Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
S2 - Nasi Goreng Spesial


__ADS_3

Karena banyak yang ingin lanjut ceritanya disini. Maka author putuskan untuk terus lanjut season 2 disini.


Happy Reading πŸ™‚ Jangan lupa tinggalkan likeπŸ‘


Hari ini hari minggu, anak-anak Yudha masih tertidur pulas. Meskipun mereka masih kecil tapi Karin dan Yudha mendidik anak-anaknya dengan baik. Mereka selalu membangunkan anak-anaknya untuk sholat subuh berjamaah. Anak-anaknya pun menurut kemauan Papa dan Mamanya. Yudha dan Karin membolehkan anaknya untuk tidur lagi setelah sholat subuh. Mereka sekarang sudah tidur di kamarnya masing-masing. Karin juga matanya masih ngantuk karena Baby Key rewel semalaman. Jadi Karin kurang tidur.


"Sayang, tidurlah. Kamu sepertinya masih ngantuk," ucap Yudha membenarkan rambut panjang istrinya yang menutupi wajah cantiknya.


"Iya Mas. Aku masih ngantuk sekali. Semalam kurang tidur, anak kita kan rewel semalaman."


"Iya sayang. Alhamdulilah pagi ini Baby Key tidak rewel lagi," ucap Yudha.


"Iya kan barusan diganti popoknya Mas dan juga sudah kenyang karena minum asi. Sekarang anak kita sudah tertidur pulas." Karin melihat Baby Key tertidur dengan pulas di box bayi tersebut.


"Aku tidur sebentar ya Mas. Nanti bangunin aku ya Mas. Aku mau bikin sarapan untuk kita dan juga anak-anak."


Bibinya sedang izin cuti pulang kampung karena anaknya menikah. Tadinya Bibi izin 5 hari untuk pulang kampung. Tapi Yudha dan Karin memberikan waktu 7 hari agar Bibi bisa lebih lama bertemu dengan keluarganya.


"Iya sayang. Ya sudah kamu tidur lagi saja. Aku mau ke ruang olahraga. Aku nge-gym dulu ya?"


"Iya Mas." Karin lalu merebahkan tubuhnya ke ranjang berukuran king size tersebut dan memejamkan matanya.


Yudha lalu menyelimuti Karin sampai ke perutnya.


"Tidurlah yang nyenyak sayang." Setelah itu Yudha mengecup kening istrinya dan lalu pergi ke ruang olahraga.


Yudha rajin berolahraga sehingga badannya bagus. Selain mendapatkan manfaat badannya sehat. Yudha sering berolahraga karena agar istrinya tidak akan berpaling ke laki-laki lainnya. Entahlah Yudha sangat tidak suka jika istrinya berbicara dengan laki-laki lain. Apalagi Vino, sahabatnya yang dulu menyatakan cinta dengan Karin. Yudha masih kesal dulu Vino pernah mengecup punggung tangan istrinya dengan mesra sehingga menyebabkan salah paham waktu itu. Rasa cemburunya Yudha terlalu berlebihan. Padahal Karin cuma biasa saja dengan Vino dan tidak mempunyai perasaan apapun. Tapi Yudha masih tetap saja cemburu kalau ada Vino. Apalagi Vino juga belum menikah sampai sekarang. Yudha hanya takut istrinya akan berpindah ke lain hati.


Setelah dirasa cukup berolahraga Yudha lalu berjemur sebentar dan kemudian berenang. Yudha sudah merasakan perutnya lapar sekarang. Yudha lalu melihat ke arah jendela kamarnya dan masih tertutup itu artinya istrinya belum bangun.


"Kasihan istriku, semalam kurang tidur. Biar aku saja yang memasak hari ini. Bentar lagi tiba waktunya untuk sarapan."


Yudha lalu mandi dan setelah memakai baju dirinya langsung menuju ke dapur. Yudha ingin membuat nasi goreng spesial seperti saat istrinya sedang ngidam si kembar dulu. Yudha dengan segera memotong sayuran, mengiris sosis, bakso, bawang merah dan tak lupa menghaluskan cabai merah sedikit dan bawang sebagai bumbunya. Yudha membuat nasi gorengnya kurang lebih membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit lamanya.


"Akhirnya jadi juga semua bumbunya sudah siap dan tinggal di goreng deh."


Yudha juga penasaran dengan nasi goreng buatannya. Dulu Karin sewaktu ngidam makan nasi gorengnya sangat lahap. Maka dari itu Yudha juga ingin mencoba memakan masakannya sendiri kali ini bersama istri dan kedua anaknya. Yudha mulai menyalakan kompornya dengan api sedang.


Karin kini sudah selesai mandi dan melihat ke arah jam dinding. Untung saja Baby Key masih tertidur pulas.


"Astagfirullah sudah jam tujuh pagi. Ini sudah waktunya aku memasak sarapan pagi untuk suamiku dan kedua anakku."


Karin dengan cepat menuruni tangga dan berjalan ke dapur. Karin melihat suaminya sedang membikin sesuatu. Karin lalu mau iseng dengan suaminya. Karin ingin melakukan hal yang suaminya pernah lakukan saat mereka tinggal di Korea. Karin berjalan mengendap-endap agar suaminya tidak tahu kalau dia sudah dibelakangnya. Dengan cepat Karin memeluk suaminya dari belakang.


"Sayang, kamu sedang masak apa?" Tanya Karin.


"Aku sedang membuat nasi goreng spesial sayang. Dulu aku belum pernah mencicipi nasi goreng buatan ku sendiri saat kamu ngidam."


Karin lalu melepaskan pelukannya.


"Hehehe waktu itu kedua anak kita sangat lapar Mas. Jadi aku menghabiskan semua nasi gorengnya."


"Tidak apa-apa sayang. Ini aku bikin lagi nasi goreng yang seperti waktu itu. Aku pastikan rasanya akan masih sama seperti waktu itu."


"Aku sudah tidak sabar untuk mencicipi masakan buatan kamu lagi Mas."


"Iya sayang, aku juga sudah tidak sabar untuk menyantap masakan aku sendiri," ucapnya terkekeh.


"Ya sudah Mas. Biar aku saja yang menata nasi gorengnya di ruang makan. Mas duduk saja di meja makan. Habis ini aku mau panggil anak-anak."


" Eh sayang biar aku saja yang panggil anak-anak ya?"


"Ya sudah sayang. Aku tunggu di meja makan ya."


Yudha mengangguk dan lalu menuju ke kamar si kembar. Yudha membangunkan Keisha dulu yang kalau sedang tidur susah untuk dibangunkan.


"Keisha bangun nak."

__ADS_1


"Papa, Keisha masih ngantuk."


Yudha terkekeh sikap putrinya menurun dari Karin.


"Papa masak spesial hari ini sayang. Putri kesayangan Papa bangun dong nak, cobain masakan Papa."


Keisha lalu duduk dan mengucek matanya.


"Beneran Papa yang masak?"


"Iya putri Papa yang cantik. Tadi Mama masih tertidur pulas. Karena semalam adik kamu rewel. Mama jadi kurang tidur nak."


"Ya udah Papa. Keisha ke kamar mandi dulu."


"Iya nak. Papa tunggu di kamar Kakakmu ya?"


"Iya Papa."


Keisha lalu mencuci muka sedangkan Yudha ke kamar putranya.


"Eh putra Papa sudah bangun."


"Iya Papa."


"Sarapan dulu yuk nak. Papa yang masak loh hari ini."


"Wah beneran Papa?"


"Iya dong sayang. Ayo kita turun, Mama sudah nungguin kita di bawah."


"Iya Papa. Tapi gendong ya?"


"Iya nak..."


Keifano minta gendong Yudha. Keisha sudah menunggunya di depan kamar Kakaknya.


"Papa, Keisha juga mau di gendong..." Rengeknya meminta gendong juga seperti Keifano.


Yudha akan menggendong kedua anaknya.


"Kalian pegangan yang kuat ya nak."


"Siap Papa."


Keifano di gendong disebelah kanan. Sedangkan Keisha di gendong disebelah kiri.


"Repot juga punya anak kembar. Yang satu minta gendong satunya juga ingin digendong." Batin Yudha.


Yudha menuruni tangga dengan hati-hati. Karin melongo melihat suaminya menggendong kedua anaknya sekaligus. Sekarang Yudha sudah sampai di ruang makan. Keifano dan Keisha lalu turun dari gendongannya dan sekarang sudah duduk di kursinya masing-masing.


"Astaga Mas. Kalau mereka terjatuh bagaimana?"


"Tidak akan sayang. Aku kuat kok gendong mereka. Kamu tahu sendiri kan suamimu ini sering nge-gym."


Belum sempat Karin berbicara lalu Keifano sudah bersuara.


"Mama ayo kita makan nasi goreng buatan Papa. Keifano sudah lapar."


"Keisha juga sudah lapar Mama." Sahutnya.


"Iya nak. Ini Mama sedang mengambilkan nasi gorengnya untuk kalian."


Karin lalu meletakkan nasi goreng buatan suaminya itu ke piring. Karin menyerahkan nasi gorengnya ke suaminya, kemudian ke Keifano dan Keisha. Karena sudah lapar anak-anaknya lalu memakan nasi gorengnya. Yudha bahagia anak-anaknya lahap memakan nasi gorengnya.


"Papa nasi gorengnya enak," ucap Keisha.


"Iya Papa pintar masaknya," ucap Keifano sambil memperlihatkan jempolnya.

__ADS_1


"Makanlah yang banyak nak. Masih banyak nasi gorengnya."


Keifano dan Keisha mengangguk dan lalu melanjutkan makannya.


"Sayang, ayo kita sarapan bersama." Ajaknya karena Yudha juga sudah lapar.


"Iya Mas."


Karin lalu memasukkan nasi goreng ke dalam mulutnya. Karin melotot setelah memakan satu sendok nasi gorengnya.


"Uhukk....... Uhukk........." Karin tersedak.


"Sayang, makannya hati-hati." Sambil menyodorkan air putih.


Karin lalu meneguk air putih tersebut hingga sampai setengah gelas.


"Mas, kenapa rasa nasi gorengnya asin banget sih?"


"Masa sih sayang? Aku bikin bumbunya sama persis sewaktu kamu hamil si kembar."


"Coba kamu rasain nasi gorengnya Mas. Kalau menurut aku sih keasinan."


Yudha lalu mencoba nasi goreng buatannya dan memang benar nasi gorengnya keasinan.


"Iya benar sayang asin. Tapi dulu kok kamu suka bahkan sampai porsiku kamu makan?" Yudha terheran-heran.


"Dulu kan aku sedang hamil si kembar Mas."


"Mama, aku mau nasi gorengnya lagi." Keifano menyodorkan piringnya.


"Aku juga mau tambah lagi Mama..." Keisha juga menyodorkan piringnya.


Yudha melongo saat ini. Ternyata kedua anaknya suka dengan nasi goreng buatannya. Karin lalu mengambilkan nasi gorengnya untuk kedua anaknya yang minta tambah.


"Sayang kok kamu jadi tidak mau memakan nasi gorengnya."


"Mas bukannya aku tidak mau. Tapi nasi gorengnya terlalu asin menurutku. Sekarang lidahku sudah normal lagi karena aku sedang tidak hamil. Sekarang sudah terbukti kan Mas kalau saat aku hamil dulu yang menginginkan nasi gorengnya adalah kedua anak kita?"


"Iya sayang... Mereka begitu lahap memakan nasi goreng buatan aku seperti dulu saat kamu sedang hamil lahap sekali makannya."


"Mas, aku mau campur dengan nasi putih biar tidak terlalu asin. Kamu mau juga atau aku buatin sarapan yang lainnya?"


"Iya sayang aku juga mau nasi gorengnya di campur dengan nasi putih."


Karin lalu menambahkan nasi putih ke piring suaminya. Yudha lalu mencampur nasi goreng tersebut.


"Sekarang sudah tidak terlalu asin kan sayang hehehe," ucapnya sambil terkekeh.


"Iya Mas sudah tidak terlalu asin..." Jawabnya sambil tersenyum dan lalu mulai makan.


"Enaknya nasi goreng buatan Papa..." Keifano bersender di kursi makan karena kekenyangan.


"Besok-besok Papa yang masak nasi gorengnya ya?" ucap Keisha.


"Iya nak. Tapi kalian bilang dulu ya jika mau dibuatin nasi goreng buatan Papa."


"Siap Papa." Jawabnya bersamaan.


Yudha dan Karin saling melempar senyuman. Yudha baru tahu sekarang jika memang lidah Karin sudah kembali normal lagi dan memang dulu kedua anaknya yang ingin memakan nasi goreng buatannya saat masih di dalam kandungan istrinya.


Jangan lupa tinggalkan like πŸ‘ rate 5 🌟 and biar author tambah semangat πŸ†™


tambahkan ke favorit biar saat πŸ†™ ada pemberitahuannya πŸ™‚


Jangan lupa berikan hadiah dan vote. Terima kasih ❀️


__ADS_1


Baca juga karya terbaru author, terima kasih πŸ’™



__ADS_2