Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
S2 - Kebutuhan Biologis..


__ADS_3

Please berikan jempol 👍 kalian terlebih dahulu sebelum membaca 🤗


Novel ini bergenre romance and comedy. Semoga kalian suka dengan ceritanya 🙂


Si kembar sudah berusia sebulan. Anisa dan Keifano sering begadang sudah sebulan ini karena anaknya sering menangis saat malam hari.


Kabar Tama dan Cassandra sedang berbahagia. Mereka saat ini tengah merasakan tendangan kecil dari anaknya sudah selama seminggu ini. Cassandra juga sudah mulai membuka hatinya untuk suaminya. Kini Cassandra sedang tertidur di sofa. Pratama mengecup puncak kepala istrinya.


Cassandra lalu terbangun dari tidurnya.


"Sayang maaf, aku mengganggu kamu tidur ya?"


"Tidak kok Mas," jawab Cassandra.


Mereka sekarang sedang duduk di sofa. Cassandra merasakan buah hatinya sedang menendang perutnya.


"Mas, rasanya geli," ucap Cassandra merasakan pergerakan dari dalam perutnya.


Tama juga ikut memegang perut istrinya.


"Iya, dia sudah mulai bisa merespon kita. Aku bahagia akan memiliki seorang putri," ucap Pratama yang lalu mengecup puncak kepala istrinya.


"Iya Mas. Makasih ya sudah bersabar menunggu aku."


"Aku bahagia kamu sudah bisa membuka hati kamu untukku. Kita sebentar lagi akan memiliki keluarga yang sempurna."


"Iya Mas. Aku mencintaimu..."


"Aku juga mencintaimu istriku."


Mereka akhirnya berpelukan dengan erat. Tama akhirnya bahagia penantiannya kini telah berakhir. Istrinya sudah mencintainya.


Empat bulan kemudian. Sekarang Cassandra kehamilannya sudah memasuki trimester terakhir. Sebenarnya lagi anaknya akan lahir. Mereka juga sudah pindah rumah tidak di Jakarta lagi. Cassandra yang mengajak suaminya untuk pindah rumah dan akhirnya mereka memilih untuk pindah ke daerah Bogor. Pagi hari dengan cuaca agak mendung menyelimuti kota Bogor. Terlihat wanita cantik itu tengah terkejut saat si kecil menendang perutnya begitu kuat.


"Mas....."


Cassandra berteriak memanggil suaminya.


"Ada apa sayang? Apa perut kamu sakit? Atau sudah waktunya untuk melahirkan?"


Berbagai pertanyaan Pratama lontarkan. Takutnya istrinya akan melahirkan saat ini juga.


"HPL masih satu mingguan lagi Mas."


Cassandra dengan segera lalu menarik tangan suaminya.


"Dia semakin aktif Mas. Coba rasakan pergerakannya," ucap Cassandra.

__ADS_1


"Wah, putri kita sepertinya sedang main silat."


"Kamu ada-ada saja sih Mas. Dia ingin menyapa kita sepertinya," ucap Cassandra terkekeh.


"Sehat-sehat ya nak. Kita sudah menunggu kamu."


Tama lalu mengecup perut istrinya. Cassandra tersenyum tipis dan pernikahannya begitu sempurna karena sebentar lagi akan lahir buah hatinya.


Si kembar pipinya semakin menggembul. Keifano gemar sekali menoel pipi anaknya karena saking gemasnya. Baby Al masih terlelap dalam tidurnya. Tinggal Baby El yang kini tengah bercanda dengan sang Ayah. Anisa melihat suaminya itu mencubit pipi anaknya berkali-kali.


"Ayah, anak jangan dibuat untuk mainan."


"Tuh kan bunda marahin aku. Baby El jadi menangis nih."


"El menangis karena waktunya untuk minum asi," jawab Anisa yang tak mau kalah.


Anisa pelan-pelan menggendong anaknya dan memberikan nutrisi yang El butuhkan. Anisa sedikit terheran dengan anaknya ini jika Al lebih suka tidur tapi El sering kali kehausan.


"Sayang, kita sepertinya butuh baby sitter deh."


"Aku bisa merawat mereka berdua. Aku tidak mau Al dan El kekurangan kasih sayang."


Memang agak sedikit repot jika kedua anaknya menangis secara bersamaan. Jika anaknya sedang tertidur maka Anisa waktunya bisa santai dan dia luangkan untuk pumping. Untung saja selalu ada stok asi di kulkas. Jadi jika keduanya menangis salah satunya ada yang minum asi menggunakan botol.


"Tapi kita jarang ada waktu untuk berdua sayang. Selalu saja gagal jika kita ingin romantisan. Al atau El pasti menangis saat malam hari."


"Huft, tapi ada saja hal yang membuat kita gagal romantisan. Entah dengan popoknya si kembar sudah penuh, mereka kegerahan atau haus."


Mereka memang malam hari sibuk mengurusi si kembar dan kadang harus begadang jika si kembar tengah rewel. Anisa sedang berpikir saat ini dan yang dikatakan oleh suaminya ada benarnya juga. Baru saja Anisa berpikir untuk mencari solusinya tapi suaminya itu sudah berbicara lagi.


"Bunda, aku kan juga ingin kamu perhatian juga sama aku dan tidak hanya fokus sama si kembar saja. Aku kangen dimanja sama kamu sayang. Semenjak Al dan El lahir kita belum pernah melakukannya," beber Keifano menjelaskan apa yang ada dalam benaknya.


Memang semenjak melahirkan, Anisa dan Keifano belum pernah menjalankan tugasnya lagi sebagai suami dan istri. Mereka sibuk mengurus si kembar yang menangis setiap malam.


"Ayah, kenapa pikiran kamu mengarah ke hal itu terus sih?" tanya Anisa heran.


"Sayang itu hal yang biasa karena merupakan kebutuhan biologis, lagian aku pria yang normal. Apa kamu tidak tahu setiap kali kamu memberikan asi pada si kembar aku berusaha untuk menahan hasratku selama ini."


Anisa terkejut mendengar perkataan suaminya. Anisa lalu kepikiran dengan apa perkataan Umi Alya dan juga Mama Karin memberikan rahasia rumah tangga yang bahagia dan langgeng adalah dengan bisa memanjakan suaminya dan memberikannya keturunan. Anisa telah berhasil memberikan suaminya keturunan tinggal memanjakan suaminya saja yang belum setelah si kembar lahir. Anisa lalu menghela napas panjang karena melupakan pesan dari kedua orang terpenting dalam hidupnya tersebut. Karena jika sampai lengah saja Keifano bisa berpindah ke lain hati dan Anisa tidak mau suaminya itu punya wanita idaman lain.


"Sayang, apa kamu tidak kangen sama aku?" goda Keifano sambil menaik turunkan alisnya.


"Hmm iya sayang. Sabar, setelah si kembar tidur ya kita melakukannya."


Mata Keifano berbinar-binar karena akan mendapatkan apa yang ia inginkan malam ini.


"Nak, kapan kamu tidurnya?" ucap Keifano sambil menepuk-nepuk pantat Baby El.

__ADS_1


"Astaga Keifano, El belum tertidur ini kalau kamu berisik terus. Kamu kok lagian tidak sabaran banget sih?"


Keifano hanya berdehem saja.


"Nak, kamu kok betah banget sih dari tadi minum asi?" ucap Keifano terheran karena Al saja tidak seperti itu.


"Aku baru ingat Mama pernah bilang kalau kamu dulu juga seperti itu saat masih bayi. Mama sampai begadang katanya karena Keisha saat itu sudah tertidur pulas dan kamu masih saja haus. Hmm ternyata anak dan bapak sama saja kelakuannya. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya."


Keifano terkekeh geli mendengarnya karena kebiasaannya dulu bisa menurun ke anaknya. Baby El sekarang sudah tertidur pulas karena sudah kenyang dan Anisa pelan-pelan menidurkan Baby El.


"Sayang, ayo saatnya kita buatkan adik untuk mereka," bisik Keifano sambil melingkarkan tangannya ke pinggang ramping sang istri.


Anisa semenjak melahirkan belum pasang KB. Anisa takut karena ada KB suntik yang membuat badan menjadi gemuk dan Anisa tidak mau gendut, maka dari itu Anisa ingin pakai pil pencegah kehamilan saja nantinya.


"Nanti aku akan pakai pil pencegah kehamilan saja. Kasihan Al dan El masih berumur 5 bulan kok mau diberikan adik."


"Begini saja, kita berikan si kembar adik di saat umurnya 6 bulan. Nanti saat kamu melahirkan mereka sudah berusia 15 mau 16 bulan."


"Itu artinya sebulan lagi dong?"


"Iya istri aku yang pintar. Kita honeymoon saja nanti bareng Keisha ya sayang? Nanti sepertinya bakalan seru kalau kalian hamil bareng."


Keisha memang akan menikah bulan depan dengan tunangannya. Anisa sekarang sedang memikirkan perkataan suaminya itu. Sedangkan Keifano saat ini membayangkan jika istrinya dan adiknya itu perutnya akan sama-sama membesar.


"Apa jaraknya tidak terlalu dekat Ayah? Saat mereka berusia 15 bulan nanti si kembar akan punya adik?"


"Iya, tidak terlalu dekat kok. Kamu tahu gak Om Kenzo dan Tante Sonya? Bahkan saat itu Tante Sonya hamil lagi saat putri pertamanya masih berumur 4 bulan."


"Benarkah seperti itu?" tanya Anisa ragu.


"Hmm iya. Kalau kamu tidak percaya nanti tanya saja sama Tante Risa karena Tante Sonya itu besannya Tante Risa."


"Aku percaya padamu suamiku."


"Sayang ayo... Aku sudah lama nih berpuasa. Kamu tega sekali sih sama aku."


"Sstttt..... Jangan berisik nanti Al dan El bisa terbangun dari tidurnya," ucap Anisa dengan jari telunjuknya sudah berada di bibir suaminya.


Anisa lalu menggiring suaminya ke ranjang. Kali ini Anisa yang memulai duluan dengan membuka kancing baju suaminya. Keifano terkejut karena biasanya ia yang memulainya.


"Sayang kamu mulai nakal ya? Tapi aku suka, belajar dari mana sih Bunda?" tanyanya penasaran.


"Mama yang berikan teori sama aku Ayah," jawab Anisa jujur.


Semenjak bergaul dengan mertuanya Anisa yang dulu tadinya pemalu sekarang jadi seperti tidak tahu malu. Kata mertuanya ini adalah tips supaya rumah tangganya langgeng dan suaminya tidak berpaling darinya. Anisa lalu mengikuti jejak sang mertua supaya rumah tangganya langgeng dan terbebas dari orang ketiga.


Keifano membolakan matanya karena Mamanya yang mengajarkan istrinya untuk bisa memanjakannya. Sepertinya Keifano harus berterimakasih kepada sang Mama. Sekarang Keifano paham jika adiknya yang tingkahnya sedikit absurd itu menurun dari Mamanya.

__ADS_1


__ADS_2