Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
S2 - Keterkejutan Karin


__ADS_3

Setelah mengirimkan pesan WhatsApp kepada sahabatnya akhirnya Dion lega. Dion juga ingin yang terbaik untuk anaknya. Karena menikah tidak untuk main-main. Dion juga ingin kedua anaknya menikah satu kali untuk seumur hidup seperti dirinya yang menikah dengan Alya dan hingga sampai sekarang menua bersama. Rumah tangga Dion dan Alya selama ini berjalan dengan mulus dan tidak ada yang namanya pelakor ataupun pebinor. Dion juga berharap kedua anaknya akan seperti dirinya. Kejujuran dan saling percaya adalah kunci dari keharmonisan rumah tangga mereka. Itu yang selalu Alya dan Dion terapkan sampai saat ini.


"Sekarang sudah malam, waktunya kita tidur. Anak-anak ayo kalian segera masuk ke kamar kalian masing-masing."


"Iya Abi," jawab Anisa dan Andika bersamaan.


Setelah kedua anaknya berjalan jauh menaiki anak tangga menuju kamarnya Dion menghela napas panjang.


"Abi, bagaimana kalau Anisa tidak bisa melupakan perasaannya dengan Keifano? Karena sepertinya Keifano adalah cinta pertamanya," ucap Alya yang merasa cemas dengan kisah cinta anaknya


"Umi, percayalah dengan Anisa. Siapapun yang akan menjadi suaminya kelak dan itulah yang terbaik untuknya. Kita sebagai orangtua harus mengarahkan anak kita dan mendukung setiap keputusannya."


"Iya Abi. Umi berharap Anisa maupun Andika mendapatkan jodoh yang baik. Tidak hanya akhlaknya tapi juga orangnya."


"Iya Umi... Abi juga berharap juga yang terbaik untuk kedua anak kita."


"Sudah malam, ayo Umi kita tidur. Kita keasyikan ngobrol nanti jadi susah bangun untuk sholat tahajud."


"Eh iya, ayo Abi."

__ADS_1


Mereka akhirnya berjalan menuju ke kamarnya. Setelah membaca doa tidur akhirnya mereka mulai menuju ke alam mimpinya.


Di kamar, Anisa tidak bisa tidur. Anisa masih memikirkan perkataan Abinya yang menolak perjodohan ini. Anisa kini tengah bingung.


"Bagaimana kalau Keifano setelah ini lalu membenciku? Ini semua salahku karena aku telah berbicara dengan keluargaku kalau Keifano sudah punya pacar."


"Tapi aku juga tidak mau memiliki suami yang masih mempunyai pacar di luaran sana. Sudahlah, aku harus move on. Lagian laki-laki di dunia ini tidak hanya Keifano saja," ucapnya kembali.


Anisa tidak mau terlalu pusing memikirkan perjodohannya dengan Keifano. Kini Anisa membaringkan tubuhnya di ranjang berukuran queen size. Setelah membaca doa, akhirnya Anisa mulai terlelap.


...*****...


Sesudah sholat subuh berjamaah Karin lalu mandi. Sedangkan Yudha lagi duduk di sofa sambil melihat ke arah jendela kamarnya. Yudha bahagia akan mempunyai menantu sebaik Anisa.


Yudha teringat dengan masa lalunya bahwa Dion dulu adalah saingannya untuk mendapatkan Karin. Saat itu Karin sedang kelas XII SMA. Dulu Karin pindah sekolah dari Korea ke Indonesia karena permintaan Nenek dan Kakeknya agar lebih mengenal Dion lebih dekat. Mereka dulu sempat dijodohkan. Namun pilihan Karin akhirnya mantap untuk memilih Yudha. Dulu Yudha sempat merasa pasrah jika Karin memilih Dion karena saingannya itu memang berat terlebih Dion seumuran dengan Rey dan yang membikin Yudha minder, Dion itu seperti Rey seorang Hafidz Qur'an. Mereka juga bersahabat selama di pondok pesantren dan sampai sekarang. Yudha tak menyangka bahwa Karin lebih memilihnya daripada memilih Dion.


"Mas, sedang mikirin apa?" Tanya Karin yang seketika telah duduk disampingnya.


"Aku hanya tidak menyangka saja sayang bahwa kamu yang menjadi istriku. Aku tadi lagi mengingat masa lalu bahwa kamu lebih memilih diriku daripada Dion."

__ADS_1


"Hahaha, kamu masih mengingatnya saja sayang," ucap Karin dengan senyuman.


"Harus aku ingat dong sayang. Karena aku bahagia bisa mendapatkan istri secantik dirimu."


"Haishh... Mas gombal deh! Kita ini sudah tua. Lihat, Keifano dan Keisha saja sudah berumur 24 tahun. Pernikahan kita juga sudah berjalan 27 tahun."


"Tidak apa-apa, kan makin tua makin mesra." Yudha sekilas mengecup pipi istrinya.


"Tapi aku bahagia kita akan berbesanan dengan Dion." Yudha mengalihkan pembicaraan agar Karin tidak marah.


"Iya aku juga bahagia sekali, Anisa anak yang baik. Mas, cepat kamu mandi, aku saja sudah selesai mandi dan berganti pakaian."


"Siap istriku," ucapnya sambil mengecup bibir Karin dengan cepat dan lalu berlari menuju kamar mandi.


"Mas Yudha.........." Teriaknya tapi masih terdengar sampai ke telinga Yudha yang sudah masuk ke dalam kamar mandi.


Karin bahagia meskipun mereka kini sudah tua tapi Yudha selalu bersikap manis dengannya. Yudha juga tidak pernah melupakan kebiasaannya saat ulang tahun pernikahannya ataupun saat ulang tahunnya. Yudha selalu memberikan sebuket bunga mawar merah dan tak lupa dengan kuenya. Karin bahagia suaminya masih bersikap romantis.


Pandangan Karin lalu tertuju pada hp yang dia taruh di atas nakas. Karin lalu mengambil hpnya. Pagi hari Karin sudah dikejutkan dengan pesan WhatsApp dari Dion yang membatalkan perjodohannya dengan Keifano karena beralasan bahwa Keifano sudah memiliki pacar.

__ADS_1


"Ini tidak boleh terjadi. Anisa harus menjadi menantuku dan aku sudah terlanjur suka padanya. Anisa anak yang baik, beruntung sekali nanti Keifano yang akan menjadi suaminya," ucap Karin.


Karin tahu bahwa Anisa gadis yang baik. Tak hanya itu Anisa menyisihkan uang dari hasil mengajar sebagai Dosen di kampus Key untuk disumbangkan ke panti asuhan. Anisa menjadi donatur tetap di panti asuhan tersebut. Maka dari itu Karin sangat kagum sama Anisa. Tidak hanya cantik wajahnya namun juga baik akhlaknya. Karin yakin bahwa Anisa adalah menantu yang tepat untuk Keifano.


__ADS_2