Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 24 - Ulang Tahun Alya


__ADS_3

Mama Marisa berharap Dion bisa ikut dengannya di acara arisannya dan bertemu dengan anaknya jeng Sofie.


Setelah makan malam bersama mama dan papanya tadi Dion hatinya berkecamuk. Dion tak tenang. Dion butuh solusi dalam masalahnya. Dion belum siap untuk ketemu dengan orang yang dijodohkan dengannya.


"Apa yang aku harus lakukan?"


Dion berjalan mondar-mandir di depan ranjangnya.


"Ah iya aku harus minta solusi dengan Surya."


Dion meraih hpnya yang ada di ranjangnya. Dion mencari nama Surya di kontaknya.


"Tut..... Tutt..... Tuttt......."


"Surya lagi kemana sih? Kok tidak mengangkat teleponku."


Sekilas Dion teringat dengan Rey sahabatnya sewaktu sama-sama di pondok pesantren. Meskipun Rey tidak jadi menjadi saudaranya karena Dion dan Karin tidak jadi dalam perjodohan mereka, namun tetap saja Rey adalah sahabatnya. Dion ingin menceritakan semua masalahnya dengan sahabatnya yang kebetulan sudah menikah. Pasti Rey bisa membantunya untuk menyelesaikan masalahnya.


"Tut..... Tutt......"


"Hallo, Assalamualaikum Dion."


"Hallo, Wa'alaikum Salam Rey."


"Rey aku butuh solusi."


"Solusi apa Dion? Kamu bicaranya pelan-pelan dulu jangan terburu-buru."


"Aku menyukai seseorang namun usianya 3 tahun lebih tua dariku. Menurut kamu gimana Rey?"

__ADS_1


"Gak apa-apa sih Dion umur tidak menjadi penghalang dalam menjalin suatu hubungan. Perjuangkan cintamu untuknya. Kamu tidak ingat bahwa aku dan Risa lebih tua Risa dalam segi umur. Meskipun gak sampai setahun sih. Tapi rumah tanggaku baik-baik saja. Coba kamu ceritakan dari awal biar aku paham dan aku akan berikan solusi yang terbaik untukmu."


"Baiklah, aku akan menceritakan semuanya denganmu Rey."


Dion lalu menceritakan kejadian saat ia sedang tergesa-gesa dan tak sengaja menabraknya Alya sehingga hpnya hancur berkeping-keping dan sampai Alya tangannya terluka terkena pecahan kaca. Lalu dengan tak sengaja Dion menyentuh tangan Alya karena keadaan darurat ia harus segera mengobati tangan Alya yang terkena pecahan kaca. Dion ingin mengganti hpnya tapi Alya tidak mau diganti hpnya. Alya ingin Dion bertanggung jawab atas segala kesalahannya dan menjadikannya sebagai asistennya untuk mengetikkan naskah skripsinya. Rey baru mengerti yang Dion suka adalah Alya, Kakak kelasnya sekaligus bendahara BEM yang waktu itu mengampu Rey dan Dion yang kebetulan dalam satu kelompok sewaktu Ospek.


"Jadi begitu ceritanya Rey. Aku tidak ingin bertemu dengan orang yang dijodohkan denganku. Karena hatiku telah terisi dengan wanita yang tak lain adalah Kak Alya dan seminggu lagi mamaku mengajak untuk bertemu dengan wanita yang dijodohkan denganku. Kak Alya 2 hari lagi akan ulang tahun ke 22 tahun. Aku harus bagaimana ya Rey?"


"Kamu coba menyatakan perasaanmu kepada Kak Alya waktu dia ulang tahun dan jangan menunda-nunda sampai kamu menyelesaikan naskah skripsi Kak Alya. Karena kamu juga tidak tahu kan kehidupan Alya dirumahnya. Mungkin juga dia juga dijodohkan dengan kedua orang tuanya, apalagi dia sebentar lagi akan lulus."


"Kamu harus segera mengatakannya. Mudah-mudahan dia mau menerimamu dan misalnya dia menerimamu maka segeralah kamu untuk mengkhitbahnya. Setelah itu kamu tidak akan was-was jika bertemu wanita yang dijodohkan denganmu dan kamu berhak bicara kepada kedua orang tuamu bahwa kamu sudah menyukai wanita pilihanmu yang ingin kamu khitbah," ucap Rey kembali


"Tapi masalahnya seminggu lagi mamaku mengajakku untuk ke acara arisannya. Aku tidak yakin secepat itu Kak Alya mau aku khitbah."


"Coba kamu temuin dulu Kak Alya saat ulang tahun, tidak usah cemas Dion kalau jodoh tak akan kemana."


"Baiklah Rey terima kasih atas sarannya. Aku akan mengatakan semuanya saat nanti Kak Alya ulang tahun sambil aku menyerahkan flashdisk."


"Aamiin Rey. Maaf ganggu malam-malam begini aku telepon."


"Tidak apa-apa Dion. Gak usah sungkan-sungkan denganku. Kita sudah sahabatan hampir 7 tahun."


"Ya sudah kalau begitu aku tutup teleponnya ya Rey. Wassalamualaikum."


"Iya Dion. Wa'alaikum Salam."


Kemudian Dion menutup teleponnya. Dion sekarang merasa lega setelah telepon dengan Rey. Solusinya adalah Dion harus segera mengatakan perasaannya. Benar yang dikatakan try tadi Dion juga tidak tahu kehidupan Alya di rumahnya, bisa jadi Alya juga telah dijodohkan dengan orang tuanya. Dion tidak sanggup jika harus kehilangan wanita yang ia harapkan menjadi istrinya untuk ketiga kalinya.


...*****...

__ADS_1


Tak terasa hari ini ulang tahun Alya. Dion janjian ingin bertemu dengan Alya dengan alasan ingin memberikan flashdisknya yang berisi naskah skripsi yang telah ia ketik. Padahal bisa saja kalau mengirim lewat email namun Dion ingin bertemu dengan Alya secara langsung sekaligus membicarakan tentang keseriusannya dengan Alya.


Alya sudah menunggu Dion di meja yang Dion pesan.


"Kok Dion belum datang ya?"


Saat Alya akan menghubungi Dion dengan mencari kontak namanya di hpnya. Dion sudah duduk di depan Alya sambil menunduk berusaha untuk membuka sesuatu yang ia bawa. Dion lalu menyodorkan kue ulang tahun yang ia bawakan.


"Selamat ulang tahun Kak Alya. Maaf kuenya kecil tadi aku buru-buru kesini dan aku ingat hari ini Kak Alya ulang tahun."


"Terima kasih Dion. Kamu kok tahu aku ulang tahun hari ini?" tanyanya heran.


"Karena Kak Alya kan wanita populer di kampus. Jadi Dion tahunya juga dari teman Dion."


"Aku tidak populer di kampus kok Dion. Mereka saja yang berlebihan membicarakan tentangku."


Dion lalu mengambil flashdisk dari kantong saku kemejanya dan menyerahkan ke Alya.


"Kak Alya ini flashdisknya."


"Oh iya terima kasih ya Dion. Nanti aku kembalikan kalau sudah aku copy naskahnya."


"Iya Kak. Ehm... Kak Alya aku boleh bicara serius dengan Kakak?"


"Bicara serius mengenai apa Dion? Apa kamu kelelahan selama menjadi asisten Kakak? Kalau misalkan iya, kamu cukup sampai disini saja mengetikkan naskah skripsi Kakak. Maafin Kakak telah merepotkanmu."


"Tidak Kak. Dion tidak keberatan untuk mengetikkan naskah skripsi Kakak. Dion hanya ingin jujur dengan perasaan Dion, kalau Dion sebenarnya menyukai Kak Alya sejak pertama kali kita bertemu. Aku ingin menikahi Kak Alya. Maukah Kak Alya menjadi istriku?" Perkataan itu lolos keluar dari mulut Dion.


"Pertama kali bertemu? Berarti Dion sudah menyukaiku sejak aku jadi pendamping ospeknya? dan apa tadi ia bilang ingin menikahiku dan menjadikanku sebagai istrinya? Aku harus gimana ini, disatu sisi aku bahagia Dion mengungkapkan perasaannya kepadaku. Tapi disisi lain mamaku menjodohkanku dengan laki-laki pilihannya." batin Alya yang masih bingung bagaimana untuk menanggapi perkataan Dion.

__ADS_1


Dion lega sudah mengatakan hal ini dengan wanita yang menjadi pujaannya selama ini. Seketika suasana menjadi hening. Alya tercengang dan masih tidak percaya Dion menyatakan perasaannya saat dirinya ulang tahun.


__ADS_2