Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
S2 - Akhir Yang Bahagia


__ADS_3

Karin sangat terkejut saat anaknya itu memberitahu bahwa menantunya juga melahirkan.


"Papa, cucu kita lahir lagi. Anisa melahirkan juga saat ini."


"Alhamdulillah," ucap Yudha, Keisha dan Ferdi.


"Mereka ada di rumah sakit mana?"


"Di rumah sakit ini juga."


"Alhamdulillah, sepertinya Papaku mendirikan sebuah rumah sakit ini ada gunanya juga. Dulu istri, sekarang anak dan menantuku yang melahirkan di rumah sakit ini."


"Sudahlah jangan banyak bicara, sekarang aku akan ke tempat di mana Anisa melahirkan."


Karin lalu menoleh.


"Nak, kamu di sini saja ya sayang. Kamu kan habis melahirkan."


"Iya Mama. Titip salam sama Anisa dan Keifano. Mungkin besok aku baru bisa menjenguk mereka."


"Iya nak. Mama keluar dulu sama Papa."


"Aku ikut sayang," uang melangkahkan kakinya mengejar istrinya.


Yudha menoleh dan tersenyum.


"Jaga putri dan cucuku ya nak. Om percaya padamu," ucap Yudha.


"Siap Om Yudha."


Sekarang tinggal Keisha dan Ferdi saja yang ada dalam ruangan tersebut. Baby Keira sudah tertidur pulas saat ini. Dia berada dalam boks bayi yang tak jauh dari ibunya.


Saat ini jadwalnya untuk makan. Ferdi menyuapi Keisha saat ini.


"Makasih Mas sudah menolong dan membantu aku," ucap Keisha sambil tersenyum.


"Sama-sama Keisha. Apa saja aku bisa lakukan untuk kamu. Asalkan itu membuat kamu bahagia."


Adrian mengepalkan tangannya saat Keisha tersenyum manis dengan pria lain.


"Ternyata kamu berselingkuh dariku," ucap seseorang yang tiba-tiba datang.


"Mas Adrian ......"


"Cih, ternyata kamu selama ini berselingkuh dengan pria ini. Aku juga bisa mendapatkan wanita yang lebih cantik darimu."


"Aku tidak berselingkuh. Cukup ya Mas kamu menuduh aku yang tidak-tidak! Kamu sendiri yang sudah berselingkuh dengan perempuan itu," tunjuk Keisha sambil menunjuk wanita yang bergelayut manja pada lengan kekar suaminya.


"Hoek ......"


Seketika wanita itu merasakan mual dan menutup hidungnya.


"Sayang, ayo kita pulang. Aku tidak bisa lama-lama di rumah sakit. Aku tidak tahan dengan baunya."


"Iya sayang, aku takut terjadi apa-apa dengan kandungan kamu."


Kata 'kandungan' membuat hati Keisha semakin berdesir dengan hebat. Sekarang dia sudah mantap untuk berpisah dari suaminya.


"Ternyata kalian sudah lama memiliki hubungan gelap," ucap Keisha.


"Aku dan dia sudah berpacaran setengah tahun. Sekarang aku istri sirinya. Dia menikahi aku seminggu yang lalu,"ucap wanita berambut bergelombang itu dengan tatapan penuh kemenangan.

__ADS_1


"Pantas saja kamu sudah berubah sejak lama Mas. Ternyata selama ini kamu punya selingkuhan dan bahkan sampai punya anak haram itu," ucap Keisha geleng-geleng kepala.


"Kamu jangan mengatakan anakku sebagai anak haram," geram wanita itu.


"Kalau bukan anak haram harusnya kamu hamil setelah menikah."


"Cukup Keisha!" bentak Adrian.


"Lebih baik kita berpisah," ucapnya kembali.


Saat itu juga Baby Keira menangis. Ferdi lalu menggendong dan menimang-nimang bayi cantik tersebut sampai Baby Keira tidak menangis lagi.


"Jangan-jangan itu anak kamu bersama pria ini?" tunjuk Adrian ke arah Ferdi.


"Jangan sembarangan berbicara! Dia memang bukan putriku tapi dia bisa merasakan mana pria yang baik mana yang tidak," ucapnya menyindir Adrian.


"Keisha, aku mantap bercerai darimu."


"Oke, aku juga setuju kita pisah. Kamu bukan Papa yang baik untuk anakku. Bahkan kamu datang untuk pamer istri baru, tidak menjengukku dan melihat Keira. Dasar laki-laki tidak memiliki perasaan!"


"Dasar istri tidak tahu diri," ucap Adrian kesal dan menampar Keisha.


"Pergi saja sana!" seru Keisha mengusir dua orang tamu tak diundang.


"Aku juga tidak tahan untuk berlama-lama di sini. Ayo sayang kita pulang," ucapnya sambil menggandeng tangan istri barunya.


"Aku juga sudah muak melihat kalian berdua. Sampai bertemu lagi di pengadilan," ucap Keisha.


Adrian pergi membawa istri barunya. Keisha tak kuasa menahan air matanya setelah suaminya pergi. Suaminya datang tidak menanyakan bagaimana anaknya dan justru menuduhnya berselingkuh. Bahkan melihat anaknya saja tidak.


Betapa terkejutnya saat mengetahui suaminya sudah menikahi wanita lain. Bahkan madunya itu sekarang sedang mengandung anak dari suaminya.


Ferdi menidurkan bayi cantik tersebut yang sudah tidak menangis lagi. Ferdi kemudian lalu menenangkan Keisha dengan menggenggam tangannya.


Ferdi mengangguk pelan. Saat ini Ferdi tahu apa yang dirasakan Keisha. Hati wanita mana yang tidak hancur saat suaminya membawa madunya yang sedang hamil.


"Kamu jangan bersedih Keisha. Aku akan selalu ada untukmu," lirihnya sambil mengusap puncak kepala Keisha pelan.


Tangis Keisha semakin pecah saat Ferdi berbicara seperti itu. Dia menyesal telah menolak pria sebaik Ferdi.


Sedangkan Karin dan Yudha sekarang sedang berada di ruang rawat Anisa. Mereka bahagia punya cucu baru lagi.


"Tinggal satu cucu kita yang belum lahir ya Ma," ucap Yudha.


"Iya Pa, 3 bulanan lagi kita akan punya cucu lagi."


Andin dan Key saling melempar senyuman. Mereka tak lama lagi akan menjadi orangtua.


...*****...


Di tempat lainnya ada seorang pemuda yang galau. Ia terus melihat foto yang ia dapatkan dari sahabatnya. Key memberikan foto adiknya agar sahabatnya itu tidak terlalu galau. Pemuda itu adalah Leon Rahardian, ia sudah beberapa bulan ini tidak bertemu dengan sang pujaan hatinya yang sedang pergi keluar negeri.


"Aku sangat merindukan kamu. Sifat dan tingkah laku kamu yang sedikit absurd itu yang membuat aku rindu padamu, Keyla ...," lirihnya.


Meskipun mereka bertemu dan sering beradu mulut tapi Leon suka dengan tingkah konyol Keyla. Key bisa bersama dengan Andin juga berkat ide Keyla.


"Jangan dipandang terus fotonya nak," ucap seseorang yang sudah berada disampingnya.


"Eh, Papa ....," lirihnya sambil tersenyum.


"Kejar gadis cantik itu sebelum dimiliki pria lain."

__ADS_1


"Papa, aku ingin menikahinya setelah dia pulang dari luar negeri."


"Anak Papa sudah dewasa ternyata. Kakak tiri kamu saja belum menikah sampai sekarang nak."


"Tidak apa-apa ya Pa kalau aku melangkahi Kak Arga?"


"Tidak apa-apa nak. Tapi kamu harus izin dulu sama Kakak kamu itu kalau akan menikah duluan."


"Baik Papa, nanti aku akan minta izin sama Kak Arga. Mungkin aku akan telepon saja nanti karena Kak Arga jarang pulang."


"Iya, Kakak tiri kamu itu bahkan sudah 3 tahun tidak pulang. Kalau pulang hanya 2 hari saja di rumah."


"Kak Arga pria yang sukses mengembangkan bisnis almarhum Papanya di Inggris."


Arga adalah anak dari Lisa dan almarhum suaminya. Lisa menikah lagi dengan suami barunya yang bernama Indra Rahardian. Mereka diberi kepercayaan satu anak yaitu Leon.


"Kamu pasti juga bisa nak. Percayalah, kamu akan menggantikan Papa sebentar lagi. Uhukk, uhukk ..."


"Eh? Papa tidak apa-apa?" tanyanya khawatir.


"Hanya batuk biasa nak. Kamu tidak perlu khawatir."


Pak Indra Rahardian tidak ingin membiarkan anaknya kepikiran tentang penyakitnya. Ia berusaha untuk menyembunyikan hal ini dengan anak dan istrinya.


"Papa ingin melihat kamu menikah nak."


Pak Indra takut jika umurnya tidak lama lagi.


"Doakan Keyla menerima aku ya Pa," ucapnya dengan senyuman.


"Pasti nak. Sepertinya dia gadis yang baik dan dari keluarga yang berada."


"Memang benar apa yang Papa katakan. Dia anak dari pemilik sebuah rumah sakit, perusahaan, butik dan restoran."


"Astaga kamu ingin menikah dengan anak konglomerat? Mereka tak sebanding dengan kita nak," ucapnya geleng-geleng kepala saat anaknya mencintai gadis cantik yang ada dalam foto tersebut.


Karena Keluarga Rahardian hanya punya satu perusahaan yang baru akhir-akhir ini berkembang pesat dan satu butik kecil milik istrinya.


"Aku mencintainya bukan karena harta, tapi karena hatinya. Keyla bisa menyatukan Key dengan Andin sampai mereka berakhir ke jenjang pernikahan."


"Oh jadi berkat gadis ini sahabat kamu itu menikah dengan Andin?" tanya Papa Indra tak percaya.


"Iya Papa. Meskipun sifat dan sikapnya sedikit absurd dan kadang bertingkah konyol tapi aku menyukai dia apa adanya."


"Papa setuju dengan gadis pilihan kamu nak."


Leon bahagia Papanya sudah setuju dengan pilihannya. Kalau Mamanya tidak perlu ditanya lagi sudah memberikan lampu hijau sejak dulu. Tinggal selangkah lagi dengan meminta izin kepada Kakaknya. Setelah meminta izin kepada Kakaknya, nanti Leon akan segera meminang sang pujaan hatinya.


...~ END ~...


Makasih banyak untuk para readers dan author yang setia membaca novelku. Komentar positif kalian selalu bikin aku semangat 😍🤗


Nantikan cerita baru Leon dan Keyla di novel baru yang insya'allah akan launching bulan Agustus. Nanti author update di sini untuk pengumuman kapan launching novel barunya.


Kalian bisa follow Instagram aku @Linaysofficial


Di sana aku sering update novel yang sudah aku up pada aplikasi mana.



Sebelum launching novel barunya yuk berikan dukungan untuk author dengan like, komentar, gift dan vote gratisnya 😍

__ADS_1



Menurut readers harus ada extra part atau engga nih? Yuk berikan komentar kalian, author tunggu ya 😁


__ADS_2