Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 96 - Saling Melepas Rindu


__ADS_3

Rey dan Risa kini sedang menunggu kedatangan Yudha di rumahnya. Setelah hampir dua puluh menit kemudian Yudha telah datang.


"Apakah Kak Yudha apa sudah siap untuk bertemu Karin?"


"Iya sudah, aku juga sangat rindu sama istriku Rey."


"Kalau begitu ayo kita berangkat bersama-sama."


Setelah itu mereka ke bandara naik jet pribadi milik Keluarga Wijaya. Setelah kurang lebih 8 jam akhirnya mereka sampai Bandara Incheon.


"Rey, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Karin."


"Kakak yang sabar dong. Sebentar lagi kita akan sampai kok."


"Iya Kak Yudha gak sabaran banget sih hahaha," ucap Risa tertawa terbahak-bahak.


"Sudah berbulan-bulan aku tidak ketemu dengan istriku dan wajar saja bila aku sangat merindukannya."


"Kak Yudha nanti kalau bertemu dengan Karin jangan terkejut ya?"


"Emangnya ada apa dengan Karin?" tanyanya penasaran.


"Intinya Kakak nanti sendiri akan tahu dan Kak Yudha nanti akan sangat bahagia setelah bertemu dengan Karin."


"Hmm... Kalian jangan bikin aku semakin penasaran."


Mereka kini sudah sampai di apartment tempat Karin tinggal selama beberapa bulan ini. Jantung Yudha berdegup dengan kencang saat akan bertemu dengan istrinya. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu. Yudha sangat rindu dengan Karin. Entah akhir-akhir ini Yudha begitu ingin bertemu dengan Karin. Entah perasaan apa dirinya ingin sekali bertemu dengan istrinya. Mungkin karena kerinduannya yang semakin mendalam.


Risa dan Rey memberitahu kepada Yudha agar bersembunyi terlebih dahulu. Nanti setelah Risa dan Rey sudah masuk ke apartment Rey akan memberitahu lewat pesan WhatsApp jika Yudha harus menekan bel pintunya. Yudha menuruti saran Rey dan Risa. Kini Yudha akan bersembunyi terlebih dahulu.


Rey dan Risa kini sudah menekan bel pintu. Karin yang sedang duduk di sofa pun langsung berdiri. Perlahan Karin berjalan menuju ke pintu. Setelah membuka pintunya Karin langsung mempersilakan masuk ke dalam apartment. Pintunya kembali tertutup. Risa langsung memeluk Karin setelah berada di apartment.


"Aku sangat kangen sekali dengan kamu Karin."

__ADS_1


"Iya aku juga sangat rindu dengan kamu Kak Risa."


"Eh iya bagaimana keadaan kedua ponakan aku?" ucapnya sambil memegang perut Karin.


"Mereka baik-baik saja kok. Mereka sudah sangat aktif dengan tendangan kecilnya."


Risa lalu mengelus perut Karin pelan.


"Hallo ponakan aku. Kalian sehat-sehat ya didalam sana. Cepat tumbuh besar ya sayang. Biar nanti bisa main sama Reno dan Revano."


"Iya Kak Risa, empat bulanan lagi mereka insya'allah akan lahir," ucapnya dengan senyuman.


"Wah mereka begitu aktif Karin," ucap Risa yang merasakan tendangan kecil calon keponakannya.


Risa dan Rey kini sudah duduk di sofa. Karin kini sudah menyuguhkan beberapa camilan dan minuman dingin. Risa lalu menceritakan semuanya tentang Yudha. Karin terkejut saat mendengar bahwa Yudha telah merobek surat gugatan perceraiannya. Berarti dirinya kini masih sah menjadi istrinya. Karin ada rasa bahagia saat mendengar kabar bahwa Yudha telah merobek surat itu. Berarti anaknya akan masih akan mempunyai Papa. Karena Karin tahunya Yudha akan bertunangan dengan gadis pilihan Mamanya dan katanya mereka akan segera menikah.


Risa juga bercerita bahwa Yudha jarang untuk makan karena selama ini memikirkan Karin dan mencarinya di Indonesia. Yudha sering tidak makan malam. Karin jadi kasihan kepada suaminya yang telah berbulan-bulan mencari dirinya.


Risa mengkode Rey agar bersiap merekam suaranya. Kini Rey langsung menekan tombol penekan suara melalui hpnya dan nanti rekaman itu akan diputar saat Yudha dan Karin sudah saling bertemu. Dengan adanya rekaman ini agar Yudha nanti tahu apa isi hati Karin sebenarnya.


"Aku ingin meminta maaf karena tidak memberitahu Kak Yudha bahwa aku sedang hamil kedua anaknya saat sudah sampai di Korea. Karena setahu aku Kak Yudha akan bertunangan dengan gadis pilihan Mamanya. Ternyata aku salah duga. Kak Yudha ternyata telah merobek surat itu dan mencariku selama ini."


"Iya Karin, Kak Yudha mencarimu dan sesuai yang kamu inginkan. Kita tidak memberitahu Kak Yudha dimana kamu berada."


"Aku sangat merindukan suamiku Kak Risa. Aku juga ingin bertemu dengannya. Kadang aku juga ingin seperti ibu hamil lainnya yang saat periksa kandungan ditemani oleh suami."


Risa tersenyum dan lalu mengkode Rey untuk mengirimkan pesan WhatsApp kepada Kak Yudha agar Kak Yudha segera menekan bel pintunya. Lima menit kemudian terdengar suara bel pintu apartment berbunyi. Karin mengernyitkan dahinya dan berpikir siapa lagi yang akan bertamu. Perlahan Karin beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke pintu. Tangan kirinya kini memegang perutnya yang sudah mulai membesar. Karin lalu membuka pintunya. Karin matanya terbelalak saat melihat suaminya kini sudah ada di depan mata.


"Mas Yudha... Mas kok bisa sampai kesini?" tanyanya heran.


Pandangan Yudha lalu beralih ke perut Karin yang sudah mulai terlihat membesar. Sampai sekarang Karin masih memegang perut dengan tangan kirinya. Yudha yakin bahwa saat ini Karin tengah mengandung anaknya. Karena sebelum Karin pergi mereka sempat memadu kasih.


"Sayang kamu....." Perkataannya terpotong dan kini matanya sudah mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


Karin mengangguk pelan dan lalu tersenyum.


"Iya Mas. Aku hamil anak kamu setelah sampai di Korea. Anak kita kembar lagi Mas."


Yudha terkejut sekaligus bahagia karena Karin bisa hamil lagi. Perkataan dokter yang waktu itu bicara bahwa kemungkinan Karin bisa hamil lagi hanya 20% pun sekarang semuanya sudah terjawab. Tidak ada yang bisa mengatur takdir selain Allah.


"Apa? Kita punya anak kembar lagi?" Kini matanya berbinar-binar.


"Iya Mas, mereka juga sudah mulai aktif menendang-nendang dalam perutku," ucap Karin sambil tersenyum.


"Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah." Yudha kini sudah bersujud syukur. Kini doanya telah terkabul setelah penantiannya selama satu tahun.


Kini Yudha sudah berdiri lagi dan memeluk istrinya. Karin lalu mempersilakan Yudha masuk ke dalam apartment.


"Sayang, aku sangat merindukanmu," ucapnya yang sudah berlinang air mata dan memeluk Karin kembali.


Mereka kini saling melepas rindu sesudah beberapa bulan tidak bertemu.


"Aku juga sangat merindukan kamu Mas." Kini Karin membalas pelukan suaminya.


Suaminya kini telah datang. Rasa rindunya yang berbulan-bulan kini telah terbayarkan dengan kedatangan suaminya.


"Sayang, kenapa kamu tidak memberitahu aku kalau kamu hamil?"


"Maaf Mas. Aku pikir Mas dan aku telah berpisah. Karena aku telah menandatangani surat perceraiannya. Lagian Mama kamu juga sudah punya wanita yang akan menggantikan diriku untuk menjadi istrimu."


"Tidak sayang. Aku telah merobek suratnya. Jadi kita masih sah menjadi suami istri. Aku tidak ingin berpisah darimu. Aku ingin kamu yang menjadi istriku selamanya. Kita akan bahagia dengan anak-anak kita sayang."


"Iya sayang. Tolong sekarang lepasin pelukannya. Ingat Mas, ada kedua anak kita dalam perutku. Nanti mereka tertekan di dalam."


"Astaga, aku sampai lupa sayang."


Risa dan Rey yang melihat kelakuan Yudha pun tertawa terpingkal-pingkal. Sedangkan Karin hanya tersenyum. Yudha langsung melepas pelukannya dan kini mengarahkan kepala sampai ke perut Karin. Yudha mengecup perut Karin dua kali dan lalu mengelusnya pelan. Kedua anaknya merespon dengan tendangan kecilnya. Yudha matanya sudah berkaca-kaca. Yudha bahagia kini kedua anaknya sudah bisa meresponnya. Yudha mengajak bicara kedua anaknya yang masih di dalam kandungan.

__ADS_1


Karin bahagia kini Yudha perhatian dengan kedua anaknya. Memang seharusnya kedua anaknya mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari Papanya. Karin bersyukur kini bisa bersama dengan suaminya. Karin akan memulai lembaran baru hidup bersama suami dan kedua anak-anaknya. Mereka akan selalu bersama dan tak akan terpisahkan lagi.


__ADS_2