Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 27 - Terkejut


__ADS_3

Hari ini tepat dimana akan diadakan arisan di tempatnya Mama Sofie. Mama Marisa telah bersiap untuk arisan di calon besannya. Tak lupa kali ini Mama Marisa mengajak Dion untuk ke sana. Mama Marisa dan Mama Sofie sengaja akan mempertemukan anak-anaknya untuk dijodohkan. Mereka belum tahu bahwa Alya dan Dion sudah saling mengenal, bahkan hubungan mereka akan ke jenjang yang lebih serius.


Mama Sofie sudah menyiapkan kue dan brownies dari toko kuenya. Hari ini Alya tidak ke tokonya karena Mamanya ingin memperkenankan dengan calon suaminya. Alya menyuruh asistennya untuk memantau keadaan di toko. Alya akan bicara nanti bahwa dia sudah memilih laki-laki yang akan menjadi pendamping hidupnya. Alya akan menolak perjodohan ini.


Alya belum tahu bahwa yang akan dijodohkan dengannya adalah Dion. Begitu pula sebaliknya, Dion juga gak tahu bahwa yang akan dijodohkan dengannya adalah Alya karena orang tua mereka sama-sama tidak menyebutkan siapa nama yang dijodohkan dengannya. Karena kemarin Dion akan dijodohkan oleh orang tuanya, maka dari itu Dion segera berkata jujur dengan perasaan bahwa selama ini telah menyukai Alya dan ingin segera menikahinya. Alya pun juga sudah menerima cinta Dion. Karena Alya bermimpi bahwa suaminya kelak adalah Dion. Lagian selama ini yang berani menyatakan perasaannya kepada Alya hanyalah Dion saja. Laki-laki lainnya hanya mengagumi dalam diam.


Di ruang tamu Mama Marisa sudah siap tinggal nunggu Dion saja keluar dari kamarnya. Tak lama kemudian Dion keluar dari kamarnya dan mendekati mamanya.


"Nak, kok mukanya di tekuk gitu sih? Kamu gak suka Mama jodohin dengan anaknya jeng Sofie?"


"Ma, seandainya Dion menyukai orang lain apa tanggapan Mama?"


"Tinggalkan wanita itu. Kamu sudah Mama pilihkan jodoh yang terbaik untukmu. Dia cantik dan baik, ditambah dia wanita yang sholihah. Mama hanya ingin yang menjadi pendamping hidupmu wanita yang baik nak," ucap Mama Marisa yang sudah berkaca-kaca.


Dion jadi kasihan melihat mamanya bersedih.


"Yaudah ayo ma kita ke tempat jeng Sofie teman Mama itu. Dion juga ingin bertemu dengan wanita pilihan Mama."


Mama Marisa tersenyum akhirnya Dion mau bertemu dengan anaknya jeng Sofie.


"Pokoknya aku akan bicara dengan wanita itu nanti supaya membatalkan perjodohan ini. Aku gak mau kehilangan Kak Alya." batin Dion.


Mama Marisa selama ini telah berlangganan beli kue di tokonya Alya. Namun tidak pernah melihat Alya disana. Jadi Mama Marisa hanya melihat Alya dari foto yang ditunjukkan Mama Sofie. Selama arisan, ini yang kedua kalinya Mama Marisa ke rumahnya Mama Sofie dan belum pernah bertemu dengan Alya karena saat itu Alya sedang kuliah.


"Ayo sayang Mama sudah tidak sabar ingin bertemu dengan calon menantu Mama."


"Hanya Kak Alya yang akan menjadi calon istriku Ma. Seandainya mama nanti tidak merestui hubunganku dengan Kak Alya karena Kak Alya umurnya lebih tua dariku, aku akan kabur dari rumah sampai mama dan papa merestui hubunganku dengan Kak Alya. Aku gak bisa kalau dinikahkan dengan orang lain." batin Dion.


Dion dan mamanya sudah berada di mobilnya. Perjalanan yang mereka tempuh 41 menit karena tadi macet di jalan. Sebenarnya kalau tidak macet tidak sampai setengah jam juga sudah sampai ke rumahnya jeng Sofie. Saat sudah sampai di halaman rumah jeng Sofie Dion melihat Alya sedang menyalami para tamu arisannya. Dion kaget melihat Alya berada disana.


"Jangan-jangan wanita yang dijodohkan denganku adiknya Kak Alya. Haduh gimana ini, aku kan hanya suka dengan kakaknya." batin Dion.


"Nak, kok bengong sih ayo turun."

__ADS_1


"Eh Mama Dion kalau nunggu disini saja gimana? Masa Dion ikut arisan dan berkumpul dengan teman Mama."


"Mama ajak kamu kesini biar bisa kenalan dengan calon istrimu. Selama kami arisan kan tidak ada 1 jam acaranya. Nah pergunakan waktu itu untuk kalian mengobrol dan saling berkenalan satu sama lain."


"Hmm iya Ma."


Akhirnya Dion pasrah mengikuti perintah Mamanya. Dion berjalan di belakang mamanya.


"Akhirnya jeng Marisa datang juga. Teman-teman kita sudah datang semuanya jeng."


"Dion datang kesini? Apa Dion laki-laki yang dijodohkan denganku?" batin Alya.


Marisa dan Sofie saling bersalaman dan tak lupa Cipika-cipiki. Sedangkan Alya langsung mengecup punggung tangan Mama Marisa dan Dion juga mengecup punggung tangan Mama Sofie.


"Maaf kami terlambat datang, tadi macet di jalan jeng."


"Tidak apa-apa jeng."


"Oh iya sampai lupa calon menantuku cantik sekali jeng."


"Berarti yang dijodohkan denganku Kak Alya? Bukan adiknya? Hmm syukurlah." batin Dion yang merasa lega.


"Eh iya sampai lupa kalian berkenalan dulu sayang," ucap Mama Marisa sambil melepaskan pelukannya.


"Kami sudah saling mengenal," ucap Alya dan Dion bersamaan.


"Apa??" Mama Sofie kaget mendengar ucapan Alya dan Dion.


Mama Marisa tak kalah terkejutnya mendengar ucapan mereka.


"Jadi kalian sudah saling kenal?" tanya Mama Sofie.


"Iya kami sudah saling kenal Mama. Dion adalah adik kelasku. Dion juga membantu mengetikkan naskah skripsiku."

__ADS_1


"Ah ternyata kalian sudah sedekat itu ya? Jeng kita akan memperkenalkan mereka. Eh ternyata mereka malah sudah kenal dekat," ucap Mama Marisa.


"Iya bagus dong jeng. Nanti setelah arisan kita selesai, kita bicarakan lebih lanjut mengenai perjodohan ini."


"Setuju jeng."


"Ayo kita masuk, sampai lupa mempersilahkan kalian masuk," ucap Mama Sofie.


"Kalian nanti di taman belakang dulu ya ngobrol-ngobrol," ucap Mama Sofie kembali.


"Iya Mama, nanti setelah Alya selesai bantu Mama menyiapkan camilan dan minumannya."


"Ayo nak Dion Mama antar ke taman belakang," ucap Mama Sofie.


"Ehm iya tante."


"Panggilnya Mama saja kan kamu akan menjadi menantuku."


"Eh... Iya Mama."


Mama Sofie lalu mengantarkan Dion ke taman belakang. Sedangkan Alya sedang membantu Mamanya untuk menyiapkan camilannya ke dalam piring. Alya mulai memotong brownies dan menatanya di dalam piring. Tak lupa kuenya juga di letakkan di piring.


"Sudah siap semuanya nak?"


"Sudah Mama. Tinggal kita bawa ke depan."


"Ya udah ayo kita bawa semuanya ke depan. Setelah itu kamu menemui nak Dion di taman belakang. Jangan lupa bawa sepiring brownies dan minuman untuknya."


"Iya Ma."


Setelah Alya membantu Mamanya untuk membawa minuman dan camilan ke depan. Alya kembali ke dapur untuk membuatkan Dion minum dan membawa brownies yang sudah tadi ditata dipiring.


"Hmm ternyata Dion yang dijodohkan denganku. Yang di maksud Mama seorang laki-laki Hafidz Qur'an itu adalah Dion, aku tidak menyangka bahwa Dion seorang Hafidz Qur'an, ternyata pikiranku salah selama ini menilai Dion itu orang biasa saja." batin Alya tersenyum senang.

__ADS_1


Alya saat ini jadi gugup saat akan bertemu dengan Dion. Sekarang Alya mengetahui siapa Dion sebenarnya. Dimana impian Alya mempunyai calon suami penghafal Al-Qur'an akan segera terwujud.


__ADS_2