Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
S2 - Menyatakan Cinta??


__ADS_3

Bagaimanapun juga nanti Keyla akan menjadi seorang ibu. Keyla lalu mencoba untuk menggendong keponakannya.


"Nah, siapa tahu setelah Kakak menikah kamu yang akan menikah Keyla," ucap Keisha menggoda adiknya.


Keisha atau Key senang sekali menggoda adiknya yang manja dan kadang tingkahnya sedikit absurd itu.


"Aku gak mau menikah muda. Apalagi entar punya anak, mana bisa aku ngurusnya."


"Siapa tahu kamu juga menikah muda seperti Mama sayang. Setelah SMA Mama menikah dengan Papa kamu dan akhirnya Mama bisa lulus S2 seiring berjalannya waktu," ucap Karin.


Keyla hanya mendengus kesal karena Keyla ingin menjadi chef yang hebat dan tidak mau kuliah apalagi menikah muda. Seketika Baby Al menangis saat digendongan Keyla.


"Adik ganteng, jangan nangis ya? Masa kamu menangis saat aku gendong? Aku kan lebih cantik dari Kak Keisha, seharusnya kamu tidak menangis juga saat aku gendong," gerutu Keyla.


"Bisa diam gak sih kamu?" ucapnya kembali.


Yudha hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya yang sedikit absurd itu. Sedangkan Karin hanya terdiam memikirkan bagaimana nasib anaknya itu jika jodohnya datangnya cepat dan akhirnya menikah muda apalagi suaminya menginginkan anak darinya. Hanya itu kekhawatiran Karin saat ini. Jika ada yang ingin melamar anaknya Karin akan langsung setuju karena agar anaknya itu bisa bersikap dewasa dan mungkin tidak akan bertingkah absurd lagi. Dalam pikiran Yudha dan Karin, Keyla tidak ingin kuliah dan untuk apa lagi kalau tidak segera dinikahkan saja kalau disuruh untuk menimba ilmu tapi tidak mau.


"Sayang, bawa sini cucu Mama nak," ucap Karin dengan nada lembut.


"Mama, aku takut berjalan ke sana. Mama saja yang ke mari."


"Dasar anak durhaka emang, suruh mendekati Mama malah Mama yang suruh mendekati kamu," ucap Key kesal.


"Adik kamu itu belum bisa menggendong bayi jadi wajar saja kalau dia takut bergerak sambil menggendong bayi," ucap Karin.


Karin lalu mendekati anak bungsunya dan menggendong cucunya pelan-pelan.


"Aku doakan kamu menikah muda dan langsung punya anak kembar," ucap Key.


"Doamu tidak akan terkabul karena kamu bukan orangtuaku," ucap Keyla tersenyum tipis.


"Doa Kakak yang sering kamu sakiti ini akan terkabul."


"Aku tidak pernah menyakiti Kakak," ucap Keyla.


"Iya kamu memang tidak pernah menyakiti secara fisik. Tapi hampir setiap hari kamu menyakiti hatiku dengan perkataan kamu."


Keyla lalu terdiam saja. Karin hanya menghela napas panjang, kedua anaknya itu selalu saja berdebat jika sudah bertemu. Karin mengusap kepala Baby Al dan lalu memberikan cucunya kepada menantunya. Anisa menggendong putranya dengan hati-hati.


"Alfano," ucap Anisa lirih dan lalu mengecup kening putranya.


Anaknya itu langsung terdiam saat sudah diberi asi. Baby Al langsung terlelap dalam tidurnya setelah kenyang. Anisa masih memperhatikan wajah putranya.


"Bunda, mereka sangat lucu-lucu ya?" tanya Keifano.


"Iya, sangat menggemaskan sekali Ayah."

__ADS_1


Anisa mengecup pipi anaknya. Semua orang bahagia dengan lahirnya si kembar. Key melihat Kakaknya yang fokus dengan si kembar.


"Kak Keisha sepertinya sudah ingin memiliki bayi."


Key sekarang yang mencoba untuk menggoda Kakaknya.


"Langsung hamil saja Keisha dan jangan menundanya," saran Andika.


"Wah wajahnya memerah, berarti memang benar Kak Keisha ingin segera hamil dan memiliki anak," ucap si cempreng Keyla.


"Tujuan menikah adalah untuk memiliki keluarga yang bahagia dan salah satunya adalah memiliki seorang anak. Benar gak Mas?" tanya Keisha menoleh ke sang pujaan hatinya.


"Iya, benar sayang."


Tunangannya itu tersenyum tipis dan Keisha jadi berpikir calon suaminya itu tadi tidak suka dengan anak orang dan sepertinya tidak ada masalah jika memiliki anak sendiri nantinya. Keisha nanti tidak akan menunda kehamilannya.


...*****...


Hari minggu telah tiba, Key bertekad untuk menyatakan perasaannya kepada seorang gadis yang selama ini mengganggu pikirannya. Gadis yang ia rindukan setelah setiap kali melihat kemesraan Kakaknya.


Key turun dari kamarnya dan langsung menuju ke taman belakang. Semalam Key sudah izin dengan Papanya kalau mau memetik bunga mawar. Sebenarnya Yudha tidak keberatan bahwa anaknya itu tidak bilang juga tidak apa-apa. Namun Key lebih memilih untuk izin dulu dengan Papanya karena bagaimanapun juga Papanya yang menanam bunganya.


Kebetulan sekali bunga di taman belakang sedang bermekaran. Jadi Key mengambil beberapa bunga yang Papanya tanam. Yudha gemar menanam bunga mawar dari saat anak-anaknya masih kecil.


Keyla melihat gerak-gerik Kakaknya yang menuju ke taman belakang. Keyla ingin tahu Kakaknya mau ngapain karena tadi melihat Key membawa gunting. Dengan segera Keyla menyusul Key untuk ke taman belakang.


"Kak Key sedang apa?" tanya Keyla saat sudah sampai di taman.


"Buat apa dulu Kakak mau memetik bunganya?" tanya Keyla penasaran.


"Menyatakan cinta sama gadis pujaan hatiku."


"Kak Andin?" tanya Keyla ingin memastikan.


"Iya, siapa lagi kalau bukan Andin. Dia yang selama ini ada di hatiku."


Seulas senyuman terukir pada wajah cantik Keyla.


"Akan aku bantu pilih bunga yang bagus-bagus dan Kakak tidak usah memberiku uang jajan," ucapnya dengan semangat.


"Tumben adikku sangat baik. Habis kejedot di mana kepala kamu?"


Keyla melipatkan kedua tangannya di atas perut.


"Aku selama ini juga baik Kak Key. Hanya saja Kakak selama ini tidak begitu menyadarinya."


"Hmm sudahlah. Kamu mau bantu Kakak atau tidak?"

__ADS_1


"Iya, ayo aku pilihkan bunga yang bagus untuk calon Kakak ipar."


Keyla yang memilih bunganya dan Key yang menerima dengan tangan kirinya. Setelah beberapa tangkai bunga terkumpul akhirnya selesai sudah Keyla memotong bunga mawar. Sekarang sudah terkumpul sebuket bunga mawar yang segar. Key tersenyum dan mengacak rambut adiknya yang telah membantunya untuk memilih bunga mawar yang bagus.


"Makasih adik kesayangan."


"Sama-sama. Kakak mandi gih biar wangi."


"Gak usah kamu suruh. Kakak juga mau mandi."


"Cih, biasanya kalau hari minggu Kakak cuma mandi saat sore hari saja."


"Kamu jangan meledekku! Kamu juga cantik-cantik tapi jorok sehari sekali mandi saat weekend."


"Haha kamu gak bisa jawab kan?" ucapnya kembali.


Key sukses membuat adiknya terdiam. Keyla lalu mendengus kesal meninggalkan Key. Sekarang Key langsung menuju ke kamarnya. Kedua orangtuanya sedang kondangan. Setelah Key sudah mandi dan berpakaian rapi. Saatnya Key akan ke rumah sang pujaan hatinya.


"Aku sudah terlihat ganteng," ucapnya terkekeh geli mendengar perkataannya sendiri.


"Kalau Andin masih menolakku berarti tipe pria yang dia suka adalah yang lebih ganteng dariku," ucapnya kembali sambil menggunakan jaketnya.


Key lalu meraih sebuket bunga mawar yang baru saja ia petik bersama adiknya.


"Mudah-mudahan saja Andin suka dengan bunga ini."


Key akan memberanikan dirinya untuk menyatakan perasaannya langsung ke rumah Andin.


Key keluar dari kamarnya, wangi parfum tercium oleh laki-laki yang tak lain akan menjadi Kakak iparnya dalam waktu dekat ini.


"Mau ke mana Key?" ucapnya ramah.


"Menyatakan cinta," jawabnya singkat.


Tak lama kemudian Keisha turun dari kamarnya. Adrian tersenyum, sang pujaan hatinya telah datang.


"Sayang, kamu cantik sekali."


"Makasih Mas..."


Pandangan Keisha lalu ke adiknya yang sudah rapi dan wangi.


"Key kamu mau ke mana? Rapi sekali."


"Mau menyatakan cinta. Doakan Key ya Kak agar diterima."


"Pasti adikku. Semangat ya, mudah-mudahan saja gadis pujaan hati kamu itu bisa luluh dan menerima kamu," ucap Keisha sambil menepuk pundak adiknya, memberinya semangat.

__ADS_1


"Aamiin, makasih Kak."


Adrian sepertinya tidak suka melihat Keisha dekat dengan Key. Keisha yang menyadarinya langsung melepaskan tangannya. Calon suaminya itu mempunyai sifat mudah cemburu.


__ADS_2