Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
S2 - Kemarahan Karin


__ADS_3

Karin membandingkan Anisa dengan pacar Keifano yang waktu itu sempat satu kali Keifano bawa pulang ke rumah. Lebih baik Anisa kemana-mana dari pada pacar Keifano dari segi penampilan juga lebih tertutup Anisa.


"Anisa sebenarnya gadis yang cantik. Hanya saja dirinya menutupi wajah cantiknya dengan balutan hijabnya."


"Aku yakin bahwa saat Keifano sudah menikah dengan Anisa. Keifano akan melihat saat Anisa tidak menggunakan hijabnya, anakku pasti akan terkejut saat melihat kecantikan Anisa," ucap Karin kembali sambil tersenyum membayangkan betapa cantiknya calon menantunya jika tidak menggunakan balutan hijabnya.


Karin melihat ke arah kamar mandi suaminya baru saja keluar dari kamar mandi. Jika hanya berdua saja mereka kembali menyebutkan kata sayang. Sedangkan di hadapan anak-anak mereka selalu memanggil dengan sebutan Papa dan Mama.


"Sayang, kenapa kamu melihatku seperti itu hmm?" Tanya Yudha sambil memainkan kedua alisnya.


"Ini bukan waktunya untuk bercanda Mas," ucap Karin sambil mendekati suaminya.


Karin lalu memperlihatkan pesan WhatsApp dari Dion. Mata Yudha membulat dengan sempurna saat melihat isi dari pesan WhatsApp yang Dion kiriman tadi malam.


"Apa? Jadi Dion memutuskan perjodohan ini karena Keifano masih punya pacar?" geram Yudha saat sudah membaca pesan WhatsApp tersebut.


"Anak kita itu ternyata masih berhubungan dengan Cassandra. Padahal sudah aku bilang bahwa sepertinya Cassandra bukan gadis yang baik. Jauh sekali dengan Anisa yang sopan santun dan berakhlak baik. Bahkan mereka seperti langit dan bumi jika dilihat dari sikapnya."


Cassandra adalah teman sekampus waktu Keifano kuliah S1. Dia adalah adik kelasnya Keifano. Diam-diam Yudha dan Karin menyelidiki Cassandra dengan membayar orang. Cassandra ternyata gadis yang materialistis dan suka bergonta-ganti pacar. Yudha dan Karin tidak suka dengan Cassandra karena anaknya hanya dipermainkan oleh Cassandra. Lagian saat Keifano membawa Cassandra untuk dikenakan dengan Karin dan juga Yudha sikapnya seperti terpaksa berkenalan dengannya. Itulah yang menyebabkan akhirnya Karin dan Yudha memutuskan untuk menyelidiki siapa Cassandra yang sebenarnya. Dan ternyata memang benar bahwa Cassandra hanya ada maksud lain untuk mendekati Keifano. Cassandra hanya ingin kesenangan materi saja. Namun sepertinya Keifano tidak menyadarinya dan bahkan sepertinya Cassandra adalah cinta pertama Keifano.


"Aku harus menemui anak nakal itu," ucap Yudha sambil berjalan menuju pintu kamarnya.


"Sayang, apa kamu mau keluar kamar dengan memakai handuk saja?" ucap Karin terkekeh.

__ADS_1


Yudha baru menyadari bahwa dirinya habis mandi dan hanya menggunakan handuk sepinggang dengan dada yang masih terekspos.


"Astaga, aku sampai lupa sayang," ucapnya sambil menepuk jidatnya.


"Ini gara-gara anak kita yang nakal itu. Ternyata diam-diam masih menjalin hubungan dengan Cassandra."


"Sudah Mas, sekarang kamu lebih baik pakai baju yang telah aku siapkan untukmu dan kita akan ke kamar Keifano bersama-sama."


Yudha mengangguk pelan dan lalu menuju ke walk in closet. Beberapa menit kemudian sekarang Yudha sudah berpakaian rapi. Karin lalu menggandeng suaminya untuk keluar kamarnya dan langsung menuju ke kamar Keifano. Di kamarnya Keifano terlihat sedang tersenyum sambil memainkan hpnya. Keifano sedang membalas pesan WhatsApp dari sang pujaan hatinya.


Yudha membuka pintu kamar dengan perlahan. Sedangkan Karin melotot melihat anaknya tertawa cekikikan sambil bermain dengan hpnya. Karin yakin bahwa Keifano saat ini sedang chat dengan kekasihnya.


"Keifano......." Suara teriakan Karin membuat Keifano terkejut dan tak sengaja melemparkan hpnya ke atah ranjangnya.


Yudha perlahan mendekati Keifano.


"Dasar anak nakal....." Yudha menjewer telinga Keifano.


"Papa, apa salahku?" ucapnya sambil meringis karena Yudha masih menjewer telinga anaknya.


"Kamu tidak tahu apa kesalahan kamu nak?"


"Aku tidak tahu dan kenapa Papa menjewer aku? Sekarang Keifano bukan anak kecil lagi Papa. Keifano sudah dewasa."

__ADS_1


"Kalau kamu sudah dewasa, kenapa kamu tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk?"


"Apa maksudnya Mama? Keifano tidak mengerti siapa yang Mama Karin katakan."


"Karena kamu tidak bisa membedakan antara berlian dan batu yang ada di sungai." Jawab Yudha yang membuat Keifano semakin bingung.


"Apa kamu masih belum sadar juga atas kesalahan kamu?" ucap Karin yang sudah mendekati putranya.


Keifano menggeleng lemah. Yudha lalu melepaskan jeweran pada telinga anaknya. Telinganya saat ini merasakan panas dan masih terasa bekas jeweran Yudha yang membuatnya telinganya memerah.


"Gara-gara kamu yang masih berhubungan dengan gadis sembarangan itu, Dion jadi marah dan membatalkan perjodohan kalian."


"Jadi Anisa sudah mengatakan yang sebenarnya sama kedua orangtuanya kalau aku masih punya pacar." Batin Keifano.


"Dan kamu tahu tidak, persahabatan Mama yang sudah Mama bangun bertahun-tahun akhirnya jadi hancur karena kelakuan kamu." Tunjuk Karin kepada Keifano.


"Keifano apa mau kamu sebenarnya nak? Kamu tega telah menyiksa Mama. Apa kamu ingin Mama cepat mati dengan perlahan-lahan?" ucap Karin kembali dan matanya sudah mulai berkaca-kaca.


Keifano tidak tega melihat Mamanya yang akan menangis. Keifano lalu mendekati Mamanya. Bagaimanapun juga Karin yang telah mengandung dengan susah payah dan telah melahirkannya sampai merawatnya sampai sebesar ini. Bahkan Keifano sampai bisa lulus S2. Keifano kini merasa bersalah dengan Mamanya.


"Mama, maafkan Keifano." Sambil memegang tangan Karin.


Dengan cepat Karin menepis tangan anaknya. Karin kecewa dengan sikap anaknya yang masih berhubungan dengan Cassandra.

__ADS_1


__ADS_2