Perjuangan Cinta Dokter Yudha

Perjuangan Cinta Dokter Yudha
BAB 111 - Makan Malam Bersama


__ADS_3

Yudha meminta nomor Dion kepada Rey. Karena sudah lama mereka di Korea jadi Yudha dan Karin sudah ganti nomor teleponnya saat kembali ke Indonesia. Yudha sudah menelepon Dion. Mereka akan datang nanti malam.


"Mas, sekalian kita undang Mama dan Papa ya? Biar Papa juga bisa bertemu dengan kedua cucunya."


"Iya sayang. Baru aku mau bilang ke kamu. Ternyata kita satu hati dan satu pemikiran."


"Hmm...... Iya...."


"Kamu kenapa sayang?"


"Aku ingin memakan nasi goreng buatan kamu Mas. Aku lapar lagi..."


Yudha lalu mukanya sudah tepat di depan perut Karin dan akan mengajak anaknya berbicara.


"Anak Papa lagi ingin makan nasi goreng buatan Papa ya?" ucapnya sambil mengusap-usap perut Karin.


"Iya Papa. Buatin yang banyak ya?" Karin menirukan suara anak kecil.


"Siap anak Papa sayang..." Sambil mengecup perut Karin sebentar.


Yudha lalu kembali berdiri dan menuju ke dapur. Yudha akan membuatkan nasi goreng yang istrinya inginkan.


"Sebentar ya sayang aku buatin nasi goreng keinginan si kecil."


"Iya Mas..."


"Untung saja, Karin ngidamnya tidak aneh-aneh selama ini. Eh, jangan sampai ngidam yang aneh-aneh deh." Batin Yudha


Setelah beberapa menit akhirnya nasi goreng pesanan istrinya sudah jadi.


"Sayang sudah jadi nih nasi gorengnya."


"Makasih ya Mas."


"Sama-sama sayang. Apapun akan aku lakukan untuk kamu. Karena kamu adalah segalanya untukku."


"Dari tadi gombal terus deh Mas! Sudah mau punya anak tiga juga."


"Tidak apa-apa sayang. Kamu tahu kan Om Aldi dan Tante Ana. Mereka masih mesra meskipun sudah punya dua cucu. Sedangkan kita kan baru punya 2 anak yang masih kecil-kecil."


"Hmm... Iya juga ya Mas."


Om Aldi dan Tante Ana adalah orang tuanya Rey.


Karin lalu melanjutkan makannya kembali. Masakan Yudha seperti biasanya selalu enak. Karin hanya perlu waktu sepuluh menit untuk menghabiskan nasi goreng buatan suaminya. Yudha bahagia istrinya lahap makannya.


Yudha lalu menelepon Mamanya dan mengundangnya untuk makan malam bersama. Dion dan Alya sudah sanggup akan datang.


...*****...


Mama Sabrina kini telah sampai rumah. Ternyata suaminya belum sampai rumah. Mama Sabrina bahagia anaknya menelepon dan mengajaknya makan malam bersama Papa Yudhistira juga. Mama Sabrina sudah tidak sabar ingin memberitahu bahwa sudah punya cucu lucu-lucu dari anaknya dan Karin kini tengah mengandung lagi. Tak lama kemudian mobil Papa Yudhistira terparkir di halaman rumahnya.


"Itu pasti Papa datang." Mama Sabrina beranjak dari duduknya dan akan menyambut kedatangan suaminya.

__ADS_1


Papa Yudhistira lalu keluar dari mobilnya dan saat mau masuk rumah istrinya sudah tersenyum menyambut kedatangannya.


"Assalamualaikum Mama..."


"Wa'alaikum Salam Papa...." Sambil meraih tas suaminya.


"Mama ada kabar bahagia Papa. Ayo kita masuk ke dalam."


"Kabar bahagia?" Papa Yudhistira mengernyitkan dahinya.


Mereka lalu masuk ke dalam rumah. Papa Yudhistira sudah duduk di sofa.


"Minum dulu Papa tehnya." Mama Sabrina memberikan secangkir teh ke suaminya.


"Iya Mama....."


Setelah minum tehnya Papa Yudhistira ingin bertanya apa maksudnya tadi soal kabar bahagia.


"Maksud Mama tadi kabar bahagia apa?"


"Mama tadi ketemu dengan Yudha, Papa."


"Apa? Dimana Mama? Kenapa Mama tidak memberitahu Papa?"


"Papa tanyanya satu-satu dong. Biar Mama jelaskan pelan-pelan ya Papa."


Papa Yudhistira mengangguk sambil menyeruput tehnya.


"Jadi Mama tadi tak sengaja bertemu anak kecil di mall. Terus ada pengumuman bahwa ada orang kehilangan anaknya. Mama bawa anak itu ke tempat pengumuman yang tadi disiarkan. Ternyata saat Mama bawa anak kecil itu ke orang tuanya. Ternyata Papa dari anak itu adalah Yudha."


"Iya Papa kita punya cucu. Namanya Keifano dan Keisha."


"Kita punya cucu dua?" Betapa bahagianya Papa Yudhistira tahu saat memiliki dua cucu.


"Iya Papa. Kita punya cucu kembar. Mereka sangat menggemaskan sekali. Cucu kita mirip Yudha waktu masih kecil Papa. Sifat dinginnya menurun ke anaknya. Sedangkan Keisha wajahnya perpaduan antara Yudha dengan Karin. Sangatlah cantik Papa cucu kita.


"Alhamdulillah, Papa senang sekali Mama akhirnya kita punya cucu sekaligus dua dan lucu-lucu lagi."


"Papa jangan senang dulu. Mama belum cerita semuanya," ucap dengan senyuman.


"Maksud Mama apa?"


"Kita sebentar lagi akan punya tiga cucu Papa. Karena Karin sedang hamil lagi. Seminggu lagi acara tujuh bulanannya dan kita disuruh datang Papa. Katanya mereka baru saja pulang dari Korea dan baru 3 bulanan di Indonesia. Mereka selama ini tinggal di Korea Papa. Ini Papa foto cucu kita," ucapnya sambil memberikan hpnya.


Papa Yudhistira bahagia melihat foto kedua cucunya. Papa Yudhistira sangat bersyukur mempunyai dua cucu dan sebentar lagi akan mempunyai tiga cucu.


"Alhamdulillah, aku akan punya tiga cucu. Terima kasih Ya Allah..."


"Papa, Mama menyesal telah memperlakukan Karin tidak baik selama ini. Tadi Karin juga sudah memaafkan Mama."


"Menantu kita memang hatinya mulia Mama. Dia sangat baik, Papa sudah tahu saat pertama kali bertemu dengannya di supermarket waktu itu saat Karin masih SMA."


"Mama, Papa mohon jangan sakiti hatinya lagi ya Mama," ucapnya kembali.

__ADS_1


"Tentu saja Papa. Mama janji tidak akan pernah menyakiti hati Karin lagi. Mama sudah berubah Papa."


Papa Yudistira bahagia sekarang istrinya sudah berubah dan akan menjadi jauh lebih baik lagi.


"Yudha sekarang sudah punya rumah sendiri Papa. Rumah yang lama dijual sekarang menempati rumah yang besar dan megah. Tadi Mama ke rumah Yudha. Mama bangga dengan menantu kita. Karin juga seorang desainer terkenal. Dia pemilik Kays Boutique."


"Antarkan Papa kesana Mama. Papa ingin bertemu dengan mereka."


"Papa yang sabar dong. Nanti malam kita diundang untuk makan malam bersama."


"Papa sudah tidak sabar ketemu mereka nanti malam. Papa ingin melihat betapa lucunya cucu-cucu Papa Ma."


"Iya Papa. Tapi cucu Papa yang Keifano itu seperti Yudha. Sifatnya dingin dengan orang yang baru dikenal. Tadi ada Mama mau memeluk Keifano, eh Keifano mundur-mundur terus sembunyi dibalik tubuh Yudha."


"Hahaha... Cucuku menggemaskan sekali. Keifano seperti Yudha ya Mama waktu masih kecil." Masih teringat tadi foto cucunya dihp istrinya.


"Iya Papa. Sama persis 90% sifatnya mirip. Sedangkan Keisha tadi memeluk Mama. Keisha sifatnya seperti Karin yang muda bergaul dengan orang baru."


"Cucu kita memang menggemaskan semuanya Mama. Ada Yudha junior dan Karin junior. Nanti cucu ketiga kita akan lebih mirip siapa ya?"


"Sepertinya mirip keduanya Papa."


Mereka lalu tertawa bersama membahas kedua cucunya.


Malam telah tiba kini Mama Sabrina dan Papa Yudhistira sudah sampai di rumah Yudha.


"Megah sekali rumah kalian nak. Rumahmu lebih besar daripada rumah yang kemarin."


"Alhamdulillah Papa. Hasil penjualan rumah lama yang kemarin buat membeli rumah ini dan ditambah uang hasil kerja kerasku selama di Korea."


"Nak, apa kamu tidak ingin menjadi seorang Dokter lagi?"


"Papa, saat ini aku nyaman dengan menjadi pengusaha di bidang kuliner."


"Ya sudah. Tapi jika kamu ingin menjadi Dokter lagi kabarin Papa ya nak."


"Iya Papa siap....."


"Mana menantuku nak?" Tanya Mama Sabrina.


"Ada di dapur Mama sama Bibi."


"Apa menantuku jadi yang masak untuk acara makan malam bersama malam ini?"


"Iya Mama. Karin yang memasaknya dan dibantu oleh Bibi. Yudha sudah bilang pesan makanan online saja atau ambil dari restoran kita. Tapi Mama tahu sendiri kan kalau Karin orangnya keras kepala dan katanya dia ingin memasak spesial untuk menyambut Mama dan Papa."


"Wah menantuku jadi memasak spesial untukku?" Tanya Papa Yudhistira.


"Iya benar Papa."


"Mama akan membantu Karin ke dapur ya nak."


"Iya Mama. Tapi Yudha lihat tadi mereka sudah selesai masak dan tinggal di taruh menghidangkan makanannya saja."

__ADS_1


"Iya Mama akan bantu Karin di dapur."


Mama Sabrina tidak ingin menantunya terlalu kecapekan. Karena Karin sedang hamil.


__ADS_2