Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 39 - Tidak Akan Pantang Menyerah


__ADS_3

Dokter Rio dan Dokter Siska bergandengan tangan menuju ke ruang rawat Yudha. Dokter Rio dan Dokter Siska mereka sudah bersahabat sejak lama dengan Dokter Yudha. Mereka dulu satu kampus dan satu fakultas namun hanya berbeda jurusan. Yudha mengambil jurusan Dokter spesialis kandungan, Rio mengambil jurusan Dokter umum. Sedangkan Siska mengambil jurusan Dokter spesialis jantung.


"Assalamualaikum..."


"Wassalamualaikum Salam..."


"Yudha bagaimana keadaan kamu?"


"Yudha sudah mendingan nak," ucap Mama Sabrina.


"Eh Rio, Siska aku sudah baik-baik saja bahkan nanti sudah boleh pulang. Apa kalian sudah jadian?" Tanya Yudha saat melihat Rio dan Siska bergandengan tangan dengan mesra.


"Iya kami baru jadian kemarin," ucap Rio jujur.


"Kamu kok bilang gitu sih. Aku kan jadi malu sama Yudha."


"Tidak apa-apa sayang. Memang kamu kan sekarang kekasihku. Lagian Yudha kan sahabat kita jadi gak apa-apa juga tahu mengenai hubungan kita."


Siska hanya tersipu malu mendengar kekasihnya berbicara seperti itu.


"Hahaha Rio kamu sekarang bucin banget ya sama Siska. Selamat ya Rio kamu sekarang sudah tidak jomblo lagi."


"Iya, aku jadi ketularan kamu bucinnya Yudha hehehe" Rio terkekeh.


"Apa kamu bilang aku bucin? Masa sih aku bucin?"


"Iya lah kamu itu bucin. Bahkan terlalu bucin. Apa kamu tidak ingat kamu selalu tersenyum sendiri saat jam istirahat, kalau aku mau ajak makan siang kamu. Eh kamu hanya melihat foto Karin terus sambil senyam-senyum sendiri."


"Masa sih aku seperti itu?"


"Ya iyalah, Yudha apa kamu mengalami hilang ingatan setelah kecelakaan? Kamu ingat tidak, bahkan nama Karin saja kamu tulis di hp kamu dengan nama Bidadari hatiku. Itu apa namanya kalau tidak bucin?"


Yudha lalu mengecek hpnya dan benar saja nama Karin di hpnya dengan nama 'Bidadari Hatiku ❤️'.


"Aku ternyata dulu sebucin itu dengan Karin. Aku harus segera mengingat semuanya. Karin tidak boleh sedih lagi karena melihat kondisiku seperti ini." Batin Yudha.


"Yudha memang belum mengingat Karin nak Rio. Tante juga sedih padahal Karin juga sudah siap nanti jika sudah lulus SMA menikah dengan Yudha. Yudha dulu ingin segera menikahi Karin saat sudah lulus SMA. Eh Yudha malah hilang ingatan sekarang nak. Bahkan sama Karin saja tidak ingat," ucap Mama Sabrina sedih.


"Apa? Jadi aku ingin menikahi Karin saat dirinya sudah lulus SMA, aku pernah berbicara seperti itu? Aku bahkan akan menikahi gadis yang usianya jauh dariku." Batin Yudha.


"Apa Tante, jadi Yudha tidak mengingat calon istrinya?" tanya Siska dengan terkejut.


"Hah? Yudha beneran hilang ingatannya Tante?"


"Iya begitulah nak. Yang Yudha tidak ingat hanya Karin, Risa dan kedua orang tua Risa."

__ADS_1


"Ya ampun. Tante yang sabar ya. Saya yakin semua akan baik-baik saja."


"Iya Tante. Yudha akan cepat sembuh jika Karin yang merawatnya," ucap Rio yang mengerti bahwa begitu kuat cinta mereka, meskipun Yudha belum mengingatnya.


"iya nak. Mudah-mudahan Karin bisa membantu Yudha untuk mengingat semuanya."


Tak lama kemudian Karin masuk ke ruangan Yudha. Karin masih memakai seragam sekolahnya.


"Assalamualaikum......"


"Wa'alaikum Salam......"


Karin lalu mengecup punggung tangan Mama Sabrina. Papa Yudhistira sedang ke kampus, ia ada jam mengajar 2 mata kuliah. Minggu depan sudah UAS.


"Sopan juga calon istriku ini. Kalau dilihat-lihat dia cantik juga dan masih muda lagi. Aku tidak menyangka bahwa dia katanya calon istriku. Aku tidak sabar untuk mengingat semuanya." Batin Yudha dengan tersenyum melihat kearah Karin.


"Cieee..... Gitu banget lihatnya kamu Yudha. Katanya kamu hilang ingatan. Kenapa tersenyum-senyum melihat Karin?" Goda Rio kepada sahabatnya.


"Memang aku belum bisa mengingatnya. Tetapi Karin ternyata sangat cantik Rio. Aku tidak menyangka saja bahwa dia calon istriku."


Karin yang mendengar Yudha memuji dirinya cantik di depan semua orang pun langsung tersenyum. Meskipun Karin masih sedih karena Yudha belum mengingat dirinya. Tetapi Karin tidak akan pantang menyerah untuk terus mensupport Yudha agar kembali mengingat semuanya.


"Kak Yudha sudah makan?" Tanya Karin.


"Belum, itu tadi makanannya belum di sentuh sama sekali nak. Mau Mama suapin tapi Yudha tidak mau nak," ucap Mama Sabrina.


"Ehm........" Siska berdehem saat Karin khawatir dengan Yudha.


"Karena aku ingin kamu yang menyuapiku. Aku ingin segera untuk mengingatmu. Mungkin dengan kita sering berdekatan seperti ini aku akan cepat bisa mengingat semuanya," ucap Yudha dengan senyuman.


Karin tersenyum lalu mulai menyuapi Yudha. Yudha makan dengan lahapnya saat Karin menyuapinya. Saat sudah selesai makan, Yudha lalu minum air putih dan dibantu Karin untuk meminumnya. Saat Karin akan duduk di kursinya lagi Yudha mencegah Karin agar duduk di tepi ranjangnya kembali. Yudha menarik tangan Karin dan lalu menggenggamnya


"Karin, bantu aku untuk mengingat semuanya. Katanya kamu adalah calon istriku dan saat kamu lulus katanya aku pernah bilang akan segera menikahimu dan kamu siap untuk aku nikahi. Apakah semua itu benar?" Tanya Yudha serius dan menatap wajah Karin.


"Iya semua itu memang benar. Kakak mengajak Karin menikah sesudah lulus SMA. Karin siap kok Kak kalau kita menikah saat Karin sudah lulus nanti," ucapnya dengan senyuman.


"Tapi kalau kamu sudah lulus SMA dan aku belum bisa mengingat kamu gimana?"


"Aku akan berusaha untuk membantumu agar segera mengingat semuanya. Karin yakin cepat atau lambat Kak Yudha pasti bisa mengingat semuanya."


"Kita akan tetap menikah dengan kondisiku yang seperti ini atau kamu akan menungguku sembuh terlebih dahulu baru kita menikah?" Tanya Yudha yang membikin Karin bingung untuk menjawabnya.


"Ehm..... Karin belum tahu Kak."


Raut wajah Yudha nampak terlihat kecewa dengan jawaban Karin.

__ADS_1


"Tapi kalau Kakak ingin menikah dengan Karin meskipun belum mengingat Karin. Karin siap kok Kak. Karin akan cepat membantu Kakak untuk mengingat semuanya dengan menjadi istri Kak Yudha. Karin nantinya jadi mempunyai banyak waktu untuk Kakak."


"Terima kasih, itu jawaban yang aku ingin dengar dari tadi," ucap Yudha sambil mengecup punggung tangan Karin yang membuat Karin melongo.


Karin betapa terkejutnya saat Yudha melakukan hal itu di depan semua orang. Seisi ruangan juga terkejut melihat tingkah laku Yudha terutama Rio.


"Yudha kamu masih hilang ingatan saja sudah romantis. Apalagi kalau sudah ingat semuanya dan saat itu Karin sudah jadi istrimu. Kalian mungkin langsung punya anak hahaha."


"Doakan aku ya Rio agar aku bisa ingat kembali masa laluku. Ya kan tujuan menikah karena ingin mempunyai keturunan bukan?"


"Iya bro selalu aku mendoakanmu. Ah iya aku tidak sabar melihat kalian menikah. Eh kapan-kapan double date yuk."


"Iya nanti kalau aku sudah ingat semuanya. Kita akan double date," ucap Yudha dengan senyuman.


"Ah iya Sayang ayo habis ini kita makan bareng ya. Aku juga ingin disuapin seperti Yudha tadi. Kamu juga belum pernah menyuapiku kan sayang?" ucap Rio dengan manjanya berbicara seperti itu.


"Eh, Yudha kan sedang sakit sayang. Kamu kan sehat. Tidak ada acara suap-suapan."


"Apa aku harus sakit dan hilang ingatan terlebih dahulu agar kamu mau menyuapiku?" Tanya Rio.


"Astaga Rio aku saja yang hilang ingatan ingin segera sembuh. Kamu yang sehat ingin hilang ingatan. Memang sudah bucin kamu ya sekarang sama Siska."


"Bucin sama calon istri sendiri kan gak apa-apa. Dari pada bucin sama wanita lain Yudha."


"Sayang mau ya nanti suapin aku?" ucapnya dengan mata yang berbinar-binar.


"Iya nanti aku suapin kamu," ucap Siska.


"Asyik," ucap Rio langsung mengecup pipi Siska.


"Apaan sekarang sudah berani-beraninya menciumku," ucap Siska menjewer telinga Rio.


"Ampun sayang. Tadi reflek, gak sengaja. Tadi aku saking senangnya saat kamu ingin menyuapiku."


"Kamu gak boleh sembarang cium aku lagi, sebelum kata SAH terdengar, mengerti!"


"Mengerti sayang. Jadi ingin cepat-cepat halalin kamu deh sayang."


"Kerja dulu yang benar, baru nanti halalin aku."


"Iya sayangku siap."


Karin dan Yudha hanya tertawa melihat Siska dan Rio. Yudha melihat Karin tertawa lepas pun ikut bahagia.


"Aku juga akan membahagiakanmu nanti setelah aku mengingat semuanya. Bersabarlah Karin." Batin Yudha.

__ADS_1


Rio dan Siska pamit dan akan makan bersama. Hari ini Yudha sudah boleh pulang ke rumah. Karin ikut ke rumah Yudha sebentar sebelum pulang ke rumah. Tadi Karin sudah izin dengan Mama Angel.


__ADS_2