Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 6 - Bertemu Dengan Dion


__ADS_3

Rey lalu membuka kotak makan yang di bawa Mama Angel.


"Sayang kamu makan dulu ya? Mama Angel udah masakin ayam teriyaki kesukaan kamu," ucapnya sambil membuka kotak makan yang berisi ayam teriyaki dan nasi putih.


"Iya sayang, tapi aku maunya kamu suapin ya?" sambil memperlihatkan puppy eyes.


"Iya, apa sih yang enggak buat kamu sayang dan juga buat bayi kita," ucapnya sambil mencubit pipi Risa dengan gemas dan tersenyum.


"Nanti kita suap-suapan kaya semalam ya sayang? Pokoknya aku ingin makan berdua terus sama kamu," ucap Risa sambil menatap wajah suaminya, entah kenapa akhir-akhir ini Risa suka melihat wajah suaminya.


"Iya sayangku," ucapnya sambil mengelus pucuk rambut Risa pelan dan lalu menyuapinya.


"Kak Rey dan Kak Risa kok bucin banget sih?" ucap Karin heran melihat tingkah laku pasangan suami istri muda tersebut.


"Kamu juga akan bucin pada saatnya nanti kalau kamu sudah menikah Karin. Apalagi kalau nanti kamu sedang hamil. Risa saja jadi lebih sensitif, sering ngambek, cengeng dan manja saat hamil. Padahal kamu tahu sendiri kan Risa orangnya seperti apa? Aku doakan kamu juga akan menikah muda seperti kita," ucap Rey sambil menyuapi Risa.


Karin hanya mendengus kesal mendengar perkataan dari Rey. Tapi memang benar sifat Risa berubah semenjak hamil.


"Enggak, aku nggak akan menikah muda seperti kalian yang bucin-nya sudah akut," ucapnya bergerdik ngeri membayangkan kalau dia nikah muda dan hamil seperti Risa.


"Kamu jangan gitu Karin. Memang aku dulu juga berfikir seperti itu. Cita-citaku dulu akan menikah di umur 23 sampai 25 tahun setelah aku lulus kuliah dan bekerja. Tapi apa kenyataannya? Aku menikah muda di saat usiaku 19 tahun dan masih kuliah. Aku sekarang bersyukur telah di beri anugerah terindah dari Allah saat usiaku 20 tahun sekarang aku sudah mengandung anakku," ucapnya dengan senyuman sambil mengusap perutnya yang sudah mulai terlihat.


"Aku tidak ingin seperti Kak Risa. Setelah lulus aku ingin kuliah dan mengejar cita-citaku," ucapnya dengan serius.


Yudha yang mendengar Karin bicara seperti itu hanya menghela nafas panjang. Ia harus bersabar menunggu Karin mungkin 5 tahun lagi dan usianya 30 tahun. Namun ia tidak yakin dengan orang tuanya, baru umur 25 tahun aja sudah di uber-uber dengan pertanyaan kapan menikah.


"Habis ini jangan lupa untuk meminum obat penguat kandungannya ya nak," ucap Mama Angel.


"Iya Ma."


"Oh ya kapan kamu boleh pulang nak?" tanya Papa Kevin.


"Risa besok sudah boleh pulang kok Pa."


"Alhamdulillah," ucap Karin dan Dokter Yudha secara bersamaan.

__ADS_1


"Wah ciieeeee ngomongnya bisa barengan gitu. Kalau jodoh apa-apa bisa barengan," ucap Rey yang menggoda Karin dan Yudha.


Yudha tersenyum sedangkan Karin hanya manyun saja. Mama Angel, Papa Kevin, Karin dan Yudha berpamitan pulang saat Mami Ana dan Papi Aldi sudah datang. Mereka bergantian menjaga Risa.


...*****...


Di Cafe Premier


Terlihat dua sepasang kekasih sedang meeting dengan seorang Wedding Organizer di sebuah cafe. Perempuan tersebut adalah Selena Putri, perempuan yang waktu itu bertemu dengan Dion dan dress-nya basah terkena minuman Dion. Selena di cafe bersama tunangannya yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.


"Baiklah, jadi konsep pernikahannya outdoor ya?" ucap sang WO.


"Iya dan saya mau yang seperti ini," ucap Selena sambil menunjukkan konsep yang ia pilih.


"Baiklah, kalau begitu meeting kita hari ini cukup," ucap sang WO.


Setelah sang WO pergi. Selena merasakan mual saat makanannya datang. Ia menutup mulutnya dan berjalan menuju wastafel kamar mandi. Sedangkan tunangannya hanya berdiam di kursinya menunggu Selena kembali.


"Sayang, kamu mual lagi?" tanyanya.


Selena mengajak tunangannya habis ini cek ke dokter kandungan. Ia sudah telat datang bulan beberapa hari.


"Iya sayang. Duduk sini jangan hanya berdiri disitu dan kamu jangan jauh-jauh dariku," ucap sang laki-laki.


Selena langsung duduk di sebelah calon suaminya. Sang laki-laki lalu mengelus perut Selena.


"Sebulan lagi kita akan sama-sama sayang dan membesarkan anak kita bersama. Aku sudah tidak sabar menunggu hari pernikahan kita," ucapnya sambil mengelus perut Selena dan tersenyum ke arah Selena.


Selena mengangguk dan tersenyum senang. Ia lalu memegang tangan calon suaminya yang masih mengusap perutnya. Ada aura bahagia di wajah kedua pasangan tersebut.


Disaat yang bersamaan Dion sedang berada di cafe tersebut. Ia sedang membuka laptopnya dan dia tidak menyangka bahwa niatnya untuk refreshing ke cafe untuk mengerjakan tugasnya sambil Wifi-an malah bertemu dengan Selena perempuan yang Dion suka dan pernah ia antar pulang. Dion mendengar semua percakapannya. Dion pikir Selena perempuan yang baik-baik, soalnya saat di pesta dia berpenampilan yang anggun. Namun ternyata tidak seperti apa yang ia bayangkan. Kalau dia perempuan baik-baik, Selena tidak akan hamil di luar nikah. Dion berpakaian rapi dengan jaket jeans birunya, memakai topi dan masker jadi Selena tidak mengenalinya.


Setelah Selena pergi, Dion jadi teringat dengan Karin. Perempuan dari keluarga terpandang yang dijodohkan dengannya. Perempuan baik-baik dari Keluarga Alexander. Dion jadi ingin meneruskan perjodohannya dengan Karin saat mengetahui Selena sedang hamil dan sebulan lagi akan menikah dengan tunangannya. Dion lalu mengirimkan pesan WhatsApp kepada Karin.


πŸ“©Dion : "Assalamualaikum Karin, bisa kita bertemu di Cafe Premier? Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu. Aku sudah ada di cafe, aku tunggu kedatanganmu."

__ADS_1


Karin tidak membalas pesan WhatsApp dari Dion. Ia hanya membacanya. Karin bingung saat sudah berkomitmen untuk menjalin hubungan serius dengan Dokter Yudha, tiba-tiba Dion datang lagi ke dalam kehidupannya. Dalam suatu hubungan harus ada kejujuran dari pasangan. Maka dari itu Karin langsung menelepon Dokter Yudha.


πŸ“ž Karin : "Hallo Assalamualaikum, Kak Yudha lagi sibuk enggak?"


πŸ“ž Yudha : "Wa'alaikum Salam Karin, Kakak sedang tidak sibuk, Kakak baru saja sholat. Ada apa, sepertinya kamu sedang bingung?"


πŸ“ž Karin : "Iya Karin sedang bingung Kak. Tiba-tiba Dion mengajak Karin ketemuan di Cafe."


Dokter Yudha berdiam sejenak. Ia takut Karin akan meninggalkannya dan memilih untuk kembali bersama Dion, laki-laki yang telah dijodohkan oleh kakek dan neneknya.


πŸ“ž Karin : "Kak Yudha kok diem. Karin harus gimana Kak?"


πŸ“ž Yudha : "Coba saja kamu temuin dia Karin, dia tujuannya apa ingin bertemu denganmu. Kamu bertemu di Cafe mana?"


πŸ“ž Karin : "Baiklah Kak. Di Cafe Premier. Kalau begitu aku akan siap-siap terlebih dahulu untuk menemui Dion. Sudah dulu ya Kak Wassalamu'alaikum."


πŸ“ž Yudha : "Wa'alaikum Salam." lalu telepon terputus.


Yudha menghela nafas panjang. Ia langsung menghubungi orang suruhannya ke Cafe Premier untuk memata-matai Karin dan merekam pembicaraannya. Yudha senang Karin mau jujur dengannya.


Karin sudah berdandan cantik. Ia hanya memakai lip balm dan bedak tabur. 20 menit kemudian ia sampai di Cafe tersebut. Karin lalu mencari meja yang tadi Dion kirim di WhatsApp.


"Hay...." ucap Dion sambil membuka maskernya saat Karin sudah ada didepannya.


Karin hanya diam dan lalu duduk di depan Dion.


"Ada apa kamu ingin bertemu denganku?" ucap Karin dengan ketus.


"Jangan ketus begitu dong dengan calon suami kamu," ucapnya dengan senyuman.


"Calon suami???" Karin kaget saat Dion menyebutkan dirinya sebagai calon suami.


"Iya, aku berubah pikiran Karin. Aku akan menerima perjodohan kita."


"Deg....." Karin kaget saat mendengar ucapan Dion.

__ADS_1


Disaat itu juga sudah ada seseorang yang dari tadi merekam video pembicaraan mereka. Orang tersebut adalah orang suruhannya Dokter Yudha.


__ADS_2