
semua menatap kejadian itu,
"aku memang tidak bisa membunuh mu, tapi aku akan mengurung mu dalam penjara itu, mungkin kau akan butuh ratusan ribu tahun di tempat itu," ucap Zhou Shillin, dan petir-petir itu mulai menghilang.
Untuk sesaat pertempuran berhenti, tetapi batu yang penuh simbul suci itu bergetar, mata Zhou Shillin melebar.
"ini tidak mungkin, penjara batu?"
Pilar Langit Zhou Shilin melesat mendekati penjara batu nya, dan kembali merapal mantra, simbol-simbol suci itu mulai bersinar lagi, penjara batu nyang lebih mirip sebuah tebing karena begitu besar itu berhenti bergetar.
prakkkkk.....
praaakkkkk....
bommmm......
Penjara terbuat dari batu milik Zhou Shillin hancur menjadi puing, dan beterbangan ke segala arah, dan sebuah tebasan pedang energi keluar menghantam Pilar Langit Zhou Shilin.
Pilar Langit Zhou Shilin menahan pedang energi itu, tubuh nya terdorong begitu kencang, pelindung tubuh nya retak dan tubuh Dewa tua itu menembus benteng kedua serta menghantam halaman istana langit, membuat sebuah kawah besar di hadapan kediaman Kaisar Langit.
bommmm.....
suara ledakan terdengar akibat hantaman tubuh Pilar Langit Zhou Shilin, pecahan lantai dari halaman itu berhamburan, dan halaman itu di selimuti debu.
Tubuh Pilar Langit Zhou Shilin penuh memar, pakaian nya sudah hampir hancur, darah tampak keluar dari hidung dan telinga Dewa sepuh itu.
Pilar Langit Zhou Shilin duduk bersila di dasar kawah itu, menahan dan mengendalikan energi liar di tubuh nya, agar tidak menghancurkan organ-organ vital nya.
"uhukkkkk...." darah kehitaman keluar dari bibir nya, matanya tetap terpejam.
"sudah cukup...." ucap Sang Pembunuh Dewa melayang di udara dan kini melesat mendekati Pilar Langit Zhou Shilin, dan berdiri di halaman istana langit.
Semua Dewa melesat ke arah nya, dan mengurung nya dengan senjata yang mengacung ke arah nya.
Kaisar langit yang sudah keluar istana nya, berdiri di tangga paling tinggi di halaman itu, melihat Sang Pembunuh Dewa yang menatap ke arah nya.
Sang Pembunuh Dewa membuka telapak tangan nya ke arah Pilar Langit Zhou Shilin yang masih duduk dengan mata terpejam, sebuah cahaya berwarna merah keluar dari telapak tangan nya.
bammmm......
__ADS_1
cahaya itu menghantam tubuh Dewa tua itu, membuat nya terlempar dan menghantam dinding kawah.
Zhou Shilin terlihat tidak berdaya, asap keluar dari seluruh tubuh nya, yang seperti terbakar.
Para Dewa yang mengurung Sang Pembunuh Dewa tidak mampu menghentikan nya, hampir semua menemui ajal mereka, saat pedang tebal itu di ayunkan oleh tuan nya.
Sang Pembunuh Dewa mendekati tubuh tidak berdaya Zhou Shillin, dan menginjak kepala Dewa tua itu.
"berani sekali dirimu ingin mengurung ku lagi, sudah cukup aku terkurung sekali di alam milik tua bangka itu, aku tidak ingin seperti itu lagi," ucap Sang Pembunuh Dewa.
Tangan kiri nya mencekik leher Zhou Shillin, dan keduanya melayang,
"apa hanya segini kekuatan Kekaisaran ini? apa tidak ada Dewa yang lebih dari ini? dan kau Kaisar lemah... kau terlalu lama bersenang-senang, hingga pasukan mu begitu manja, aahh... ini terlalu mudah bagiku bahkan aku belum berkeringat sama sekali," teriak Sang Pembunuh Dewa dan melempar tubuh tidak berdaya Zhou Shillin ke arah Kaisar Langit.
Dewa Pengetahuan mencoba menangkap tubuh pilar langit itu tetapi energi qi yang di gunakan oleh Sang Pembunuh Dewa begitu kuat, hingga kedua dewa tua itu menghantam tangga terbawah tempat Kaisar Langit berdiri.
"hentikan penjahat... meskipun dalam peperangan, ada beberapa sikap yang harus di jaga, sikap menghormati lawan adalah sesuatu yang harus di pegang setiap prajurit," ucap Kaisar Langit.
"bukankah kau menginginkan posisi ku? sekarang kau boleh membunuh ku, dan hentikan pembantaian orang-orang tidak berdosa lain nya," ucap Kaisar Langit.
"hahaha.... kau pikir akan semudah itu untuk mu mati, kau harus melihat satu-persatu anjing mu mati, dan juga keluarga mu, aku pastikan kau akan melihat semuanya," teriak Sang Pembunuh Dewa.
"tidak apa suami... aku bangga mati bersama dengan mu suami," ucap Ratu langit menatap suaminya, dan menatap ke arah Sang Pembunuh Dewa.
"Dan kau... jika kau berpikir kami akan takut dengan ucapan mu itu kau salah besar, kami hanya merasa bersalah jika tangan kotor mu sampai menyentuh mayat kami, orang dengan jiwa kerdil seperti mu ingin menjadi Kaisar Langit, sebaiknya kau lupakan mimpi itu secepatnya," ucap Ratu Langit.
Kaisar Langit mengangkat tangan nya di samping kepala, mengisyaratkan agar istri nya berhenti bicara.
"cukup istriku... orang ini penuh kebencian kau jangan menghabiskan energi untuk orang yang tidak memiliki kehormatan seperti nya, aku hanya sangat menyesal jika orang ini yang akan menggantikan ku," ucap Kaisar Langit menghela nafasnya, sorot mata penuh penyesalan.
"sudah saatnya sekarang.... segel pelindung benteng ke dua sudah hancur, delapan Dewa penjaga cepat lakukan segel sembilan istana beku," teriak Dewa Pengetahuan.
"apa? tidakkk...." teriak Sang Pembunuh Dewa, dan menarik cincin langit yang sedang bertarung dengan Phoenix merah, cincin itu melesat sesuai perintah dari Sang Pembunuh Dewa.
Cincin Langit melesat ke arah salah satu dari delapan Dewa penjaga yang mulai membentuk formasi, dan
sreeessstttt.......
cincin setengah itu menembus tenggorokan dan sekaligus melubangi tulang leher dari Dewa itu, membuat tubuh Dewa itu terlempar dengan tidak bernyawa lagi.
__ADS_1
Mata Dewa Pengetahuan melebar menatap kejadian itu, dan Dewa formasi Lou Yi yang mengetahui jika segel sembilan istana beku sudah gagal dengan cepat membuat segel pelindung terkuat nya di depan Kaisar Langit, dan mengorbankan nyawanya.
Dewa Pengetahuan juga mengeluarkan sungai sastra nya, yang merupakan tehnik tertinggi dari kemampuan nya, tulisan suci membentuk lingkaran di hadapan Kaisar Langit dan dari lingkaran itu keluar jutaan huruf emas mengelilingi Sang Pembunuh Dewa.
"kalian berdua.... berani nya mengorbankan nyawa kalian tanpa aku perintahkan," teriak Kaisar Langit begitu marah karena mengetahui bahwa setelah mengeluarkan tehnik itu kedua Dewa itu akan mati.
"Yang Mulia.... maafkan kami," ucap Dewa Pengetahuan dan terduduk, berdampingan dengan Dewa formasi Lou Yi, kedua mengatur nafas terakhir mereka.
Sang Pembunuh Dewa hanya tersenyum,
"hahaha... anjing-anjing setia, sangat di sayangkan kemampuan kalian begitu rendah, kau lihat pakaian ini, pakaian ini tidak tersentuh oleh kutukan apapun dan penjara apapun, kalian begitu lemah, lemaaahhhhhh......" teriak Sang Pembunuh Dewa menebaskan pedang tebal nya secara horizontal membuat gelombang di sekeliling nya, membuat sisa para dewa yang mengurungnya terlempar jauh, dan terluka parah.
Sang Pembunuh Dewa memainkan cincin langit yang berputar di hadapan nya, menghempaskan tangan kirinya.
blarrrrr.....
Cincin Langit menghancurkan segel dan lingkaran yang keluar jutaan huruf suci milik kedua Dewa itu, membuat jutaan huruf Suci itu mulai redup dan lenyap.
"Sekarang tinggal kita berdua, cepat lepaskan mahkota mu itu, aku tidak ingin mahkota itu di lumuri oleh darah menjijikkan mu itu," ucap Sang Pembunuh Dewa menyeret pedang tebal nya menghacurkan lantai yang tergores oleh pedang itu.
Sang Pembunuh Dewa melangkah mendekati Kaisar Langit yang masih berdiri di tangga paling atas, terlihat Puteri Yun Qixuan begitu khawatir akan nasib ayah nya, Ratu langit hanya terdiam sambil memeluk Puteri nya.
"ibu apa yang harus kita lakukan?" tanya Yun Qixuan.
"tidak ada Puteri ku.... sudah nasib kita memiliki suami seorang penguasa, akan datang di mana situasi seperti ini bisa terjadi, dan kita harus sudah siap," ucap Ratu langit, dan Puteri Yun Qixuan pun mengangguk.
Sang Pembunuh Dewa sedikit melompat dan mengayunkan pedang nya dari bawah ke atas membuat sebuah pedang energi berbentuk vertikal, lantai batu itu pecah dan terlempar ke arah Kaisar Langit.
"mati-lah ka.... " suara Sang Pembunuh Dewa terhenti dan tiba-tiba semua menjadi hening, pedang energi berhenti bergerak dan pecahan lantai itu terdiam di udara, bahkan angin berhenti berhembus, saat seorang pria bermata biru menginjakan kaki nya di alam langit, dan melangkah memasuki halaman istana itu, hanya bola mata mereka yang bisa bergerak, semua Pedang di tempat itu bahkan si seluruh alam langit terjatuh dan menancap di lantai, seperti memberi hormat, termasuk pedang tebal dan cincin langit milik Sang Pembunuh Dewa.
"apa ini?" suara terbata-bata keluar dari bibir Sang Pembunuh Dewa, tubuh nya masih dalam posisi menyerang dan melayang di udara.
bola mata Sang Pembunuh Dewa menatap seorang pemuda yang mendekati Pilar Langit Zhou Shilin, pemuda itu mendudukkan sambil mengusap dada Dewa sepuh itu, membuat nya bernafas dengan teratur lagi.
pemuda berpakaian hitam itu tersenyum tipis kearah Pilar Langit Zhou Shilin.
"bedebah tua... senang bisa bertemu lagi, beristirahatlah biar aku yang mengurus keledai dungu ini," ucap pemuda bermata biru itu.
Pilar Langit Zhou Shilin mengangguk, dan tersenyum penuh kelegaan.
__ADS_1