
Keifano sungguh sangat kecewa dengan sikap Cassandra. Dirinya mengira bahwa Cassandra orang yang baik namun ternyata dugaannya salah. Saat ini teleponnya masih tersambung. Keifano tidak ingin kenal lagi dengan yang namanya Cassandra. Keifano akan mengubur rasa cintanya. Pengkhianatan yang Cassandra berikan kepadanya sudah cukup. Keifano tidak ingin terulang lagi.
"Kei, kamu jangan emosi dulu. Kita bisa bicara baik-baik."
"Bicara baik-baik katamu?" Nada bicara Keifano sudah naik satu oktaf.
"Kei, kenapa kamu tadi berbicara seperti itu?"
"Kamu masih tanya kenapa? Kamu sudah mempermainkan perasaan aku. Padahal aku begitu tulus mencintaimu. Kamu tega berselingkuh dibelakangku. Aku sudah tahu semuanya tentang kamu, Cassandra. Kamu hanya wanita materialistis yang memanfaatkan aku, dasar wanita mata duitan!"
Betapa terkejutnya Cassandra saat Keifano kini tengah sadar karena dirinya memanfaatkannya saja selama ini.
Cassandra kini takut akan kehilangan Keifano. Dari mantan-mantannya Keifano laki-laki yang baik dan tidak pernah berkata kasar apalagi kurang ajar kepadanya.
"Kei, dengarkan dulu penjelasan aku..."
Cassandra kini takut bahwa Keifano benar-benar memutuskannya. Keifano adalah sumber uang kedua sebagai kekasihnya. Sangat rugi sekali jika putus dengan Keifano. Maka dari itu Cassandra sedang berusaha agar Keifano tidak memutuskannya.
Keifano tidak ingin berhubungan lagi dengan kekasihnya yang bernama Cassandra itu. Ternyata kekasihnya yang selama ini dirinya cintai telah berselingkuh dibelakangnya dan juga hanya memanfaatkannya saja selama ini.
"Sudahlah aku tidak mau berhubungan lagi dengan wanita seperti kamu. Menjauh dari kehidupanku. Karena kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi. Kita sudah putus mulai saat ini. Semoga kamu bahagia bersama selingkuhan kamu itu. Aku yakin kamu pasti akan mendapatkan karma juga setelah ini."
"Tapi Kei....." Cassandra belum menyelesaikan perkataannya.
__ADS_1
Keifano langsung menutup teleponnya dan memblokir nomor Cassandra. Di Yogyakarta Cassandra bersama kekasihnya sedang makan di sebuah cafe.
"Sayang, habiskan makanannya. Atau mau aku suapin?"
"Aku jadi tidak nafsu makan sayang."
"Apa tadi yang telepon itu teman kamu?" Tanyanya penasaran.
"Iya tadi temanku di Jakarta. Sekarang kami putus persahabatannya hanya karena hal kecil saja," jawab Cassandra berbohong.
"Sudah jangan menangis lagi. Masih ada aku yang bisa menjadi sahabat kamu juga sayang."
"Setidaknya aku masih punya Alex yang bisa aku manfaatkan." Batin Cassandra.
...*****...
Yudha lega anaknya sudah memutuskan Cassandra. Keifano sekarang pikirannya terbuka dan memang benar yang dikatakan oleh Yudha bahwa Cassandra gadis yang tidak baik. Karena dirinya sendiri yang sudah membuktikan bahwa yang mengangkat teleponnya tadi adalah kekasih Cassandra yang ada di Yogyakarta.
"Papa, aku sudah memutuskan Cassandra. Aku juga tidak menyangka ternyata dia wanita seperti itu." Sambil menggelengkan kepalanya.
"Nak, sekarang kamu harus meminta maaf sama Mama."
"Tapi Papa, Mama sudah mengusirku dan tidak menganggap aku sebagai anak lagi."
__ADS_1
"Nak, Mama kamu berbicara seperti itu karena Mama kamu ingin anak-anaknya semua menurut dengannya."
"Mama kamu ingin yang terbaik untukmu nak. Anisa gadis yang baik dan sepertinya Anisa juga suka dengan kamu. Menikahlah dengan Anisa nak. Itu yang Mama kamu inginkan," ucapnya kembali.
"Tapi Papa, aku tidak mencintainya. Lagian perjodohan ini kan sudah dibatalkan."
"Nak, rasa sayang dan cinta itu bisa tumbuh seiring berjalannya waktu. Kamu tahu tidak Papa dulu juga sangat susah untuk mendapatkan cinta Mamamu. Papa harus berjuang keras untuk mendapatkan cinta Mama kamu nak. Padahal dulu Mama kamu juga sempat dijodohkan dengan Ayahnya Anisa. Yang akan menjadi mertua kamu sekarang dan masih ada banyak laki-laki yang suka pada Mama kamu. Tapi betapa beruntungnya Papa saat itu. Hanya Papa yang bisa mendapatkan cinta Mama Karin."
Yudha sambil tersenyum saat mengingat kenangan masa lalu yang indah bersama Karin. Yudha menyempatkan waktunya untuk menjemput Karin sepulang sekolah dan mengajaknya makan bersama. Mereka masih malu-malu waktu itu karena masih belum lama mengenal. Saat Karin sudah lulus SMA baru Yudha menikahinya.
"Kamu kalau tidak bisa percaya dengan cerita cinta Papa dan Mama. Kamu bisa lihat kisah cinta Rey dan juga Risa. Mereka dulu juga dijodohkan bahkan mereka dulu sempat menolak perjodohan itu karena Rey merupakan adik kelasnya Risa. Tapi mereka jadi menikah. Mereka akhirnya bisa saling mencintai seiring berjalannya waktu dan sampai sekarang rumah tangga mereka langgeng nak. Mereka dikaruniai dua anak, Reno dan Revano," ucapnya kembali.
"Begitu ya Papa, kalau cinta itu bisa datang jika kita sering bersama?"
"Iya tepat sekali nak. Bagaimana? Apakah kamu mau menikah dengan Anisa? Kalau misalkan iya, cepat nikahi dia sebelum keduluan orang lain. Papa yakin pasti Dion juga akan mencarikan calon suami untuk Anisa."
"Mau Papa... Keifano mau menikah dengan Anisa. Kei juga yakin kalau pilihan Papa dan Mama pasti yang terbaik untuk Kei."
"Baguslah nak. Alhamdulillah kalau kamu mau. Sekarang kamu temuin Mama Karin gih. Minta maaf kepadanya dan bilang kalau kamu mau menikah dengan Anisa."
Keifano yakin ini merupakan pilihan yang tepat untuknya. Terlebih Keifano tidak ingin hubungannya dengan sang Mama merenggang hanya karena dirinya tidak mau dijodohkan. Lagian Keifano juga tidak ingin durhaka kepada orangtuanya.
Keifano lalu merasa bersalah saat dirinya pernah menghina Anisa bukan wanita baik. Keifano tapi masih penasaran dengan Anisa. Sekarang dirinya bingung dengan pikirannya sendiri. Kata kedua orangtuanya bilang Anisa gadis yang baik. Keifano akan menuruti semua keinginan kedua orangtuanya. Keifano berpikiran ini semua demi kebaikan bersama. Keifano tidak ingin Mamanya membencinya dan bahkan tidak menganggapnya sebagai anak lagi. Lagian Keifano juga tidak mau durhaka karena melawan kedua orangtuanya.
__ADS_1