
Keifano menyusul Anisa ke kamarnya dan ternyata kamarnya sudah tertutup. Keifano lalu mengetuk pintu kamar.
"Masuk saja, pintunya tidak terkunci."
Keifano lalu masuk ke dalam kamar istrinya. Kamarnya masih seperti dulu. Keifano menghirup aroma wangi aromaterapi kesukaan istrinya. Anisa lalu menyalakan mode kedap suara agar orang di luar tidak mendengarkan suaranya. Perlahan Keifano mendekati istrinya.
"Jangan mendekat," ucap Anisa menunjuk suaminya.
"Kenapa sayang? Aku adalah suami kamu dan mengapa kamu tidak mau aku berdekatan dengan kamu?"
Anisa tidak menjawab perkataan suaminya dan perlahan berjalan mundur sambil memegang perutnya. Anisa saat ini tengah ketakutan.
"Anisa, ada apa denganmu?" Keifano melihat istrinya sangat aneh dan bahkan takut dengannya saat ini.
"Keifano, tujuan kamu sebenarnya kemari untuk apa huh? Aku tidak yakin kalau kamu datang hanya merayakan ulang tahunku saja."
"Aku ingin memperbaiki hubungan kita. Sayang, selama ini kita hanya salah paham saja."
Keifano berjalan maju mendekati Anisa.
"Anisa, apakah kamu beneran hamil?"
"Iya... Apakah kamu masih meragukan anak dalam kandunganku ini adalah bukan anakmu? Seperti kamu menuduhku tengah berselingkuh dengan adikmu sendiri hah?" tanya Anisa dengan nada tinggi.
"Anisa....." Keifano semakin mendekati istrinya.
"Jangan mendekat dan jangan sakiti anakku," ucap Anisa lirih dan matanya sudah mulai berkaca-kaca pertanda Anisa tidak ingin anaknya kenapa-kenapa.
Anisa sangat takut jika suaminya sedang marah.
"Aku tidak mungkin menyakiti kamu dan juga anak kita."
Keifano lalu teringat bahwa pernah bicara tidak ingin mempunyai anak dari Anisa dan bahkan jika Anisa berani keluar dari kamarnya waktu itu Keifano akan menceraikannya. Keifano sebenarnya hanya mengancamnya saja. Belum lagi tadi siang Anisa salah paham melihat Cassandra berpelukan dengan dirinya. Makanya Anisa sampai pergi dari rumahnya.
"Sayang, maafkan aku yang waktu itu pernah berbicara seperti itu sama kamu. Maafkan aku Anisa, rasa cemburuku yang menjadikanku seperti itu karena aku trauma diselingkuhi. Anisa aku sangat takut untuk kehilangan kamu," ucap Keifano.
Keifano yang sudah berlutut dikakinya menjadikan Anisa merasa iba. Keifano teringat perkataan Mamanya dan bisa saja Anisa menggugat cerai dirinya karena terlalu kecewa sama Keifano.
Sebelum semuanya terlambat Keifano lalu menceritakan yang sebenarnya antara dirinya dan Cassandra sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Keifano juga bilang kalau Key sudah menceritakan semuanya tentang kesalahpahaman yang terjadi selama ini. Anisa lega suaminya sekarang tidak lagi salah paham terhadap dirinya.
__ADS_1
"Keifano jangan seperti ini," ucapnya lirih.
"Anisa maafkan aku. Apapun akan aku lakukan untukmu dan asalkan kamu mau memaafkan aku," pinta Keifano.
"Bangunlah Keifano..."
"Sayang, aku tidak akan bangun sebelum kamu memaafkan diriku. Aku menyesal sayang," ucap Keifano yang sudah berlinang air mata.
"Aku sudah memaafkan kamu," ucap Anisa dengan tulus.
"Benarkah sayang?" ucap Keifano yang lalu mendongakkan kepalanya.
Anisa mengangguk pelan dan tersenyum tipis. Keifano bahagia istrinya mau memaafkannya.
"Makasih Anisa," ucap Keifano yang lalu memeluk istrinya.
"Sayang, aku janji tidak akan cemburuan lagi sama Key maupun dengan orang lain."
"Hmm, buktikan ucapan kamu!"
"Aku berjanji sayang dan akan aku buktikan..."
"Sayang, bolehkah aku memegang perutmu?"
Anisa menggangguk pelan. Keifano bahagia istrinya mengizinkannya untuk memegang perutnya. Keifano mendekatkan wajahnya pada perut Anisa dan kemudian mengecup perutnya sejenak.
"Hallo, anak Ayah. Sehat-sehat ya nak dalam perut Bunda," ucap Keifano sambil mengusap perut Anisa pelan.
Anisa bahagia saat suaminya mengajak anaknya berbicara. Ya meskipun anaknya belum bisa merespon ucapannya karena masih terlalu kecil. Keifano lalu kembali berdiri dan tangan kirinya masih memegang perut Anisa sedangkan tangan kanannya memegang pipi Anisa.
"Sayang aku bahagia sekali kita akan memiliki anak. Anisa, bagaimana keadaan dia? Katanya, Key mengantarkan kamu untuk periksa kandungan."
"Bukan dia tapi mereka dan mereka baik-baik saja," jawab Anisa dengan cepat.
"Hah mereka?" tanya Keifano yang lalu seketika dahinya berkerut.
"Iya, kita akan punya dua anak sekaligus Keifano."
"Apa? Kita akan punya anak kembar?" tanya Keifano yang seketika matanya berbinar-binar.
__ADS_1
"Iya, aku saat ini sedang mengandung anak kembar. Apakah kamu bahagia?"
"Aku sangat bahagia sayang. Ah iya sampai kelupaan," ucap Keifano menepuk jidatnya.
"Lupa apa?" tanya Anisa.
Keifano lalu dengan cepat mengecup kembali perut istrinya.
"Tadi aku mengecup perutmu hanya satu kali dan saat tahu kalau anak kita kembar jadi aku mengecup perutmu lagi."
Anisa terkekeh saat suaminya berbicara seperti itu dan memang anak kembar harus diperlakukan sama. Anisa lalu duduk di sofa kamarnya karena terlalu lelah untuk berdiri.
"Sayang, kita ini adalah pasangan kembar dan aku tidak menyangka akan memiliki anak kembar juga."
"Iya, aku jadi teringat saat itu kamu menyuruhku untuk mengkonsumsi pil pencegah kehamilan dan aku mengeluarkannya dari dalam mulutku. Jika saja kemarin aku berhasil menelan pil pencegah kehamilan tersebut maka kedua anak kita tidak akan pernah hadir di sini," ucap Anisa sambil memegang perutnya.
Mata Keifano mulai berkaca-kaca dan ternyata istrinya tidak jadi mengkonsumsi pil pencegah kehamilan tersebut saat itu.
"Anisa, maafkan aku. Waktu itu aku memaksa kamu untuk mengkonsumsi pil pencegah kehamilan karena saat itu aku tengah salah paham sama kamu dan Key. Aku cemburu jika kamu dekat dengan laki-laki lain meskipun itu adikku sendiri," lirihnya.
"Iya, aku paham. Tapi sifat cemburu kamu itu terlalu berlebihan Keifano. Bayangkan saja kamu menuduhku berselingkuh dengan adik iparku sendiri."
"Itu karena aku tidak mau kehilangan kamu Anisa. Aku bahagia bisa memiliki istri seperti kamu yang sifatnya jujur. Maafkan aku yang waktu itu tidak mau mendengarkan dulu penjelasan dari kamu," ucap Keifano menyesal.
"Iya tidak apa-apa. Sudah jangan dibahas lagi."
Anisa melihat ke jam dinding dan menunjukkan pukul satu lebih lima puluh menit.
"Sudah hampir jam dua pagi. Aku ngantuk Keifano."
"Ayo kita tidur sayang dan lagian ibu hamil tidak boleh tidur terlalu larut."
Mereka lalu berjalan menuju ranjangnya. .
"Selamat tidur istriku," ucap Keifano sambil mengecup kening Anisa.
"Selamat tidur juga suamiku," lirihnya.
"Selamat tidur anak-anak Ayah," ucap Keifano mengusap perut Anisa yang masih rata.
__ADS_1
Anisa tersenyum tipis, Anisa bahagia dihari ulang tahunnya suaminya bisa kembali lagi bersikap lembut dan kesalahpahaman di antara mereka telah usai. Keifano lalu menyelimuti istri yang sedang mengandung kedua anaknya. Keifano menyusul Anisa untuk berbaring disampingnya. Anisa kini sudah terlelap dalam tidurnya. Keifano memandangi ibu dari kedua anaknya tersebut dan ada rasa bahagia bisa kembali bersama Anisa. Keifano membiarkan istrinya untuk tidur senyaman mungkin. Keifano bahagia sekarang hubungannya dengan Anisa sudah membaik. Tak lama kemudian Keifano menyusul istrinya untuk masuk ke dunia mimpi.