
Anisa dan Keifano sedang pergi berbulan madu. Mereka juga membawa seorang baby sitter untuk menjaga kedua anaknya. Karin yang memilih baby sitter yang sudah ibu-ibu, alasannya selain sudah berpengalaman dalam mengurus anak kecil dan juga menghindari adanya orang ketiga. Jika baby sitter tersebut masih muda takutnya akan merusak rumah tangga anaknya. Maka dari itu Karin ingin mencegahnya sebelum terlambat karena sudah banyak beberapa berita seorang baby sitter yang berusaha merayu majikannya.
Anisa dan Keifano berbulan madu ke Bali. Mereka menyewa 2 kamar yang bersebelahan. Satu kamar untuknya dan yang satu lagi untuk kedua anaknya beserta baby sitter. Sekarang anak-anaknya sedang tertidur dan saatnya orangtuanya untuk ke pantai, menikmati pemandangan yang indah sambil bermesraan.
"Pak, tolong fotoin kita," ucap Keifano kepada salah satu karyawan hotel yang sedang lewat.
Keifano lalu memeluk istrinya dan berusaha untuk memeluknya lebih erat lagi namun Anisa malu saat suaminya itu mau mengecupnya di tempat umum. Dengan segera Anisa lalu berusaha menjauhkan wajahnya agar suaminya itu tidak nekad mengecupnya.
Sekarang karyawan hotel itu sudah memberikan kembali hp Keifano. Tadi Keifano juga memberikan uang tips ke karyawan hotel tersebut.
"Sayang, kenapa tadi tidak membiarkan aku untuk mengecup kamu? Apa kamu masih malu?" tanya Keifano heran karena mereka sudah menikah setahun lebih.
"Kamu itu tidak tahu tempat dan asal mau nyosor saja!" ucap Anisa yang lalu ekspresi mukanya berubah menjadi kesal.
Keifano terkekeh geli mendengarnya.
"Kan kita sudah menikah sayang, kanapa harus malu coba. Bahkan orang yang belum menikah saja mengumbar kemesraan di depan umum."
"Kita jangan seperti itu karena tidak baik."
"Hmm baiklah..."
"Ah iya, aku sampai melupakan sesuatu sayang," ucapnya kembali.
"Lupa apa sayang?" seketika nada bicara Anisa berubah jadi manja.
"Aku belum mengirim foto kita ini ke Key."
"Kamu kok jahil banget sih? Suka banget bikin Key emosi. Kasihan Key dong sayang saat melihat foto kita nanti."
"Biar adikku itu cepat menikah sayang."
Keifano mengirimkan pesan WhatsApp kepada adiknya.
"Apa kamu tidak ingin segera menikah adikku? Kakak saja sudah mau memberikan adik buat si kembar tetapi kamu masih saja betah sendiri sampai saat ini."
Itulah pesan WhatsApp yang Keifano kirim beserta fotonya bersama sang istri.
Di kamar, Key sudah selesai habis mandi. Hari ini akan bertemu dengan sang pujaan hatinya. Mereka telah janjian di sebuah taman. Key juga heran kenapa Andin lebih suka area terbuka tidak seperti wanita lain yang pada umumnya yang lebih memilih untuk jalan-jalan ke mall atau makan di cafe.
__ADS_1
Saat akan memakai jaketnya hp Key berbunyi pertanda ada pesan WhatsApp yang baru saja masuk.
"Pasti Andin tidak sabar ingin bertemu denganku. Wajah Papaku yang ganteng itu ternyata bisa menurun ke aku. Makanya Mama tidak bisa berpaling sama Papa," ucapnya terkekeh.
Key lalu meraih hp tersebut. Saat membuka aplikasi berwarna hijau tersebut langsung saja dahinya berkerut dan kedua alisnya saling bertautan. Ternyata bukan sang pujaan hatinya yang mengirimkan pesan WhatsApp namun tak lain adalah Kakaknya sendiri.
"Apa-apaan ini? Bisa-bisanya Kakak pamer kemesraan seperti ini," gerutu Key yang lalu seketika bibirnya mengerucut.
Tanpa disadari pintu kamar Key telah terbuka dengan lebar.
"Kak Key........"
Suara melengking terdengar kembali menggema memenuhi kamar Key. Siapa lagi kalau bukan si manja Keyla. Adik bungsunya yang membuatnya selalu saja pusing akan tingkahnya yang sedikit absurd. Tapi berkat ide Keyla akhirnya sekarang sudah tahu jika Andin juga memiliki perasaan dengannya selama ini dan akhirnya mereka bisa sampai jadian.
"Ada apa huh?" tanya Key saat Keyla sudah berjalan mendekat.
"Kakak, yang ada apa? Kok tadi aku lihat bibir Kakak sampai monyong. Seperti ikan koki saja," ucapnya yang diakhiri gelak tawanya.
"Aku lagi kesal Keyla. Lihatlah, Kakakmu yang suka pamer kemesraan itu dan sekarang kirim WhatsApp lagi ke Kakak," ucap Key sambil memberikan hp.
Keyla lalu meraih hp Key dan tersenyum bahagia.
Key memutar mata malas. Adiknya itu justru senang melihat Kakaknya sedang berbulan madu dan tidak memikirkan perasaan Key.
"Eh, eh ini Kak Keifano menyuruh Kak Key untuk segera menikah?" ucap Keyla terlihat mulutnya menganga lebar.
Tadi Keyla hanya fokus saja sama foto yang Keifano kirim saja dan belum membaca isi pesan WhatsApp tersebut.
"Awas jangan lebar-lebar tuh mulut. Nanti yang ada lalat bisa hinggap."
"Aish, Kakak kok nyebelin sih."
"Eh iya, aku tahu Kak Key pasti lagi sebel sama Kak Keifano kan? Hayo ngaku, Kak Key sebenarnya iri kan sama kemesraan mereka?"
Seperti yang Keyla tebak memang Key ingin seperti itu tapi entah kapan ia juga belum tahu.
"Ah iya, Kak Keifano itu memang tega padaku! Menyuruhku menikah padahal kan aku sedang ada masalah yang ribet seperti ini. Kamu tahu sendiri kan kalau Andin dijodohkan. Kakak juga dijodohkan dengan entah siapa wanita pilihan Papa dan Mama."
Key lagi kesal ditambah lagi Kakaknya itu pamer kemesraan. Karena saat ini ia sedang sedih karena hubungannya bisa saja kandas di tengah jalan dengan Andin, sebab kedua orangtuanya akan tetap menjodohkannya dengan wanita pilihannya. Begitu juga dengan orangtuanya Andin, Rio dan Siska tetap pada pendiriannya untuk menjodohkan anaknya dengan anak sahabatnya itu.
__ADS_1
Key hari ini akan bertemu dengan Andin untuk membicarakan hubungan mereka entah sampai di sini saja atau masih akan tetap berlanjut. Keputusannya ada pada Andin. Key akan menerima apapun keputusan itu.
Seketika Keyla mempunyai ide brilian agar Andin dan Key segera bersatu dan terikat tali suci sebuah pernikahan. Sepertinya hanya itu cara satu-satunya agar mereka segera direstui.
"Kak, aku punya solusinya."
"Apa? Jangan menyuruhku untuk mengakui hubungan aku dengan Andin di depan Papa dan Mama. Kamu tahu sendiri kan kemarin malam Papa dan Mama tetap ngotot mau menjodohkan aku dengan wanita pilihannya."
"Kakak ajak saja Kak Andin menikah secara diam-diam tanpa sepengetahuan Papa dan Mama," ucap Keyla berbisik-bisik.
"Apa kamu sudah gila? Mengajaknya menikah tanpa restu Papa dan Mama?"
"Kakak apa mau merelakan Kak Andin sama laki-laki pilihan orangtuanya itu?"
Key lalu menggelengkan kepalanya.
"Nah, kalau begitu Kakak ayo ajak Kak Andin untuk segera menikah. Nikah secara agama dulu juga tidak apa-apa kan Kak? Nanti kalian juga bisa mendaftarkan pernikahan kalian," ucapnya pelan.
"Heh, kali ini aku tidak akan mengikuti ide konyol kamu itu," ucap Key yang lalu memberikan hadiah jitakan pada kening Keyla.
"Aduh sakit! Kakak jahat, sudah diberikan solusi malah menjitak aku," gerutu Keyla kesal sambil mengusap keningnya.
Keyla masih mengusap keningnya.
"Kak, ideku kemarin kan berhasil. Buktinya Kakak sekarang bisa jadian sama Kak Andin."
"Hmm... Tapi kenapa kamu punya ide konyol seperti itu? Menyuruhku untuk menikah secara agama saja. Huh mana bisa..."
"Sekarang jawab aku, kenapa kamu bisa punya pemikiran untuk menyuruh aku menikah secara agama?"
"Eh, itu karena......," perkataan Keyla menggantung sambil menyatukan kedua jari-jarinya dan sepertinya ada yang disembunyikan oleh Keyla.
"Karena apa Keyla? Ayo cerita sama Kakak."
"Tapi Kakak janji harus diam saja dan jangan sampai pembicaraan ini terdengar sama Papa dan Mama."
"Iya, Kakak janji."
Key semakin penasaran dengan apa yang adiknya ingin katakan.
__ADS_1