
Ferdi tadi setelah keluar dari kamar rawat Keisha langsung menelepon Yudha. Bagaimanapun juga Yudha berhak tahu tentang keadaan anaknya.
"Om Yudha, Keisha sekarang ada di rumah sakit."
"Apa yang terjadi nak?"
"Keisha pendarahan Om."
"Berikan alamatnya sekarang. Om akan ke rumah sakit."
"Iya Om, habis ini Ferdi akan berikan alamatnya.
"Baiklah, makasih ya Ferdi udah menghubungi Om," ucap Yudha dibalik telepon.
"Sama-sama Om."
Setelah melakukan panggilan teleponnya Yudha lalu mencari sang istri. Terlihat istrinya sedang menyuapi cucunya saat ini bersama dengan menantunya. Anisa tadi kewalahan karena dengan perutnya yang sudah membuncit lalu kedua anaknya menangis terus. Untung ada Karin yang bisa diandalkan.
"Istri-istri yang sempurna," ucap Yudha yang seketika membuat Karin dan Anisa menoleh.
"Eh Papa..."
"Mas, lihat deh cucu kita sangat menggemaskan sekali."
"Iya sayang. Aduh gemesin sekali sih kamu nak," ucap Yudha sambil mengusap kepala cucunya dan sesekali mengecup pipi gembul itu.
Anisa bahagia kedua mertuanya sayang terhadap anaknya.
"Sayang, kamu bisa lihat Anisa sedang hamil saat ini. Aku jadi teringat saat Keifano dan Keisha waktu itu mereka masih kecil dan juga akan punya adik."
"Hmm iya. Tapi kan jarak Keifano, Keisha dan Key tidak begitu terlalu dekat Mas. Sedangkan Anisa hamil saat Alfano dan Elfano baru berusia 6 bulanan."
"Hehe Keifano dan Anisa mungkin ingin punya banyak anak sayang. Maka jarak anak-anaknya terlalu dekat."
"Apa yang Papa katakan ada benarnya juga. Suamiku ingin punya banyak anak Papa. Makanya aku sekarang hamil lagi," jawab Anisa sambil menimang-nimang anaknya.
"Wah kamu istri yang penurut."
Anisa hanya tersenyum tipis saat ini. Dia tidak ingin ada orang ketiga lagi dalam rumah tangganya. Maka dari itu Anisa akan berusaha untuk mempertahankan rumah tangganya dengan mengikuti kemauan suaminya.
El sudah makan dan tinggal Al yang belum menghabiskan makanannya. Saat ini Karin masih menyuapi cucunya.
"Nak, kamu sedang hamil besar. Kurangin menggendong bayi terlalu sering."
"Iya Mama. Ini El sepertinya mengantuk," ucap Anisa yang lalu meletakkan anaknya ke tempat tidur bayi.
Kandungan Anisa sudah berjalan 7 bulan lebih dua minggu. Jadi perutnya sudah terlihat membuncit. Anisa lalu memegang perutnya dan duduk disamping Al.
"Astaga, aku ke sini karena ingin mengabari kabar Keisha."
"Keisha kenapa Mas?" tanya Karin.
"Keisha tadi pendarahan. Sekarang sedang di rumah sakit."
"Astagfirullah, Keisha pendarahan," ucap Anisa terkejut.
"Iya nak. Papa juga tahunya dari Dokter Ferdi."
"Dari Ferdi? Lalu Adrian ke mana?"
"Gak tahu sayang, lebih baik kita ke rumah sakit yuk sekarang."
"Iya Papa ayo."
Anisa lalu mengambil alih menyuapi Al.
"Nanti Anisa dan Keifano akan menyusul ke rumah sakit, kabari alamatnya ya Mama."
__ADS_1
"Iya nak. Kita pergi dulu."
Karin dan Yudha lalu pergi ke rumah sakit.
"Ya Allah semoga kandungan Keisha tidak kenapa-kenapa," ucap Anisa pelan.
Anisa sudah selesai menyuapi anaknya. Al tengah tersenyum saat ini. Bayi kecil itu seketika memegang perut Anisa.
"Ini ada dedek bayinya sayang. Al akan punya adik."
Anisa tak menyangka saat anaknya baru berusia 13 bulan, dia sudah hamil 7 bulan saat ini.
Sangat lucu sekali anaknya yang masih bayi itu dan dia akan punya bayi lagi. Tapi Anisa tidak keberatan untuk hamil lagi karena dia tidak ingin suaminya berpaling darinya. Anisa akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan suaminya.
"Al, ayo bobo sayang. Lihat El saja udah tertidur."
Namun bayi kecil itu hanya tertawa.
"Pusing juga punya anak kembar. Yang satu sudah tidur dan yang satunya lagi gak mau tidur. Belum lagi sebentar lagi akan bertambah satu bayi lagi," ucap Anisa sambil mengusap perutnya yang sudah membesar itu.
Dua bulan lagi Anisa akan melahirkan anaknya. Tidak akan tahu betapa repotnya mengurus tiga bayi sekaligus.
...*****...
Keisha terkejut saat Papa dan Mamanya datang. Karin dan Yudha juga terkejut saat melihat anaknya itu ujung bibirnya terlihat memar.
"Kamu kenapa bisa seperti ini nak?" tanya Karin sedih.
"Adrian pasti sudah menyiksa Keisha," tukas Yudha.
"Aku yang bersalah Papa. Saat itu aku tak sengaja menumpahkan kopi pada bajunya."
"Tapi harusnya Adrian tidak KDRT sama kamu."
Keisha hanya terdiam saat ini.
"Ehm," Keisha bingung menjawab pertanyaan Papanya.
"Jawab Keisha!" seru Yudha.
Keisha lalu menceritakan semuanya. Karin terbengong saat mengetahui sifat menantunya.
"Astaga, tega sekali Adrian sama kamu nak," ucap Karin.
"Sudahlah, tinggalkan saja laki-laki seperti Adrian itu!"
"Tapi Papa, aku mencintainya."
"Makan tuh cinta!"
"Mas, jangan bicara seperti itu," ucap Karin.
"Kamu sih Papa jodohkan dengan Ferdi gak mau. Salah kamu sendiri kan sekarang kamu jadi menderita."
"Papa, aku akan punya anak darinya. Aku tidak mau rumah tanggaku hancur."
"Terserah kamu, suami kamu itu sudah melakukan KDRT. Itu artinya hubungan rumah tangga kalian sudah tidak baik-baik saja nak."
"Aku yakin kok Papa kalau Mas Adrian akan bersikap lembut dan perhatian lagi setelah anakku lahir."
"Aku tidak percaya dengan laki-laki buaya itu."
"Mas, jangan berburuk sangka."
"Aku yakin Adrian tidak akan pernah berubah. Kamu sih ngeyel menikah dengan laki-laki kurang ajar itu dan menolak Ferdi."
"Sudah Papa cukup!" ucap Keisha sambil menutup kedua telinganya.
__ADS_1
"Mas, hentikan! Keisha sedang hamil. Kamu jangan membuat Keisha jadi stress."
Yudha hanya terdiam saat ini, jika istrinya sudah marah maka ia akan tidur di sofa ruang keluarga.
...*****...
Sampai saat ini pernikahan Andin dan Key belum terungkap. Keluarga Sanjaya belum tahu bahwa anaknya itu sudah menikah bahkan akan punya anak saat ini. Kandungan Andin saat ini sudah memasuki usia bulan ke 5. Sedangkan Anisa dan Keisha sedang hamil 7 bulanan. Karin dan Yudha sedang sibuk mengurus anak dan sekaligus menantunya itu yang sedang hamil. Jadi tidak terlalu memperhatikan Key dan Keyla.
Key sering beralasan menginap di rumah Leon. Padahal sebenarnya ia menginap di rumah istri tercintanya, menemani ibu yang sedang mengandung anaknya tersebut.
Malam telah tiba, Key datang membawakan pesanan istrinya. Saat ini Andin sedang ngidam martabak manis.
"Assalamualaikum ..."
"Wa'alaikum Salam ..."
Andin bahagia saat suaminya pulang.
"Wah martabaknya sudah datang."
"Suami yang pulang kok yang disambut cuma martabaknya," ucap Key cemberut.
"Sini aku peluk."
Key lalu meletakkan martabak yang baru saja ia beli dan lalu mendekati istrinya. Andin memeluk suaminya dengan erat namun hanya sebentar saja.
"Aku sedang ngidam sayang jadi ingin cepat-cepat merasakan martabaknya selagi hangat."
"Yuk kalau begitu aku bukain ya martabaknya?"
Andin hanya mengangguk pelan. Key lalu membuka martabak manis tersebut. Mata Andin langsung berbinar-binar.
"Nak, ayo kita makan martabaknya sama Papi," ucapnya sambil mengusap perutnya yang sudah terlihat membesar.
Mereka lalu duduk di sofa ruang keluarga. Bibi ikut bahagia melihat majikannya semakin romantis.
"Suapin aku sayang," pinta Andin dengan nada manja.
"Siap sayangku. Aku ambil sendok dan garpu dulu."
Andin dengan lahapnya memakan martabak itu. Key dengan telaten menyuapi istrinya yang sedang ngidam.
"Yah habis, padahal kamu belum memakannya sayang."
"Aku tidak terlalu suka martabak manis sayang. Aku sukanya senyuman kamu yang manis itu."
"Mulai gombal deh!"
Key hanya terkekeh saja.
"Adududu .....," pekik Andin saat merasakan tendangan kecil dari dalam perutnya.
"Sayang, apa perut kamu sakit?" tanya Key khawatir.
"Tidak, anak kita sedang menendang dalam perutku. Aku merasa geli saat merasakannya," jawab Andin.
Key lalu matanya berbinar-binar. Saat anaknya sedang memandang dalam perut istrinya itulah yang selalu Key nantikan. Dengan cepat Key meletakkan tangannya pada perut Andin.
"Sayang, dia masih bergerak-gerak."
"Iya, mungkin dia tahu kalau Papinya ingin menyapanya."
"Nak, Papi sayang kamu. Sehat-sehat ya nak."
Key bahagia anaknya meresponnya dengan tendangan kecilnya. Meskipun belum begitu terasa namun rasa haru yang Key rasakan saat akan menjadi seorang ayah.
Bersambung ...
__ADS_1