
Waktu begitu cepat berlalu sekarang kedua anaknya sudah berumur 4 tahun dan sudah masuk TK. Baby Key sekarang sudah berusia satu tahun.
"Anak Mama ganteng sekali." Karin mengecup wajah putranya dan Baby Key tersenyum sambil bersuara khas bayi.
Yudha sudah kembali menjadi Dokter kandungan lagi. Berkat support dari istrinya Yudha akhirnya kembali lagi menjadi seorang Dokter. Bisnis kulinernya sekarang ada yang mengurus yaitu asisten kepercayaannya. Kadang juga Karin yang memantau bisnis suaminya setelah ke butiknya.
"Sayang aku berangkat ke rumah sakit dulu ya?"
"Iya Mas hati-hati ya. Nanti kita makan siang bareng." Sambil mengecup punggung tangan suaminya.
"Iya sayang. Nanti aku tunggu kamu datang ke rumah sakit."
Karin mengangguk pelan. Yudha tak lupa juga mendaratkan kecupannya di kening istrinya.
"Sayangnya Papa. Papa berangkat kerja dulu ya jagoanku. Nanti kita ketemu lagi nak." Sambil mengecup pipi anaknya dengan penuh kasih sayang.
Karin bahagia kini keluarga kecilnya kini sudah lengkap dengan kehadiran ketiga sang buah hatinya. Keluarganya terasa lebih harmonis. Kedua anaknya kini sudah rapi dan bersiap akan berangkat ke sekolah TK.
Saat mau keluar dari rumahnya kedua anaknya pamit dengan Karin dan juga Yudha. Mereka akan berangkat ke sekolah.
"Dada Mama... Dada Papa..." Keifano dan Keisha melambaikan tangannya saat akan masuk ke dalam mobil.
"Dada anak-anak Papa." Yudha melambaikan tangannya dan tersenyum.
"Belajar yang pintar ya nak? Ayo cepat masuk mobil nanti terlambat sekolahnya." Sambil menyuruh anaknya masuk ke dalam mobil.
"Siap Mama." Sambil hormat.
"Pintarnya anak Mama." Sambil mengelus kepala anaknya satu persatu.
Kedua anaknya kini sudah masuk mobil. Sopir dan Bibi yang mengantarkan kedua putranya ke sekolah.
"Sayang, aku pamit berangkat dulu. Pamitnya jadi dua kali." Yudha terkekeh.
"Iya, hati-hati ya Mas." Sambil tersenyum.
Yudha sekarang sudah masuk dalam mobilnya dan melajukan mobilnya ke arah rumah sakit. Karin langsung masuk ke dalam rumahnya.
Yudha sekarang sudah sampai di rumah sakit. Dokter Rio kini sudah menikah dengan Dokter Siska. Mereka kini tengah bahagia sekarang karena Dokter Siska saat ini tengah mengandung anaknya. Dokter Rio hari ini hari terakhir masuk bekerja. Karena akan cuti menemani istrinya yang sedang hamil tua. Dokter Siska kini sedang hamil 9 bulan lebih 6 hari.
"Eh bro ceria banget tuh muka!" Yudha berjalan mendekati sahabatnya.
"Iya dong. Bentar lagi aku akan menjadi ayah seperti dirimu."
"Gercep banget kamu bro! Siska langsung hamil setelah kalian menikah sebulan."
"Iya dong. Biar bisa segera menyusul kamu dan Karin. Kalian bahkan sudah punya 3 anak dan aku baru mau 1. Aku kan juga ingin punya banyak anak seperti kamu bro."
"Hahaha... Memang Siska mau hamil lagi nanti setelah melahirkan? Kayaknya dia gak mau deh."
"Ya harus maulah bro. Nanti aku akan membujuknya. Jadi jaraknya dari anakku nanti satu tahun sajalah. Sudah pantas kan ya punya adik?"
"Kamu ini yang benar saja! Bahkan anakmu belum lahir juga sudah memikirkan adiknya."
"Tidak apa-apa bro. Banyak anak banyak rezeki." Sambil tersenyum senang.
"Sudahlah aku mau ngopi dulu. Kamu mau ikut aku ke pantry tidak?"
"Tidak bro. Aku sedang mengurangi kopi sekarang."
"Kan di pantry tidak hanya ada kopi. Kalau kamu mau kan bisa bikin cokelat panas."
"Iya juga ya bro. Wah, sepertinya enak. Aku mau jadi ikut kamu ke pantry."
"Ya sudah ayo..."
Mereka lalu ke pantry bersama-sama.
Siang hari telah tiba kedua anaknya kini sudah pulang sekolah. Mereka sudah sampai di rumah.
"Anak-anak ayo ganti baju kalian. Kita akan ke tempat Papa bekerja. Kita makan siang bareng Papa yuk nak."
"Asyik..... Siap Mama." Keifano kegirangan dan lalu menuju kamarnya.
"Keisha... Ayo kita ganti baju. Mama mengajak kita makan siang sama Papa."
"Benarkah? Ayo Kak, kota segera ganti baju."
Karin lalu menuju ke kamar anaknya.
"Nak, Mama pilihkan ya bajunya."
__ADS_1
"Iya Mama."Jawabnya bersamaan.
Karin lalu memilihkan baju untuk anak-anaknya. Baby Key sedang tertidur di box bayinya jadi Karin bisa memanfaatkan waktu itu untuk mengurus si kembar. Karin menuju ke kamar Keisha terlebih dahulu.
"Sayang, ayo sini. Mama pakaikan bajunya."
Keisha mendekati Karin dan Karin mengganti baju seragam anaknya dengan baju pilihannya.
"Nah, anak Mama sudah cantik."
Keisha tersenyum senang. Kini giliran Keifano yang harus mengganti bajunya.
"Sayang, Mama ke kamar Kakak kamu dulu ya?"
"Ikut Mama."
"Ya sudah ayo nak."
Karin menggandeng Keisha ke kamar Keifano. Karin lalu memilihkan baju untuk putranya.
"Sini nak. Mama pakaikan bajunya..."
Keifano masih terdiam saja.
"Anak Mama kenapa? Kok diam saja."
"Keifano malu Mama."
"Malu?" Karin mengernyitkan dahinya. Anaknya masih kecil sudah tahu malu.
"Iya Mama. Keifano ganti baju sendiri saja."
"Baiklah. Tapi kesini dulu sayang..."
Keifano lalu mendekati Karin.
"Anak Mama ternyata sudah besar. Sudah punya rasa malu juga." Karin mengacak-acak rambut Keifano dengan gemas.
"Kata Bu guru harus mandiri mulai dari sekarang Mama. Tadi Bu guru bilang seperti itu."
"Ya sudah kamu ganti baju ya nak. Keisha dan Mama akan keluar kamar kamu."
Keifano menganggukkan kepalanya. Tak lama kemudian Keifano sudah berpakaian rapi dan keluar kamar.
"Iya nak ayo kita ke tempat Papa."
Karin sekarang sudah menggendong Baby Key. Mereka berempat di antar sopir ke rumah sakit. Setelah sampai ruangan suaminya. Kedua anaknya segera masuk ke ruangan Yudha. Untung saja Yudha sudah selesai memeriksa pasien dan sekarang jadwalnya makan siang.
"Papa........" Kedua anaknya berlarian.
"Anak-anak Papa sudah datang sama Mama dan Baby Key."
Yudha lalu berjongkok dan memeluk kedua putra dan putrinya dengan penuh kasih sayang. Karin tersenyum anak-anaknya senang bertemu dengan Papanya.
"Ayo sayang kita ke restorannya."
Tak lama kemudian Dokter Rio dan Dokter Siska datang ke ruangan Yudha.
"Wah, jadi kita akan bareng-bareng nih makan siangnya?"
"Iya dong Rio."
Karin bahagia akan makan bersama dengan sahabat suaminya.
"Sayang sebentar lagi kita akan punya anak yang lucu seperti Baby Key."
"Iya sayang." Jawab Siska singkat.
"Wah, Kak Siska sudah besar perutnya."
"Iya Karin, kandunganku sudah jalan 9 bulan 6 hari," Sambil mengusap perutnya yang sudah membesar.
"Kak Rio siap-siap ya, siapa tahu besok Kak Siska akan melahirkan."
"Masih 4 hari lagi Karin. Mana bisa besok?" Sambil mengernyitkan dahinya.
"Kamu lupa bro? Istriku melahirkan Baby Key saat kandungannya baru jalan 9 bulan lebih 7 hari tepat saat ulang tahun si kembar yang ke 3 tahun. Kamu datang kan waktu itu sama Siska, masa kamu tidak ingat?"
"Oh iya ya. Aku baru ingat," ucap Dokter Rio sambil menepuk jidatnya.
"Sayang, bisa jadi kemungkinan besok kamu akan melahirkan," ucap Dokter Rio kembali berbicara seperti itu dengan istrinya.
__ADS_1
"Sayang, tapi aku takut. Pasti akan sakit saat aku melahirkan nanti." Dokter Siska masih mengusap perutnya pelan dan merasakan tendangan anaknya dari dalam perutnya.
"Sayang ada aku yang akan selalu bersamamu. Kamu tidak usah takut ya?" Dokter Rio memegang perut istrinya dan mengusapnya pelan. Dokter Rio juga merasakan tendangan anaknya dari dalam perut istrinya.
Pandangan mereka lalu saling terkunci. Dokter Siska lalu mengangguk dan tersenyum. Dokter Rio bahagia bisa meyakinkan istrinya. Karin dan Yudha saling tersenyum. Mereka seperti diingatkan kembali kejadian setahun yang lalu saat Karin akan melahirkan Baby Key.
"Jenis kelamin anak kamu apa bro?" Tanya Yudha penasaran.
"Perempuan."
"Mau gak jadi besanku?" Sambil tersenyum.
"Boleh, tapi sama Keifano ya?"
"Sama Key saja. Keifano sudah ada yang punya." Jawab Yudha singkat.
"Siapa?" Tanyanya penasaran.
"Ya besanku yang satunya lagi. Alya Assyifa, Putrinya akan dijodohkan dengan putraku."
"Alya adik kelas kamu saat SD itu?"
"Iya......." Jawabnya singkat.
"Mas... Anak kita masih kecil kok sudah mau berbesanan. Apalagi anak Kak Siska masih dalam kandungan."
"Iya biar mereka nanti saat sudah dewasa saja." Jawab Dokter Siska setuju dengan ucapan Karin.
"Eh, sudah jam segini ayo kita makan siang saja. Keburu waktunya habis. Mengenai hal itu bisa dibicarakan nanti lagi," ucap Dokter Rio.
"Tenang saja. Ini rumah sakit milik Papaku. Tidak apa-apa nanti terlambat sedikit."
"Sayang jangan seperti itu." Karin memperingatkan suaminya.
"Sudah, ayo kita jalan saja sekarang."
Mereka lalu ke restoran yang dekat dengan rumah sakit tersebut. Mereka memesan ruangan VIP yang bebas asap rokok. Mereka berbincang-bincang setelah makan bersama. Dokter Siska merasakan perutnya sakit.
"Sayang... Perutku sakit sekali." Memengang perutnya.
Karin lalu melihat ke arah kaki Dokter Siska.
"Astaga... Kak Siska mau melahirkan sekarang Kak Rio. Lihatlah sudah pecah air ketubannya."
Rio membolakan matanya saat melihat air ketuban yang sudah mengalir dari kaki istrinya.
"Ayo sayang, kita ke rumah sakit sekarang."
Dokter Rio menggendong istrinya dan menaiki taksi karena tidak bisa menyetir sendiri dalam keadaan istrinya mau melahirkan. Dokter Rio nanti akan menyuruh sopir Papanya untuk mengambil mobilnya yang masih terparkir di restoran. Karin dan Yudha lalu menyusul mobilnya. Mereka sudah sampai di rumah sakit saat ini. Dokter Rio sudah menemani istrinya yang sedang berjuang untuk melahirkan anaknya di dalam ruangan. Setelah terdengar suara tangisan bayi, Yudha dan Karin lega akhirnya Dokter Siska sudah melahirkan anaknya. Sekarang Dokter Siska sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Dokter Siska bahagia bisa melahirkan anaknya dengan selamat.
"Anakmu cantik Rio." Yudha memandang anak dari sahabatnya yang baru saja lahir itu.
"Makanya kita jadi berbesanan kan bro?"
"Iya jadi dong....."
Karin dan Dokter Siska lalu saling melempar senyuman. Kedua suaminya itu ingin sekali berbesanan. Yudha lalu menggendong bayi yang baru saja lahir itu. Sedangkan Dokter Rio juga menggendong Baby Key. Kebahagiaannya kini sudah mereka dapatkan. Mempunyai istri yang cantik dan mereka kini sudah punya anak yang lucu-lucu.
...****************...
Oh iya nanti author masih akan ada bonus chapter di novel Perjuangan Cinta Dokter Yudha ❤️
Author sedang mengetik naskah untuk novel baru. Jadi kemungkinan seminggu baru up bonus chapternya. Author usahakan sebelum seminggu sudah up bonus chapternya.
Terima kasih buat para readers dan author" hebat yang selalu menjadi pembaca setia dan mendukung karyaku 🙂❤️
Jangan lupa tinggalkan gift and vote buat author ❤️
follow IG author : @Linaysofficial
terima kasih 😍
...****************...
Yang mau tahu kelanjutan cerita anaknya Rey dan Risa ada di novelku yang satunya.
Judulnya : Dijodohkan Dengan Cowok Manja
Langsung baca season 2 karena anak mereka sudah mulai dewasa 🙂
__ADS_1
Karya author baru masuk ke karya rekomendasi hari ini ❤️