
Keifano sudah berangkat ke rumah sakit. Sekarang tinggal Anisa dan Key yang akan berangkat ke kampus. Meskipun mereka satu kampus dengan status Dosen dan Mahasiswa namun Anisa dan Key tidak pernah bareng dalam satu mobil. Mereka lebih memilih untuk menaiki mobilnya masing-masing. Alasan Anisa tidak mau bareng dengan Key adalah karena ingin menjaga perasaan suaminya. Lagian juga Anisa kadang sering mampir ke toko kuenya dan ke rumahnya setelah mengajar. Padahal alasan utama Anisa tidak ingin bareng dengan Key yang sebenarnya adalah karena tidak ingin Keifano berpikiran macam-macam. Bagaimanapun juga Key adalah seorang laki-laki dan misalnya jika terus-terusan Anisa bareng-bareng sama Key ke kampus yang Anisa takutkan ada perasaan di antara mereka dan Anisa tidak mau hal itu terjadi. Pagi ini secara tidak sengaja ban mobilnya Anisa kempes.
"Duh, kenapa kempes segala sih?" ucapnya sambil melihat ke arah ban mobilnya.
"Kenapa Kak?"
"Ban mobilku kempes Key," ucap Anisa.
"Kakak bareng aku saja ya?"
"Tapi nanti merepotkan. Ah, tidak usah Key Kakak bisa naik taksi saja."
"Kakak kita satu arah dan tujuannya sama. Jadi apa salahnya kita tidak berangkat bareng?"
"Iya nak. Nanti kamu terlambat loh jika tidak bareng Key. Tidak apa-apa nak kamu bareng sama adik ipar kamu, pasti Keifano juga akan mengerti," ucap Karin.
"Ehm iya Mama," dengan terpaksa Anisa mengiyakan perintah mertuanya dan bareng Key untuk ke kampus.
Anisa dan Key lalu mengecup punggung tangan Mama Karin.
"Hati-hati ya nak."
"Iya Mama," jawabnya bersamaan.
Anisa masuk ke dalam mobil bagian belakang.
"Kakak duduklah di depan. Nanti dikiranya aku ini sopirnya Kakak."
"Iya nak, tidak apa-apa duduk di depan," ucap Karin.
"Baiklah," ucap Anisa pasrah jika mertuanya sudah berbicara Anisa tinggal mengikuti kemauan mertuanya.
Key lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Saat berada di lampu merah tiba-tiba ada teman Keifano yang melihatnya.
"Itukan istrinya Keifano, kenapa bisa sama Key?" sambil mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
Temannya itu lalu memfoto dan mengirimkannya ke Keifano. Tiba-tiba hp Keifano berbunyi dan Keifano terkejut saat melihat Key dan Anisa dalam satu mobil. Apalagi Anisa duduk di depan. Foto yang diambil temannya tadi terlihat antara Key dan Anisa saling melempar senyuman dan terlihat sangat akrab.
"Key bersama Anisa. Kenapa Anisa tidak memberitahu aku kalau berangkat ke kampus bareng sama Key."
Keifano tidak tahu bahwa sebenarnya Anisa kelupaan untuk mengabari suaminya karena mereka sudah mepet waktunya untuk ke kampus. Keifano lalu menyuruh orang untuk memata-matai Key dan Anisa.
...******...
Key bahagia semenjak Kakak iparnya itu menjadi Dosen disalah satu mata kuliahnya dan Key kemarin mendapatkan nilai A saat UTS.
"Kakak, nanti aku traktir makan siang ya?"
"Tapi Key," ucap Anisa yang tidak enak karena suaminya adalah Kakak dari mahasiswanya sekaligus adik iparnya itu.
"Please ya Kak. Kali ini saja, mau ya? Ini sebagai tanda terimakasih kepada Kakak. Berkat Kakak aku mendapat Nilai A. Mau ya Kak aku traktir," ucap Key merajuk.
"Baiklah," ucap Anisa tersenyum tipis dan tidak enak jika menolak ajakan adik iparnya itu.
"Aku akan memberitahu Kakakmu terlebih dahulu," ucap Anisa sambil merogoh tasnya dan mencari hpnya.
"Kakak kelamaan, keburu nanti kita antriannya lama. Apalagi saat jam-jam makan siang seperti ini," ucap Key menggandeng tangan Anisa dan menggiringnya masuk ke mobil.
"Key apa ini tidak kebanyakan?" tanya Anisa saat melihat makanan yang datang.
"Tidak Kak. Apalagi akhir-akhir ini Kak Anisa juga sering makan kan?" ucap Key yang kadang melihat Anisa makan berkali-kali di rumah.
"Ah iya. Aku juga tidak tahu sekarang cepat lapar."
"Apa karena keponakan aku mau launching ya Kak?" ucap Key terkekeh.
"Aamiin, semoga saja ya Key," ucap Anisa tersipu malu.
"Aku doakan semoga Kakak cepat hamil, biar Kak Keifano semakin bucin sama Kakak."
"Haha, kamu ini ada-ada saja. Makanannya sudah datang dari tadi ayo kita makan saja Key. Nanti keburu dingin."
__ADS_1
"Iya Kak," jawabnya singkat.
Mereka lalu makan siang bersama. Setelah selesai makan diujung bibir Anisa masih ada pasta yang masih menempel. Dengan cepat Key mengambil tisu dan membersihkan bibir Alya. Tak sengaja mereka saling berpandangan sejenak.
"Maaf Kak tadi ada pasta yang masih menempel."
"Iya, makasih Key."
"Kakak kita mau langsung pulang?" tanya Key.
"Tidak Key, Kakak ingin ke toko kuenya Umi. Kamu antarkan Kakak ke toko kue ya? Kakak merepotkan kamu tidak?"
"Tidak Kak. Lagian aku juga ingin pergi main ke rumah temanku yang sejalan dengan arah ke toko kuenya Umi Alya."
"Baiklah, kalau begitu ayo kita berangkat sekarang."
"Iya Kak."
Setelah makan bersama dan sesuai janjinya mau mentraktir Anisa dan akhirnya Key lalu membayar makanannya. Key mengantarkan Anisa ke toko kuenya Alya. Setelah itu Key langsung melajukan mobilnya pergi ke rumah temannya.
"Nak, tumben sekali kamu tidak bawa mobil?" tanya Alya kepada anaknya.
"Mobilku bannya kempes Umi dan jadi Anisa diantar Key."
"Oh begitu. Nak, bantuin Umi menghitung kuenya ya. Karena kita lagi ada pesanan banyak. Ada orang yang memborong kue kita untuk acara syukuran."
"Baik Umi."
Anisa lalu membantu Alya menghitung dan menyiapkan kue pesanan orang tersebut. Karena saking sibuknya Anisa sampai lupa untuk mengabari suaminya.
...*****...
Di rumah sakit sekarang Keifano sudah selesai istirahat. Tadi Keifano memutuskan untuk makan siang bersama Aldo di rumah makan yang tak jauh dari rumah sakit. Sekarang Keifano ingin membuka hp dan melihat laporan dari hasil orang suruhannya yang untuk memata-matai Key dan Anisa. Keifano ekspresinya masih biasa saja saat melihat foto Anisa dan Key yang berada dalam satu mobil dan saat mengeser foto berikutnya Keifano mulai panas saat melihat foto Key menggandeng tangan Anisa. Keifano mengepalkan tangannya saat melihat Anisa dan Key terlihat begitu dekat dan apalagi Key mengusap bibir Anisa dan mereka saling berpandangan. Tak hanya itu mereka juga saling melempar senyuman dan itu membuat Keifano semakin geram. Saat ini Keifano tengah terbakar api cemburu.
"Kenapa Anisa tidak memberitahu aku bahwa hari ini bareng Key ke kampus? Tidak seperti biasanya Anisa seperti ini dan biasanya dia laporan kemanapun dia pergi. Aku kecewa sama kamu Anisa."
__ADS_1
"Pasti ada sesuatu di antara mereka. Padahal aku sudah mulai mencintaimu tapi kenapa kamu membuat aku kecewa," ucap Keifano kembali.
Keifano jadi teringat dengan perkataan temannya dulu jika wanita berhijab tidak sebaik apa yang kita pikirkan. Keifano memiliki trauma diselingkuhi oleh mantan kekasihnya. Keifano merasa kecewa dengan Anisa dan apalagi Anisa hari ini tidak mengabarinya kemanapun dia pergi. Karena biasanya jika pergi kemana-mana Anisa selalu mengabarinya.