Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 12 - Sudah Punya Calon Suami


__ADS_3

Pagi hari yang cerah Karin bersemangat untuk ke sekolah. Di sekolah Karin sudah di suguhkan dengan pemandangan Astrid dan Andre yang sedang berpelukan.


"Kalian ini ternyata datang pagi-pagi datang ke sekolah hanya untuk bermesraan di kelas saat masih sepi," ucap Karin saat masuk ke kelasnya dan lalu duduk di kursinya.


"Hehe maaf Karin. Kamu sih jomblo mulu, jadi gak pernah merasakan yang namanya pacaran kan?" ucap Andre meledek Karin sambil melepaskan rangkulannya.


"Siapa juga yang jomblo. Aku bahkan sudah punya calon suami yang statusnya sudah jelas ada. Dari pada kalian status belum jelas akan sampai ke pelaminan atau tidak." jawabnya meledek Andre kembali.


"Aku akan menikahinya nanti setelah kita lulus SMA."


"Astaga kalian ini ingin nikah muda? Gak mau kuliah dulu gitu?" tanya Karin penasaran.


"Iya," ucap Andre dan Astrid bersamaan.


"Lagian setelah aku menikahinya aku akan berkerja mengurus bisnis Papaku," ucap Andre.


"Eh tadi yang benar saja kalau kamu sudah memiliki calon suami. Kamu tidak halu kan Karin? Selama ini kamu tidak pernah dekat dengan cowok di sekolah," ucap Astrid lalu diiringi dengan tawanya.


"Iya tuh beb. Pasti Karin hanya iri dengan kita. Makanya dia bilang sudah mempunyai calon suami."


"Calon suamiku memang bukan anak sekolahan. Tapi seorang dokter spesialis kandungan."


Karin lalu mengambil hpnya dan memperlihatkan kepada Astrid dan Andre saat berfoto dengan Yudha di restoran waktu itu.


"Apa? Kamu punya calon suami seorang dokter?" tanya Andre heran.


"Pasti usianya beda 5 tahun lebih kan dari kamu?" tanya Astrid.


"Ya memang usianya beda 7 tahun dariku. Tapi aku nyaman dengannya. Dia tidak mengajakku berpacaran seperti kalian. Tapi dia ingin serius denganku. Aku memang ingin pasangan hidupku yang seperti dia dewasa, baik dan pengertian."


"Hahaha kamu sudah bucin ternyata dengan Pak Dokter itu," ucap Andre sambil tertawa terbahak-bahak.


"Jangan panggil Pak. Ia masih muda dan ganteng."


"Uhhh marah nih sahabatku kalau pasangannya di hina. Kamu sih beb bicaranya sembarangan," ucap Astrid sambil menatap tajam ke arah pacarnya.


"Maaf, kan hanya bercanda. Nanti aku traktir deh kalau makan di kantin."


"Ok setuju," ucap Karin dan Astrid bersamaan.


"Kalau kalian tidak percaya nanti sepulang sekolah aku di jemput di depan gerbang sekolah dan kalian bisa melihatnya sendiri."


"Iya aku percaya sama kamu. Wah kamu hebat pilih pasangan Karin."

__ADS_1


"Emangnya aku gak hebat beb?" tanya Andre.


"Kamu juga hebat kok beb. Habis lulus SMA langsung meneruskan bisnis keluarga kamu," ucapnya dengan senyum agar pacarnya tidak ngambek.


"Nanti aku kenalin ke kalian ya calon suamiku. Agar kalian percaya bahwa aku tidak halu seperti yang kamu ucapkan Astrid."


"Maaf. Iya kita mau kan beb bertemu dengan calon suaminya Karin," ucapnya dengan kode kedipan agar Andre mau.


"Iya.. Iya mau kok."


Setelah itu Karin memberitahu Yudha melalui pesan WhatsApp untuk nanti memperkenalkan. Yudha sebagai calon suaminya dirinya di depan sahabatnya.


📤 Karin : "Assalamualaikum Kak Yudha, nanti Karin kenalin ya sama sahabat Karin. Karin tadi diledekin tahu Kak kalau jomblo dan halu soalnya Karin bilang sudah punya calon suami tapi tidak pernah mereka melihatnya â˜šī¸. Makanya Karin mau memperkenalkan Kak Yudha sebagai calon suami Karin nanti sepulang sekolah. Kakak mau ya 😁."


đŸ“Ĩ Yudha : "Wa'alaikum Salam. Iya Kakak mau kok. Apa sih yang enggak buat kamu Karin đŸ˜‹â¤ī¸"


📤 Karin : "Aishh... Kak Yudha malah gombal deh. Sebentar lagi bel mau pelajaran. Kak udah dulu ya, Wassalamu'alaikum."


đŸ“Ĩ Yudha : "Wa'alaikum Salam. Belajar yang benar ya calon istriku, semangat đŸ’Ē🙂.


Karin tidak membalasnya karena sudah bel pelajaran dan gurunya sudah masuk ke kelas. Yudha lalu melihat jam tangannya pun paham kalau Karin mulai pelajaran di kelasnya. Yudha tersenyum setelah menerima pesan WhatsApp dari Bidadarinya. Hp Yudha nama kontak Karin di namakan Bidadari hatiku.


"Eh bro pagi-pagi udah kesambet setan mana? Kok senyum-senyum sendiri," ucap Rio yang baru masuk ke ruangan Yudha.


"Aku habis chatan sama bidadari bro," ucapnya sambil tersenyum.


"Nih baca bro kalau gak percaya." sambil menyerahkan hpnya dengan Rio.


"Kamu bucin banget sih bro sama Karin sampai nama kontaknya kamu namakan bidadari hatiku segala hahaha," ucap Rio tertawa terbahak-bahak.


"Huh kamu ini kalau punya pasangan nanti juga akan bucin. Eh btw ada apa pagi-pagi nyariin aku bro?"


"Mau ngajak bikin kopi aja ke pantry."


"Hmm yaudah ayo. Mana sini hp gue entar kebawa lagi, kan repot kelau dia tiba-tiba WhatsApp."


Rio langsung memberikan hpnya ke Yudha dan lalu mereka berdua bikin kopi di pantry.


"Hmm ternyata bisa bucin juga sahabatku."


"Aku doain nanti kamu lebih bucin dari pada aku," ucapnya sambil cengengesan.


...*****...

__ADS_1


Sore hari Yudha sudah bersiap menjemput Karin. Ia berpenampilan agar terlihat cool dan terlihat lebih ganteng karena Karin akan memperkenalkan dengan sahabatnya dan Yudha tidak ingin Karin kecewa dengan penampilannya.


"Sudah siap menjemput bidadari hatiku," ucap Yudha lalu senyum mengembang di wajahnya dan menyalakan mobilnya menuju ke sekolahannya Karin.


Tidak sampai setengah jam sudah sampai di depan gerbang sekolah Karin. Terlihat Karin sedang jalan bersama kedua temannya laki-laki dan perempuan. Yudha lalu membuka pintu mobilnya dan berjalan mendekati Karin.


"Subhanallah ganteng banget Kak Yudha hari ini." batin Karin.


"Sayang kenapa menatapku seperti itu? Kakak terlihat lebih ganteng ya?" ucapnya menggoda Karin.


"Apa dia bilang sayang? Pasti karena ada kedua sahabatku. Aku juga akan berakting agar tak kalah dengan mereka, secara kan status calon suami lebih tinggi dari pada status masih berpacaran." batin Karin.


"Iya sayang, Kakak terlihat ganteng. Kenalin sayang ini kedua sahabatku Andre dan Astrid."


"Oh jadi mereka yang meledek Karin halu dan jomblo." batin Yudha.


"Yudha, calon suaminya Karin," ucapnya dengan senyuman sambil menyalami Andre dan Astrid secara bergantian.


"Wah ganteng banget calon suami kamu Karin. Kamu beruntung bisa mendapatkannya."


"Bukan Karin yang beruntung mendapatkan saya. Tapi sayalah yang beruntung bisa mendapatkan Karin sampai akhirnya Karin bisa membuka hatinya untuk saya. Karena sudah sejak SMP saya sudah menyukainya."


Karin tersenyum mendengar perkataan Yudha didepan sahabatnya. Sedangkan Astrid melongo ternyata benar Karin tidak berbohong sudah memiliki calon suami yang begitu tampan.


"Beb kamu apa-apaan sih memuji cowok lain didepan pacar kamu sendiri?" ucapnya sambil manyun.


"Aku cuma bicara kenyataan aja beb. Kamu jangan cemburu begitu dong."


"Kita habis ini mau makan bareng. Apa kalian mau ikut juga? Kita bisa double date kalau kalian mau," ucap Yudha.


"Tidak perlu. Kita akan pulang saja. Ayo beb," ucap Andre sambil menggandeng Astrid.


"Sepertinya sahabatmu yang bernama Andre cemburu ke pacarnya karena tadi bilang aku ganteng."


"Hehe iya Kak."


"Loh kok panggilannya berubah jadi Kak lagi?"


"Lah kan tadi kita hanya akting saja kan Kak? Biar terlihat lebih romantis."


"Tidak. Aku tadi perkataaku beneran. Mulai sekarang kita manggilnya sayang ya?. Kan kamu calon istriku."


"Tap... Tapi Kak," ucapannya terpotong.

__ADS_1


"Tidak ada tapi-tapian sayang. Ayo masuk ke mobil, aku udah laper nih yang."


Karin hanya mengangguk. Yudha lalu berjalan menuju kearah mobilnya dan diikuti Karin dari belakang. Yudha lalu membukakan pintunya untuk Karin dan Karin langsung masuk ke dalam mobilnya. Mereka lalu akan menuju ke sebuah restoran terdekat.


__ADS_2