
Please berikan jempol 👍 kalian terlebih dahulu sebelum membaca karena jempolnya semakin menghilang akhir-akhir ini 😌
Andin berjalan pelan-pelan membawa nampan ke lantai atas.
"Key, minumlah selagi hangat," ucap Andin memberikan secangkir teh untuk suaminya.
Key bahagia istrinya itu perhatian dengannya padahal tadi masih kesal dengannya.
"Kenapa kamu tidak meminumnya sayang?" tanya Key saat melihat masih ada satu cangkir lagi yang masih utuh.
"Itu buat Keyla. Saat ini Keyla sedang mengganti pakaiannya dan mengeringkan rambutnya."
"Kalau begitu minumlah punyaku sayang," ucap Key yang lalu menyodorkan cangkirnya.
"Ah tidak!" tolak Andin.
"Andin, apa kamu masih marah sama aku. Kalau iya, tolong maafkan aku," pinta Key.
"Aku sudah memaafkan kamu Key."
Mata Key lalu berbinar-binar saat ini.
"Apa itu artinya malam ini kita bisa tidur bersama?"
"Aku akan tetap tidur di kamar tamu bersama Keyla."
"Sayang, kenapa kamu menghukum aku seperti ini?"
"Ini sebagai hukuman kamu karena telah tidak jujur sama istri. Ide konyol kamu itu telah merugikan Keyla. Sebagai sesama perempuan aku membela mana yang benar."
Key hanya terdiam saat istrinya itu sudah mengoceh seperti burung beo.
"Pakai kaos kamu agar tidak masuk angin," perintah Andin kepada suaminya.
"Aku sudah terbiasa tidur seperti ini karena gerah. Kalau sedang musim penghujan aku hanya memakai kaos dalam saja."
"Di luar hujan lebat. Kamu nurut saja Key jika tidak ingin besok masuk angin," ucap Andin yang lalu membawa cangkirnya keluar kamar.
Key meratapi nasibnya malam ini tidur di kamar sendirian. Sedangkan Andin masuk ke kamar tamu dan Keyla sudah ganti baju. Terlihat rambutnya sudah kering.
"Minum tehnya dulu Keyla."
"Makasih Kakak ipar," ucap Keyla yang lalu meraih cangkir tersebut dan meminumnya.
"Kak, maaf ya. Keyla datang malam-malam dan mengacaukan semuanya."
"Eh? Jangan berbicara seperti itu. Sudah malam sebaiknya kamu tidur. Kakak akan bawa cangkirnya ke dapur dulu."
Andin meletakkan dua cangkir teh itu ke dapur. Setelah itu kembali lagi ke kamar tamu.
"Loh, kok belum tidur Keyla?"
"Aku merasa bersalah sama Kakak dan Kak Key jadi aku tidak bisa tidur."
"Keyla tidurlah dan jangan memikirkan Kakak ya," ucapnya sambil mengusap kepala adik iparnya.
"Kakak kembali saja ke kamar ya? Aku rasa Kak Key masih marah sama aku. Dan jika Kakak masih ada di kamar ini takutnya Kak Key semakin marah sama Keyla."
"Kak Andin balik saja ke kamar Kakak ya. Please, bantu Keyla agar Kak Key tidak marah lagi," ucapnya kembali dengan mimik wajah melas.
Siapa saja yang melihat raut wajah melas Keyla pasti tidak akan tega melihatnya.
"Baiklah, aku akan kembali ke kamar tapi dengan syarat kamu harus tidur dulu."
"Iya Kak. Tolong usap rambutku sampai aku tertidur."
"Baiklah ....."
Setelah kurang lebih lima belas menitan Andin mengusap rambut Keyla kemudian Andin melihat Keyla sudah tertidur.
"Mimpi yang indah ya Keyla," ucapnya sebelum pergi.
Setelah Andin keluar dari kamar tamu, Keyla mengerjapkan matanya.
"Yes berhasil! Kak Andin mau balik lagi ke kamarnya. Mudah-mudahan saja Kak Key besok tidak marah sama aku."
"Ah, aku sudah ngantuk sekali," ucap Keyla menutup mulutnya yang menguap.
Keyla lalu membaca doa dan tak lama kemudian tertidur.
Di kamar, Andin melihat suaminya belum tidur.
"Kenapa belum tidur?"
Perlahan Andin duduk disamping suaminya.
__ADS_1
"Aku menunggu kamu datang sayang dan akhirnya kamu datang juga."
"Aku masih kesal sama kamu Key! Tadi Keyla yang menyuruhku kembali ke kamar ini karena tidak mau kamu semakin marah sama Keyla."
"Aku sudah tidak marah lagi sama Keyla."
"Benarkah?" tanya Andin dengan tatapan mata malas.
"Hmm iya."
"Sudahlah, aku ngantuk Key."
Andin lalu merebahkan tubuhnya ke ranjang kemudian Key menyusulnya.
"Selamat malam sayang. Tidurlah yang nyenyak," ucap Key yang lalu mengecup kening istrinya.
"Malam juga sayang," ucap Andin lirih.
Key bahagia istrinya itu sudah tidak kesal karena sudah ada kata sayang lagi yang terucap dari mulut Andin.
"Sepertinya aku harus segera membawa Andin untuk pergi berbulan madu. Kalau masih di rumah ini sama saja ada pengganggu yang tak lain adikku sendiri," batin Key.
Malam ini meskipun gagal tapi Key bersyukur bisa tidur dengan istrinya. Andin membiarkan suaminya itu memeluknya. Tak lama kemudian mereka akhirnya terlelap dalam mimpi.
Setelah sholat subuh Keyla lalu akan menebus kesalahannya dengan cara akan memasak untuk sarapan. Keyla melewati kamar Kakaknya dan terlihat saat ini sepasang suami istri tersebut masih tertidur pulas.
Keyla langsung bibirnya melengkung membentuk seperti bulan sabit saat melihat Kakaknya itu begitu posesif memeluk istrinya. Keyla merutuki dirinya sendiri saat melihat pintu kamar yang rusak akibat aksinya semalam.
"Harusnya aku tidak datang sehingga mengganggu Kak Key dan Kak Andin yang semalam sedang bermesraan," ucapnya lirih.
Keyla lalu pergi ke dapur untuk memasak. Bibi mendekatinya dan mencegah Keyla untuk masak.
"Non, jangan masak biar Bibi saja. Karena mungkin hari ini Bibi terakhir kerja di rumah ini."
"Loh Bibi mau pulang kampung ya?" tanya Keyla.
"Tidak Non mungkin Bibi akan dipecat karena semalam Bibi tidak bisa mencegah Non dan akhirnya malam pengantin Nyonya dan Tuan gagal."
"Ehm jadi seperti itu. Bibi gak usah khawatir ya. Keyla jamin kalau Bibi tidak akan dipecat."
"Makasih Non sudah membantu Bibi."
"Hmm kalau begitu Bibi mending pergi saja. Sudah tenang saja biar Keyla saja yang masak pagi ini."
"Baiklah Non. Bibi mau menyapu dan menyiram tanaman dulu."
"Tentang apa Non?"
"Yang Bibi bilang tadi. Soal malam pengantin."
"Aduh Non Keyla kan anaknya kepo. Gimana nih jawabnya," batin bibi bingung menjawab gadis yang baru saja berumur 18 tahun, bahkan ijazahnya saja belum keluar.
"Bibi kok diam saja?"
"Eh? Itu... Ehm, Non Keyla nanti juga akan tahu jika sudah saatnya," jawab Bibi terlihat bingung.
"Apa seperti Kak Key yang berada di atas tubuh Kak Andin?"
"Eh? Astaga, Non Keyla melihatnya?" tanya Bibi penasaran.
"Mereka berada di bawah selimut semalam dan aku hanya melihat Kak Key seperti itu."
"Apa Non Keyla melihat sesuatu?" tanya Bibi ragu.
"Lihat apa Bibi? Aku hanya melihat saat aku mendobrak pintu dan lalu Kak Key turun dari ranjangnya. Hanya saja Kak Key sudah tidak memakai kaosnya."
"Syukurlah mereka belum melakukannya saat Non Keyla datang."
"Melakukan apa Bi?"
"Non Keyla, Bibi tidak bisa jelaskan. Nanti Non akan tahu jika sudah menikah."
"Kenapa aku harus tahunya setelah menikah? Aku kan sudah berumur 18 tahun dan sudah punya KTP dan itu artinya aku sudah dewasa kan Bi?"
Bibi hanya tersenyum dan lalu pergi.
"Bibi aneh, aku tanya kok malah pergi."
Keyla lalu melanjutkan kegiatan masaknya.
Di kamarnya Andin mengerjapkan matanya dan terkejut saat melihat ke jam dinding. Suaminya itu masih saja memeluknya. Semalam tidurnya sangat nyenyak sehingga adzan subuh tidak terdengar.
"Key, bangun. Kita belum sholat subuh dan ini sudah hampir jam 6."
Key lalu mengerjapkan matanya saat istrinya itu menepuk-nepuk pipinya.
"Sayang, karena saking nyamannya semalam aku tidurnya jadi sampai gak kedengaran adzan subuh hehe," ucapnya terkekeh.
__ADS_1
Andin tersenyum tipis.
"Jangan bercanda, ayo kita sholat berjamaah sayang."
Mereka lalu memutuskan untuk wudhu dan setelah itu sholat berjamaah. Andin membicarakan tentang Keyla setelah selesai sholat berjamaah. Sekarang suaminya itu sudah tidak marah lagi dengan Keyla.
Andin telah menghubungi pihak toko bangunan dan nanti jam 9 pagi pintu kamar pesanannya datang, Andin sekalian akan membayar jasa tukang untuk membetulkan pintu kamarnya.
Andin dan Key turun dari kamarnya. Mereka berdua terkejut saat si gadis cantik sedang menata dua masakan dan 3 gelas jus berbeda warna yang berjejer rapi. Ada warna merah, kuning dan hijau.
"Wah ternyata adikku masak."
"Hehe hanya masak sayur sop sama ayam goreng saja kok Kak Key. Kan yang cepat matang hanya itu."
"Sayang, kamu harus cobain masakan Keyla. Adikku ini masakannya seperti Mama."
"Ah benarkah? Masakan Tante Karin kan enak."
"Bilang Mama jangan Tante sayang. Karena sekarang kamu adalah menantunya."
"Eh iya lupa. Kan belum terbiasa menyebut Mama Karin," ucap Andin yang lalu meralat perkataannya.
Mereka lalu sarapan bersama.
"Masakan kamu benar-benar enak Keyla. Bumbu ayamnya sampai merasuk sampai dalam," puji Andin kepada adik iparnya.
"Itu belum seberapa sayang, Keyla bisa membuat berbagai macam kue juga."
"Wah bahkan aku kalah. Karena aku hanya bisa membuat brownies."
"Kak Andin maka dari itu aku ingin memperdalam tentang berbagai menu masakan dan dessert. Aku akan kursus keluar negeri agar menjadi chef yang hebat suatu saat nanti."
"Tuh sayang kamu bisa lihat sendiri kan. Adikku ini susah sekali dibilangin. Disuruh untuk kuliah kok ingin kursus masak."
"Itu juga bagus kok suamiku. Jadi siapa laki-laki yang akan menjadi suaminya Keyla nanti pasti akan selalu kenyang karena istrinya pintar masak."
"Haha, aku tidak bisa membayangkan kalau Leon akan menggendut suatu saat nanti."
"Sudah aku bilang aku tidak tertarik dengan Kak Leon!"
"Sudah cukup, kalian jangan ribut terus," ucap Andin.
Mereka lalu terdiam sejenak. Key penasaran adiknya itu kenapa membuat jus yang berbeda-beda pagi ini. Karena ada warna merah, kuning dan hijau. Keyla lalu akan memberitahu niatnya.
"Kak Key ini jus jeruk kesukaan Kakak."
"Makasih adikku, kamu sangat pengertian dan tahu jus favorit Kakak," ucap Key sambil meneguk jus buatan Keyla.
"Iya dong, aku kan ingin cepat punya keponakan. Lagian jus jeruk itu cocok untuk Kak Key sebagai penambah stamina karena sudah aku tambahkan madu sebagai pelengkapnya."
Perkataan Keyla membuat Key tersedak. Andin segera mengambil tisu untuk suaminya.
"Minumnya pelan-pelan," ucap Andin yang tangan kirinya mengusap punggung suaminya.
Andin canggung saat ada Keyla menyebut suaminya dengan kata sayang.
"Keyla kenapa kamu bisa tahu hal seperti itu?"
"Aku tadi lihat blog yang ada di internet Kak Key."
Keyla lalu mengambil jus alpukat dan memberikannya untuk Kakak iparnya.
"Kak Andin, ini jus spesial yang aku buat untuk Kakak supaya biar cepat hamil. Karena buah alpukat bagus untuk mempersiapkan kehamilan."
Key membolakan matanya saat adiknya itu bilang seperti itu. Bahkan malam pengantinnya saja gagal karena Keyla.
"Nah, Kak Andin harus sering-sering minum jus alpukat ya. Karena aku tadi baca di internet kalau lebih baik meminum jus alpukat sebulan sebelum program hamil. Setelah hamil juga bagus juga untuk kesehatan bayinya."
"Keyla kamu bicaranya jangan mengada-ada deh," ucap Key yang tengah malu karena ngelakuin saja belum tapi Keyla sudah bilang seperti itu.
"Kak Key aku serius. Kalau tidak percaya buka saja di internet."
Fokus berbicara dengan Key, Keyla sampai lupa kalau Kakak iparnya itu belum meminum jusnya.
"Loh kok Kak Andin bengong? Nanti jusnya keburu gak dingin Kakak."
"Ah iya, ini mau Kakak minum kok Keyla," ucap Andin yang lalu meraih gelasnya.
Keyla lalu juga meminum jus kesukaannya yaitu jus strawberry.
Bersambung .....
Untuk part ini maaf jika terlalu kepanjangan cz nanggung jika di ceritakan di bab selanjutnya. Akhirnya ke ketik 1,7rb kata 😂
Yuk kenalan dengan author lebih dekat dengan follow akun instagram @Linaysofficial
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian untuk novel ini ya readers 🤗
__ADS_1