
Langit mulai gelap, di rumah peristirahatan, di kota binjong.
seseorang pria gemuk berlari kecil masuk ke halaman rumah peristirahatan itu, dengan wajah terlihat sedikit tegang.
"tuan muda... tuan muda Liu...." ucap pria gemuk itu dengan nafas mulai tersengal.
Tang Bao keluar dan menghampiri pria gemuk itu di halaman depan rumah yang di sewa nya itu.
"paman?" ucap Tang Bao mengerutkan keningnya, dan menatap pria gemuk yang mendekati nya dengan wajah penuh pertanyaan.
"tuan muda Liu... ada sedikit masalah," ucap pria gemuk itu sambil menggeleng dan mata sipit yang hanya menyisakan garis.
Dua buah kereta kuda mewah bergerak memasuki kediaman rumah megah itu, tanpa kawalan prajurit.
Tang Bao mengalihkan pandangannya ke arah kedua kereta kuda itu.
"tuan muda Liu... dia adalah kakak ipar ku, dia adalah pemilik sebenarnya rumah ini, aku hanya orang yang di suruh menjaga nya, aku sudah menceritakan semua, dan pemilik rumah ini pun mengetahui jika aku menyewakan rumah nya, tapi kakak ipar ku ingin tinggal di rumah ini untuk sepuluh hari, aku harap tuan muda bersedia mencari penginapan selama mereka disini, aku akan membayar sewa penginapan Anda tuan muda, aku mohon tuan muda Liu berlapang dada dan mengerti situasi ini," ucap pria gemuk itu sambil tersenyum canggung dengan mata terpejam nya.
__ADS_1
"lupakan paman... kau sudah menerima uang ku, dan aku tidak akan pergi dari rumah ini," ucap Tang Bao, dan berbalik meninggalkan pria gemuk itu.
"aahhh... tunggu sebentar tuan muda, aku mohon, dengar kan aku," ucap pria gemuk itu mengejar Tang Bao.
dan seorang pemuda turun dari salah satu kereta kuda, pemuda itu mendekati Tang Bao.
"apa benar kau kerabat Kaisar Zhang Rui?" ucap pemuda itu yang tidak lain adalah pangeran ke empat.
Tang Bao menghentikan langkahnya dan berbalik menatap pangeran ke empat.
"benar.... aku Liu Zu, aku adalah kerabat Kaisar Zhang Rui," ucap Tang Bao dengan nada tegas.
"keluarga Liu? hemmm... seperti nya aku melewatkan sesuatu, aku belum pernah mengetahui keluarga Liu kerabat Kaisar Zhang Rui, tapi baiklah.... tuan muda Liu, kebetulan aku juga teman Kaisar Zhang Rui, sebaiknya kita tidak memperpanjang urusan ini, rumah ini begitu luas kami hanya perlu satu kamar khusus dan tiga kamar biasa, dan hanya sepuluh hari saja, aku harap kau tidak mempermasalahkan nya," ucap pangeran ke empat, sambil tersenyum menunjukkan wajah kekanakan nya.
"lagipula mungkin sebentar lagi kita akan menjadi kerabat, aku dan Kaisar Zhang begitu dekat, kami seperti nya memiliki perasaan yang kuat, dan aku dengar kau menyukai Song Lung Yi keponakan paman Song itu, aku bisa membantu mu," ucap pangeran ke empat.
"kau boleh saja merendahkan ku, tapi kau jangan pernah bicara sembarangan mengenai Kaisar Zhang, dia adalah wanita terhormat, dia begitu baik dan berjasa mengurus ku dari aku kecil, aku tidak akan memaafkan mu jika sampai merendahkan kakak Zhang," ucap Tang Bao dan hawa pembunuh mulai keluar dari tubuh nya.
__ADS_1
pangeran ke empat mengerti perubahan wajah Tang Bao dan hawa pembunuh yang begitu pekat.
"hahaha.... baiklah adik Liu seperti nya kau begitu dekat dengan kakak Zhang mu itu, maafkan ucapan ku tadi, jadi kita berdua ini adalah orang yang dekat dengan Kaisar Zhang, teman Kaisar Zhang adalah teman ku juga, tidak ada yang lebih penting dari seorang teman, dan sekarang kita adalah berteman, tentu kau tidak keberatan jika aku tinggal beberapa hari saja di tempat ini, dan kami tidak akan mengganggumu, apa kau setuju?" ucap pangeran ke empat.
"baiklah.... hanya sepuluh hari, dan kalian tidak menggangu urusan ku," ucap Tang Bao, dan masuk ke dalam rumah sewaan nya.
"dunia benar-benar adil, baiklah adik Liu kami tidak akan mengganggumu sedikit pun juga," ucap pangeran ke empat tampak senang.
Kim bong Goo turun dari kereta yang dinaiki oleh pangeran ke empat, dan dua wanita cantik turun dari kereta yang ada di belakang nya, mereka berbincang sebentar dengan pria gemuk itu, meski kedua wanita itu begitu cantik, namun kecantikan Selir Park Min Ji terlihat dari kelas yang berbeda.
"adik Song apa di rumah ini tidak ada pelayan, aku membawa barang yang cukup banyak, sedangkan kusir kereta kami begitu kelelahan," ucap Selir Park dengan lembut, dan melihat para kusir tua mereka yang sedikit gemetar karena kedinginan.
"aahhh.... kakak ipar apa kau baik-baik saja? kau terlihat begitu pucat, tapi pelayan laki-laki hanya datang setiap tiga hari sekali kakak ipar, itu pun hanya untuk membersihkan taman, dan pelayan wanita di tempat ini lebih tua dari kusir kalian, biar aku saja yang mengangkat barang-barang mu kakak ipar," ucap pria gemuk itu dengan tubuh membungkuk, dan matanya menatap sesosok pemuda yang baru masuk ke gerbang rumah itu.
"aaaahhh... tunggu kakak ipar, kebetulan ada seorang pelayan yang datang," ucap pria gemuk itu berlari kecil ke arah Xiao Zhou, sambil merogoh sesuatu dari balik jubah nya.
pria gemuk itu menarik tangan Xiao Zhou dan memberikan nya dua koin perunggu,
__ADS_1
"bocah pelayan ini adalah hari keberuntungan mu, terimalah ini, dan cepat bantu aku," ucap pria gemuk itu.