Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 8 - Pernikahan Rendy


__ADS_3

Dion kini sudah sampai di rumahnya. Ia langsung masuk ke kamarnya. Meletakkan tas dan berganti baju setelah mandi.


"Aku harus bagaimana ya? Karin sudah menolakku. Tapi aku tetap ingin bersamanya," ucapnya sambil duduk di pinggir ranjangnya.


Seketika Dion teringat dengan Rey sahabatnya. Ia ingin meminta bantuannya dengan Rey, agar bisa dekat dengan Karin lagi. Di saat itu juga ada orang mengantarkan undangan pernikahan ke rumahnya.


"Den Dion, ada undangan pernikahan untuk aden," ucap Bibi sambil mengetuk pintu kamarnya.


"Undangan pernikahan? Apakah Karin akan menikah? Ah tidak mungkin, tadi baru saja aku bertemu dengannya. Masa langsung mengundangku untuk hadir di acara pesta pernikahannya."


Dion langsung membuka pintu kamarnya.


"Terima kasih Bi," ucapnya sambil menerima undangan.


"Sama-sama den." lalu pergi meninggalkan Dion dan berjalan ke dapur.


Dion melihat nama yang tertera di undangan pernikahannya Rendy dan Sheila. Dion bernafas lega setelah melihat nama yang tertera di undangannya.


"Aku kita Karin yang akan menikah. Syukur deh kalau ternyata Rendy yang menikah."


Dion lalu teringat dengan Rey. Ia langsung mengambil hpnya dan menelepon Rey.


📞 Dion : "Hallo Rey, Assalamualaikum."


📞 Rey : "Wa'alaikum Salam ion."


📞 Dion : "Kamu sudah dapat undangan pernikahan dari Rendy belum?"


📞 Rey : "Sudah baru saja ion. Aku gak menyangka si playboy itu akan menikah hari minggu besok."


📞 Dion : "Iya. Padahal waktu itu dia pernah bilang kalau akan menikah nanti pas sudah lulus kuliah."


📞 Rey : "Iya ion. Yaudah kita nanti tanya dia langsung kenapa Rendy berubah pikiran di resepsi pernikahannya."


📞 Dion : "Iya, secara kan Rendy orangnya gak pernah plin-plan. Kalau begitu udah dulu ya Rey. Wassalamu'alaikum."


📞 Rey : "Wa'alaikum Salam ion."


"Nanti aku akan bilang ke Rey langsung saja mengenai hubunganku dengan Karin. Mudah-mudahan Rey mau membantuku." gumamnya.


...*****...


Hari Minggu telah tiba. Beberapa hari yang lalu Risa sudah keluar dari Rumah Sakit. Rey dan Risa sudah bersiap-siap untuk menghadiri resepsi pernikahan Rendy dan Sheila.


"Sayang kamu cantik banget hari ini."

__ADS_1


"Memangnya kemarin aku tidak cantik?"


"Bukan begitu sayang. Kamu hari ini terlihat lebih cantik."


"Ah gombal kamu. Ayo, nanti kita telat kalau kamu terus menggombaliku suamiku yang ganteng."


Rey tersenyum lalu menggandeng Risa untuk menuju ke mobilnya. Risa diperlakukan seperti tuan putri. Rey membuka pintunya untuk Risa.


"Silahkan masuk tuan putri."


Risa hanya terkekeh melihat tingkah laku suami kecilnya itu. Suami yang usianya berbeda beberapa bulan lebih muda darinya. Beberapa menit kemudian mereka sampai di tempat resepsi pernikahan Rendy dan Sheila. Dion sudah ada di sana.


"Hey, bro lama kita tak jumpa setelah MOS waktu itu," ucap Dion.


"Iya, aku sekarang sibuk kerja dan kuliah online dari pagi sampai malam. Jadi tidak ada waktu untuk bersantai kalau tidak Hari Sabtu dan Minggu. Weekend juga biasanya aku habiskan waktuku untuk menemani istriku yang terkadang ngidam," ucap Rey menjelaskan dengan Dion.


"Yaudah yuk kita ke Rendy. Kita belum tanya ke dia kalau dia nikah cepat alasannya apa."


Dion lalu berjalan duluan. Rey dan Risa mengikutinya dari belakang.


"Ayo sayang," sambil menggandeng tangan istrinya.


Setelah sampai di pelaminan Dion menyalami Sheila dan lalu Rendy.


"Makasih bro udah datang. Tapi kamu sendirian saja. Mana pasangan kamu?" ucapnya meledek.


"Sudahlah kamu jangan meledekku. Wanita yang aku suka 1 bulan lagi menikah."


"Yang sabar ya bro!" ucap Rendy sambil menepuk pundak Dion.


Dion hanya diam saja. Rey mendengar semua percakapan Dion dan Rendy. Rey dan Risa mengucapkan selamat kepada Rendy dan Sheila.


"Eh iya Ren kenapa kamu nikah cepat? Bukannya kamu ingin menikah setelah lulus kuliah?" tanya Dion.


Rey dan Risa juga penasaran dengan jawaban yang akan Rendy katakan.


"Karena Sheila sedang mengandung anakku bro!" ucapnya pelan agar tamu undangan lainnya tidak mendengar.


"Apa???" ucap Risa, Rey dan Dion secara bersamaan.


"Astaghfirullah. Aku kira sifatmu yang playboy itu cuma bisa buat luluhin hati wanita. Ternyata kamu manfaatkan kesempatan itu untuk berbuat hal yang nekat Rendy," ucap Rey.


"Habis gimana lagi bro, waktu itu Sheila berpakaian yang sedikit terbuka aku jadi gak kuat melihatnya."


"Dasar laki-laki tidak bisa menahan godaan," ucap Dion.

__ADS_1


"Yang penting kan aku udah bertanggungjawab untuk menikahinya."


"Oh iya Rey istri kamu sudah hamil berapa bulan?" tanya Rendy.


"Baru jalan 3 bulan. Kalau istrimu?"


"Baru 2 minggu. Istri-istri kita nantinya bisa berbagi cerita tentang pengalaman kehamilannya. Nanti aku akan sering-sering berkunjung ke rumahmu saat weekend."


"Ok. Akan kutunggu kedatanganmu."


"Eh ion sekarang hanya kamu saja yang belum menikah. Coba lihat betapa bahagianya kita mempunyai istri yang sedang mengandung ya gak Rey?"


"Ah iya," jawabnya singkat.


"Oh iya Rey bantuin aku dong untuk bujuk Karin agar dia mau menjalankan perjodohan ini."


"Maaf ion. Kalau soal itu kamu harus berjuang sendiri untuk mendapatkan Karin. Soalnya kalau sudah urusan hati aku tidak bisa membantumu."


"Baiklah aku akan berusaha untuk mendapatkan Karin."


"Semangat mengejar cintamu ion," ucap Rendy.


Mereka akhirnya foto bersama dan lalu menikmati hidangan yang disediakan. Setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.


Dion harus berjuang keras untuk mendapatkan Karin kembali. Dion tidak tahu bahwa setiap weekend Dokter Yudha selalu ke rumah Keluarga Alexander untuk menjemput Karin, Dokter Yudha mengajak Karin keluar untuk jalan-jalan dan makan bersama.


Karin sudah bercerita tentang Dion dan Yudha dengan Papa Kevin dan Mama Angel. Papa Kevin nanti akan menjelaskan kepada orang tuanya dan adiknya Keynan mengenai Karin yang lebih memilih Dokter Yudha. Kevin yakin bahwa adiknya Keynan dan kedua orang tuanya akan menerima alasan Karin untuk memilih Dokter Yudha. Terlebih Dokter Yudha orang yang baik dan dari Keluarga terpandang juga.


Karin lega setelah menyampaikan apa yang ia rasakan saat ini. Sekarang dia merasa bahagia bahwa Mama Angel dan Papa Kevin mendukungnya untuk tetap bersama dengan Dokter Yudha dibandingkan harus menerima Dion kembali dan menjalankan perjodohannya.


...*****...


DI KEDIAMAN RUMAH SANJAYA


Dokter Yudha sudah berbicara dengan kedua orang tuanya. Papa Yudhistira dan Mama Sabrina senang bahwa anaknya sudah menemukan wanita yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya.


"Kapan kamu akan memperkenalkan calon istrimu kepada kita nak?"


"Nanti Pa kalau waktunya sudah tepat. Yudha ingin dia lulus terlebih dahulu, baru nanti Yudha kenalkan kepada Mama dan Papa."


"Kelamaan nak. Mengapa tidak sekarang saja? Mama penasaran dengan gadis yang sudah mampu membuat anak Mama jatuh cinta," ucapnya sambil tersenyum.


"Belum saatnya Yudha memperkenalkan wanita pilihan Yudha kepada Mama dan Papa."


Papa Yudhistira tidak tahu bahwa gadis yang bertemu di supermarket itu adalah Karin calon menantunya sendiri. Papa Yudhistira pernah menceritakan tentang gadis itu kepada istrinya. Sabrina senang kalau misalkan suaminya bertemu dengan gadis itu lagi dan akan membawanya ke rumah untuk berkenalan dengan istrinya. Namun sayangnya Karin tidak pernah menghubungi nomor Yudhistira dari kartu nama yang pernah ia berikan kepada Karin.

__ADS_1


__ADS_2