Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
S2 - Happy Anniversary Sayang..


__ADS_3

Anisa masih mengingat dua minggu yang lalu adalah satu tahun pernikahannya. Keifano bersikap lebih romantis saat merayakan satu tahun pernikahannya. Keifano memberikan hadiah berupa mobil baru untuk Anisa. Sebenarnya Anisa tidak ingin berlebihan karena suaminya memberinya mobil. Tapi alasan utamanya adalah mobil yang Anisa punya kadang mogok saat hujan jadi Keifano membelikan mobil sebagai hadiah yang tepat saat satu tahun usia pernikahannya.


FLASHBACK ON


Pagi ini adalah tepat satu tahun usia pernikahan Keifano dan Anisa. Keifano memegang pipi istrinya yang lebih berisi. Istrinya itu berat badannya naik 12 kg semenjak hamil. Keifano mengusap puncak kepala istrinya dan kemudian mengecup kening Anisa.


"Sayang bangun, kita sholat yuk..."


Anisa mulai mengerjapkan matanya saat suaminya membangunkannya untuk mengajaknya sholat subuh berjamaah.


"Eh, sayang sudah adzan subuh ya," ucap Anisa dan lalu duduk.


Tapi Keifano lalu menariknya dalam dekapannya.


"Happy Anniversary sayang..."


Anisa membolakan matanya saat ini. Dia belum membelikan hadiah untuk suaminya. Sedangkan Keifano mengernyitkan dahinya saat melihat ekspresi wajah istrinya.


"Bunda, apa kamu tidak bahagia?"


"Ayah, aku lupa belum membelikan kado untukmu saat satu tahun pernikahan kita."


Keifano menghela napas panjang dan ternyata istrinya itu memikirkan kado untuknya.


"Sayang kamu memberikan kado yang spesial untukku. Secara tak sadar kado itu sudah kamu bawa."


Anisa pun bingung sedangkan Keifano terkekeh melihat ekspresi Anisa yang tengah kebingungan.


"Ini kadonya sayang," ucap Keifano mengusap perut Anisa.


Anisa tersenyum tipis saat tahu kado yang dari tadi suaminya bicarakan dan ternyata adalah kedua anaknya yang masih dalam kandungannya.


"Kamu telah memberikan kado spesial untuk ulang tahun pernikahan kita. Makasih ya sayang," ucap Keifano yang lalu mengecup bibir Anisa.


"Sama-sama suamiku," ucap Anisa pelan dan lalu memeluk Keifano.


"Nanti giliran aku yang akan memberikan kejutan untuk kamu sayang sekarang kita sholat dulu."


Anisa mengangguk pelan dan mereka akhirnya melaksanakan sholat subuh berjamaah.

__ADS_1


Pagi hari telah tiba setelah sarapan Anisa bahagia saat akan mendapatkan kejutan dari suaminya.


"Ayah, kamu akan membawaku ke mana?"


"Sebentar lagi sampai Bunda."


Keifano menuntun istri tercintanya menuju halaman rumahnya. Mobil yang Keifano pesan sudah datang pagi-pagi.


"Bunda ini kado untukmu," ucap Keifano saat membuka kain penutup yang dari tadi menutup mata cantik istrinya.


Anisa melongo saat ini tengah di halaman rumah dan ada mobil baru di depan matanya.


"Mobil baru?" tanya Anisa kepada suaminya.


"Iya sayang, apa kamu bahagia dapat kado dariku?"


"Aku sangat bahagia sayang. Makasih ya kadonya dan aku menyukainya," ucap Anisa sambil memeluk suaminya.


Meskipun perutnya sudah membuncit tapi Anisa berusaha untuk memeluk suaminya karena hadiah yang suaminya berikan tidaklah murah. Anisa menerima hadiah dari suaminya. Bagaimanapun juga Anisa bersyukur karena suaminya telah memberikan kado yang spesial untuknya. Anisa sebenarnya ingin protes karena hadiahnya terlalu mahal tapi karena tidak ingin suaminya kecewa jadi Anisa menerimanya.


Keifano sangat tahu jika istrinya tidak terlalu suka dengan perhiasan maka dari itu Keifano memberikan sesuatu yang berharga untuk istrinya. Anisa tipe wanita yang tidak materialistis, kalung berlian yang Keifano berikan waktu itu sangat jarang sekali Anisa pakai.


Malam telah tiba, Anisa menuju ranjangnya duluan karena matanya sudah mengantuk dan perlahan-lahan Anisa merebahkan tubuhnya. Anisa membolak-balikkan tubuhnya, Keifano yang baru saja keluar dari kamar mandi saat melihat istrinya sepertinya merasa tidak nyaman untuk tertidur malam ini dan apalagi menjelang kelahiran si kembar.


"Sayang, apa kamu merasa tidak nyaman?" tanya Keifano sambil duduk di pinggir ranjang dan mengusap kepala istrinya.


"Hmm," jawab Anisa singkat.


Keifano tahu saat ini istrinya sedang badmood karena susah tertidur. Ia lalu berjalan disisi ranjang dan menata bantal untuk bersandaran.


"Sini sayang, aku akan memelukmu sampai kamu tertidur dalam pelukanku."


Anisa menurut dan mungkin hanya itu yang bisa membuatnya memejamkan mata. Keifano tersenyum tipis lalu menaikkan selimutnya dan mendekap tubuh istrinya dengan hangat sambil menutup matanya dan menikmati aroma wangi dari puncak kepala istrinya, wangi aroma vanila yang membuat Keifano semakin candu. Anisa juga memeluk suaminya dan mencari kenyamanan agar segera matanya terpejam karena kantuknya sudah menyerangnya sedari tadi.


"Selamat malam bidadariku. Tidurlah dengan nyenyak malam ini dalam pelukanku," ucap Keifano sambil mengecup kening Anisa.


"Malam juga sayangku, selamat tidur..."


Saat Anisa mulai memejamkan matanya tiba-tiba saja Anisa merasakan tendangan kuat dari dalam perutnya, kedua anaknya itu sepertinya mengingatkan sesuatu.

__ADS_1


"Auwww," pekik Anisa tiba-tiba sambil melepaskan pelukannya dan beralih memegang perutnya.


Keifano lalu membuka matanya perlahan, ia tahu si kembar akhir-akhir ini sering sekali manja dan tadi Keifano melupakan kebiasaannya. Keifano melepaskan dekapannya dan langsung mengecup perut istrinya dua kali.


"Ayah tadi lupa belum mengucapkan selamat tidur kepada kalian. Maafkan Ayah ya nak," ucapnya sambil mengusap-usap perut Anisa.


Keifano tersenyum saat si kembar meresponnya. Kedua anaknya begitu aktif saat Keifano mengusap perut Anisa. Beberapa saat kemudian tendangan si kembar tidak terlalu aktif karena sudah sekitar lima belas menit Keifano mengusap perut istrinya.


"Sayang apa masih sakit?" tanya Keifano lirih.


Anisa menggelengkan kepalanya pertanda bahwa jawabannya tidak. Sangatlah aneh setelah suaminya mengusap perutnya rasa sakitnya seketika hilang. Anisa jadi tahu ikatan batin antara anak dan ayah sangatlah dekat.


"Anak-anak sepertinya sedang manja dan ingin selalu diperhatikan. Seperti kamu juga begitu kan sayangku?" ucapnya terkekeh dan menyentil hidung Anisa.


Suaminya itu sangat usil dan Anisa tahu sifatnya yang seperti itu seperti mertuanya karena Karin bilang kepada Anisa kalau Keifano tidak jauh berbeda sifat dan juga sikapnya dengan Yudha.


"Aku tidak manja!" protes Anisa.


"Tidak manja apanya? Bahkan Mama bilang kalau kamu selalu menanyakan kepulangan aku."


Anisa sangat malu saat ketahuan tengah merindukan suaminya karena belum pulang dan ternyata mertuanya itu memberitahu kepada anaknya.


"Mama, Keifano belum pulang juga ya Ma? Padahal aku sudah sangat rindu padanya. Aku ingin memeluknya setiap saat," ucapnya kembali sambil menirukan pesan WhatsApp dari Karin yang tak lain perkataan Anisa kepada mertuanya.


Anisa bersemu merah wajahnya saat ini seperti seekor kucing yang tengah ketahuan oleh pemiliknya karena sedang mengendap-endap dan akhirnya tertangkap juga.


"Sayang, aku akan membahagiakan kamu. Seumur hidupku aku hanya ingin selalu bersamamu."


"Iya Keifano, aku mencintaimu," ucap Anisa dan lalu menenggelamkan wajahnya ke dada bidang suaminya.


Setelah mengucapkan kata cinta Anisa merasa malu. Meskipun mereka sudah menikah satu satu tahun tapi Anisa masih enggan malu-malu terhadap suaminya. Keifano sangat gemas dengan tingkah laku istrinya yang menurutnya sangatlah manis.


"Sudahlah sayang, kamu jangan malu seperti itu dan katanya kamu ngantuk?" ucap Keifano yang kasihan terhadap ibu calon kedua anaknya tersebut.


"Hmm iya aku sangat ngantuk sekali," ucap Anisa menguap dan lalu menutup mulutnya.


"Ayo kita tidur sayang."


Anisa lalu tidur senyaman mungkin pada dada bidang suaminya. Keifano tersenyum saat istrinya juga memeluknya dan akhirnya mereka terlelap bersama dalam mimpi dan saling berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2