
di rumah sederhana seorang wanita dengan gaun satin berwarna hitam dan berenda pada setiap ujung nya, tertidur pulas dengan memeluk sebuah jubah hitam milik Xiao Zhou, dan sebuah selimut menyelimuti tubuh indah nya begitu hangat.
wanita itu tiba-tiba terbangun saat sebuah petir menyambar dengan suara begitu menggelegar.
Park Min Ji terbangun, dan menatap sekeliling tampak seorang pemuda tanggung sedang terbaring di samping nya dengan posisi tidur tengkurap dan wajah menghadap ke arah nya.
"aahhh.... aku ketiduran," guman Park Min Ji dan menatap sekeliling lagi.
"apa bocah ini yang menyelimuti ku?" guman Park Min Ji wajah nya sedikit tegang, dan perlahan mengintip ke dalam selimut untuk melihat pakaian nya.
wajah wanita itu tampak sedikit lega saat mengetahui jika pakaian nya masih utuh termasuk pakaian dalam nya, dan merebahkan tubuhnya menghadap ke arah Xiao Zhou.
"seperti nya bocah ini kelelahan, pakaian nya bahkan sudah rusak separuh," guman Park Min Ji jemari kurus nya meraba punggung Xiao Zhou dan menatap gambar di punggung pemuda itu, cahaya lentera yang temaram, dan sesekali kilatan petir membuat penglihatan Park Min Ji begitu jelas melihat gambar itu.
"bagaimana bisa dalam usia semuda ini pemuda ini sudah memiliki gambar seperti ini, wajah nya tampak begitu damai saat tertidur, dan lengan kurus serta jemari halus ini, hihi... aku tidak percaya jika dia mencoba memegang pedang waktu itu," batin Park Min Ji sambil meremas jemari panjang-panjang milik Xiao Zhou, mengingat Xiao Zhou mencoba bertarung di rumah megah milik nya.
Park Min Ji mengangkat ujung selimut nya dan menyelimuti punggung Xiao Zhou.
sekarang mereka berbaring di bawah satu selimut, dan Park Min Ji dan mencium aroma tubuh Xiao Zhou yang membuat dadanya sedikit sesak.
hujan deras masih mengguyur bumi membuat semua penghuni nya begitu malas beranjak dari bawah selimut hangat mereka, namun hal itu tidak berlaku pada seorang wanita bertubuh harum dan memiliki kulit begitu halus.
Park Min Ji pagi itu sudah hampir selesai menyiapkan makanan panas, tampak wajah nya begitu antusias menyiapkan masakan dan melangkah menuju ruang makan dari dapur, mata nya sedikit melebar saat melihat seorang pemuda dengan senyum menawan menatap ke arah meja makan milik nya.
__ADS_1
Park Min Ji masih terdiam matanya seperti terbius menatap sebagian otot dada dan perut terbuka Xiao Zhou,
"nyonya makanan ini di meja makan ku, apa ini semua untuk ku?" ucap Xiao Zhou yang tempat makan mereka selama ini berbeda.
ucapan Xiao Zhou membuyarkan lamunan Park Min Ji, dan wanita itu hanya mengangguk dan sedikit gugup.
"wajah nya terlihat begitu bahagia hanya karena melihat makanan, bahkan dia tidak melirik pakaian ku," batin Park Min Ji yang masih mengenakan pakaian tidur nya, hanya ditutupi dengan jubah Xiao Zhou dan seperti sengaja tidak mengikat nya begitu rapi hingga memperlihatkan sedikit belahan dada nya, bahu kiri nya yang kurus, dan juga sesekali paha panjang juga terlihat dari belahan jubah Xiao Zhou saat melangkah.
wanita itu menghela nafasnya, dan mendekati meja makan itu dan menaruh beberapa mangkuk dengan uap mengepul, wajah nya berubah sedikit kesal karena pemuda itu hanya mempedulikan makanan saja.
"plaakkkkk..." sebuah pukulan ringan mendarat di kepala Xiao Zhou.
"bersihkan wajah mu sebelum makan, masakannya belum siap, kau belikan aku biji wijen," ucap Park Min Ji, dan menyerahkan beberapa koin perunggu kepada Xiao Zhou.
Park Min Ji hanya tersenyum mendengar Xiao Zhou yang kesal dan menyadarinya cuaca begitu buruk, dan dengan cepat menyambar payung dan melesat keluar, tampak Xiao Zhou masih belum jauh hanya menggunakan pakaian jerami untuk melindunginya dari hujan.
"bocah bodoh.... kenapa kau tidak membawa payung," teriak Park Min Ji saat keduanya sudah terlindungi dari hujan di bawah satu payung.
"payung hanya untuk bangsawan nyonya, kami pela...." jemari kurus Park Min Ji menutup bibir Xiao Zhou mata nya menatap dalam-dalam remaja itu, sambil menggelengkan kepalanya.
"jangan bicara seperti itu lagi padaku, kumohon," ucap Park Min Ji dengan suara lembutdm dan bergetar.
"bisa-kah kau melupakan kekasaran ku dulu, aku benar-benar minta maaf, aku bahkan pernah ingin membunuh mu dengan anak panah, mengingat semua itu, seperti nya kesalahan ku tidak bisa dimaafkan," ucap Park Min Ji dengan wajah tertunduk, dan menatap ke arah lain, dan mulai beranjak dari sisi Xiao Zhou.
__ADS_1
Xiao Zhou menaikkan bola matanya seperti begitu kesal dengan situasi seperti ini, dan melepaskan pakaian jerami nya,
"tidak perlu seperti ini nyonya, kita semua pernah berbuat salah, aku sudah melupakan nya," ucap Xiao Zhou dan memegang tangan Park Min Ji yang masih memegang payung.
"kau tidak perlu berbohong, aku tahu pasti sangat membenci ku, kesalahan ku begitu besar padamu, tapi ada sesuatu yang harus kau ketahui, aku tidak tahu ini berawal dari mana, tapi setelah begitu banyak yang kita lewati, a-ku.... aku," ucapan Park Min Ji tersangkut di tenggorokan nya, bibir nya terbuka namun tidak ada kata yang keluar.
wanita cantik itu memejamkan matanya dalam-dalam, tampak otot leher nya yang kurus mencoba menelan ludah yang terlihat begitu sulit.
"yahhh.... Dewa, ada apa dengan ku, menyatakan suka terhadap seseorang ternyata begitu sulit, aku tidak pernah melakukan seumur hidup ku, aku biasanya hanya mendengar kata-kata itu dari ratusan laki-laki yang menyukai ku, tapi saat ini aku harus mengatakan kata-kata itu, dan yang terburuknya pria itu adalah pemuda yang usianya seharusnya menjadi anakku, aahhh aku begitu malu, bagaimana jika dia tidak menyukai ku? demi Dewa aku tidak bisa melakukan nya, aku akan terlihat seperti wanita tua yang tidak tahu diri, lagipula kami sudah sama-sama memiliki pasangan, aku benar-benar putus asa, aku tidak sanggup mengucapkan nya," batin Park Min Ji dan menggelengkan kepalanya lagi, wajahnya tampak begitu kecewa.
"nyonya apa yang anda ingin bicarakan?" ucap Xiao Zhou.
"a-ku.... tidak.... aku melupakan masakan ku, cepat pakaian payung ini dan cepat kembali," ucap Park Min Ji.
"tapi nyonya... anda akan basah jika memberikan payung ini padaku," ucap Xiao Zhou.
"rumah kita tidak jauh, aku tidak akan apa-apa," ucap Park Min Ji mulai berdebat.
Xiao Zhou menatap rumah yang di sewanya itu dan dengan sekali gerakan, Xiao Zhou menarik tangan kanan Park min Ji dan mengalungkan di leher nya dan memunggungi wanita itu serta membungkukkan badan nya dan menarik pelan tubuh Park Min Ji hingga wanita itu kini sudah berada di punggung Xiao Zhou dengan memayungi keduanya.
"apa? apa yang kau lakukan bocah, turunkan aku!" ucap Park Min Ji.
Xiao Zhou tidak bergeming,
__ADS_1
"berpegang lah nyonya," ucap Xiao Zhou dan kedua tangan nya menahan paha Park Min Ji agar tidak melorot ke bawah, dan melangkah menuju rumah sederhana itu.