
Ini hanya imajinasi author saja. Semoga kalian terhibur dengan ceritanya dan jangan lupa tinggalkan jempol dulu sebelum membaca 👍
Karin lalu mengusap kepala anaknya dengan penuh kasih sayang.
"Putriku ternyata sudah dewasa kamu nak. Apa kalian tadi berpacaran?" tanya Karin penasaran juga dengan kisah cinta anaknya.
"Eh? Tidak Mama... Mana mungkin aku berpacaran sama teman Kakakku sendiri."
Leon tampak sedih saat ini setelah Keyla berbicara seperti itu dengan Karin.
"Kalau begitu saya pamit pulang dulu Tante. Assalamualaikum..."
Setelah mengecup punggung tangan Karin akhirnya Leon buru-buru masuk ke dalam mobilnya.
"Wa'alaikum Salam, hati-hati nak Leon."
Leon mengklakson mobilnya dan lalu pergi dari rumah megah tersebut.
Setelah kepergian Leon, Karin akan mengintrogasi anaknya. Keyla lalu meninggalkan sang Mamanya begitu saja. Karin lalu mengejar putri bungsunya itu. Perlahan Karin membuka pintu kamar anaknya.
"Nak, sepertinya Leon menyukai kamu sayang," ucap Karin dengan lirih.
"Tapi aku tidak menyukainya Mama."
"Coba saja dulu nak. Cinta akan datang seiring berjalannya waktu. Mama juga gitu dulu sama Papamu."
"Apa Mama dan Papa dulu tidak saling cinta?" tanya Keyla yang mulai penasaran.
"Jadi begini ceritanya sayang. Mama dulu dijodohkan dengan Abinya Anisa. Dulu Mama pindah sekolah dari Korea ke Indonesia hanya karena akan dijodohkan dengan Abinya Anisa."
"Hah? Mama dulu dijodohkan dengan Abi Dion?" tanya Keyla terkejut.
"Iya sayang, tapi Mama gak suka. Kan Mama dulu dititipkan dan tinggal di rumah Risa, sepupu Mama. Saat itu Risa tak kunjung hamil setelah menikah. Nah, muncullah Papa kamu itu membantu Mami Ana agar segera mendapatkan cucu."
Mami Ana merupakan mertuanya Risa Alexander. Ibu dari Reynaldi Wijaya, suaminya Risa.
"Apa hubungannya dengan Papa Ma?"
"Karena Papa kamu seorang Dokter kandungan sayang. Jadi membantu mencarikan solusi agar Mami Ana segera mendapatkan cucu."
"Oh jadi seperti itu. Terus bagaimana Papa dan Mama bisa dekat?" tanya Keyla semakin penasaran.
Karin tersenyum tipis saat putrinya itu penasaran dengan kisah cintanya dengan Yudha.
"Mama sering diantar jemput Papa kamu saat sekolah. Lalu Papa kamu langsung menyatakan cintanya sama Mama. Pokoknya Papa kamu itu laki-laki yang sangat romantis deh. Akhirnya Mama memilih Papa kamu dan menolak perjodohan itu."
"Huh Papa saja bisa romantis sama Mama, tidak seperti Kak Leon yang menyatakan cinta dan lalu tiba-tiba mencuri first kiss milikku. Laki-laki macam apa itu? Yang hanya modal tampang doang. Tidak seperti Papa dulu sudah mapan saat bertemu dengan Mama," gerutu Keyla dalam hati sambil melipatkan kedua tangannya di atas perutnya.
"Ah Mama, aku ingin laki-laki yang romantis seperti Papa."
"Sepertinya nak Leon juga tipe laki-laki yang romantis nak."
"Kak Leon mana bisa seperti Papa yang romantis Mama. Bahkan Kak Leon belum bekerja. Beda sama Papa yang sudah menjadi seorang Dokter saat dulu mendekati Mama."
"Kan kamu belum tahu Leon seperti apa orangnya sayang. Mama lihat Leon anak yang baik nak."
"Baik apanya? Jika Kak Leon anak yang baik pasti tadi tidak akan tiba-tiba mencuri first kiss milikku. Jangan-jangan ini ide Kak Key. Awas saja nanti aku akan labrak Kak Key," batin Keyla.
"Sayang lip balm kamu kok tampak berantakan?" tanya Karin.
"Haduh bisa ketahuan nih? Huft gara-gara Kak Leon yang kurang ajar itu aku harus muter otak dan mencari alasan sama Mama," batin Keyla kesal.
"Ah iya Mama, tadi aku minum dan makan sedikit di tempat kondangan," ucap Keyla beralasan.
"Oh seperti itu."
"Mama, Keyla mau mandi dulu ya. Gerah banget nih Mama," ucap Keyla mengalihkan pembicaraannya.
"Iya nak. Kalau begitu Mama keluar dulu."
__ADS_1
Keyla tidak menyahuti perkataan Mamanya karena buru-buru masuk ke kamar mandi.
"Hmm lega, untung saja Mama percaya," lirihnya.
Gadis cantik itu lalu memutuskan untuk mandi dan menyegarkan badannya.
...*****...
Andin dan Key saat ini akan makan malam bersama. Tadi Andin dibantu suaminya memasak di dapur. Key tidak membantu beneran hanya saja tadi modus agar bisa memeluk istrinya.
"Sayang, cobain masakan aku," ucap Andin tersenyum malu-malu dan meletakkan sepiring yang sudah berisi nasi, sayur dan lauk pauk.
"Sepertinya enak sayang. Aku cobain ya?"
Andin mengangguk pelan dan tersenyum tipis.
"Bagaimana rasanya sayang?" tanyanya penasaran.
"Sangat asin!"
"Ah apa? Masakannya terlalu asin?" ucap Andin terkejut karena tadi dia sudah mengira-ngira masakannya sudah pas namun suaminya itu bilang sangat asin.
"Iya sayang, kamu cobain deh," ucap Key sambil menyuapi istrinya.
"Rasanya biasa saja tuh dan pas. Kamu ngerjain aku ya?"
"Tadinya mungkin kamu saat memasak sebelumnya terlalu asin. Dan karena kita sudah menikah lalu asinnya berkurang."
"Eh? Apa hubungannya?" tanyanya masih bingung.
"Kata orang dulu jika masak terlalu asin itu ingin segera menikah. Sekarang kan kamu sudah menikah jadi tidak terlalu asin."
"Bilang saja kalau kamu modus ingin menyuapi aku! Pakai alasan muter-muter segala lagi."
Key hanya cengengesan.
"Pokoknya aku akan suapin istriku yang sangat cantik ini dan intinya malam ini aku akan manjain kamu karena kamu telah memasak makanan seenak ini," ucap Key tersenyum dan lalu mengedipkan sebelah matanya.
Akhirnya makan malam mereka malam ini berbeda dari malam-malam sebelumnya. Andin dan Key makan malam secara romantis dan saling suap-suapan.
"Key, turunkan aku!" perintah Andin yang terkejut karena tiba-tiba suaminya itu menggendongnya.
Sang Bibi tersenyum saat melihat majikannya dengan suaminya itu naik ke lantai atas.
"Mudah-mudahan saja Nyonya Muda akan segera diberikan momongan agar Tuan Muda semakin tambah sayang," ucapnya lirih dan lalu membereskan piring yang ada di meja.
Key meletakkan istrinya pelan-pelan pada ranjang berukuran queen size tersebut. Kemudian Key membuka kaosnya dan sekarang Andin bisa melihat perut kotak-kotak suaminya.
"Tubuhnya sangat bagus dan six pack," batin Andin seketika terkesima.
"Key, sepertinya ranjangnya terlalu sempit."
"Tidak apa-apa dan itu artinya aku bisa lebih mudah untuk memeluk istriku."
Blush
Wajah Andin merah merona saat ini. Key tak lupa mengunci pintu kamar. Setelah itu berjalan mendekati istrinya.
"Sayang bolehkah aku melakukannya malam ini?" tanya Key meminta izin dulu kepada istrinya.
Andin mengangguk pelan dan menundukkan kepalanya karena tengah malu saat ini. Key lalu membuka hijab instan yang dikenakan istrinya.
"Andin, kamu sangat cantik," ucap Key memuji kecantikan wanita yang saat ini berstatus sebagai istrinya.
Key tersenyum saat istrinya terlihat malu-malu saat ini. Dengan cepat Key membuka kancing piyama yang Andin pakai dan membuangnya ke segala arah.
"Key, aku malu..."
"Aku suami kamu Andin dan kamu tidak usah malu seperti itu."
Lampu tidur kamarnya sedang mati dan hanya mengandalkan lampu utama kamarnya.
__ADS_1
"Di bawah selimut saja karena lampunya terlalu terang."
"Baiklah..."
"Key, aku takut..."
"Aku akan berusaha untuk pelan-pelan sayang."
Key kemudian membaringkan istrinya ke ranjang pelan-pelan dan membuka penutup bagian atas yang dikenakan istrinya.
...*****...
Jam semakin berputar Keyla masih saja menunggu balasan WhatsApp dari Kakaknya. Saat ini masih pukul 9 malam. Keyla mengendap-endap dan akan pergi dari rumah.
"Aku harus susul Kak Key ke rumah Kak Andin dan membuat perhitungan dengan Kakak. Huft tidak tahu sudah dibantu kok balasnya seperti ini," ucap Keyla yang masih kesal karena kehilangan first kiss sampai dua kali hari ini.
Keyla memesan ojek online dengan tujuan rumah Kakak iparnya. Kali ini Keyla memesan ojek online motor karena takut jika ojek online mobil. Gara-gara Kakaknya itu menakut-nakutinya tadi pagi Keyla jadi takut.
Setelah menempuh perjalanan beberapa puluh menit akhirnya Keyla sampai di rumah Andin. Keyla kali ini tidak membunyikan bel pintu tapi dengan menggedor pintu ruang tamu.
"Kak Key keluar kamu!" teriak Keyla dibalik pintu.
Bibi yang membukakan pintu itu terkejut saat melihat siapa yang datang malam-malam.
"Non Keyla. Kok malam-malam begini datang?"
"Emang kenapa Bi? Aku datang sesuka hatiku. Mana Kakakku yang menyebalkan itu?" ucap Keyla sambil celingak-celinguk mencari Kakaknya.
"Non Keyla sebaiknya Non pulang dulu dan besok datang ke sini lagi."
"Enak saja! Sudah jauh-jauh aku datang dan apa kamu tidak melihat? Aku juga terkena rintik-rintik hujan saat dalam perjalanan," ucap Keyla kesal.
"Haduh gimana ini? Kalau aku izinkan masuk nanti yang ada Non Keyla akan menggangu Nyonya Muda dan Tuan Muda di malam pengantinnya," batin Bibi gelisah.
Saat Bibi tengah melamun, ini kesempatan Keyla untuk nyelonong masuk ke rumah Andin.
"Non Keyla jangan naik ke kamar Nyonya Muda. Bibi mohon Non. Bibi bisa dipecat kalau Non bertekad untuk tetap naik."
"Aku tidak peduli."
Keyla naik ke lantai atas sedangkan Bibi hanya pasrah jika nasibnya harus berakhir setelah kedatangan Keyla. Bibi yakin jika Keyla mengganggu Andin dan Key bisa jadi besok pagi akan dipecat karena tidak bisa mencegah Keyla.
"Ah Key.....," pekik Andin saat tangan suaminya menyentuh 2 bagian sensitifnya.
Keyla membolakan matanya saat mendengar suara dari kamar Andin. Kamarnya itu belum ada pengedap suaranya.
"Gak Kak Keifano dan Kak Key suka sekali menyiksa istri-istrinya. Kali ini aku tidak akan membiarkan itu terjadi dengan Kak Andin," lirihnya.
Keyla yang ikut ekstra kurikuler silat di sekolahnya dan sekarang mulai memasang kuda-kuda untuk bersiap mendobrak pintu.
BRAK
Key menoleh siapa yang mendobrak pintu kamar tersebut. Keyla membolakan matanya saat melihat adegan live saat ini. Meskipun mereka di bawah selimut tapi Keyla masih bisa melihat Kakaknya itu berada di atas tubuh Andin.
"Keyla ......!!!" teriak Key wajahnya bersemu merah karena marah.
Bersambung ..... Karena sudah mencapai 1,5 rb kata lebih 😂
"Apa yang akan dilakukan Key terhadap Keyla karena menggagalkan malam pertamanya?"
Yuk dukung author dengan memberikan vote gratis (tanpa mengurangi poin kalian)
Terimakasih yang sudah mendukung novel author dengan memberikan koin 😍
Alhamdulillah Perdana novelku dapat koin 😀 Meskipun jika diuangkan baru 882 rupiah, karena banyak terpotong untuk pajaknya 😂
Readers kesayangan yuk jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian dengan like, komentar dan gift gratisnya 🤗
__ADS_1