
"wajah indah ini selalu saja membuat ku takjub, meski sudah selalu ada di pikiran ku," batin Lun Zhing Yue, dan dengan cepat menundukkan wajahnya.
"hemmm bocah tengik... kau dengar sendiri bukan, cucuku tidak bersedia, lagipula aku sudah membawakan dua orang pilihan sebagai jodoh dari cucuku,sebaiknya kau cepat pergi, atau aku tidak akan segan lagi, " guman Lun Xiang Tien, dan sebuah pusaka sudah muncul di belakang punggung nya.
"Lun'er... , bagaimana ini aku tidak mungkin bertarung melawan kakek mertua" ucap Xiao Zhou.
"tunggu Kakek jangan lukai nya!!! apa kau bilang? kau memanggilku ku apa? Lun'er? kakek mertua? bocah aku belum bersedia menikah dengan mu," ucap Lun Zhing Yue dengan suara pelan hatinya begitu bergetar, dan wajah memerah, tampak seutas senyum di ujung bibir merah nya.
Lun Xiang Tien memasukkan kembali pusaka nya, dan duduk tidak jauh dari kedua orang itu.
"baiklah.... melihat cucuku begitu takut kau terluka aku jadi lega seperti nya dia begitu menyukai mu, kalian berdua bicara lah dulu, aku akan kembali kekediaman ku, seperti nya aku akan sedikit sibuk memilih pakaian yang pantas untuk acara pernikahan itu, aku sedikit tidak sabar," ucap Lun Xiang Tien yang mulai berdiri, dan melangkah keluar dari ruangan terbuka itu.
"Kakek...." teriak Lun Zhing Yue sedikit kesal karena di olok-olok oleh kakek nya.
Lun Xiang Tien berhenti menatap ke arah cucu nya.
"apa kau memanggil ku Yueyu? apa kau ingin aku bicara pada pemuda itu lagi? sejujurnya begitu banyak yang ingin ku bicarakan dengan nya, aku begitu penasaran dengan calon cucu menantu ku ini," ucap Lun Xiang Tien, yang ingin melangkah kembali ke gubuk itu.
Lun Zhing Yue sedikit terkejut karena kakek nya berbalik seperti ingin bergabung lagi dengan mereka, tetapi saat ini Lun Zhing Yue hanya ingin bicara dengan Xiao Zhou, membuat nya menjadi sedikit canggung.
"tidak kakek.... hemm... itu, um- kakek sebaiknya pulang saja, dan juga bawa kedua teman kakek itu sekalian," ucap Lun Zhing Yue dengan nada pelan dan wajah sedikit menunduk.
"hemmm.... seperti itu rupanya, baiklah... aku mengerti kalian sedang tidak ingin di ganggu saat ini, mungkin seorang bayi kecil terdengar cukup menyenangkan, aahhh.... darah muda adalah saat-saat yang begitu menyenangkan," ucap Lun Xiang Tien menggelengkan kepalanya dan mulai menghilang dalam gelap malam.
keduanya duduk di atas sebuah balai kayu, saling berhadapan di batasi oleh sebuah kecapi, mereka terlihat canggung, sesekali mata mereka saling menatap, dan kembali kedua nya saling membuang wajah.
Lun Zhing Yue menarik nafas nya, dan mulai menguasai keadaan.
"baiklah.... sudah cukup bermain-main, aku tahu ucapan mu dengan kakek ku hanya sekedar candaan, jadi katakan apa kau hanya sekedar kebetulan lewat saja?" tanya Lun Zhing Yue, dengan wajah tertunduk.
Xiao Zhou menatap wajah Lun Zhing Yue, tangan nya memegang dagu wanita itu dan mengangkat nya, sehingga kedua mata mereka kembali saling bertemu.
Lun Zhing Yue kini menatap Xiao Zhou yang menggeleng,
"ini bukan kebetulan, aku datang untuk mu," ucap Xiao Zhou.
__ADS_1
Lun Zhing Yue sedikit terbelalak, saat wajah Xiao Zhou semakin dekat dan seperti saling merindukan, tangan Lun Zhing Yue memegang jemari panjang Xiao Zhou yang meraba wajah.
"maafkan aku Lun'er.... aku begitu terlambat," ucap Xiao Zhou
Lun Zhing Yue menggelengkan kepalanya, dan menatap kearah Xiao Zhou, dengan mata mulai memerah.
"tidak kau tidak terlambat sama sekali... tapi tolong hentikan!! aku wanita kotor, aku tidak pantas untuk mu, aku sudah mengingkari janji yang pernah kita buat di tempat ini beberapa tahun lalu," ucap Lun Zhing Yue air matanya menetes.
"kau tidak mengingkari apapun, bagaimana kau bisa menepati janji jika kau sendiri tidak mengingat nya? hatimu tidak pernah berniat mengkhianati ku, aku sudah berusaha mencari mu tapi baru kali ini aku bisa melihat mu, maafkan aku... kau sudah menderita selama ini di tempat ini," ucap Xiao Zhou.
"tidak Zhou'er.... tidak, pergilah!!! tubuh ku ini telah ternoda," ucap Lun Zhing Yue dengan derai air mata.
"cukup.... istriku yang lain bahkan pernah begitu kotor, yang terpenting bagiku saat sudah terikat dengan ku dia tidak pernah mengkhianati ku, aku tidak pernah perduli dengan masa lalu para istriku, karena aku juga memiliki masa lalu yang begitu buruk, kita bukanlah orang yang sempurna, melakukan kesalahan adalah manusiawi, dan dalam hal menepati janji mu itu kau sama sekali tidak melakukan kesalahan," ucap Xiao Zhou.
"benarkah?" ucap Lun Zhing Yue.
Xiao Zhou hanya mengangguk,
"bagaimana jika kita pulang ke rumah kita sekarang?" tanya Xiao Zhou.
"aku tidak mau," ucap Lun Zhing Yue sambil tersenyum,
"tidak sampai kau menyelesaikan pelajaran mu bermain kecapi," ucap Lun Zhing Yue.
Xiao Zhou menatap kecapi yang sudah putus,
"tapi Lun'er.... kecapi nya sudah tidak ada tali nya lagi," ucap Xiao Zhou.
"hihi benarkah? tapi sepertinya aku punya kecapi yang lebih baik dari benda ini, dan benda itu ada di ranjang ku," ucap Lun Zhing Yue berbisik dengan senyum sedikit nakal.
jemari lentik nya meraba wajah pemuda itu dan mereka berciuman dengan begitu lembut keduanya berlutut karena terhalangi kecapi di antara mereka.
tetua Lun apa yang terjadi? bagaimana dengan kami?" ucap salah satu ahli pedang itu.
"maafkan aku para patriak yang terhormat, seperti nya sudah ada yang memenangkan hati cucuku, sebaiknya kita pergi saja," ucap Lun Xiang Tien dan meninggalkan tebing yang di tumbuhi rumput ilalang itu, tetapi kedua ahli pedang itu masih menonton kearah kedua orang yang sedang bermesraan itu.
__ADS_1
Lun Zhing Yue melepaskan ciuman mereka, dan menatap kecapi di depan nya, dan dengan sekali hentakan kecapi itu sudah terlempar jauh.
"kecapi ku sudah menunggu begitu lama," ucap Lun Zhing Yue.
keduanya kini menempel begitu erat, seperti tidak ingin melepaskan satu sama lain,
Xiao Zhou yang mengerti menggendong tubuh mungil Lun Zhing Yue dan membawa nya ke sebuah ruangan dengan ranjang yang tertutup tirai.
Kini kedua ahli pedang itu dapat melihat dari jendela yang sudah hancur perbuatan kedua manusia berlainan jenis itu,
"aahhsss... Zhou'er.... apa yang kita lakukan saat di pinggiran danau itu tidak pernah bisa aku lupakan, peristiwa itu selalu memenuhi pikiran ku, itu pertama kali nya tubuh ku seperti hilang kendali dan nikmat, aku begitu menyukai nya, tapi mereka sedang menonton kita, aku sedikit malu," ucap Lun Zhing Yue.
"baiklah... aku akan bicara pada mereka, tunggu lah sebentar," ucap Xiao Zhou.
"tidak... kau tidak akan kemana-mana, aku sudah menunggu begitu lama untuk datang nya malam ini, aahhhss...." ucap Lun Zhing Yue yang masih dalam posisi di gendong, dan merasakan sesuatu sedang menekan milik nya, meski masih berpakaian lengkap tubuh nya sedikit bergetar.
tubuhnya wanita itu terasa panas, dan menggigit pelan telinga Xiao Zhou, dan pemuda itu mendudukkan tubuh Lun Zhing Yue di pinggir ranjang, Xiao Zhou masih berdiri, keduanya kembali berciuman dengan liar nya, dan perlahan Lun Zhing Yue semakin mundur ke tengah ranjang dan di ikuti oleh Xiao Zhou.
kedua ahli pedang itu kini sedikit kesulitan karena terhalangi oleh tirai kelambu dari ranjang itu.
masih dengan bibir bertautan, tangan wanita cantik itu mencoba mencari milik Xiao Zhou dan berhasil jemari lentik itu menggenggam benda hangat dan besar itu, dengan sedikit gemas tangan nya mulai bermain dengan pelan.
Lun Zhing Yue mulai begitu terangsang, dan merasakan milik nya sudah begitu basah,
"aahhssss...." terdengar lenguhan manja nya, saat tangan Xiao Zhou sudah menyentuh permukaan milik nya dengan ringan.
Xiao Zhou menyingkapkan beberapa gaun bawah Lun Zhing Yue, sehingga memperlihatkan pahanya yang Putih dan begitu mulus.
"aku tidak tahan," ucap Lun Zhing Yue dan menarik benda itu, dan menyentuh kan di permukaan milik nya yang basah.
"assss...." Lun Zhing Yue begitu menikmati saat ujung beda mulai itu menyentuh bibir milik nya, dan mengangkat sedikit bagian kepalanya untuk melihat pertemuan itu.
Keringat mulai nampak di kening nya, dan anak rambut Lun Zhing Yue yang panjang di depan telinga nya mulai menempel di dagunya karena basah oleh keringat, wanita itu menggigit bibir bawahnya tampak ada rasa sedikit khawatir dan gemas saat melihat benda itu terlihat sedikit lebih besar daripada milik nya.
"apa itu bisa masuk?" guman Lun Zhing Yue tidak percaya jika benda itu pernah memberikan nya puncak kenikmatan yang tidak pernah di berikan mantan suaminya.
__ADS_1