
Please berikan jempol 👍 kalian terlebih dahulu sebelum membaca 🤗
Jika tembus di atas 60 likenya, insya'allah author akan crazy up 😀
Novel ini bergenre romance and comedy. Semoga kalian suka dengan ceritanya 🙂
Seorang wanita tengah bahagia saat melihat hasil alat tes kehamilan tersebut dengan menunjukkan dua garis merah. Wanita tersebut akan memberitahu kabar bahagia ini kepada suaminya saat nanti pulang ke rumah. Suaminya itu pasti akan sangat bahagia karena anak yang mereka tunggu-tunggu kini telah datang. Wanita itu segera mencuci alat tes kehamilan tersebut dan menaruhnya di atas nakas.
"Sehat-sehat ya sayang..."
Wanita itu mengusap perutnya pelan, sekarang ada kehidupan lagi dalam perutnya. Dia bahagia bisa diberikan kepercayaan lagi oleh Allah. Wanita tersebut tak lain adalah Anisa. Honeymoon kemarin telah membuahkan hasil. Si kembar akan segera punya adik secepatnya. Padahal Al dan El baru berusia 6 bulan tapi Anisa sudah hamil lagi.
Anisa tidak bisa menolak permintaan suaminya itu untuk punya anak lagi. Anisa tidak mau suaminya itu punya wanita idaman lain. Anisa tidak ingin kehilangan suaminya maka dari itu dia mau melakukan apapun agar suaminya bahagia termasuk memberikannya anak lagi.
Anisa tidak menyangka akan hamil secepat ini. Padahal Keisha saja belum ada kabar tentang kehamilannya semenjak menikah. Ya, semenjak Keisha menikah dan dibawa oleh suaminya, mereka jadi jarang komunikasi selama sebulan lebih lamanya. Keisha susah untuk dihubungi karena hp Keisha jarang aktif.
"Ah aku sangat malu sekali. Adik ipar saja belum hamil dan aku sudah hamil lagi," ucapnya kini tengah malu dan menutup wajahnya.
"Bagaimana nanti reaksi Papa dan Mama ya kalau tahu aku hamil?" ucapnya kembali.
Anisa lalu melihat kedua anaknya. Baby Al dan El masih tertidur pulas saat ini.
"Sayangnya Bunda, kalian akan segera punya adik. Mulai besok Bunda tidak bisa memberikan nutrisi lagi pada kalian."
Anisa akan mengganti sufor sebagai ganti nutrisi anaknya selama ini.
Sore telah tiba, suara handle pintu kamar terdengar. Keifano mengerutkan keningnya saat melihat istrinya itu masih tertidur pulas. Biasanya Anisa selalu menyambutnya pulang dan bahkan sudah membuatkannya teh hangat.
"Sepertinya istriku kelelahan menjaga Al dan El," ucapnya yang lalu meletakkan tasnya.
Keifano lalu menghampiri sang istri tercintanya dan mengusap kepala Anisa perlahan.
"Makasih ya sayangku. Kamu telah menjadi istri yang baik selama ini," ucap Keifano dan lalu mendaratkan kecupannya pada kening Anisa.
Anisa mulai mengerjapkan matanya dan terkejut saat mengetahui suaminya itu sudah pulang.
"Ayah, maaf... Bunda ketiduran."
"Tidak apa-apa sayang. Justru aku yang harusnya meminta maaf karena telah mengusik tidurmu."
"Tidak kok sayang."
"Oh iya kamu mandi gih nanti setelah itu akan aku kasih hadiah."
"Hadiah apa sih? Kamu jangan main rahasia-rahasia dong sayang..."
"Pokoknya rahasia. Cepat buruan mandi ya sayang..."
"Baiklah, tapi kamu jangan membuatkan teh hangat. Biar Bibi aja ya sayang?"
"Oke sayang..."
Keifano lalu mandi dan setelah itu bergantian Anisa yang mandi. Tadi si kembar juga sudah mandi dan lalu tertidur pulas lagi. Sekarang Anisa telah duduk manis di sofa kamarnya sambil minum teh yang Bibi buatkan.
"Sayang tadi kamu bilang akan memberikan aku hadiah. Apa hadiahnya itu kita melakukannya di sofa?" ucap Keifano sambil mengedipkan mata dan terus menggoda istrinya.
__ADS_1
"Pikiran kamu kok itu terus. Sekarang aku akan berikan hadiahnya," ucap Anisa yang beranjak dari tempat duduknya dan membuka lacinya.
"Aku jadi penasaran nih. Apa hadiahnya sayang?" tanya Keifano.
Anisa lalu beranjak dari sofa dan membuka laci. Tadi Anisa sudah membungkus kado untuk suaminya.
"Buka dong sayang," ucap Anisa yang sudah memberikan sebuah kotak.
Keifano membolakan matanya saat melihat isi hadiah tersebut. Keifano tak terasa air matanya sudah menetes.
"Sayang kamu... Kamu," ucapnya terbata-bata saat ini.
Dengan segera Anisa menarik tangan suaminya dan mengarahkan ke perutnya.
"Iya, ada anak kita di dalam sini dan kamu mulai sekarang harus berpuasa."
Keifano mengangguk pertanda bahwa mengerti.
"Sayang aku bahagia sekali kita akan punya anak lagi. Makasih ya Bunda..."
Keifano lalu memeluk istrinya dengan erat.
"Aku juga bahagia Ayah. Al dan El akan punya adik sebentar lagi."
Anisa lalu melonggarkan pelukannya.
"Tapi Keifano aku malu....."
"Hah? Malu kenapa?" ucapnya yang lalu melonggarkan pelukannya.
"Bukan itu maksudnya sayang. Tapi Keisha kan belum hamil juga sampai sekarang dan aku sudah hamil lagi."
"Tidak apa-apa sayang. Itu tandanya suamimu ini terlalu perkasa dan beda sama Adrian yang belum bisa membuat Keisha hamil," ucapnya terkekeh.
Anisa bersemu merah saat suaminya bilang perkasa. Lalu Anisa teringat saat masa-masa mereka bulan madu kemarin.
"Sudah sayang jangan terlalu dipikirkan ya? Ingat sekarang kamu sedang hamil muda dan tidak boleh banyak pikiran," ucap Keifano sambil mengusap perut istrinya.
"Hmm iya..."
Keifano lalu mengarahkan wajahnya pada perut Anisa dan akan membisikkan sesuatu untuk anaknya.
"Nak, sehat-sehat ya dalam perut Bunda. Ayah sayang kamu," ucap Keifano yang lalu mengecup perut Anisa.
"Sekarang kita ke rumah sakit yuk?" ucapnya kembali.
"Astagfirullah aku sampai lupa. Kamu belum makan sayang."
"Tidak apa-apa sayang. Ayo kita makan di luar sekaligus periksa kandungan kamu."
"Eh? Tapi si kembar gimana?"
"Aku akan titipkan si kembar sebentar sama Mama dan Keyla."
"Baiklah ayo, tapi kita ganti baju dulu."
__ADS_1
Anisa dan Keifano lalu ganti baju karena akan pergi. Tadi sudah bilang ke Mama Karin untuk titip Al dan El sebentar. Sekarang Anisa dan Keifano pergi ke rumah sakit untuk mengecek kandungan istrinya. Tadi mereka belum memberitahu kabar bahagia kehamilan Anisa karena akan memberikan kejutan saat sudah USG nanti.
"Sayang, aku tidak sabar ingin melihat anak kita."
"Aku juga sayang," ucapnya tersenyum tipis.
Tak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit. Setelah melewati beberapa puluh menit akhirnya sekarang giliran Anisa untuk cek kandungannya. Dokter menjelaskan bahwa kandungan Anisa kuat dan hanya butuh vitamin dan penambah darah saja. Kandungan Anisa baru berjalan 4 minggu.
"Loh Dok istri saya tidak hamil anak kembar?" tanya Keifano lagi untuk memastikan.
"Iya Pak, Bu Anisa hamil hanya satu anak."
"Apa itu artinya keperkasaaku turun? Soalnya pada saat kehamilan pertamanya istriku hamil anak kembar."
Dokter terpengah dan bingung menjawab pertanyaan Keifano. Sekarang Anisa sudah kembali duduk disamping suaminya setelah tadi perawat sudah membersihkan gel pada perutnya.
Setelah Dokter menjelaskan semuanya Keifano baru paham. Ternyata apa yang Anisa makan dan beberapa trik dalam berhubungan juga mempengaruhi berapa anak yang dikandungnya.
Dokter memberikan hasil pemeriksaan Anisa dan USG. Anisa memandang wajah suaminya yang terlihat resah.
"Dok, tapi saya tetap merasa bahwa keperkasaan saya itu turun. Karena istri saya hanya hamil seorang anak saja dan tidak kembar seperti kemarin."
"Ayah memalukan saja. Jaga bicaramu itu," ucap Anisa mengingatkan dan tengah malu dengan Dokternya saat ini.
Keifano lalu terdiam saat istrinya sudah terlihat marah.
"Apa ada yang ingin ditanyakan lagi?"
"Tidak Dok..."
Setelah keluar dari ruangan tersebut dan menebus resep yang Dokter berikan wajah Keifano terlihat murung. Mereka lalu kembali ke parkiran dan masuk ke mobil.
"Sayang, apa kamu tidak bahagia aku hamil? Dari tadi wajah kamu murung seperti itu setelah keluar dari ruangan Dokter."
"Ah tidak sayang. Aku bahagia kamu hamil. Hanya saja aku merasa tidak perkasa lagi."
"Kalau kamu tidak perkasa lagi mana mungkin aku bisa hamil sayang," jawab Anisa terkekeh.
Keifano lalu menimbang-nimbang perkataan istrinya.
"Hmm iya, benar juga ya......"
"Sudah sayang jangan dipikirkan lagi ya?"
"Hmm iya sayang. Sekarang yang terpenting adalah kesehatanmu. Jaga anak kita baik-baik."
"Iya sayangku..."
Saat diperjalanan terdengar suara adzan maghrib. Anisa dan Keifano lalu mampir untuk sholat ke masjid terdekat. Setelah itu mereka lalu memutuskan untuk makan ke restoran terdekat dan lalu pulang ke rumah dan memberitahu kabar bahagia ini kepada keluarganya.
Yuk dukung author dengan memberikan vote gratis (tanpa mengurangi poin)
Readers kesayangan yuk jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian dengan like, komentar dan gift gratis seikhlasnya. Terimakasih yang sudah mendukung novel author 😍
__ADS_1