir ke dunia saat itu. Sedangkan Key paniknya bukan main saat istrinya terus mengeluh sakit.


Tak lama kemudian Dokter datang. Andin sekarang dipindahkan ke ruang operasi dan ditemani oleh suaminya. Sedangkan Yudha dan Karin menunggu di luar ruangan.


Key mengecup kening istrinya dan memberinya semangat. Tak lupa ia selalu berdzikir dengan tasbih yang selalu ia bawa kemana-mana. Tasbihnya selalu ia letakkan pada kantong sakunya.


Andin mengikuti arahan Dokter dan sambil mengatur napasnya.


"Ayo Bu, dorong lagi."


Key tangan kirinya menggenggam erat tangan istrinya, sedangkan tangan kanannya memegang tasbih.


"Sayang, kamu pasti bisa," ucapnya yang sudah meneteskan air mata karena tahu apa yang istrinya rasakan saat ini begitu sakit.


Tidak mudah menjadi seorang ibu, harus mengandung anaknya selama 9 bulan lebih. Melahirkannya dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri.


Tak lama kemudian buah hatinya lahir dengan selamat. Key kembali meneteskan air mata saat melihat anaknya sudah lahir. Sekarang sudah menjadi seorang Ayah.


"Selamat, bayinya perempuan."


"Alhamdulillah," ucap Key yang lalu tersenyum dan mengecup kening istrinya.


"Makasih sayang, malaikat kecil kita sudah lahir. Dia begitu cantik, seperti dirimu," ucap Key tersenyum bahagia.


Andin hanya mengangguk pelan. Key sudah mengadzani putrinya. Sekarang keluarga kecilnya begitu lengkap dengan kehadiran sang buah hati.


JANGAN LUPA KASIH VOTE GRATIS UNTUK AUTHOR BIAR BISA CEPAT UP NOVEL BARU 🤭


VOTE MUNCUL SEMINGGU SEKALI KALAU GAK DIGUNAKAN AKAN HANGUS.



DITUNGGU YA GUYS VOTENYA ❤️


__ADS_1


__ADS_2