
Ratu Zhang melihat punggung xiao Zhou menghilang kearah lorong penginapan itu,,
"anak itu?? aku akan mengikuti nya,, setidaknya aku tidak mati sendirian" guman Ratu Zhang,, dan mengejar xiao Zhou dan berhenti di belakang xiao Zhou...
xiao Zhou menarik pedang panjangnya,,
sriiiiiinnnnnnnnnggggghh....
pedang kematian mulai di tebaskan xiao Zhou ke arah pasukan pemberontak di lorong itu,, darah menyembur kesegala arah,, perlahan xiao Zhou melangkah sambil membantai keluar penginapan...
prajurit pemberontak tidak ada yang berani mendekati xiao Zhou,, mereka hanya mengurung remaja dengan pedang panjang itu,,,
Ratu Zhang tidak dapat menyembunyikan keterkejutan nya... tidak menyangka bahwa remaja berwajah tidak berdosa itu,, begitu tenang dan tanpa beban dalam menebas kepala manusia,,
"apa kau manusia?" tanya Ratu Zhang yang masih di belakang punggung xiao Zhou...
xiao Zhou memasuki jalan utama ibukota dan masih di kepung pasukan pemberontak,,
"apa kalian tidak ada yang berani maju" ucap xiao zhou yang menyeret Padang nya,, sehingga ujung pedang itu membuat garis di tanah....
wajah prajurit itu tampak pucat, tidak ada yang berani bicara,,
tampak tidak jauh dari xiao Zhou,, seseorang duduk di atas kuda dengan pakaian prajurit istana sedikit berbeda.. wajah nya kurus dan pucat dengan tatapan dingin seperti es....
Ratu Zhang mendekati tubuh xiao Zhou...
itu jendral Guo Chu Jung... dia adalah naga hijau selatan,, pendekar tombak terbaik kekaisaran ini" ucap Ratu Zhang...
xiao Zhou hanya mengangguk,, " aku tidak pernah menghadapi pendekar tombak hebat sebelum nya,, ini akan menarik" ucap xiao zhou dengan senyum mengembang di bibirnya...
xiao Zhou membentuk sebuah segel di sekitar Ratu Zhang,, "jangan keluar dari segel ini" ucap xiao zhou dan melangkah kearah jendral Guo Chu Jung...
__ADS_1
hawa pembunuh mulai keluar dari tubuh jendral Guo, suhu terasa begitu menusuk tulang,, penerangan jalan padam karena api dari lentera-lentera itu mati,,, semua orang tidak dapat bergerak,, hanya bola mata mereka saja yang bisa di gerakan....
"kau tidak akan bisa bergerak, dan sebentar lagi akan mati membeku anak kecil,, dan kau Ratu Zhang, sebaiknya serahkan pusaka dewa milik kaisar itu"ucap jendral Guo dingin
"hawa pembunuh ini begitu kuat, dan dapat membuat kultivator tingkat ahli tewas hanya dengan hawa ini,, hanya kultivator es abadi yang bisa mengeluarkan hawa ini,," batin xiao Zhou dan mengeluarkan tehnik menapak Mega nya,,
pakaian xiao zhou mulai sedikit melambai,, rambut nya mulai bergoyang-goyang seperti berada di dalam air,, terlihat wajah tampan sangat serasi dengan kristal biru cerah di kening nya,, membuat nya bagaikan seorang dewa,,,
dengan tenang xiao zhou melangkah ringan,, ujung pedang itu masih terseret di tanah,, dengan satu hentakan xiao Zhou mengayunkan pedang nya dari bawah keatas... sebuah pedang energi berbentuk bulan sabit hijau melesat kearah jendral Guo...
ini tidak mungkin?? bagaimana dia bisa bergerak dan melangkah begitu ringan??? batin jendral Guo dengan mata melebar,,, dan melompat keudara dari kuda nya menghindari serangan pedang energi xiao Zhou...
serangan xiao zhou membelah pasukan yang ada di depan jendral Guo, bahkan kuda naas itu juga terbelah dengan rapi, menjadi dua dari kepala sampai ekor,,
"kemampuan mu cukup hebat juga" ucap jendral Guo dan mengeluarkan tombak nya...
jurus tombak pembeku jiwa" ucap jendral guo
dan mulai menyerang dengan tombak bermata seperti pisau yang di apit pisau lebih kecil mirip bulat sabit, keduanya bertarung begitu lincah tombak dari jendral Guo begitu kuat dan terkadang begitu lentur seperti seledang...
mereka berdua terlalu menikmati pertarungan tidak menyadari hampir seluruh pasukan pemberontak yang ada di jalan utama itu membeku,, karena jurus tombak jendral guo begitu dingin,, tapi Ratu Zhang tidak terluka sama sekali di dalam segel xiao Zhou
lingkaran kematian ucap xiao zhou dan berputar di udara, membentuk lingkaran, dan mendarat...
jendral Guo pun mengeluarkan jurus terkuat nya....
jurus tombak pembeku jiwa... dunia es ucap jendral Guo...
dan dari segala arah muncul tombak es yang sangat tajam,, bahkan dari bawah kaki xiao Zhou berpijak,, xiao Zhou berputar melompat menghidari tombak yang datang ke arah nya,, beberapa tombak es berhasil melubangi pakaian xiao Zhou,,
xiao Zhou tersenyum mendekat kearah jendral Guo... nyanyian kematian,,, ucap xiao zhou,, dan hawa panas mulai memenuhi sekeliling xiao Zhou,, pedang kematian mulai berlapis dengan api hitam,, lingkaran hitam panas terbentuk di sekililing tubuh xiao Zhou,, menyebabkan tombak es yang muncul seketika meleleh,, setiap muncul sudah tidak berbentuk tombak lagi.....
__ADS_1
mata jendral Guo terbelalak,, es abadi nya bisa meleleh begitu cepat,, dan dengan sekuat tenaga melesat kearah xiao Zhou...
jurus tombak pembeku jiwa,, tombak penghancur jantung" teriak jendral Guo...
serangan jendral Guo, perjalan berubah menjadi naga dilapisi cahaya hijau....
mata xiao Zhou berubah menjadi merah,, senyum nya terlihat di bibir nya dan juga menyerang kearah jendral Guo,, dan serangan nya berbentuk Phoenix hitam yang sangat panas...
blaaaaarrrrrrrrrrrrrrr.....
benturan dahsyat,, membuat jalan utama ibukota itu terang seperti siang,, xiao Zhou tidak terlihat, hanya jendral Guo yang berdiri di tengah-tengah jalan utama itu....
wajah jendral Guo terlihat begitu tidak percaya,, tombak pusaka nya terbelah,, dan" suara apa ini??" ucap jendral Guo,, dan tubuhnya mulai roboh,, bau daging hangus menyengat hidung...
xiao Zhou perlahan turun yang sebelumnya melayang di hadapan Ratu Zhang,, mata nya masih terpejam,, pedang panjang nya sudah kembali ke pinggangnya....
xiao Zhou membuka mata nya, dan membuka segel pelindung dan menarik tangan Ratu Zhang,, pasukan pemberontak mengejar mereka berdua,,
dan dengan sigap xiao Zhou menggendong Ratu Zhang dan melompat keudara,, dan menghilang dalam gelam malam....
.....
di pinggiran ibukota sebuah gubuk yang di tinggal oleh pemiliknya,
Ratu Zhang dan xiao Zhou bersembunyi di gubuk itu,, langit sudah mulai terang,, namun pagi itu cuaca begitu tidak bersahabat, badai salju turun dengan deras nya menguyur ibukota,,
xiao Zhou menatap mata Ratu Zhang di dalam gubuk itu,,
"ceritakan semua" ucap xiao zhou...
Ratu Zhang memejamkan mata nya,, di balik caping bercadar,,
__ADS_1
"baiklah anak muda aku akan bercerita,, sekarang hanya kau satu-satunya harapan yang ku punya" ucap Ratu Zhang dan mulai bercerita dari awal....
.....