Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 14 - Bertemu Dengan Calon Mertua


__ADS_3

Hari Sabtu saat yang ditunggu-tunggu Yudha telah tiba. Ia ingin menjemput Karin dan untuk makan malam di rumahnya dan bertemu dengan kedua orang tuanya. Yudha sudah memantapkan hatinya untuk memperkenalkan Karin dengan Papa Yudhistira dan Mama Sabrina malam ini. Yudha menjalankan mobilnya menuju ke rumah Keluarga Alexander. Karin sudah berpamitan dengan Mama Angel dan Papa Kevin ataupun kedua orang tuanya yang di Korea malam ini bertemu dengan kedua orang tua Yudha. Setelah Karin di jemput Yudha tinggal Mama Angel dan Papa Kevin di rumah.


"Alhamdulillah ya Pa. Karin dan Yudha sudah ke tahap yang lebih serius. Adik kamu Keynan pasti senang anaknya sudah bahagia dengan laki-laki pilihannya."


"Iya Ma."


"Oh iya sampai lupa kalau mau telepon jeng Ana. Kalau rencana kita mencomblangkan Karin dengan Yudha berhasil."


Mama Angel lalu mencari hpnya untuk menghubungi besannya.


📞 Angel : "Hallo Jeng Ana. Assalamualaikum."


📞 Ana : "Wa'alaikum Salam jeng."


📞 Angel : "Rencana kita sudah berhasil jeng buat deketin Karin dan Yudha. Sekarang Karin lagi dikenalkan dengan kedua orang tua Yudha."


📞 Ana : "Alhamdulillah ya jeng. Berkat Yudha juga kita bakal punya cucu."


📞 Angel : "Iya sebentar lagi kita akan menjadi Oma jeng hahaha."


📞 Ana : "Kita punya cucunya nanti request jangan cuma 1 ya jeng. Nanti kaya anak-anak kita lagi kalau Risa dan Rey lagi di rumah jeng Angel, saya kesepian begitu juga dengan jeng Angel kalau Rey dan Risa lagi di rumah saya rumah jadi sepi iya kan?"


📞 Angel : "Iya benar juga ya jeng. Tapi untung ada Karin, jadi di rumah tidak sepi-sepi amat."


📞 Ana : "Tapi nanti kalau Karin sudah menikah kan ikut ke rumah Yudha. Jeng Angel bakal kesepian lagi."


📞 Angel : "Iya jeng benar juga apa yang dikatakan jeng Ana. Nanti kalau kita punya 2 cucu kan bisa 1 di rumah saya dan satu di rumah jeng Ana. Jadi rumah kita tidak sepi-sepi amat."


📞 Ana : "Nanti kalau Baby R sudah lahir saja jeng kita request-nya. Biar Baby R ada teman mainnya."


📞 Angel : "Iya jeng. Kalau sekarang entar Risa kaget secara Baby R saja belum lahir. Masa udah minta adik hahaha. Sudah dulu ya jeng saya tadi hanya menyampaikan kalau rencana kita berhasil. Saya tutup teleponnya ya jeng Wassalamu'alaikum."


📞 Ana : "Iya jeng. Wa'alaikum Salam."


Mami Ana senang besannya mau diajak kerja sama untuk request cucu lagi. Sedangkan Papi Aldi yang mendengar pembicaraan istrinya dan besannya pun hanya menggelengkan kepala sambil menepuk jidatnya. Secara cucu pertama mereka saja masih 3 bulan di dalam kandungan Risa dan masih lama lahirnya. Eh mereka sudah berencana mau minta cucu lagi.


...*****...


Saat melihat penampilan Karin Yudha terbengong.


"Subhanallah cantik sekali calon istriku. Aku masih tidak menyangka bahwa dia mau denganku." batin Yudha.


Tidak membutuhkan waktu yang lama hanya 25 menit saja Yudha sudah sampai di rumahnya.

__ADS_1


"Ini beneran rumah Kak Yudha?"


Karin terbengong karena dia pernah kesini waktu sehabis dari mall dan di undang untuk makan bersama Pak Yudhistira dan Bu Sabrina.


FLASHBACK ON


"Karin, apakah kamu sudah memiliki seorang kekasih?"


"Uhuk.... Uhukk......"


Karin langsung tersedak dan langsung minum air putih yang ada di sebelah kanannya.


"Mama, bisa nanyanya nanti saja kalau Karin sudah selesai makan," ucap Papa Yudhistira.


"Mama penasaran Pa. Karin sudah mempunyai pacar atau belum."


"Saya tidak memiliki kekasih. Tapi saya sudah memiliki calon suami," ucapnya pelan namun masih terdengar di telinga Mama Sabrina dan Papa Yudhistira.


"Oh kamu sudah memiliki calon suami ya nak. Wah padahal saya ingin kamu yang menjadi menantu saya," ucap Papa Yudhistira.


Terlihat sedih wajah Papa Yudhistira dan Mama Sabrina ketika Karin bilang bahwa sudah memiliki calon suami.


"Iya Pak, Bu saya juga baru-baru ini berkomitmen dengannya. Sebenarnya saya sudah dijodohkan dengan kakek dan nenek saya. Namun saya memiliki pilihan sendiri untuk hidup saya kedepannya karena saya sendiri yang akan menjalani kehidupan rumah tangga nantinya."


"Saya setuju denganmu nak. Maafkan saya tadi sudah lancang menanyakan hal ini sama kamu," ucap Mama Sabrina.


FLASHBACK OFF


Karin sangat malu bila mengingat dia pernah bertemu dengan kedua orang tua Yudha yang ternyata bakal menjadi calon mertuanya. Rasanya jadi canggung dan gugup saat ini untuk menemuinya kembali.


"Sayang kok malah bengong? Ayo masuk, kita sudah di tunggu Mama dan Papaku," ucap Yudha yang sudah membukakan pintu mobilnya.


Karin lalu menengok ke kiri ternyata Yudha sudah membukakan pintu untuknya.


"Eh... Maaf sayang. Karin tadi melamun. Oh iya ada yang ingin Karin bicarakan dan jelasin ke Kakak sebelum masuk ke rumah Kakak."


"Sudah nanti saja ya kita bicaranya sayang. Aku sudah tidak sabar memperkenalkan kamu dengan kedua orang tuaku. Kamu jangan gugup gitu dong sayang. Kedua orang tuaku baik kok," ucapnya sambil menggandeng tangan Karin dan masuk ke rumahnya.


"Kak Yudha ini aku mau ngomong kalau udah kenal sama kedua orang tuanya kok malah gak diberi kesempatan untuk bicara. Ah ya sudahlah nanti juga Kak Yudha tahu sendiri." batin Karin.


"Assalamualaikum Mama dan Papa. Yudha mau kenalin calon menantu Mama dan Papa," ucapnya sambil masuk ke ruang keluarga.


"Wa'alaikum Salam....."

__ADS_1


Mama Sabrina dan Papa Yudhistira menoleh saat mendengar suara Yudha. Betapa terkejutnya mereka saat melihat siapa gadis yang digandeng anaknya ternyata adalah Karin. Karin hanya tersenyum dan sedikit gugup saat bertemu kembali dengan kedua orang tua Dokter Yudha.


"Loh nak Karin?" ucap Papa Yudhistira.


"Papa sudah kenal sama Karin??" tanyanya penasaran.


"Sudah, kita sudah bertemu 2 kali di supermarket dan di mall saat nemenin Mama belanja."


"Iya waktu itu kamu ingat tidak saat Mama telepon kamu lagi di perjalanan dan sudah hampir sampai rumah Rio. Mama telepon karena Mama ingin ngenalin kamu dengan gadis pilihan Papamu ya nak Karin ini waktu itu makan bersama sama kita."


Yudha menyesal waktu itu tidak pulang saja untuk bertemu Karin dan makan bersama dengan kedua orang tuanya adalah moment yang sangat jarang.


"Iya Ma. Waktu itu Rio sedang galau jadi Yudha berusaha menghiburnya."


Yudha lalu menengok ke arah Karin.


"Sayang kamu kok gak bilang kalau sudah kenal sama Papa dan Mamaku?" tanyanya.


"Aku tadi sudah mau jelasin ke Kakak saat di mobil, tapi Kakak bilang nanti saja jelasinnya."


Yudha pun ingat tadi memang Karin sudah ingin bicara dan jelasin sesuatu dengannya tapi malah Yudha bilang nanti saja.


"Maaf sayang. Kakak tidak tahu kalau kamu mau jelasin ke Kakak kalau kamu sudah kenal kedua orang tua Kakak."


"Iya sayang." sambil tersenyum.


Mama Sabrina dan Papa Yudhistira tersenyum senang mendengar anaknya dan Karin saling memanggil dengan sebutan sayang.


"Baguslah nak kalau gadis pilihanmu itu adalah Karin. Soalnya Papamu ini juga menginginkan Karin menjadi menantu kita ya gak Ma?" ucap Papa Yudhistira sambil tersenyum ke arah istrinya.


"Iya Pa." senyumannya terlihat tulus.


Karin jadi bingung mau bicara apa. Karin jadi merasa canggung untuk saat ini.


"Yuk kita makan malam bersama," ucap Yudhistira sambil beranjak pergi meninggalkan ruang keluarga.


Yudha berjalan dibelakang Papanya.


"Ayo sayang sama Mama." sambil menggandeng calon menantunya.


"Iya Bu."


"Jangan panggil Bu lagi dong sayang. Panggilnya Mama saja biar sama kaya Yudha. Kan sebentar lagi kamu akan menjadi menantu Mama," ucapnya dengan senyuman sambil menuju ruang makan.

__ADS_1


"Iya Ma."


Mama Sabrina bahagia sekali ternyata gadis pilihan Yudha juga gadis pilihan suaminya dan sesuai kriteria calon menantunya udah cantik, baik, sopan santun. Beda dengan anak muda jaman sekarang.


__ADS_2