
Yudha melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, di tengah jalan ia melihat ada toko bunga. Yudha lalu terbayang betapa bahagianya waktu Karin diberi sebuket bunga saat mereka akan dinner romantis malam itu. Yudha lalu membelokkan mobilnya mampir ke toko bunga tersebut. Yudha memberikan uang seratus lima puluh ribu untuk membeli sebuket bunga mawar merah. Yudha masih teringat senyuman Karin di malam itu.
"Wajahmu yang cemberut, sebentar lagi akan bahagia kembali sayang." batin Yudha saat menerima sebuket bunganya telah jadi di rangkai oleh penjual bunga.
Yudha lalu kembali melajukan mobilnya menuju ke restoran. Yudha tersenyum saat sudah sampai di restoran. Ia melangkahkan kakinya dengan santai aura bahagianya terpancar saat melihat wanita pujaannya duduk manis dan tersenyum saat melihat Yudha telah datang.
"Sayang, maafkan aku terlambat. Sebagai permintaan maafku, aku ada sesuatu buat kamu." Yudha lalu memberikan sebuket bunga mawar merah yang masih segar yang dari tadi Yudha sembunyikan di balik badannya.
"Terima kasih sayang," ucap Karin sambil tersenyum sambil menerima sebuket bunga mawar dan mencium bunga tersebut yang masih segar.
Risa membolakan matanya saat melihat perlakuan Yudha benar-benar begitu romantis terhadap Karin.
"Hmm..... Karin enak sekali punya calon suami yang umurnya lebih dewasa dan begitu romantis. Tidak seperti Rey, suami berondongku yang bisanya cuma bikin kesal saja." batin Risa sambil mengaduk-aduk sedotan di minumannya.
"Kalian sangat romantis sekali."
"Hehe iya Kak Risa sudah dua kali ini Kak Yudha memberiku sebuket bunga mawar. Sebelumnya aku pernah diberikan saat mau dinner romantis dengannya."
Risa juga pernah dinner romantis dengan Rey menurutnya sudah sangat romantis. Tapi semenjak tadi melihat perlakuan Yudha terhadap Karin sepertinya lebih manis perlakuan Yudha ke Karin dari pada Rey kepadanya.
"Cepat halalin Karin dong Kak Yudha."
"Siap Risa... Setelah aku bertunangan dengan Karin, aku akan berusaha untuk meminta restu kepada kedua orang tuanya untuk segera menikahinya."
Karin hanya melongo mendengar ucapan Yudha dengan Risa.
"Yudha saja telat datang bawa sebuket bunga mawar merah buat Karin. Kira-kira Rey bawa apa ya? Kalau sampai Rey tidak bawa apa-apa kan malu didepan Karin dan Yudha. Secara aku dan Rey sudah menikah, masa iya kalah romantis dengan pasangan yang bahkan baru akan bertunangan." batin Risa yang berharap Rey membawakan sesuatu untuknya.
Tak lama kemudian Rey datang. Seketika senyuman Risa berubah menjadi cemberut saat Rey tidak membawa bunga seperti yang Yudha berikan kepada Karin.
__ADS_1
"Maaf sayang aku terlambat datang. Aku baru saja meeting dengan klien."
Sebenarnya meeting di kantor Rey belum selesai, namun karena Papi Aldi tahu bahwa anaknya ada janji dengan Risa. Papi Aldi membolehkan anaknya untuk meninggalkan ruang meeting dan menjadikan asisten Rey untuk menggantikannya.
"Hmm.................." ucapnya sambil cemberut.
Rey lalu melihat Karin yang begitu bahagia mendapatkan sebuket bunga mawar dari Yudha. Rey pun langsung paham bahwa Risa juga ingin Rey bersikap romantis kepadanya.
"Aku tidak mau kalah bersikap romantis di depan mereka." batin Rey saat menemukan ide briliannya.
"Sayang, mungkin aku tak bisa seromantis sikap Kak Yudha ke Karin saat ini. Tapi percayalah ada yang gak bisa Kak Yudha lakukan saat ini dan Kak Yudha kasih sekarang ke Karin. Hanyalah aku saja yang bisa memberikannya untukmu."
Risa mengernyitkan dahinya. Risa masih bingung dengan perkataan Rey barusan.
"Apa maksud dari perkataan kamu tadi Rey?" tanyanya bingung.
"Aku bisa berikan hal yang lebih romantis dari Kak Yudha kepadamu sayang."
Risa melongo melihat sikap Rey yang menciumnya di depan umum, apalagi di depan Karin dan Kak Yudha. Yudha dan Karin tak kalah terkejutnya melihat perlakuan Rey ke Risa. Karin lalu menutup matanya dengan kedua tangannya. Sedangkan Yudha memalingkan wajahnya kelain arah agar tidak melihat pemandangan nyata di depan matanya itu. Memang benar sih sikap Rey saat ini yang tidak bisa Yudha berikan kepada Karin. Karena selama ini Yudha hanya berani untuk menggandeng tangan Karin saja. Yudha ingin melakukan hal itu nanti kalau sudah sah menikah dengan Karin. Yudha ingin merasakan betapa indahnya pacaran setelah menikah.
"Ah, Rey kenapa harus bersikap seperti itu sih di depanku. Tunggu nanti kalau aku sudah sah dengan Karin Rey. Aku juga bisa bersikap lebih mesra nantinya." batin Yudha kesal, karena ia tidak bisa berperilaku seperti itu dengan Karin sekarang ini.
"Kak Rey gak tahu tempat saja. Kenapa mesti dipamerkan ke aku sih. Memang benar mereka sudah menikah, tapi mataku secara tidak sengaja sudah ternodai dengan perlakuan Kak Rey terhadap Kak Risa." batin Karin.
Risa lalu memberikan kode kedipan agar Rey segera menyudahi aksinya. Rey lalu tersenyum senang setelah Risa memberikan kode untuknya, pertanda pamer kemesraannya sudah cukup sampai disitu.
"Gimana sayang aku tidak kalah romantis kan dengan Kak Yudha?"
"Hmm iya sayangku," ucapnya singkat sambil tersenyum agar Rey tidak berperilaku yang aneh lagi di depan Karin dan Kak Yudha.
__ADS_1
Rey tersenyum senang mendengar ucapan Risa. Risa saat ini malu dan jadi canggung setelah Rey bersikap seperti itu kepadanya. Sedangkan Yudha hanya menepuk jidatnya saja setelah mendengar perkataan Rey.
"Sayang, kita juga bisa melakukannya nanti setelah kita sah." bisik Yudha di telinga Karin.
Karin seketika membolakan matanya saat Yudha berkata seperti itu.
"Ehm... Sayang pasti kamu sudah lapar? Kamu mau makan apa?" ucap Risa mengalihkan pembicaraannya dengan memberikan buku menu makanan kepada Rey.
"Ah iya aku jadi tidak ingat tadi kalau aku sudah sangat lapar sekali. Karena bibirmu sangat manis sih sayang, kan jadi bikin aku lupa segalanya," ucap Rey yang sengaja memanas-manasi Yudha sambil membolak-balikkan buku menu tersebut.
Rey tidak mau kalah romantis dengan Karin dan Yudha. Karena Rey merasa sudah sah, jadi bisa melakukan apa saja dengan istrinya. Risa lalu mencubit perut Rey karena sudah berbicara keterlaluan menurutnya.
"Auwww...... Sakit sayang kenapa kamu mencubitku."
"Karena bicaramu tidak bisa di rem."
"Kan aku bukan mobil sayangku. Jadi mana bisa aku rem ucapanku," ucap Rey sambil mengecup pipi kanan Risa dengan cepat.
Risa menatap tajam ke arah Rey. Rey pun akhirnya sudah puas untuk pamer bermesraan di depan Karin dan Yudha. Rey lalu menyebutkan pesanannya di samping pelayan restoran.
"Aku sudah pesan makanan dan minumannya. Tinggal Kak Yudha nih yang belum pesan," ucap Rey sambil memberikan buku menu ke Kak Yudha.
Yudha langsung memesan makanan dan minumannya. Sang pelayan sudah mencatat semua pesanannya.
"Tenang saja Kak Yudha. Kali ini aku yang bayar semuanya. Karena aku sedang berbahagia hari ini."
"Baiklah," ucap Yudha sambil mengangguk pelan.
"Iya kamu membayar semuanya karena kamu sudah membuatku iri Rey. Hmm sabar Yudha... Kalau Karin sudah sah menjadi istriku aku juga bebas untuk melakukan apapun dengannya." batin Yudha tersenyum senang.
__ADS_1
Yudha sudah tidak sabar untuk segera menghalalkan Karin setelah melihat aksi perlakuan Rey terhadap Risa tadi di depan matanya.