
Pagi hari yang cerah saat sinar mentari masuk melewati jendela dan itu membuat sepasang laki-laki dan perempuan yang sudah sah terikat pernikahan itu mulai terusik. Anisa tersenyum tipis saat melihat suaminya yang masih terlelap. Setelah sholat subuh berjamaah, mereka tadi melanjutkan untuk tidur dan saling berpelukan. Anisa masih menatap wajah suaminya dan seketika sudut bibirnya melengkung naik ke atas seperti membentuk bulan sabit.
"Suamiku jika dilihat-lihat kamu tampan juga," ucapnya lirih memuji wajah sang pujaan hati.
Anisa masih memandang wajah suaminya yang tampan dan tangannya lalu memegang pipi Keifano.
"Sampai kapan kamu akan memperhatikan wajah suamimu yang tampan ini sayang?" tanya Keifano yang seketika membuat Anisa terkejut.
Keifano lalu membuka matanya dan melihat wajah istrinya yang sudah merah merona. Anisa lalu melepaskan tangannya yang tadi memegang pipi suaminya.
"Morning kiss my wife," ucap Keifano yang lalu mengecup pipi dan kemudian bibir Anisa sejenak.
Anisa kemudian menunduk malu, Keifano semakin gemas dengan istrinya.
"Sayang kamu menggemaskan sekali. Kita sudah menikah setahun loh. Tapi kamu masih saja malu-malu seperti ini," ucap Keifano terkekeh sambil membenarkan rambut istrinya yang menutupi wajah cantiknya.
"Sayang, aku kangen dimanja sama kamu," bisik Keifano.
"Jangan macam-macam ya Keifano! Kandunganku sudah sembilan bulan lebih dan entah nanti atau besok si kembar akan lahir," ucap Anisa memperingati suaminya.
"Tapi sayang..."
"Diam!!!" bentak Anisa.
"Sayangku, kenapa kamu semenjak hamil berubah menjadi singa betina? Sangat galak dan menyeramkan."
"Apa katamu? Bisa kamu ulangi sekali lagi," ucap Anisa melotot tajam.
Keifano sekarang sangat ketakutan dengan Anisa. Sikapnya yang biasanya lembut berubah menjadi garang semenjak hamil.
"Eh, tidak sayang. Aku tidak berbicara apapun yang menyinggung kamu. Sungguh maafkan perkataan aku tadi."
Anisa tidak ingin mood-nya hari ini jelek.
"Sudahlah aku ingin mandi, badanku terasa lengket," ucap Anisa beranjak dari ranjangnya.
__ADS_1
"Sayang ikut," goda Keifano dengan nada manja.
"Jangan macam-macam dan tetaplah di sini!"
Keifano tertawa terbahak-bahak melihat istrinya yang sudah masuk ke dalam kamar mandi. Keifano suka sekali menggoda istrinya. Sedangkan Anisa di kamar mandi menggerutu karena sikap Keifano persis dengan mertuanya.
"Suamiku sifat dan sikapnya seperti Papa Yudha. Pantas saja Mama sering kesal sama Papa. Hmm, bahkan memintaku untuk memberikan banyak anak padahal saat ini aku sedang hamil kedua anaknya," ucap Anisa sambil mencuci mukanya dengan facial wash.
Karin bercerita dengan menantunya kalau Yudha masih menginginkan anak darinya padahal kedua cucunya sudah akan lahir. Anisa tidak habis pikir bahwa suaminya memiliki sikap dan sifat yang sama dengan mertuanya. Bahkan Keifano sudah merencanakan untuk mengajaknya untuk berbulan madu setelah si kembar nanti lahir.
"Ayah kalian ingin memberikan kalian adik, padahal kalian saja belum lahir," ucap Anisa sambil memegang perut buncitnya.
Anisa menggerutu karena kedua anaknya merespon dengan tendangannya yang berarti membela Keifano. Anisa lalu dengan segera menyelesaikan kegiatan mandinya.
"Sayang, kenapa kamu mandinya lama sekali?" tanya Keifano saat Anisa sudah keluar dari kamar mandi.
Keifano tidak ingin berdebat dengan istrinya. Anisa berubah menjadi lebih galak semenjak hamil meskipun sikap malu-malunya masih ada.
"Kamu tahu sendiri kan kalau aku sedang hamil? Jadi aku sedikit lama di kamar mandi."
Setelah sarapan pagi Keifano menemani Anisa untuk berjemur sekaligus jalan pagi di taman belakang rumah. Kata Mama Karin dan Umi Alya harus rajin untuk jalan-jalan agar saat melahirkan bisa lancar. Keifano memetik tiga mawar merah di taman belakang rumah yang Papanya sengaja menanam bunga mawar. Papanya itu menanam beberapa bunga aneka bunga mawar karena Mamanya sangat menyukai bunga mawar dan apalagi mawar merah. Maka dari itu Yudha menanam bunga mawar merah, putih, dan merah muda. Istrinya itu suka sekali dengan bunga segar untuk hiasan di vas bunganya.
Papanya sangat romantis meskipun sudah berumur. Keifano sampai kagum dengan cinta sejati orangtuanya. Mamanya masih sangat cantik. Karin pandai merawat tubuhnya hingga sampai saat ini masih terlihat kencang karena rajin berolahraga, makan makanan yang sehat dan tak lupa juga rutin melakukan perawatan bersama sepupunya yaitu Risa. Karin melakukan hal itu karena tidak ingin suaminya diambil oleh pelakor. Kejadian masa lalu membuat dirinya tidak bisa melepaskan suaminya lagi. Karin jadi terlihat awet muda saat ini, hal itu menjadikan suaminya ingin punya anak lagi karena Karin masih masih terlihat muda. Tapi Karin tidak mengabulkan permintaan suaminya. Karin juga akan menasihati anak dan menantunya untuk hidup sehat dan melakukan perawatan. Agar para suami-suaminya betah di rumah karena memandang istrinya yang begitu pandai merawat diri.
Key sedang duduk sambil menikmati jus mangga yang Bibi buat. Key melihat kemesraan pagi hari ini membuat jiwanya meronta-ronta dan ingin segera punya pasangan. Keyla melihat gerak-gerik Key yang sepertinya iri melihat kemesraan Anisa dan Keifano. Terlihat di sana Anisa sedang menghirup mawar segar yang baru saja suaminya petik dan Anisa membiarkan Keifano memeluknya dari belakang dan mengusap perutnya.
"Lihat saja nanti Kak. Aku juga pasti bisa membuat kamu iri dengan kemesraanku. Istriku nanti pasti akan segera hamil juga." Batin Key.
Menyatakan cintanya saja belum tentu diterima Key sudah berpikiran terlalu jauh dan memiliki istri. Key sangat optimis ingin menjadikan cinta kepada sang gadis pujaan hatinya itu menjadi istrinya kelak.
"Huh, bikin iri saja pagi-pagi sudah bermesra-mesraan," perkataan itu lolos dari mulut Key.
Key berusaha untuk mengalihkan pandangannya tapi juga penasaran dengan pasangan suami istri yang berstatus sebagai Kakak dan Kakak iparnya itu.
Keyla seketika menahan tawanya melihat Kakaknya yang sepertinya iri melihat kemesraan Anisa dan Keifano.
__ADS_1
"Dor........"
"Kamu mengagetkan aku saja."
Key lalu menyeruput jus mangganya sampai habis.
"Ehm... Cieee yang iri. Kakak, makanya buruan nikah. Kak Keisha saja sudah punya calon loh. Kak Key kapan nih," goda Keyla.
Keisha pagi ini sudah dijemput calon suaminya yang tak lain adalah Dosennya sendiri. Keisha yang merupakan primadona kampus itu jatuh cinta dengan Dosennya sendiri. Mereka akhirnya menjalin hubungan lebih serius dengan ikatan pertunangan. Dua hari yang lalu Keisha resmi bertunangan dengan sang pujaan hati dan beberapa bulan lagi Keisha akan segera menikah.
"Kamu menyebalkan sekali sih adikku. Nanti jika tiba waktunya Kakak akan menikah."
Keyla menghela napas panjang.
"Kakak, aku hanya mengingatkan. Kak Andin nanti keburu diambil orang loh."
"Iya, aku akan segera menyatakan perasaanku. Mau ditolak atau diterima itu urusannya belakangan," ucap Key yang seketika keceplosan.
"Nah gitu dong Kak. Oh iya, bagi jajan dong Kak," pinta Keyla.
"Jajan?" tanya Key memutar mata malas.
"Aku ingin membeli novel dengan temanku di toko buku. Temanku 5 menit lagi datang menjemputku."
"Teman kamu itu laki-laki atau perempuan?"
"Perempuan, kita nanti bertiga ke toko bukunya. Kak buruan mana uangnya."
"Kakak gak bawa uang. Kamu minta sama Papa dan Mama saja."
"Papa sama Mama kan sedang menjenguk teman arisan Mama di rumah sakit."
"Oh iya Kakak lupa," ucap Key menepuk jidatnya.
Key lalu merogoh kantong sakunya mencari hp dan akan mentransfer uang untuk adiknya jajan lewat aplikasi m-banking. Adiknya yang manja itu selalu saja membuatnya kesal.
__ADS_1