
Tak terasa 3 minggu telah berlalu, hari ini adalah pernikahan Astrid dan Andre. Sebelum ke tempat acara Yudha membawa Karin ke sebuah salon kecantikan terlebih dahulu. Yudha takjub dengan kecantikan Karin setelah didandani.
"Kak, kok bengong sih?" Karin sudah berada di depan Yudha dan melambaikan tangannya.
"Kamu sangat cantik sayang malam ini."
Karin tersipu malu mendengarkannya. Mereka menggunakan pakaian yang senada jadi terlihat lebih serasi. Setelah beberapa puluh menit mereka akhirnya sampai di lokasi resepsi pernikahan sahabatnya, Yudha menggandeng Karin untuk berjalan masuk ke gedung. Setelah mau masuk ke gedung saat akan mendatangani buku hadir disebelahnya di depan pintu masuk terdapat foto prewedding Astrid dan Andre. Yudha berhenti sejenak melihat foto tersebut.
"Tuh, sayang aku juga pengen seperti mereka," ucap Yudha sambil menunjuk foto Astrid dan Andre yang dipajang didepan pintu masuk gedung.
"Hmm iya, bagus juga ya sayang."
"Iya, makanya kita foto prewedding ya?"
Karin menjawab dengan anggukan kepala. Yudha senang Karin mau diajak foto prewedding. Kemarin sudah minta izin kepada kedua orang tua Karin dan mereka bilang terserah Karin saja karena Karin yang akan menjalaninya. Jadi keputusan ada ditangan Karin, mau ada foto prewedding atau tidaknya.
"Sayang, kita foto prewedding maunya indoor atau outdoor?"
"Outdoor kayaknya bagus Kak. Di taman gitu, kelihatan lebih asri."
"Baiklah sayang. Untuk konsep pernikahan kita sudah tidak ada lagi perubahan kan?"
"Iya tidak ada, aku maunya tetap konsep seperti di negeri dongeng. Aku ingin menjadi seperti Cinderella."
Karin menginginkan konsep pernikahannya bak di negeri dongeng. Pernikahan impiannya memang seperti itu, Yudha tidak masalah dengan kemauan Karin. Yudha pun mengiyakan kemauan calon istrinya. Bagaimanapun juga yang akan dinikahinya adalah gadis remaja jadi wajar saja ingin konsep pernikahannya seperti itu.
"Ya sudah yuk masuk sayang, kita sudah terlalu lama diluar."
"Iya sayang ayo," ucap Yudha sambil menggandeng Karin masuk ke gedung resepsi pernikahan Astrid dan Andre.
Dengan wajah yang tersenyum Karin berjalan mendekati sahabatnya.
"Happy wedding Astrid. Semoga langgeng terus ya sama Andre. Cepat diberi momongan," ucap Karin sambil memeluk Astrid.
"Aamiin makasih ya Karin. Cieee..... Kamu sebentar lagi juga akan nyusul menikah sama dokter ganteng, semoga lancar ya sampai hari H."
"Hehe iya, Aamiin Astrid."
Karin lalu bersalaman dengan sahabatnya Andre.
"Bro, selamat ya atas pernikahannya. Jagain sahabatku baik-baik. Ingat jangan pernah sakiti hatinya."
"Siap sahabatku."
__ADS_1
Tak lupa Yudha juga menyalami Astrid dan mengucapkan selamat kepadanya.
"Kak, jaga sahabatku ya. Dia sifatnya memang agak sedikit manja tapi aslinya baik kok," ucap Astrid.
"Iya Pasti."
Karin menatap tajam Astrid, yang ditatap hanya cengengesan. Yudha pun terkekeh melihatnya dan lalu menyalami Andre.
"Selamat menempuh hidup baru ya Andre. Semoga selalu bahagia dan segera di beri momongan."
"Aamiin, makasih Kak Yudha sudah datang. Pasti Kak secepatnya. Kakak juga sebentar lagi akan menikah dengan Karin. Semoga lancar ya Kak sampai hari H."
"Iya, makasih ya ndre."
Andre mengangguk pelan, tak lupa mereka berfoto bersama. Setelah itu Karin dan Yudha akan menikmati hidangan yang ada. Yudha terlihat tampan hari ini, apalagi saat sinar cahaya di gedung tersebut menyoroti wajahnya. Karin pun terkesima dengan ketampanan Yudha malam ini, tidak seperti pria yang sudah berusia 26 tahun. Malah terkesan lebih muda dari umurnya. Yudha terlihat lebih gagah saat menggunakan jas. Yudha menatap wajah Karin dan tangan kirinya bersender di kursi.
"Sayang kenapa kamu menatapku seperti itu?"
"Kamu sangat cantik malam ini sayang."
"Ah sayang, kamu ini suka banget gombal deh. Ayo kita makan. Kakak jangan bengong saja."
"Hmm iya sayang ayo."
"Sayang, sebentar lagi kita juga akan menikah. Konsepnya akan lebih mewah dari pernikahan Astrid dan Andre."
"Makasih ya sayang kamu mau mewujudkan impianku dengan konsep pernikahan bak di negeri dongeng."
"Iya, apapun yang kamu mau akan aku turuti. Aku tidak mau mengecewakanmu. Pesta pernikahan kita akan sangat mewah, aku sudah mengurusinya jadi kamu tenang saja sayang."
"Iya sayang, aku percaya padamu. Karena kita hanya menikah seumur hidup hanya sekali, jadi aku ingin konsep seperti itu."
Disaat mereka sedang berbincang-bincang ada Vino datang menghampiri.
"Hai..............." Vino melambaikan tangannya.
"Vino," ucap Karin saat melihat Vino datang mendekatinya.
Yudha melihat tatapan Vino yang melihat Karin sepertinya menyukai Karin bukan hanya sekedar menganggap sahabatnya. Yudha harus waspada terhadap orang yang bernama Vino tersebut.
"Sayang, kenalin ini sahabatku juga."
"Vino," ucapnya singkat sambil mengulurkan tangannya.
__ADS_1
"Yudha, calon suaminya Karin," ucapnya dengan tegas sambil menjabat tangan Vino agak sedikit diremasnya.
Vino langsung melepaskan tangannya. Yudha menatap Vino dengan tatapan tidak suka. Vino pun menyadarinya, bahwa Yudha tidak menyukainya.
"Eh Vino kenapa kamu hanya sendiri datang ke pesta pernikahan Astrid dan Andre?"
"Kamu tahu sendiri kan aku sudah putus sama Della 3 bulan yang lalu."
"Ah iya aku lupa kamu sekarang kan sedang jomblo," ucapnya terkekeh.
"Kamu sangat cantik malam ini Karin," ucap Vino terang-terangan didepan Yudha.
"Ah kamu bisa aja..."
Karin terkejut sahabatnya bilang dirinya cantik malam ini didepan calon suaminya. Yudha pun mendekati Karin dan tangannya sudah berada di pundak Karin.
"Dia memang cantik. Makanya aku segera ingin menikahinya agar tidak ada laki-laki lain yang berani mendekatinya," ucap Yudha seakan hanya ia yang bisa memiliki Karin.
Vino hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Yudha.
"Kamu cari pacar gih, biar pas aku menikah nanti kamu sudah datang dengan pasangan kamu."
"Aku maunya yang menjadi pasanganku nanti hanya kamu Karin." Batin Vino.
"Udah nemu yang pas. Tapi dia sudah punya pasangan Karin," ucapnya sambil tersenyum kecut.
Yudha yang mendengar hal itu pun memberikan kode tatapan tajamnya.
"Ya cari yang lain dong Vino. Kamu kan lumayan ganteng."
Yudha yang mendengar Karin memuji Vino pun melepaskan tangannya dari pundaknya. Yudha mendengus kesal dan berjalan keluar dari gedung tersebut. Yudha sudah terbakar api cemburu.
"Loh, Kak Yudha kok main pergi saja sih. Apa ia kesal aku bilang Vino lumayan ganteng. Tapi nyatanya menang begitu kan Vino memang lumayan ganteng." Batin Karin.
"Eh iya Vino. Aku duluan ya."
"Iya Karin, hati-hati ya."
Karin mengangguk dan pergi meninggalkan Vino yang masih melihat Karin yang semakin menjauh darinya.
"Karin jika kamu tahu perasaanku apakah kamu akan membenciku? Karena aku melanggar persahabatan kita." Batin Vino.
Bagi Karin sahabat ya hanya sebatas sahabat saja. Tapi Vino melihat Astrid dan Andre yang dulu hanya bersahabat saja tapi akhirnya bisa sampai ke pelaminan. Vino pun juga ingin seperti itu dengan Karin. Tapi apa yang bisa ia lakukan, Karin sudah memiliki pasangan yang jauh diatasnya dan jauh lebih baik darinya karena Vino belum bekerja karena baru saja lulus. Sedangkan Yudha sudah menjadi dokter dan dulunya lulus dari salah satu universitas ternama di Perancis. Vino pun tak sebanding dengan Yudha. Dirinya ingin melangkah mendekati Karin pun nyalinya semakin menciut.
__ADS_1