
Di luar ruangan Yudha, Karin, Alya dan Dion mengucapkan puji syukur atas kelahiran cucunya. Andika dan Key bahagia kedua keponakannya sudah lahir dengan selamat.
"Alya, alhamdulilah cucu kita sudah lahir," ucap Karin memeluk besannya.
"Iya, alhamdulilah. Aku sangat bahagia Karin," ucap Alya membalas pelukan besannya.
"Tidak menyangka kita akan menjadi satu keluarga," ucap Dion kepada Yudha.
"Iya, alhamdulilah. Allah memang baik dan menjadikan kita menjadi satu keluarga. Kita sekarang sudah menjadi Opa karena kita sudah punya dua cucu Dion," ucapnya terkekeh.
"Iya, benar juga..."
Mereka dulu merupakan saingan untuk merebut hati Karin. Namun Karin saat itu memilih Yudha, laki-laki yang lebih dewasa pemikirannya dari Dion, laki-laki yang dijodohkan oleh Kakek dan Neneknya. Sangat bahagia sekali saat Yudha laki-laki yang terpilih saat itu. Akhirnya Dion lalu bisa move on setelah bertemu dengan Alya. Mereka lalu menikah dan memiliki kehidupan masing-masing.
Tak lama kemudian datanglah Keisha bersama dengan tunangannya. Mereka terlihat begitu serasi dan tersenyum bahagia terlihat dari wajahnya.
"Wah, aura calon pengantin yang terlihat sangat cerah," ucap Andika saat melihat Keisha dan tunangannya bergandengan tangan mesra.
"Kak Andika kapan nih? Jangan terlalu fokus bekerja saja. Kakak juga butuh pendamping hidup," ucap Keisha.
"Nah benar sekali tuh kata Keisha. Kak Anisa saja sudah punya dua anak. Terus kamu kapan akan punya pasangan dan segera menikahinya?" tanya Key dengan meledek.
"Kamu saja belum punya kok tanya kapan aku punya pasangan dan menikahinya. Lebih baik kamu tanyakan pada diri kamu sendiri yang sampai sekarang juga masih sendiri," balas Andika.
Key lalu hanya diam saja dan tidak menjawab perkataan Andika.
Sekarang Anisa sudah dipindahkan ke ruang rawat inap.
"Sayang bangun, apa kamu tidak ingin melihat kedua anak kita yang lucu-lucu ini?"
Tak lama kemudian Anisa mulai mengerjapkan matanya bersamaan dengan salah satu putranya yang tengah menangis.
"Sayang, alhamdulilah kamu sudah sadar," ucap Keifano tersenyum senang.
__ADS_1
"Aku haus Ayah," ucap Anisa lirih.
Keifano lalu memberikan satu gelas air putih kepada istrinya. Anisa meneguknya sampai habis. Karin sedang menggendong cucunya, berusaha menenangkan Baby El.
Tadi Keifano sudah mengadzani kedua anaknya dan juga sudah memberi nama anaknya saat mereka masih berada di ruang bayi.
"Nak, sepertinya El haus," ucap Karin mendekati menantunya.
Anisa lalu meraih bayinya dan mendekapnya dengan hangat. Anisa tersenyum melihat bayi yang baru saja dia lahirkan dan mengecupnya pipinya dengan penuh kasih sayang. Keifano bahagia istrinya begitu sempurna, memberikannya dua anak sekaligus. Keifano membantu mengenakan kain penutup kepada istrinya. Anisa lalu memberikan asi untuk anaknya.
Sedangkan Baby Al masih terlelap dalam tidurnya. Keifano jadi heran kenapa anaknya yang satunya justru tertidur pulas, sedangkan yang satunya lagi menangis karena haus.
"Nama lengkap si kembar siapa Ayah?" tanya Anisa lirih.
"Alfano Sanjaya dan Elfano Sanjaya. Yang sedang kamu gendong itu Elfano."
"Wah, jadi aku sedang menggendong si bungsu?" ucap Anisa sambil mengusap kepala anaknya.
"Astaga Kakak jangan keterlaluan. Kak Anisa baru saja melahirkan kedua anakmu loh ini," ucap Key.
"Aku ingin punya banyak anak Key. Karena rumah akan semakin ramai bila kita punya banyak anak. Lagian juga banyak anak merupakan banyak rezeki," ucap Keifano terkekeh.
"Benar sekali nak," ucap Yudha tersenyum senang, karena anaknya itu meniru sifat dan juga sikapnya.
Tak lama kemudian Baby Al menangis. Mendengar keributan disekitarnya. Alya lalu menggendong cucunya berusaha untuk menenangkannya.
"Keisha sini sayang, kamu harus mencoba untuk menggendong bayi," ucap Karin.
Keisha lalu mendekati Alya dan Karin. Alya memberikan cucunya pelan-pelan. Keisha menimang-nimang keponakannya. Terukir senyuman dari wajah cantiknya saat Baby Al tidak menangis lagi.
"Wah Baby Al langsung tidak menangis lagi. Kamu sudah pandai mengurus bayi sayang," ucap Karin.
"Sudah pantas kan Keisha menjadi seorang ibu?" tanya Alya.
__ADS_1
"Iya, Keisha sudah pantas untuk punya bayi. Kalian setelah menikah segeralah untuk punya anak," ucap Dion membenarkan perkataan istrinya.
Sedangkan Keisha hanya tersenyum tipis. Keisha berjalan mendekati tunangannya.
"Mas, Baby Al sangat lucu ya. Coba lihat wajahnya sangat menggemaskan sekali."
Keisha memperhatikan wajah tunangannya itu tadi hanya mengangguk saja. Tidak ada senyuman di wajah sang pujaan hati. Wajahnya tetap datar tanpa ada ekspresi senyuman sedikit yang terlihat dari wajahnya. Keisha jadi bingung dan hati kecilnya berkata bahwa tunangannya itu sepertinya tidak suka dengan anak kecil.
Dari tadi Yudha memperhatikan gerak-gerik calon menantunya. Ada tatapan tidak suka dalam benak hatinya. Padahal sebenarnya Yudha telah menjodohkan Keisha dengan anak dari sahabatnya yang berprofesi sebagai Dokter spesialis anak. Namun Keisha menolaknya dan tetap memilih tunangannya itu.
"Calon suamimu itu pilihan kamu sendiri nak. Kamu menolak perjodohan laki-laki baik pilihan Papa." Batin Yudha kecewa.
Ada keraguan dalam benak hatinya saat anaknya mau menikah dengan laki-laki pilihannya sendiri bukan pilihan Papanya, seperti Keifano yang Yudha dan Karin dulu jodohkan. Yudha sebenarnya tidak setuju dengan calon menantunya itu. Karena anak buah istrinya itu sudah menyelidiki siapa sebenarnya laki-laki pilihan Keisha.
Menurut penyelidikan anak buah istrinya, calon menantunya itu mantan playboy. Yudha hanya takut jika anaknya hanya dipermainkan saja. Namun Keisha bilang bahwa calon suaminya itu sudah berubah dan dialah satu-satunya wanita yang ada dihatinya. Yudha hanya bisa pasrah terlebih istrinya itu tidak keberatan dengan pilihan anaknya. Bagi Karin kebahagiaan anak itulah yang paling penting. Kalau dijodohkan tidak cocok lalu anaknya boleh memilih untuk mencari pasangan hidupnya sendiri.
Anisa sudah selesai memberikan asi untuk putranya. Tak lama kemudian suara cempreng menggema mengisi ruangan tersebut. Siapa lagi kalau bukan Keyla, gadis imut cantik yang baru saja dari toko buku.
"Wah, adik bayi sudah lahir."
Baby El sekarang sedang digendong oleh Keifano. Keyla matanya berbinar-binar saat melihat Baby Al yang sedang digendong Keisha. Keyla mengecup pipi bayi mungil tersebut.
"Wah sangat menggemaskan sekali. Kakak pintar deh buatnya," ucap Keyla yang ceplas-ceplos.
Seketika semua orang di ruangan itu melongo dan diakhiri dengan tertawa terbahak-bahak mendengar celotehan gadis remaja tersebut. Keyla seperti Key yang gaya bicaranya ceplas-ceplos. Sedangkan Key hanya menepuk jidatnya saat mendengar celotehan adik bungsunya itu yang terkesan membikin malu.
"Keyla apa kamu ingin menggendongnya?" tanya Keisha.
"Ah aku takut Kak. Aku belum bisa menggendong bayi."
"Makanya belajar, Kakak saja baru kali ini mengendong bayi."
Keyla masih takut untuk menggendong bayi yang baru lahir tersebut. Keisha berusaha untuk membujuk adiknya.
__ADS_1