Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 110 - Selalu Bersamamu


__ADS_3

Mereka kini sudah selesai makan bersama. Mama Sabrina akan ikut ke rumah baru Yudha. Sekitar setengah jam kemudian mereka akhirnya sampai di rumah.


"Wah, rumah kalian besar dan mewah nak." Saat melihat rumah Yudha yang baru.


"Iya Mama anakku kan tiga jadi memerlukan rumah yang cukup besar. Karena mereka akan menempati kamarnya sendiri-sendiri nantinya. Ini rumah aku beli dari hasil kerja kerasku selama di Korea Mama dan juga yang hasil penjualan rumah yang lama." Timpal Yudha dengan senyuman.


"Wah, kamu hebat nak. Mama bahagia memiliki anak seperti kamu nak"


Yudha hanya tersenyum. Karin sedang ke dapur membuatkan dua cangkir teh jahe, satu untuk suaminya dan satunya lagi untuk Mama Sabrina.


"Menantu Mama juga hebat. Karin sekarang sudah punya 2 butik," ucap Yudha.


"Benarkah nak? Nama butiknya apa?" Tanyanya penasaran.


"Kays Boutique Mama." Jawab Karin sambil meletakkan dua cangkir teh jahenya ke meja.


Nama butiknya menjadi viral karena desain rancangannya bagus.


Karin menamakan butiknya Kays karena itu nama singkatan dari Karina Alexander dan Yudha Sanjaya. Saat Karin masih SMA dulu Yudha menyingkat nama itu di akhir pesan WhatsApp dengan tulisan 'KAYS ❤️'. Dulu Yudha bucin sekali saat bisa mendapatkan Karin dibanding Dion yang usianya jauh lebih muda darinya. Karin lebih memilih Yudha dibandingkan Dion. Maka dari itu Yudha terlalu bucin dengan Karin.


"Itu kan butik yang lagi ramai dibincangkan oleh karyawannku. Jadi butik milik menantuku yang membuat butikku sepi. Menantuku benar-benar hebat bisa menguasai pangsa pasar." Batin Mama Sabrina bangga.


"Silakan diminum Mama mumpung hangat."


Meskipun ada Bibi namun Karin tetap membuatkan teh jahe untuk suaminya dan mertuanya.


"Terima kasih nak." Langsung menyeruput teh jahenya.


"Mas, diminum dulu tehnya," ucapnya sambil menyerahkan secangkir teh jahe tersebut.


Mama Sabrina lalu meletakkan cangkirnya ke meja.


"Mama bangga sama kamu nak. Kamu hebat, rancangan desain kamu banyak yang suka. Karyawan Mama lagi pada ngomongin butik milik kamu."


"Biasa saja kok Ma," ucapnya dengan senyuman.


"Kamu memang anak yang baik nak. Selalu rendah hati. Mama bangga punya menantu seperti kamu."


Setelah berbincang-bincang lumayan cukup lama akhirnya Mama Sabrina akan pulang ke rumah. Karena suaminya akan pulang. Mama Sabrina berniat ingin mengajak suaminya ke rumah Yudha nanti.


"Mama, pulang dulu ya nak. Insya'allah nanti Mama ajak Papa kamu kesini."


"Iya Mama. Mama hati-hati ya."

__ADS_1


"Jaga menantu dan cucu Mama ya nak." Memberikan pesan kepada putra semata wayangnya.


"Pasti Mama," ucap Yudha dengan senyuman.


Mama Sabrina lalu mendekati menantunya.


"Nak, Mama pulang dulu ya. Kamu jaga kandungan kamu ya nak." Mama Sabrina memeluk menantunya sebentar.


"Iya Mama."


"Sehat-sehat ya cucuku," ucapnya sambil mengelus perut Karin sebentar.


Karin bahagia kini Mama Sabrina telah berubah. Mama Sabrina ingin pamit dengan kedua cucunya. Namun cucunya sedang tidur di kamar. Akhirnya Mama Sabrina pulang diantar sopirnya Karin. Mereka lalu melambaikan tangan saat Mama Sabrina mau masuk ke mobil. Setelah Mama Sabrina masuk ke dalam mobil dan meninggalkan halaman rumahnya Karin dan Yudha masuk ke dalam rumah.


"Makasih ya sayang kamu telah memaafkan Mama."


"Sudah selayaknya sebagai manusia harus saling memaafkan sayang."


"Kamu memang istriku yang hebat, aku bahagia memilikimu sayang. Kamu wanita tercantik yang pernah aku temui."


"Mas gombal deh!"


"Beneran sayang. Hanya kamu yang bisa mengobrak-abrik hatiku."


"Kalau saja anak kita tidak keguguran waktu itu mungkin kita akan punya 6 anak sayang."


"Iya Mas. Sudahlah jangan membicarakan masa lalu lagi. Aku jadi sedih mengingatnya."


"Maaf ya sayang. Aku jadi membuatmu sedih."


"Tidak apa-apa Mas."


"Tapi aku bahagia sayang, kita kehilangan 3 anak dan kita diberikan 3 anak juga oleh Allah."


"Iya Mas. Allah sangat baik sama kita. Aku ke kamar dulu ya. Mau lihat anak-anak terbangun dari tidurnya atau tidak."


"Iya sayang."


Karin lalu melangkahkan kakinya ke kamar. Mengecek si kembar terbangun atau tidak dari tidurnya. Ternyata si kembar masih tertidur dengan. nyenyak. Karin lalu berjalan menuju ke kamarnya. Karena sudah sore Yudha lalu mau mandi. Yudha lalu melangkahkan kakinya ke kamarnya.


Yudha melihat Karin di kamar sambil melihat layar hpnya. Karena penasaran Yudha berjalan pelan-pelan dan mau melihat apa yang Karin lihat di hpnya. Ternyata Karin sedang melihat fotonya saat masih gadis baru dan itu foto Yudha yakin saat Karin masih bersekolah di Korea dulu. Yudha lalu merasa bersalah merasa merebut kebahagiaan Karin belum waktunya. Yudha lalu menghampiri Karin dan menggenggam tangannya.


"Sayang maafkan aku."

__ADS_1


Karin mengernyitkan keningnya. Suaminya tiba-tiba meminta maaf. Karin lalu meletakkan hpnya.


"Maaf? Maaf karena apa sayang?" Karin bingung Yudha punya kesalahan apa kepadanya.


"Aku tahu dulu kamu bilang setelah lulus SMA ingin kuliah dulu dan bekerja, baru kita akan menikah. Namun nyatanya kita menikah setelah kamu lulus SMA. Maafkan aku sayang, aku telah egois karena Mama dan Papa ingin aku segera menikah dan..." Belum meneruskan perkataannya Karin lalu menempelkan jari telunjuknya ke bibir Yudha.


"Sssttt.........."


"Mas jangan meminta maaf. Jangan merasa bersalah Mas. Kita tidak bisa merubah takdir. Sudah menjadi jalannya aku menikah muda denganmu Mas."


"Aku juga bahagia Mas karena aku menikah muda sesaat sudah lulus kuliah aku sudah punya dua butik dan dua anak bahkan mau tiga," ucapnya sambil mengelus perutnya.


"Sayang, jadi kamu tidak menyesal menikah muda?"


"Tidak Mas. Justru aku sekarang bahagia menjadi Mama muda. Nanti jadi kalau anakku sudah dewasa aku masih terlihat muda," ucapnya terkekeh.


"Aku tadinya mengira kamu menyesal sayang menikah muda. Karena aku tadi melihat fotomu."


"Oh foto ini maksudnya Mas?" Sambil memperlihatkan layar hpnya.


"Iya sayang."


"Aku hanya bernostalgia masa mudaku Mas saat masih di Korea. Aku bahagia bisa sekolah di sekolahan favorit di sana. Ya meskipun pindah saat naik ke kelas XII karena Nenek dan Kakek ingin menjodohkan aku waktu itu dengan Dion."


"Eh iya. Ngomong-ngomong soal Dion. Kita udah lama tidak bertemu dengan mereka. Apa kabarnya Dion sama Alya dan juga si kembar Anisa dan Andika."


"Iya juga ya Mas. Semenjak pulang dari Korea kita belum ketemu dengan mereka."


"Kita ke rumahnya yuk sayang," ucap Yudha.


"Gini saja Mas. Kita undang mereka makan malam saja bagaimana?"


"Aku sedang malas berpergian lagi Mas. Karena tadi kita sudah pergi ke mall. Apalagi tadi Keifano sempat hilang jadi aku capek muter-muter mencarinya."


"Ah, iya sayang aku sampai lupa. Kamu kan lagi hamil jadi harus banyak-banyak beristirahat."


"Iya Mas..."


"Sayang, aku sudah tidak sabar ingin menunggunya lahir." Sambil mengusap-usap perut Karin.


"Iya Mas. Tapi aku takut." Masih terbayang rasa sakitnya saat melahirkan si kembar.


"Sayang, kamu gak usah takut. Kamu melahirkan si kembar saja bisa. Pasti kamu juga akan melahirkan anak kita dengan lancar. Ada aku yang akan selalu bersamamu sayang. Jadi kamu tidak usah khawatir sayang."

__ADS_1


Karin mengangguk pelan dan Yudha lalu memeluknya agar Karin tidak takut lagi. Karin bahagia Yudha selalu ada untuknya. Yudha ayah yang baik untuk anak-anaknya. Karin jadi bahagia bisa menikah dengan Yudha meskipun jarak umur mereka selisih 7 tahun. Karena cinta tak memandang usia. Mereka akhirnya bisa naik ke pelaminan dan sekarang sudah memiliki 2 anak Keifano dan Keisha yang lucu-lucu, belum lagi ada si kecil yang masih dalam kandungan Karin.


__ADS_2