
Risa dan Rey baru datang ke rumah sakit dan langsung menuju ke ruangan Yudha. Karin tersenyum sepupunya kini telah siap untuk menjemputnya.
"Karin, bagaimana kondisi kamu? Apa kamu baik-baik saja?" ucap Risa saat mendekati sepupunya.
Tadi Karin menghubungi Risa dan Rey lewat pesan WhatsApp yang memintanya untuk datang ke rumah sakit milik keluarga suaminya.
"Tidak apa-apa Kak. Aku hanya punya kabar bahagia," ucap Karin dengan senyuman merekah.
"Apa itu Karin?" Risa semakin penasaran.
"Iya, jangan bikin kita penasaran," ucap Rey.
"Sebentar lagi Reno akan punya teman bermain tiga sekaligus," ucapnya dengan senyuman sambil mengusap perutnya yang sudah terlihat hanya sedikit saja.
"Apa??" Risa dan Rey terkejut saat mendengar kabar bahagia ini lalu mereka saling memandang dan melempar tersenyum.
"Iya, Rey dan Risa. Karin sekarang tengah mengandung tiga anakku," ucap Yudha dengan bangganya akan menjadi seorang Papa.
"Alhamdulillah......" Risa dan Rey bersyukur.
"Wah kamu hebat Karin. Bisa kasih kita ponakan langsung tiga. Kita saja kalah sayang hahaha." Rey menepuk pundak Risa.
__ADS_1
"Iya juga ya sayang, apa mungkin karena Kak Yudha seorang dokter kandungan hehehe," ucapnya terkekeh.
"Iya karena aku seorang dokter kandungan jadi tahu dan bahkan banyak pasien yang konsultasi kepadaku yang ingin anak kembar. Jadi tidak ada salahnya kan kalau aku juga ingin anak kembar juga dari istriku."
Seisi ruangan lalu tertawa bersama kecuali Karin hanya tersenyum kecut karena masih memikirkan gimana nasibnya 8 bulan kemudian saat kandungannya berusia 9 bulan. Jujur saja Karin takut, ngeri dan bahagia jadi satu. Bahagianya karena dikaruniai anak tiga sekaligus. Tapi perasaan takutnya saat akan melahirkan nanti. Membayangkan saja sudah ngeri. Apalagi Karin akan melewati semuanya nanti beberapa bulan ke depan. Karin tidak tahu seperti apa nantinya perutnya akan membesar. Karena melihat Risa kemarin saat akan melahirkan Reno saja Karin yang menyetir mobilnya. Karin masih terngiang-ngiang saat Risa merasakan kesakitan saat akan melahirkan Reno. Padahal Risa hanya mengandung satu bayi saja dan kini dirinya tengah mengandung tiga bayi sekaligus.
Karin akan mengajukan cuti kuiahnya nanti 3 bulan lagi. Karena Karin akan memilih waktu yang pas setelah selesai UAS. Jadi nanti selama cuti kuliah 1 tahun Karin manfaatkan untuk fokus dengan kehamilannya, anaknya dan juga mengurus suaminya. Karena suaminya juga butuh perhatian meskipun Yudha tidak pernah protes. Namun sebagai istri Karin ingin setiap hari Yudha memakan masakannya. Karin ingin menjadi seorang istri sekaligus ibu yang baik untuk anak-anaknya kelak.
"Ayo Karin kita pulang sekarang," ucap Risa yang membuat seisi ruangan bingung kecuali Rey dan Karin.
"Iya Kak Risa." Karin lalu turun dari ranjang rumah sakit.
"Mas, bolehkan aku tinggal di rumah Kak Risa? Aku rindu dengan kamarku dulu. Aku juga kangen sama keponakanku Reno. Aku ingin bermain dengannya beberapa hari. Apa boleh? Jika kamu tidak mengizinkannya, aku tidak akan pergi Mas." Bagaimanapun juga Karin tetap minta izin kepada suaminya dan Karin tidak akan pergi jika Yudha tidak mengizinkannya.
Tidak ada jawaban dari Yudha. Karin lalu menunduk, raut wajahnya terlihat sedih dan Yudha tidak tega melihat istrinya bersedih apalagi sekarang istrinya sedang mengandung tiga anaknya. Ibu hamil tidak boleh terlalu banyak pikiran dan juga bersedih. Meskipun Yudha ingin selalu bersama istrinya tapi istrinya juga berhak untuk mendapatkan kebebasan tinggal bersama dengan keluarganya. Karin sebenarnya hanya beralasan karena masih trauma dengan kejadian semalam terlebih masih kecewa dengan perilaku suaminya kepadanya dan Mama Sabrina yang selalu ikut campur dalam urusan rumah tangganya.
"Boleh saja sayang." Kini Yudha telah mengizinkan Karin karena kemauan ibu hamil harus dituruti.
Yudha tidak tahu bahwa Karin masih kecewa dengannya karena kemarin Yudha tidak mau mendengarkan penjelasan darinya terlebih lagi Yudha menutup pintu kamarnya hampir satu jam lamanya dan tidak membiarkan Karin masuk menjelaskan semuanya. Karin juga masih kecewa dengan sikap keluarganya kemarin terutama dengan Mama Sabrina yang mencampuri urusan rumah tangganya. Saat Risa, Rey dan Karin keluar dari ruangannya. Yudha menghela napas panjang melihat kepergian istrinya.
"Nak, sepertinya Karin hanya beralasan saja ingin tinggal di rumah Risa. Mungkin Karin masih kecewa sama sikap kita kemarin nak."
__ADS_1
"Iya mungkin yang Papa katakan benar."
"Ini semua karena Mama nak. Maafkan Mama, sekarang Karin pergi lagi karena masih kecewa sama sikap kita kemarin. Kita juga salah, kemarin tidak mau mendengarkan penjelasan Karin terlebih dahulu."
Kini Mama Sabrina menyesali perbuatannya.
"Iya Mama, sudah Mama jangan bersedih. Nanti Yudha akan berusaha semaksimal mungkin untuk membawa Karin pulang ke rumah."
Mama Sabrina lega saat anaknya berbicara seperti itu. Mama Sabrina senang Yudha akan membawa Karin pulang lagi ke rumah.
Sekarang Karin sudah berada di mobilnya Rey dan Risa. Kini Karin tertidur di dalam mobil. Risa menemani Karin untuk duduk dibelakang sambil memangku putranya sedangkan Rey duduk didepan. Risa membenarkan anak rambut Karin yang menutupi wajah cantiknya.
"Gak nyangka sepupuku ini akan punya 3 anak sekaligus. Kak Yudha benar-benar ayah yang hebat, bisa membuat Karin hamil bayi kembar tiga sekaligus." Batin Risa sambil tersenyum memperhatikan wajah Karin yang tidur dengan sendu.
"Sayang, aku jadi ingat saat hamil Reno. Aku juga sering capek, lelah dan mengantuk seperti Karin saat ini."
"Iya sayang. Waktu aku pulang dari kantor kadang kamu ketiduran. Kadang tidur di sofa dan kadang di ranjang." Rey masih ingat saat Risa sedang hamil Reno dulu.
Memang benar ibu hamil sering merasa kecapekan padahal tidak melakukan hal-hal yang berat dan mungkin saja bawaannya sang bayi kalau kebanyakan orang bilang sih seperti itu. Mereka sudah sampai di rumah Keluarga Alexander. Kali ini Risa dan Rey pulang ke rumah orang tua Risa. Karena tadi Karin bilang rindu dengan kamarnya dulu saat masih SMA, Karin memang dititipkan di keluarga Risa. Karena kedua orang tuanya dan juga Kakek dan Neneknya saat itu masih tinggal di Korea. Namun sekarang mereka sudah berada di Indonesia. Mereka sudah pindah ke Indonesia dan mempunyai rumah dekat dengan rumah orang tua Risa.
Mereka kini sudah sampai di rumah orang tuanya Risa. Rey menggendong Karin yang tengah tidur. Papa Kevin dan Mama Angel terheran-heran Karin tidak biasanya sampai tertidur di mobil. Mereka sudah tahu dari semalam bahwa keponakannya kini tengah mengandung karena mereka juga ke rumah sakit tempat Karin dirawat. Mereka lalu paham bahwa mungkin karena bawaan bayi jadi Karin sampai tertidur di mobil. Bahkan sampai Rey menggendong Karin pun Karin masih terlelap dalam mimpi. Karin benar-benar pulas tidurnya.
__ADS_1