
Key lalu menceritakan semua kejadian hari ini mulai dari Anisa yang tiba-tiba pingsan di kampus dan Key yang membawanya ke rumah sakit. Key bahagia saat Dokter mengatakan bahwa Anisa hamil dan itu artinya Key akan mempunyai keponakan. Key juga bercerita bahwa Anisa ingin memberitahu kabar bahagia kehamilannya itu dengan masakan buatannya. Tapi saat sampai di rumah sakit milik keluarganya akan tetapi Keifano tidak ada di ruangannya dan Suster memberitahu bahwa Keifano sedang di cafe depan rumah sakit. Akhirnya Key mengantarkan Anisa ke cafe dan betapa terkejutnya saat Anisa dan Key melihat Keifano berpelukan mesra dengan Cassandra. Anisa lalu minta pulang dan bekal yang tadi dimasaknya diberikan kepada pengemis jalanan. Setelah itu Anisa pergi ke rumah kedua orangtuanya.
Kakaknya mencari istrinya di dapur dan Key berusaha untuk menjelaskan semuanya dan Keifano justru menuduh anak yang sedang dikandung Anisa adalah anaknya Key. Kemarahan Key memuncak dan akhirnya mereka saling beradu tinju. Key bercerita bahwa jika Kakaknya menceraikan Anisa maka Key akan menikahi Anisa dan membesarkan anaknya. Key hanya tidak ingin keponakannya lahir tanpa kasih sayang dari seorang ayah. Saat mengatakan hal ini Karin sangat bangga dengan anaknya. Meskipun umur Key 3 tahunan lebih muda dari Keifano namun Key mempunyai pemikiran yang lebih dewasa.
Key juga bercerita bahwa Anisa dan Keifano selama ini hanya pura-pura terlihat mesra agar kedua keluarganya tidak curiga kalau hubungan mereka renggang selama ini. Key juga menceritakan bahwa Anisa bilang tidak ingin mengganggu hubungan Keifano dengan Cassandra. Justru Anisa jadi merasa menjadi orang ketiga di antara Cassandra dengan Keifano. Anisa pernah bilang bahwa kebahagiaan suaminya merupakan kebahagiannya juga karena Anisa sangat mencintai suaminya lalu Anisa memilih untuk mundur karena Keifano juga tidak menginginkan anak darinya. Maka dari itu Anisa meminta Key untuk merahasiakan kehamilannya dan pergi dari rumah. Anisa memilih untuk tinggal di rumah kedua orangtuanya untuk membesarkan anaknya sendiri. Sebenarnya Anisa juga tidak ingin seperti ini, akan tetapi keadaan yang memaksanya untuk bersikap seperti itu.
Karin, Yudha dan Keifano melongo mendengar penjelasan Key. Sebagai sesama perempuan jika Karin berada pada posisi Anisa mungkin Karin tidak akan bisa setegar Anisa. Mungkin Karin akan langsung melabrak Cassandra saat itu juga jika Karin berada diposisi sebagai Anisa. Karin berpikir bahwa menantunya itu terlalu baik, bahkan kebahagiaannya suaminya lebih dia pentingkan daripada kebahagiannya sendiri. Saat mengetahui kebenarannya Keifano berlinang air mata. Keifano merasa bersalah sama istrinya dan wajar saja jika Anisa memilih pergi dari rumah dan menjauh darinya. Ternyata selama ini Keifano salah paham dengan istri dan adiknya. Anak yang selalu mereka nantikan kini telah hadir karena kini kebenaran telah terungkap dan membuka pintu hati Keifano. Saat ini Keifano tengah teringat akan janjinya dan jika Anisa hamil maka mereka akan mengubah panggilannya menjadi ayah dan bunda.
"Kita akan punya anak Anisa dan aku akan menjadi seorang ayah. Sayang, maafkan aku yang tidak mendengarkan dulu penjelasan kamu waktu itu. Aku sangat bersalah sama kamu. Maafkan aku sayang, maafkan ayah nak." Batin Keifano yang kini merasa sedih hubungannya renggang karena ulahnya sendiri yang tidak mau mendengarkan penjelasan dari istrinya.
Keifano sangat takut sama Papanya.
"Papa, Keifano bertemu dengan Cassandra tidak ada hubungan apa-apa lagi dan hanya bertemu biasa."
"Bertemu biasa kok pakai acara peluk-pelukan segala," ucap Key.
Yudha mengepalkan tangannya saat mengetahui cerita yang sebenarnya dan langsung menampar pipi Keifano dua kali.
"Papa mengajarkan kamu untuk selalu berpikir dulu sebelum bertindak. Tapi kenapa kamu menuduh adikmu sendiri sebagai ayah dari anak yang sedang Anisa kandung. Dimana pikiran kamu nak?" ucap Yudha yang tidak habis pikir anaknya bisa seperti ini.
"Cinta itu buta Papa. Makanya Kakak tidak bisa melihatnya. Bahkan adiknya sendiri dituduh selingkuh dengan istrinya," ucap Key kesal.
__ADS_1
"Aku malu sama Dion dan Alya jika sudah seperti ini. Mereka pasti akan membenciku juga dan ini semua karena kebodohan kamu nak," ucap Karin sambil memijat keningnya yang mulai pening.
Tak hanya Yudha namun Karin juga menghadiahkan cap lima jari kepada Keifano sehingga pipi Keifano memerah bekas cap lima jari dari Yudha dan Karin.
"Sekarang Anisa sudah pergi dan tidak mau bertemu dengan kamu lagi. Mungkin saja setelah anaknya lahir dia langsung meminta cerai darimu. Karena saat Anisa sedang hamil dia tidak bisa menggugat cerai kamu dan dia memilih pergi untuk meninggalkan kamu. Sekarang kamu merasakan apa yang kamu perbuat sendiri. Istrimu meninggalkan kamu sekarang," ucap Karin marah karena bagaimanapun juga pasti Anisa merasa sakit hati terhadap Keifano.
"Mama, aku tidak mau bercerai dari Anisa."
"Kamu juga seharusnya berpikir sudah punya istri lantas kenapa kamu menemui mantan kamu itu huh?" ucap Yudha menatap tajam putra sulungnya itu.
"Tadi dia meminta ketemu hanya untuk terakhir kalinya saja dan tadi kita hanya berpelukan saja untuk mengakhiri pertemuan kita."
"Kamu tidak bisa berpikir secara jernih nak. Cassandra hanya memancing kamu saja. Dia ingin merebut kamu kembali dari Anisa dan Papa yakin dia memiliki niat itu untuk menghancurkan rumah tangga kamu."
"Jangan sekali-kali kamu bertemu lagi sama Cassandra. Apakah kamu mengerti?" bentak Yudha.
Keifano mengangguk pelan. Keifano lalu mendekati adiknya. Saat ini ia merasa bersalah karena menuduh adiknya macam-macam selama ini.
"Key, maafkan Kakak yang telah salah paham sama kamu," ucap Keifano menepuk pundak Key.
Key hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Kakaknya.
__ADS_1
"Hmm... Sikap cemburumu terlalu berlebihan. Jangan bersikap seperti itu lagi Kak. Tapi jika Kakak masih tidak mau mengakui anak yang sedang Kak Anisa kandung adalah anakmu maka aku akan benar-benar menikahinya nanti setelah kalian bercerai. Aku tidak ingin keponakanku kurang kasih sayang dari seorang ayah. Kak Anisa wanita yang baik dan tidak pantas untuk disia-siakan."
"Aku tidak akan menceraikannya dan kamu tidak perlu menjadi ayahnya."
"Baguslah kalau begitu dan jadilah ayah yang baik," ucap Key.
"Pasti... Makasih telah menyadarkan aku," ucap Keifano lalu memeluk adiknya.
Key hanya menjawab dengan deheman saja dan Keifano lalu melepaskan pelukannya.
"Nak, temui Anisa sekarang dan ajak dia pulang ke rumah. Perbaiki hubungan rumah tangga kalian nak. Disaat hamil seperti ini dia butuh kamu selalu ada disisinya nak."
"Baiklah Papa. Keifano langsung ke rumah Abi Dion sekarang juga."
"Hei nak, tidak sekarang juga kamu ke rumahnya. Lihatlah penampilan kamu yang saat ini terkesan menyedihkan. Mandilah dan ganti baju yang rapi lalu baru temui istrimu," ucap Karin.
Keifano langsung naik ke lantai dua dan bergegas menuju ke kamarnya. Setelah sampai ke kamarnya Keifano lalu mengumpat pada dirinya sendiri dan menendang ujung sofa kamarnya. Tak sengaja Keifano menyampar suatu benda dan menimbulkan suara. Keifano lalu mencari benda tersebut. Ternyata benda itu adalah alat tes kehamilan yang Anisa cari waktu itu dan lupa menaruhnya. Keifano semakin terisak saat melihatnya.
"Anakku... Maafkan ayah yang sempat meragukan kamu nak," ucapnya lirih dan tak terasa air matanya terjatuh lagi tanpa permisi sudah membanjiri pipinya.
"Aku tidak boleh seperti ini. Aku harus segera menemui Anisa."
__ADS_1
Keifano lalu bergegas untuk mandi dan akan menemui istrinya.