Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
S2 - Jangan Pisahkan Kami


__ADS_3

Jangan lupa tinggalkan like sebelum membaca 💛


Papa Rio lalu melihat ke arah perut anaknya. Tidak menyangka sebentar lagi akan memiliki cucu.


"Berapa usia kandungan kamu?"


"Baru jalan 6 bulan Papa."


"Mama, aku tak menyangka akan punya cucu."


"Iya Papa. Mama jadi pusing saat ini. Anak kita sudah hamil dengan status pernikahannya yang belum jelas benar atau tidak."


"Ma, Andin sudah menikah dan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu."


Mama Siska hanya diam saja dan tidak menjawab. Andin lalu berjalan mendekati sang Mama.


"Ini cucu Mama," ucap Andin yang meraih tangan Mama Siska untuk menyentuh perutnya.


Mama Siska merasakan kembali tendangan kecil dari dalam perut Andin. Rasa haru saat merasakan pergerakan cucunya yang begitu aktif.


"Sekarang mana yang katanya suami kamu itu nak? Mana?" tanya Papa Rio.


Saat Papanya berbicara seketika tangan Mama Siska terlepas dari perutnya.


"Suamiku sedang bekerja Papa."


"Jangan-jangan kamu hanya beralasan saja. Laki-laki yang telah menghamili kamu itu pasti tidak mau menikahi kamu. Ia pergi begitu saja saat tahu kamu hamil kan?"


"Bukan seperti itu Papa. Andin bicara dengan jujur dan suamiku pasti akan cepat pulang."


"Kalau begitu suruh suami kamu itu pulang sekarang juga!"


"Ba-Baik Papa," ucap Andin terbata-bata.


Andin segera meraih ponselnya dan menghubungi Key.


"Sayang, pulanglah ..."


Mama Siska jadi penasaran dengan pria yang katanya menjadi suami dari anaknya itu.


Ketika sudah mendapatkan telepon dari istrinya. Key lalu segera meninggalkan pekerjaannya. Istrinya lebih penting dari segala-galanya.


"Sayang, aku pulang ..."


Key menaiki anak tangga dan terkejut saat melihat mertuanya sudah pulang.


"Papa, Mama sudah pulang."


"Jangan panggil aku Papa. Aku bukan Papa kamu."


Saat akan mengecup punggung tangan mertuanya, Papa Rio langsung meraih kerah baju Key.


"Jadi kamu laki-laki yang menghamili anakku," geram Papa Rio sambil memegang erat kemeja yang Key kenakan.


"Papa, akan aku jelaskan semuanya."


"Semuanya sudah jelas. Kamu tega menodai putriku," ucap Papa Rio geram yang lalu membogem Key.


"Papa, cukup! Jangan pukul suamiku," teriak Andin tidak terima suaminya dipukuli oleh Papanya sendiri.


"Ma, hubungi Yudha atau Karin. Mereka berhak tahu kelakuan anaknya yang kurang ajar ini."


Mama Siska langsung menelepon Karin dan bilang anaknya membikin rusuh di rumahnya.


Karin terkejut saat sahabatnya bilang anaknya bikin rusuh.


"Papa, kita ke rumah Dokter Rio dan Dokter Siska sekarang juga."


"Ada apa sih Mama?"


"Key bikin rusuh di rumah mereka Papa."


"Astaga, masalah Keisha saja belum beres sekarang Key bikin ulah," ucap Yudha resah akan kelakuan kedua anaknya.


"Ayo kita ke rumah mereka dulu. Untuk Keisha nanti kita pikirkan lagi gimana solusinya."


"Hmm iya Mama."


Yudha dan Karin langsung pergi ke rumah sahabatnya. Sekarang Key, Andin dan kedua orangtuanya Andin sudah berkumpul di ruang keluarga.


Andin pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil. Yudha dan Karin terkejut saat anaknya terlihat habis dipukuli.


"Nak, kamu kenapa bisa seperti ini?" ucap Karin sambil melihat wajah anaknya dengan luka yang sudah bersemu biru itu.


Key hanya diam saja tidak menjawab karena sudut bibirnya terasa perih.


"Apa salah anakku sehingga bisa babak belur begini Rio? Kamu apakan Key?" tanya Yudha.

__ADS_1


"Key telah menghamili putriku."


"Apa???" ucap Yudha dan Karin bersamaan.


Karin lalu menatap tajam anaknya.


"Dasar anak kurang ajar," ucap Karin yang langsung menampar wajah Key.


"Papa tidak pernah mengajarkan kamu untuk berbuat yang kurang ajar nak!" bentak Yudha.


"Papa, Mama pusing," keluh Karin sambil memegang kepalanya dan duduk kembali di sofa.


"Lihat nak. Kamu mau bikin Mama kamu sakit lagi?"


"Tidak Papa. Maaf, aku sudah diam-diam menikah dengan Andin," ucap Key menjelaskan.


"Omong kosong!" seru Mama Siska.


"Bikin malu keluarga saja kamu nak!"


Yudha lalu membogem perut anaknya. Key sudah menjelaskan semuanya tapi percuma saja bahkan Papa dan Mamanya juga tak percaya. Key tersungkur di lantai dan tak berdaya.


STOP!


Teriak Andin saat suaminya kembali dipukul. Andin lalu mendekati suaminya.


"Jangan siksa suamiku lagi," ucap Andin dengan derai air mata.


Karin dan Yudha melongo saat melihat perubahan perut Andin. Sudah terlihat membesar saat ini. Yudha dan Karin lalu berpikiran bahwa Andin sudah hamil duluan.


"Astaga, ternyata kalian sudah lama berbuat dosa."


Karin lalu pingsan saat tak percaya bahwa anaknya itu sudah menghamili anak orang.


"Mama ..."


"Jeng Karin ..."


Sekarang Karin sudah dibawa ke kamar tamu. Yudha membaringkan istrinya ke ranjang. Mama Siska sedang mengambil minyak angin. Mereka lagi sibuk mengurusi Karin. Sedangkan Papa Rio selalu mengawasi mereka.


"Om Rahardian segera kamu hubungi. Sayang, Om kamu itu yang bisa bikin mereka percaya kalau kita sudah menikah," bisik Key.


"Iya, kamu benar sayang. Aku akan menghubungi Om Rahardian."


"Kenapa kalian bisik-bisik? Mau kabur?"


Dengan cepat Andin meraih ponselnya yang tadi dia kantongi.


"Hallo Om, ada di mana?"


"Di rumah, ada apa Andin?"


"Tolong ke rumah ya Om. Andin butuh penjelasan Om ke Mama dan Papa kalau Andin sudah menikah."


"Baiklah, Om akan segera ke rumah kamu habis ini."


Rahardian langsung mengambil kunci mobilnya dan pergi ke rumah Rio.


Sekarang Karin sudah siuman dan sudah duduk kembali di ruang keluarga. Sedangkan Andin mengompres wajah suaminya yang lebam sambil mendengarkan pembicaraan mereka.


"Jelaskan semuanya Rahardian," ucap Papa Rio.


"Jangan emosi dulu. Jadi begini ceritanya, Andin ingin menikah dengan pria yang dia cintai. Anak kamu itu tidak mau dijodohkan. Lalu aku menjadi saksi sekaligus wali dalam pernikahan mereka. Ini surat nikahnya aku bawa. Kalau buku nikahnya kan mereka belum ada dan tinggal mendaftarkan pernikahan mereka secara resmi pakai surat ini saja ke KUA."


"Jadi mereka benar-benar sudah menikah?" tanya Papa Rio ragu.


"Sudah, aku juga memfoto dan video saat pernikahan mereka untuk dokumentasi."


Papa Rio lalu meraih kamera yang Rahardian berikan. Ia melihat jelas tanggal pernikahan anaknya dan tepat 8 bulanan yang lalu anaknya itu menikah. Jadi wajar saja jika Andin saat ini sedang hamil 6 bulan. Kamera itu bergilir sampai ke tangan Mama Siska, Mama Karin dan Papa Yudha.


"Astaga," ucap Papa Rio terkejut saat tahu Key benar-benar sudah menikahi Andin.


Papa Rio menyesal telah memukuli menantunya sampai babak belur.


"Jeng, mereka benar-benar sudah menikah," ucap Mama Siska yang matanya berbinar-binar saat melihat foto pernikahan anaknya.


"Iya Jeng, aku pikir anakku berperilaku sampai kelewat batas," ucap Mama Karin.


"Astagfirullah, aku telah memukul anakku," ucap Yudha menyesal karena anaknya tidak salah.


"Semuanya sudah aku jelaskan Andin, kamu gak perlu khawatir."


"Makasih ya Om."


"Key, Andin apa-apaan kalian ini. Menikah secara diam-diam huh," ucap Papa Rio marah.


"Maafkan aku Papa. Aku mencintai Key. Andin gak mau dijodohkan dengan laki-laki pilihan Papa dan Mama," jawab Andin dengan jujur.

__ADS_1


"Kenapa kalian gak bilang kalau ingin menikah? Kenapa harus diam-diam seperti ini?" tanya Papa Yudha.


"Aku juga tidak mau dijodohkan dengan wanita pilihan Papa," jawab Key.


"Tolong, jangan pisahkan kami," ucap Key dan Andin bersamaan.


Mereka saling menggenggam tangan saat ini.


"Kita berhak bahagia dengan memilih pasangan sendiri," ucap Key.


"Iya benar dan aku sekarang sudah hamil. Tolong batalkan perjodohan yang kalian buat itu dan restui pernikahan kami."


Sedangkan Om Rahardian tertawa terbahak-bahak.


"Siapa juga yang mau memisahkan kalian nak," ucap Papa Rio sambil tersenyum.


"Haha, anak zaman sekarang pada nekad ya? Gak ingin dijodohkan langsung menikah secara diam-diam," ucap Papa Yudha.


"Haha, benar sekali."


Andin dan Key saling memandang. Mereka jadi bingung kenapa orang-orang pada santai saja menanggapi perkataan Key dan Andin.


"Jeng, kita akan punya cucu," ucap Mama Siska sambil memeluk Mama Karin.


"Ah, aku senang sekali Jeng."


"Haha, lucu sekali ekspresi wajah mereka Rio," ucap Rahardian.


"Ppfffttttt ..." Papa Rio menahan tawanya.


"Kalian pasti bingung kan nak?"


Key dan Andin mengangguk cepat.


"Kalian yang kita jodohkan selama ini. Sejak bayi kita sudah rencana untuk menjodohkan kalian nak," ucap Mama Karin menjelaskan.


"Apa???"


Key dan Andin terkejut bukan main saat tahu kebenarannya mereka yang dijodohkan selama ini.


"Papa, kita baru rencana akan menikahkan mereka tapi apa yang mereka lakukan. Mereka memberikan kita kejutan sudah menikah duluan dan bahkan kita akan segera punya cucu," ucap Mama Siska.


"Haha benar Mama. Kita mau menikahkan mereka tapi mereka sudah menikah duluan."


"Saat Andin minta tolong sama aku untuk menjadi saksi sekaligus wali nikahnya, ingin rasanya aku tertawa. Ternyata anak zaman sekarang sudah pada tidak sabar untuk menahan diri."


"Haha, makasih saudaraku. Berkat kamu aku cepat punya cucu."


"Sama-sama sepupuku," jawab Rahardian diakhiri dengan tawanya.


Key dan Andin lalu saling memandang dan tersenyum.


"Kita ternyata yang dijodohkan selama ini sayang."


"Kalau jodoh tak akan ke mana sayang," ucap Key sambil tersenyum.


"Nak, maaf aku sudah memukul kamu," ucap Papa Rio menyesal.


"Tidak apa-apa Papa."


"Maafkan Papa juga ya nak," ucap Papa Yudha.


"Iya Papa, yang penting sekarang sudah jelas bahwa kita sudah menikah."


"Maafkan Mama yang mengatai anak kamu anak haram nak," ucap Mama Siska.


"Tidak apa-apa Mama. Tadi Mama belum tahu kalau aku dan Key sudah menikah."


"Setelah ini urus pernikahan kalian secara resmi dan lalu kita adakan resepsi."


"Papa aku tidak mau resepsi. Lihatlah perutku sudah membesar. Nanti orang-orang yang tidak tahu disangkanya aku hamil duluan," ucap Andin sambil memegang perutnya.


"Eh benar juga ya?"


"Bagaimana kalau mengadakan baby shower saja?"


"Nah setuju."


Mereka akhirnya akan mengadakan baby shower saja dan tidak jadi mengadakan resepsi.


Bersambung ...


Akhirnya 1,5rb kata sudah ke ketik 😂


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di novel recehku ini ya 🤗


__ADS_1



__ADS_2