
Mama Sabrina penasaran dengan kedua orang tua dari anak yang mirip dengan Yudha.
"Apa anak ini anaknya Yudha ya? Tapi sepertinya tidak mungkin. Banyak orang sekarang wajahnya yang mirip. Mungkin saja hanya kebetulan mirip dengan Yudha." Batin Mama Sabrina.
Karin masih bingung sudah 20 menit dari mereka mengumumkannya kehilangan anak namun anaknya belum juga ketemu sampai sekarang.
"Mas, kita harus mencari Keifano."
Karin mulai berjalan mencari anaknya.
"Sayang kamu mau kemana? Kita di sini saja, nanti anak kita juga akan ketemu. Percayalah padaku, aku punya firasat seperti itu."
"Aku tidak bisa menunggu terlalu lama. Aku akan mencari anak kita Mas."
Karin berjalan menjauh dari Yudha. Keisha lalu berlari menyusul Karin.
"Mama, Keisha kut cali Kak Keifano ya?" [Mama, Keisha ikut mencari Kak Keifano ya?] ucapnya sambil berusaha meraih tangan Karin.
"Iya sayang, ayo kita cari Kakak kamu."
Karin lalu menggandeng tangan Keisha. Karin berharap semoga saja anaknya tidak diculik dan dapat ditemukan hari ini juga.
Tak lama kemudian Mama Sabrina sampai di tempat yang mengumumkan bahwa ada orang yang kehilangan anaknya. Yudha posisinya memunggungi Mama Sabrina saat ini jadi tidak tahu kalau itu anaknya. Karena Yudha sedang berbicara dengan petugas mall.
"Pokoknya hari ini anak saya harus ketemu juga. Kalau sampai anak saya hilang. Saya akan menuntut pihak mall ini."
"Baik Pak. Kami usahakan anak Anda akan segera kami temukan."
"Cepat periksa CCTV juga. Agar anak Bapak ini segera diketemukan." Atasannya memerintahkan kepada karyawannya.
"Tidak perlu memeriksa CCTV. Saya yang menemukan anak ini," ucap Mama Sabrina.
"Papa................" Keifano memanggilnya.
Yudha langsung berbalik badan dan pandangannya langsung ke arah Keifano. Yudha belum menyadari bahwa Mamanya yang membawa anaknya.
"Putraku.........." Yudha langsung berjongkok dan merentangkan kedua tangannya.
"Papa.............." Keifano langsung memeluk Yudha. Keifano bahagia bisa bertemu dengan Papanya lagi.
"Kamu tidak apa-apa kan nak?" Sambil memegang kedua pipi anaknya.
"Idak Papa." [Tidak Papa.] ucapnya yang masih cedal.
"Papa khawatir sama kamu nak. Alhamdulillah kamu sudah ketemu." Yudha kembali memeluk anaknya.
__ADS_1
Mama Sabrina tercengang saat mengetahui anak kecil yang imut dan lucu tersebut ternyata adalah cucunya sendiri. Sekarang air matanya mulai menetes membasahi pipinya. Bahagia sekaligus terharu melihat Yudha berpelukan dengan cucunya.
"Nak.............."
Mendengar kata yang memanggilnya Yudha baru menyadari bahwa dirinya harus berterima kasih kepada orang yang telah menemukan anaknya. Yudha akan memberikan imbalan bagi yang telah menemukan putranya. Yudha lalu berdiri dan melihat siapakah orang yang berhasil menemukan anaknya. Betapa terkejutnya Yudha melihat Mamanya yang sudah menangis. Mama Sabrina yang telah menemukan anaknya.
"Mama................"
"Nak, Mama kangen sama kamu." Mama Sabrina kini memeluk anaknya. Sudah bertahun-tahun Mama Sabrina tidak bertemu dengan Yudha.
"Yudha juga kangen sama Mama."
Mama Sabrina lalu melepaskan pelukannya.
"Ini cucu Mama nak?"
"Iya Mama. Keifano cucu Mama." Yudha memberitahu kepada Mamanya. Lagian Karin juga mengizinkan kedua orang tuanya nanti untuk datang ke acara tujuh bulanan kehamilannya.
"Nak, ini Nenek." Sambil merentangkan kedua tangannya.
Saat mau memeluk cucunya. Keifano berjalan mundur dan bersembunyi dibalik tubuh Papanya. Keifano takut dengan Mama Sabrina. Keifano tahunya Neneknya hanya satu yaitu Chintya, Mamanya Karin. Keifano sifatnya memang dingin saat bertemu dengan orang asing. Sifat Yudha menurun ke Keifano.
"Nak, mungkin ini karma untuk Mama. Bahkan cucuku tidak mau dekat denganku."
"Astaga, aku sampai lupa untuk menghubungi istriku," ucapnya sengaja berbicara istriku tidak menyebutkan nama Karin agar Mamanya tahu sendiri nanti Karin akan datang bersama dengan putrinya.
Yudha lalu menelepon Karin.
"Hallo sayang, anak kita sudah ketemu. Kamu kesini ya sekarang."
Setelah mendengar kata iya dari istrinya Yudha langsung mematikan teleponnya.
"Siapa istrinya Yudha? Sampai bisa memberikan cucu untukku yang imut dan menggemaskan seperti ini." Batin Mama Sabrina penasaran dengan istri dari anaknya.
"Kamu menikah dengan siapa nak?"
"Mama nanti akan tahu aku menikah dengan siapa,* ucapnya tersenyum kecut saat Mamanya bertanya menikah dengan siapa.
"Mama penasaran nak dengan siapa istri kamu yang bisa memberikan cucu untuk Mama yang sangat menggemaskan seperti Keifano."
"Mama akan terkejut saat melihat siapa ibu dari cucunya. Apalagi Karin sedang hamil lagi." Batin Yudha yang sudah tidak sabar Mamanya akan bertemu dengan Karin.
"Kamu selama ini kemana nak?"
"Aku keluar negeri Mama bersama istriku."
__ADS_1
Sesudah suaminya telepon Karin langsung berbicara dengan anaknya.
"Keisha, Kakak kamu sudah ketemu. Sayang ayo kita kesana temui Papa dan juga Keifano."
Keisha mengangguk pelan. Karin lalu menggandeng tangan putrinya dan berjalan menemui suaminya dan juga anaknya. Karin bahagia akhirnya anaknya ketemu juga. Lega rasanya hati Karin saat mengetahui bahwa anaknya sudah ketemu.
"Keisha.........." Keifano berlari mendekati Karin dan Keisha.
"Kakak.........." Kedua balita tersebut saling berpelukan.
"Sayang, jangan lari-lari nak. Nanti kalian terjatuh."
"Ciap Mama..." [Siap Mama...] ucapnya bersamaan.
"Ternyata Yudha mempunyai anak lagi. Aku jadi penasaran dengan wajah cucuku yang satunya. Pasti akan cantik seperti Mamanya." Batin Mama Sabrina.
Mama Sabrina masih memunggungi Karin dan kedua anaknya.
"Kamu mempunyai anak lagi nak?" Tanya Mama Sabrina.
"Iya Mama. Anakku kembar......." Jawabnya singkat sambil tersenyum tipis.
Mama Sabrina langsung membalikkan badannya ingin melihat siapa istri Yudha dan anak kembarnya. Mata Mama Sabrina membulat dengan sempurna saat melihat ibu dari kedua cucunya adalah Karin. Menantu yang selama ini dirinya rendahkan dan juga dirinya hina tidak bisa memberikan cucu untuknya.
Mama Sabrina melihat ke arah cucunya. Keisha wajahnya sangat cantik sekali. Wajahnya perpaduan antara Karin dan juga Yudha. Pandangannya kini beralih mengarah ke perut Karin yang sudah mulai membesar. Memang perutnya sudah mulai terlihat sedikit membuncit karena kandungannya akan memasuki usia 7 bulan satu minggu lagi.
"Mama............" Karin terkejut saat melihat Mama Sabrina sudah ada di depannya. Jarak mereka hanya sekitar dua meter saja.
"Karin... Kamu hamil lagi nak?"
"Iya Mama. Karin hamil lagi dan ini cucu Mama," ucapnya dengan senyuman sambil memegang perutnya.
Yudha sangat beruntung mempunyai istri seperti Karin yang tidak pendendam kepada Mamanya terlihat saat ini Karin tersenyum kepada Mamanya. Padahal Mamanya dulu berusaha untuk memisahkannya.
Mama Sabrina air matanya kini mulai menetes karena kembali teringat kejadian beberapa tahun yang lalu saat meminta Karin untuk meninggalkan Yudha. Mama Sabrina lalu mendekati Karin.
"Nak, maafin Mama.........." Mama Sabrina kini sudah bersimpuh di kakinya.
"Mama jangan seperti ini." Karin tidak enak dengan suaminya jika Mamanya seperti ini.
"Maafkan Mama nak. Mama selama ini sudah jahat sama kamu. Bahkan Mama tega mau memisahkan kamu dengan Yudha demi Mama ingin memiliki cucu. Mama egois nak. Maafkan Mama." Sambil menangis tersedu-sedu.
"Mama bangunlah." Meminta mertuanya agar tidak bersikap berlebihan seperti ini.
"Tidak nak. Sebelum kamu memaafkan aku. Mama tidak akan bangun."
__ADS_1
"Mama, sudah lama Karin memaafkan Mama. Karin sudah melupakan kejadian pahit beberapa tahun yang lalu. Setelah kembali ke Korea. Sekarang Mama bangunlah dan jangan seperti ini Mama."
Mama Sabrina lalu bangun dan menghapus air matanya. Mama Sabrina menatap wajah menantunya dan lalu Mama Sabrina langsung memeluk Karin. Mama Sabrina berjanji dengan dirinya sendiri akan memperlakukan Karin seperti anaknya sendiri.