Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
S2 - Dilamar


__ADS_3

Keifano dan Yudha lalu keluar dari kamar Keifano dan menuju kamar Karin. Saat pintu dibuka Karin sedang melihat ke arah jendela kamarnya. Air matanya masih menetes membasahi pipinya. Yudha mengkode dengan anggukan dan lalu Keifano berjalan mendekati sang Mama.


"Mama..." Keifano memegang pundak Karin.


Karin tidak menjawab Keifano. Lalu Keifano bersimpuh di kaki Mamanya.


"Mama, maafkan Keifano," lirihnya.


Karena tidak ada jawaban dari Karin lalu Keifano ingin mengatakan yang sebenarnya terjadi tadi dirinya telepon mantan kekasihnya.


"Mama, Keifano masih ingin menjadi anak Mama... Keifano sudah memutuskan Cassandra, Ma."


Keifano tidak ingin pergi dari rumahnya dan hubungannya renggang dengan Mamanya. Karena Karin tadi bilang masih punya 3 anak yang bisa dirinya atur. Lagian mantan pacarnya yang ia bela ternyata tega berselingkuh dibelakangnya. Keifano menyesal telah berpacaran dengan Cassandra. Keifano merasa tertipu karena selama ini hanya dimanfaatkan saja.


Karin terkejut saat mendengar anaknya berbicara seperti itu. Terlebih Keifano sekarang bersimpuh di kakinya.


"Mama maafkan Keifano. Mama, aku mau menikahi Anisa."


Karin matanya terbelalak saat mendengar ucapan Keifano yang mau menikahi Anisa.


"Benarkah nak?" Tanya Karin ingin memastikan.


"Iya Mama, Keifano yakin pilihan Mama dan Papa pasti yang terbaik untuk Kei."


"Mama memaafkan kamu. Bangunlah nak dan jangan seperti ini." Perintah Karin.


Keifano lalu berdiri. "Makasih Mama telah memaafkan Kei."


Karin mengangguk dan lalu memeluk anaknya dengan penuh kasih sayang. Mereka kini berpelukan. Yudha melihatnya tersenyum senang.


"Alhamdulillah, akhirnya mereka akur kembali." Batin Yudha.


"Maafkan Mama yang tadi berbicara dengan kasar terhadap kamu nak."


"Mama gak salah. Keifano yang bersalah sama Mama."


Karin lalu melempar senyuman kepada suaminya. Yudha telah berhasil menasihati anaknya. Karin bahagia punya suami seperti Yudha. Karin lalu melepaskan pelukannya.


"Nak, jawab Mama. Apakah kamu beneran sudah memutuskan hubungan kamu dengan Cassandra?" Tanya Karin sambil memegang kedua pipi anaknya.


"Iya Mama. Ternyata Cassandra selama ini hanya memanfaatkan aku saja. Papa sudah memberikan video tentang kebusukan Cassandra. Dia diam-diam berselingkuh dibelakangku Ma."


Karin juga merasa kasihan terhadap anaknya. Cinta pertamanya pun kandas ditengah jalan.

__ADS_1


"Sudah kamu harus move on sayang, anak Mama tidak boleh sedih ya?"


Keifano menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


"Benar juga apa yang dikatakan Mama. Hidupku masih panjang, aku harus melupakan Cassandra." Batin Keifano.


"Nak, alasan kamu mau menikahi Anisa selain karena dia wanita pilihan Mama dan Papa apa nak? Mama ingin tahu alasan kamu yang sebenarnya sampai kamu ingin menikahinya. Karena menikah itu tidak main-main nak. Dulu Mama memilih Papamu juga berpikir untuk dua kali."


Yudha tersenyum tipis saat Karin berbicara seperti itu. Memang dulu Karin harus berpikir dua kali untuk menikah dengan Yudha. Karin harus menjelaskan kepada keluarganya kalau akan menikah dengan laki-laki dewasa seperti Yudha. Bahkan jarak usia mereka terpaut 7 tahun. Dari semua laki-laki yang mendekatinya. Karin memilih laki-laki berprofesi sebagai Dokter tersebut. Betapa bahagianya saat itu Yudha yang terpilih menjadi laki-laki satu-satunya yang dipilih Karin.


"Papa yang sudah membukakan pintu hatiku Mama. Kata Papa cinta akan datang karena terbiasa dan seiring berjalannya waktu. Papa melihat kalau Anisa sepertinya menyukaiku. Bukankan itu hal yang bagus Mama? Tinggal aku belajar untuk mencintainya."


"Iya nak. Sepertinya nak Anisa sangat tulus mencintaimu. Mama bisa lihat dari raut wajahnya saat melihat kamu. Kamu memang harus membuka lembaran yang baru nak," ucap Karin sambil mengusap pipi putra kesayangannya. Dari kecil Keifano adalah putra kesayangannya.


Yudha lalu mendekati anak dan istrinya.


"Jadi bagaimana sayang, apa kita langsung ke rumah Dion? Kita perlu menghubunginya dulu atau langsung ke rumahnya saja."


"Tidak usah, nanti malam saja kita langsung ke rumahnya. Kita akan langsung melamar Anisa untuk putra kita."


"Kamu setuju kan nak?"


"Iya Ma. Lebih cepat lebih baik."


"Keifano telah salah memilih pasangan. Jadi, untuk kali ini Keifano yakin kalau pilihan Mama dan Papa yaitu Anisa gadis yang tepat untuk Keifano.


"Iya dia gadis yang baik. Kamu jangan pernah menyakiti hatinya."


"Siap Papa..."


"Ya sudah kalau begitu Keifano kembali ke kamar dulu ya Papa dan Mama."


"Nak, nanti siang kita ke toko perhiasan. Kamu ikut ya memilihkan perhiasan untuk Anisa."


"Iya Ma," ucapnya lalu tersenyum dan keluar dari kamar Mama dan Papanya.


Setelah keluarnya Keifano kini Karin bahagia.


"Sayang, aku bahagia anak kita akhirnya mau menikahi Anisa."


"Iya, kita harus meyakinkan Dion dan Alya nanti kalau anak kita sungguh-sungguh akan menjadikannya Anisa sebagai istrinya."


"Iya sayang. Setelah Keifano nanti menikah. Kita akan memikirkan Keisha."

__ADS_1


"Keisha itu sangat keras kepala sekali."


"Seperti kamu kan sayang," ucap Yudha sambil menarik hidung Karin.


"Apa kamu bilang?" Karin menatap tajam ke arah suaminya.


"Keisha seperti kamu sifat keras kepalanya." Perkataan Yudha diakhiri dengan gelak tawanya.


Karin mendengar kesal. "Tau ah! Kamu nyebelin."


"Sayang jangan ngambek gitu. Kita ini kan sudah mau punya cucu loh," ucapnya terkekeh.


"Ah iya, mudah-mudahan saja setelah mereka menikah nanti kita akan cepat punya cucu dari Keifano dan Anisa."


"Sayang, tapi kalau Alya dan Dion tidak menerima lamarannya gimana?"


"Mas, percayalah kepadaku. Anisa itu mencintai Keifano jadi pasti mereka akan mau menerima lamaran Keifano."


Yudha mengangguk pelan.


Siang hari telah tiba kini Keifano ikut membeli perhiasan untuk Anisa. Keifano memilih cincin yang cocok untuk wanita seperti Anisa. Cincin yang simpel tapi terlihat elegan jika dipakai.


Malam hari Yudha dan Karin mengajak Keifano dan Key untuk ke rumah Dion. Sedangkan Keyla dan Keisha di rumah. Keyla yang sifatnya suka meledek Kakaknya Key dan sekarang akan meledek Kakaknya Keisha.


"Kak, setelah Kak Keifano menikah nanti. Aku yakin Kak Keisha yang akan Papa dan Mama nikahkan."


"Kakak masih belum memikirkan pernikahan." Jawab Keisha sambil masuk ke dalam kamarnya dan menutupnya.


"Kak Keisha aneh deh. Masa belum ingin menikah? Sedangkan Kak Keifano saja sudah mau menikah. Bukannya saudara kembar itu memiliki keinginan yang sama," ucap Keyla sambil mengetuk-ngetuk jari telunjuknya pada dagunya.


Keyla lalu masuk ke dalam kamarnya. Keyla tidak mau memikirkan urusan pernikahan Kakaknya Keisha. Biarkan Kakaknya sendiri yang memikirkan kapan akan menikah.


Keluarga Sanjaya sudah datang berkunjung ke rumah Dion. Alya, Dion, Anisa dan Andika bingung dengan kedatangan tamu kali ini yang tak lain orang-orang yang sudah mereka kenal. Mereka kini sudah masuk ke ruang tamu dan duduk berdampingan.


"Kedatangan kami kemari ingin melamar nak Anisa untuk putra kami," ucap Yudha.


Key tersenyum tipis saat melihat Anisa. Semua anggota keluarga Hendrawan terkejut. Apalagi melihat Key yang tersenyum mengarah ke Anisa. Sedangkan Keifano hanya melihat sekilas ke arah Anisa.


"Apa? Aku dilamar?" Batin Anisa.


"Apakah Key yang mau menjadikan Anisa sebagai istrinya?" Batin Andika.


Kedua saudara kembar itu sekarang sedang berpikir dalam pikirannya masing-masing. Masih bingung siapa yang akan melamar Anisa, Keifano ataukah Key. Alya dan Dion terkejut saat Anisa tiba-tiba dilamar. Bahkan Yudha dan Karin tidak memberitahu dulu akan kedatangannya.

__ADS_1


__ADS_2