Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
S2 - Kamu Segalanya Untukku...


__ADS_3

Tak lama kemudian Anisa datang dan terkejut karena suaminya sudah datang bersama mertuanya. Anisa menaruh dua gelas es teh manis ke meja.


"Ayah, kok sudah pulang?" ucap Anisa menghampiri suaminya dan mengecup punggung tangannya.


"Iya tadi pasien tidak banyak hari ini jadi bisa pulang lebih cepat."


Keluarga Sanjaya memiliki rumah sakit sendiri. Selain Papa Yudhistira atau Kakeknya Keifano dulu berprofesi sebagai Dokter umum, ia juga berprofesi sebagai Dosen di kampusnya. Di rumah sakit juga masih ada Dokter lainnya yang bertugas.


"Eh, minumannya cuma dua. Anisa buatkan lagi ya untuk Papa dan Ayah."


Keifano lalu meraih tangan Anisa.


"Tidak usah sayang, segelas berdua saja sudah cukup kok. Kamu duduk sini sama aku."


Anisa lalu duduk disamping suaminya.


"Nah iya nak. Segelas berdua biar lebih romantis," ucap Yudha terkekeh.


"Mas, harus coba rujak buah buatan aku," ucap Karin yang lalu memasukkan mangga muda ke mulut suaminya.


"Gimana, enak kan sayang?"


Yudha terpaksa mengangguk pelan. Keifano terkekeh melihat Papanya makan rujak mangga muda dengan terpaksa.


"Haha, Papa terpaksa tuh Mama makan rujaknya. Iuh, pasti rasanya asam sekali," ucap Keifano saat melihat ekspresi wajah Papanya.


Keifano yang membayangkannya saja ngilu giginya.


Anisa ingin mengerjai suaminya atas nama anaknya.


"Maaf ya anak-anak. Bunda mengatasnamakan kalian, Bunda lagi ingin melihat ekspresi Ayah kalian seperti apa jika makan mangga muda." Batin Anisa.


"Ayah juga harus makan rujak buahnya dan ini keinginan dari kedua anak kita."


Mendengar perkataan istrinya Keifano matanya terbelalak.


"Eh? Aku juga harus makan rujak buahnya Bun?"


"Kenapa? Apa kamu tidak mau memakannya hah?"


Semenjak hamil Anisa sikapnya lebih galak sama suaminya.


"Sayang, jangan memaksaku untuk memakan rujak mangga muda tersebut. Aku akan berikan apa saja untukmu dan asalkan jangan suruh aku memakan rujaknya mangga muda tersebut," ucap Keifano dengan nada memohon.

__ADS_1


Belum sempat Anisa menjawabnya dan langsung menyodorkan garpu yang berisi rujak buah tersebut. Terpaksa Keifano harus menelannya karena istrinya sedang ngidam.


"Haha nak akhirnya kamu juga harus merasakan gimana rasanya istrimu sedang ngidam," ucap Karin terkekeh.


Yudha bahagia akhirnya bisa melihat ekspresi anaknya yang menahan rasa asam itu.


"Haha, makannya jangan ketawa kalau melihat orangtua tersiksa dan pada akhirnya kamu juga merasakannya kan?" ucap Yudha terkekeh.


Keifano mendengus kesal sambil memakan rujaknya kembali karena Anisa terus merengek agar suaminya makan rujak buah tersebut.


"Oh iya nak. Kenapa kalian selalu periksa kandungan dengan Dokter lain? Kan ada Papa, kalian tinggal masuk saja ke ruang kerja Papa saat di rumah sakit."


"Tidak Papa. Yang ada Papa akan melihat perut Anisa."


Yudha matanya terbelalak saat anaknya berbicara seperti itu.


"Ya kan memang yang diperiksa pada perutnya nak dan di mana di situ ada kedua anakmu."


"Gak mau ah sama Dokter lain saja. Karena entar yang ada Papa lihat aurat istriku."


Yudha melongo mendengar perkataan anaknya. Sedangkan Karin terkekeh.


"Sifat cemburu kamu menurun ke Keifano sayang."


Yudha lalu teringat dengan perkataan istrinya waktu itu saat masih muda dulu Yudha cemburuan. Bahkan sahabat Karin juga Yudha cemburu jika istrinya berdekatan dengan laki-laki lain. Apalagi jika pria itu bernama Vino dan Yudha lalu terbakar api cemburu


...*****...


Keifano mengerjapkan matanya dan melihat disampingnya ada istrinya yang masih tertidur pulas. Keifano lalu duduk dan sudut bibirnya membentuk bulan sabit. Perut Anisa sudah semakin terlihat. Betapa bahagianya Keifano melihat kedua anaknya tumbuh dengan sehat dalam perut istrinya. Keifano mengusap perut Anisa pelan agar istrinya tidak terbangun dari tidurnya.


"Selamat pagi anak-anakku, Ayah menyayangi kalian. Sehat-sehat ya nak dalam perut Bunda," ucap Keifano yang seketika mendaratkan kecupannya dua kali pada perut Anisa.


Keifano menyapa kedua anaknya. Keifano lalu beralih melihat wajah istrinya yang masih tertidur dengan lelap. Keifano memandang wanita cantik yang tengah mengandung dua anaknya tersebut.


"Kamu segalanya untukku Anisa. Aku mencintaimu," ucap Keifano lalu mengecup kening istrinya pelan.


Keifano bersyukur diberikan anak dua sekaligus dari hasil pernikahannya. Senang, tidak menyangka dan terkejut saat istrinya bilang hamil anak kembar waktu itu. Keifano lalu mendekatkan tubuhnya.


Cup


"Selamat pagi istriku," ucap Keifano lalu mengecup pipi Anisa.


Mendengar suaminya berbicara Anisa lalu membuka matanya pelan.

__ADS_1


"Pagi Ayah," jawab Anisa lirih dan lalu menutup mukanya kembali dengan selimut.


Keifano terkekeh tingkah Anisa selama hamil jadi sering tidur. Mama Karin bilang karena bawaan bayi jadi seperti itu. Keifano percaya hal itu karena tidak seperti biasanya Anisa seperti ini.


"Sayang, apa kamu masih mengantuk?" tanya Keifano.


"Iya, ayo kita tidur lagi sayang."


"Tidak sayang. Aku mau mandi dulu dan siap-siap berangkat kerja."


Mendengar kata kerja Anisa lalu menyibak selimutnya. Keifano lalu menghentikan langkah kakinya.


"Sayang kamu lanjutkan lagi tidurmu dan aku akan menyiapkan pakaianku sendiri."


"Tapi Ayah..."


"Jangan membantah apa kata suami. Besok kalau Dokter sudah mengizinkanku maka aku akan menghukum kamu sayang," ucap Keifano terkekeh dan sambil mengedipkan sebelah matanya.


Anisa hanya bisa terdiam saat suaminya berbicara seperti itu. Mereka sudah konsultasi dengan Dokter kandungan. Tapi bukan Papa Yudha, akan sangat malu jika konsultasi dengan Papanya sendiri. Lagian Keifano sifatnya menurun dari Yudha yang mudah terlalu cemburu.


...*****...


Minggu telah berganti bulan. Kandungan Anisa sudah terlihat semakin membesar. Saatnya Keifano melakukan tugasnya. Mereka sudah berkonsultasi dengan Dokter kandungan. Meskipun Keifano Dokter tapi berbeda profesi. Keifano Dokter spesialis jantung. Sedangkan Papa Yudha Dokter spesialis kandungan. Kakeknya Dokter Yudhistira adalah Dokter umum, tapi Kakeknya sudah pensiun sejak lama.


"Keifano, aku tidak yakin jika kita melakukannya, apakah kedua anak kita akan baik-baik saja," ucap Anisa ragu.


"Aku jamin tidak akan membahayakan mereka karena kan kemarin kita sudah konsultasi dan kandungan kamu sehat dan kuat," ucapnya meyakinkan.


"Sayang sebentar saja ya?"


"Hmm baiklah."


Anisa mengangguk pelan dan tersenyum tipis. Akhirnya mereka melakukannya setelah sekian lama tidak melakukan tugasnya sebagai suami istri.


...*****...


Anisa sedang di rumah kedua orangtuanya. Sekarang Anisa akan menghadiri ke acara pengajian sore hari karena temannya yang akan menikah besok pagi. Jadi mereka menggelar acara pengajian sebelum besok menggelar akad nikah secara berlangsung. Anisa sudah izin kepada suaminya. Keifano tidak bisa datang menemani Anisa karena ada operasi dadakan di rumah sakit. Anisa memakluminya karena suaminya berprofesi sebagai Dokter. Anisa lalu sudah berdandan cantik. Anisa melihat ke arah perutnya yang sudah mulai terlihat membesar.


"Sayangnya Bunda sehat-sehat ya nak. Bunda menyanyangi kalian nak," ucap Anisa sambil mengelus perutnya pelan.


Seketika Anisa ingin berfoto di depan cermin. Anisa lalu mengambil hpnya dan berfoto beberapa kali.


Anisa bahagia perutnya sudah mulai terlihat dan kedua anaknya tumbuh dengan sehat. Anisa lalu berpose sambil memegang perutnya.

__ADS_1


Anisa juga tidak lupa untuk mengirimkan foto tersebut dan pamit ke acara pengajian kepada suaminya. Keifano belum membalasnya karena sedang melakukan tugasnya sebagai seorang Dokter. Anisa lalu beranjak dari tempat duduknya dan mengambil tasnya.


__ADS_2