
Risa tadi bilang bahwa Karin ingin tinggal bersamanya beberapa hari karena Karin rindu dengan kamarnya dulu.
"Loh nak, Karin tidur di mobil?" tanya Mama Angel.
"Iya Mama." Risa menjawab singkat.
"Tidak biasanya Karin bisa ketiduran di mobil."
"Nanti Risa ceritakan setelah kita sampai ke kamar Karin ya Mama."
Mereka semua sudah sampai ke kamarnya Karin. Risa menaikkan selimutnya sampai ke perut.
"Jadi apa yang mau kamu ceritakan nak?"
"Sebaiknya kita berbicara tentang hal ini di ruang keluarga saja Mama. Takut kita mengganggu tidur Karin."
"Ah iya Mama sampai lupa. Ibu hamil harus banyak istirahat."
Mereka semua lalu berkumpul di ruang keluarga.
"Sini sayang bawa Reno duduk sama Mama."
Sekarang Reno duduk dipangkuan Omanya. Risa lalu akan menceritakan tentang kehamilan Karin.
"Jadi begini Mama dan Papa, sekarang Karin tengah mengandung anak kembar."
"Alhamdulillah......" Papa Kevin dan Mama Angel bahagia kini keponakannya sedang mengandung bayi kembar.
"Tadi sudah di USG dan bayinya kembar tiga." Rey menjelaskan.
"Apa? Kembar tiga?" Mama Angel sangat terkejut begitu pula dengan Papa Kevin.
"Kita harus memberitahu kabar bahagia ini dengan keluarga Karin. Papa akan menghubungkan adik Papa. Keynan berhak tahu bahwa anaknya kini tengah mengandung tiga cucunya."
"Tunggu Papa. Tolong jangan bicara tentang semalam Karin pendarahan dan sempat di rawat di rumah sakit. Karena Karin akan menceritakan sendiri tentang hal ini kepada keluarganya. Karena Nenek kan sedang sakit, takutnya akan drop kalau sampai tahu Karin mengalami pendarahan."
"Iya nak. Itu biar Karin saja yang menceritakan kepada keluarganya. Tugas Papa hanya akan memberitahukan bahwa Karin sedang hamil kembar tiga sama adik Papa. Keynan pasti bahagia akan mempunyai cucu sekaligus tiga."
Risa mengangguk pertanda setuju. Lalu Papa Kevin menelepon adiknya untuk datang bersama dengan istrinya dan juga Kakek dan Nenek. Papa Kevin sengaja tidak memberi tahu bahwa Karin sedang hamil kembar tiga. Papa Kevin hanya bilang kepada adiknya bahwa anaknya kini sedang di rumahnya dan akan ada pengumuman penting. Cuma itu saja yang Papa Kevin katakan di telepon.
__ADS_1
Mama Chintya penasaran dengan pengumuman penting yang Kakak iparnya bilang melalui telepon. Papa Keynan juga penasaran dengan berita penting apa yang akan mereka sampaikan. Mereka semua lalu segera masuk mobil dan menuju ke rumah Papa Kevin. Hanya butuh waktu kurang dari 10 menit mereka sudah sampai di rumah Kakaknya. Karena mereka rumahnya masih 1 perumahan.
Papa Kevin tersenyum saat mobil adiknya sudah terparkir di halaman rumahnya. Mereka semua lalu masuk ke rumah. Papa Kevin akan melihat ekspresi adiknya nanti saat mengetahui bahwa anaknya kini tengah mengandung tiga cucu. Pasti akan sangat terkejut mendengar berita heboh ini.
Mereka semua sudah kumpul di ruang keluarga.
"Kak, berita penting apa yang akan Kakak sampaikan? Kenapa aku harus datang dulu baru Kakak kasih tahu. Kan bisa lewat telepon saja memberitahunya."
"Kamu pasti akan terkejut saat mendengar berita penting ini."
"Sebenarnya berita sepenting apa Kak? Apa Kakak tengah menang tender?"
"Ini berita lebih penting daripada sekedar menang tender."
"Lalu apa Kak? Kak Kevin jangan semakin membuatku bingung," ucap Papa Keynan.
"Biar aku saja Papa yang bilang," ucap Mama Angel.
"Jadi sebenarnya berita apa Kakak Ipar?" Tanya Mama Chintya.
"Kalian akan punya cucu kembar." Mama Angel tersenyum.
"Karin saat ini sedang hamil?"
"Iya Keynan. Kamu akan punya cucu tiga sekaligus."
"Alhamdulillah......" Mereka semua mengucapkan puji syukur atas kabar bahagia yang mereka dengar.
Mata Papa Keynan dan Mama Chintya berbinar-binar saat mendengar perkataan Kakaknya Kevin.
"Sekarang Karin mana? Katanya Karin di rumah ini?" tanya sang Nenek.
"Karin sedang tidur di kamar sekarang, katanya dia rindu tidur di rumah ini."
"Aku akan ke kamarnya," ucap Mama Chintya.
"Aku juga ikut Mama," ucap Keynan.
Lalu mereka semua ke kamarnya Karin. Mama Chintya membelai puncak kepala anaknya dan mengecup keningnya.
__ADS_1
"Tidak menyangka anakku akan hamil anak kembar dan tiga sekaligus." Batin Mama Chintya.
Karin yang sedang tidur pun terusik karena Mama Chintya membelai puncak kepalanya.
"Mama......" Dengan suara serak khas bangun tidur.
"Sayang, Mama ganggu tidur kamu ya?"
"Tidak Mama. Eh? Semuanya pada ngumpul di kamar Karin?" Karin baru sadar banyak orang di kamarnya.
"Iya nak, kita sudah tahu kalau kamu sedang hamil."
"Wah Papa bakal punya cucu dari kamu tiga sekaligus nak," ucap Papa Keynan dengan bahagia.
"Hehe iya Papa. Padahal Karin rencananya mau ke rumah nanti sama Kak Yudha memberitahu kabar gembira ini. Tapi sekarang sudah pada tahu semuanya."
"Papaku tadi yang memberitahu sama Papa kamu Karin," ucap Risa.
Mereka semua bahagia atas kabar kehamilan Karin. Kakek dan Nenek juga bahagia karena akan mendapatkan cicit sekaligus tiga dari Karin. Malam telah tiba mereka sudah makan malam bersama tadi jam delapan malam. Sekarang Karin sudah berada di kamarnya. Karin duduk di sofa samping ranjang. Karin menggunakan baju tidurnya dan untung saja masih nyaman digunakan.
"Hallo, anak-anak Mama. Kalian sehat-sehat ya di dalam perut Mama. Mama sayang sama kalian. Kita menjauh sebentar ya nak dari Papa. Karena Mama masih kesal sama Papa kalian," ucapnya sambil mengusap perutnya pelan.
Karin terkekeh berbicara dengan tiga anaknya yang masih dalam kandungan. Sebenarnya Karin rindu dengan suaminya. Tapi rasa kecewanya masih ada sampai saat ini. Karin lalu merebahkan tubuhnya ke ranjang dan mulai membaca doa tidur. Tak lama kemudian Karin tertidur.
Waktu menunjukkan pukul 22:08 wib Yudha dari tadi tidak bisa tidur dan selalu kepikiran dengan istrinya. Tiba-tiba saja Yudha ingin makan martabak manis bersama dengan istrinya. Yudha lalu mengambil jaketnya dan mencari penjual martabak tersebut menyusuri setiap jalan. Setelah mencari tukang martabak selama setengah jam akhirnya Yudha menemukan penjual martabak yang masih berjualan.
"Bang, beli martabaknya dua bungkus ya. Rasa coklat kacang dan rasa coklat keju."
"Siap Mas."
Setelah membayar martabaknya Yudha mengemudikan mobilnya ke arah rumah Risa.
Karin tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan melihat jam menunjukkan pukul 23:05 wib. Karin tiba-tiba lapar dan ingin makan martabak manis.
"Jam segini mana ada yang jualan martabak. Sabar ya nak, besok Mama akan beli martabak buat kalian," ucapnya sambil mengelus perutnya.
Karin sebenarnya ingin membangunkan Risa dan meminta tolong Rey untuk mencarikannya martabak. Karena saat ini Karin tengah ngidam. Namun saat akan mengetuk pintu kamarnya Karin urungkan niatnya karena tidak ingin mengganggu Risa dan Rey beristirahat dan apalagi sekarang sudah ada Reno jadi takutnya Reno nanti terbangun. Karin sebenarnya ingin menelepon suaminya namun rasa gengsinya terlalu tinggi jadi Karin akan membeli martabaknya besok saja. Saat ini Karin ingin minum karena haus tenggorokannya. Karin melangkahkan kakinya ke dapur untuk minum air mineral. Setelah selesai minum saat akan berjalan ke kamarnya kembali tiba-tiba suara bel pintu terdengar.
"Siapa malam-malam begini bertamu?" Karin mengeryitkan dahinya.
__ADS_1
Karena penasaran akhirnya Karin melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu. Saat membuka pintunya Karin terkejut melihat siapa yang datang dengan senyuman manisnya.