
Xiao Zhou dan Jung Min Ha menelusuri jalanan ramai menuju keluar kota kecil itu, matanya menatap beberapa orang sedang mengawal sepasang muda mudi yang berjalan paling depan, orang itu adalah Lun Zhing Yue dan Huang Lang.
Xiao Zhou tidak menghiraukan kedua orang itu dan tetap melangkah tenang di depan mereka. Xiao Zhou yang mengenakan jubah hitam bermotif Phoenix berwarna putih, dengan lengan lebar, dan terlihat sedikit pakaian berwarna putih di dalam nya, membuat nya tampak elegan, dan karismatik.
"tunggu!!!! " terdengar sebuah teriakan ke arah nya membuat Xiao Zhou berhenti dan tanpa menoleh kearah suara teriakan itu.
orang yang berteriak tadi, mendekati Xiao Zhou dan menatap nya sambil menyipitkan matanya.
"apa aku mengenal mu?" tanya orang itu yang tidak lain adalah Huang Lang.
tangan kiri Xiao Zhou memperbaiki posisi pedang kematian yang terselip di pinggangnya, tanpa menjawab pertanyaan Huang Lang.
wajah nya tetap tenang, dengan sorot mata yang begitu dingin menatap Huang Lang yang berdiri di depan nya.
"tuan muda Huang, sebaiknya kau tidak menggangu perjalanan orang itu" ucap Lun Zhing Yue yang kini mendekati Huang Lang, tanpa menatap wajah Xiao Zhou.
"ayah, ayo kita berangkat, aku sudah tidak sabar ingin bertemu nenek" teriak Jung Min Ha berbohong, dan menarik lengan pakaian Xiao Zhou.
"orang itu?" guman Xiao Zhou pelan setelah mendengar ucapan Lun Zhing Yue, dan tersenyum tipis ke arah Jung Min Ha.
"ehemmm.... baiklah, maafkan aku, aku pikir kau adalah orang yang aku kenal, silahkan melanjutkan perjalanan anda" ucap Huang Lang dan menyingkir dari hadapan Xiao Zhou.
Xiao Zhou dan Jung Min Ha melanjutkan perjalanan keluar kota kecil itu dan memasuki hutan yang mulai kehilangan daun-daun nya karena musim salju sudah mulai datang.
****
Han Yui siang itu keluar penginapan nya dan menuju pasar di kota itu, pakaian yang di kenakan nya begitu sopan, dan wajah nya terlihat bahagia, dan memasuki sebuah toko bunga.
"aahhh... aku tidak pernah sebahagia ini selama hidup, walaupun aku dan bocah belum pernah melakukan itu, tapi hatiku begitu puas hanya dengan memeluk nya saja. aku rela memberikan seluruh harta yang ku miliki saat ini, untuk mendapatkan perasaan ini... hihihi" batin Han Yui, dan memasuki beberapa toko lagi.
wajah nya sedikit memerah saat berbicara dengan seorang wanita pemilik toko perlengkapan wanita, dan pemilik toko itupun ikut memerah wajahnya setelah mendengar ucapan Han Yui.
"aaahhh... nyonya anda tidak perlu malu, anda adalah istri yang baik dan ingin membahagiakan suami anda, tunggu sebentar, anak-anak layani nyonya besar ini" ucap pemilik toko itu, dan beberapa pelayan wanita mendekat kearah Han Yui.
"silahkan nyonya" ucap pelayan itu dan membawa Han Yui ke sebuah ruangan di belakang toko itu, ruangan yang begitu indah dengan taman dan kolam ikan yang menenangkan.
__ADS_1
Han Yui berbaring dan pelayan wanita itu mulai memberikan perawatan di tubuh Han Yui, dari kepala sampai kaki, dan memberikan beberapa ramuan khusus di daerah-daerah istimewa milik Han Yui.
hari sudah beranjak sore saat Han Yui keluar dari pasar itu, senyum nya selalu mengembang di bibirnya indahnya, rambut nya halus dan harum, kulit putih nya juga begitu lembut setelah perawatan itu, tubuh nya terasa ringan, begitu juga dengan hati dari wanita dewasa itu.
sebagian besar barang nya di masukan ke dalam cincin penyimpanan dan, hanya beberapa masih di pegang nya, tampak seikat besar bukan mawar merah di pelukan nya, yang sesekali di ciumi oleh nya.
"aahhh... ini sangat memalukan, aku membeli beberapa pakaian dalam yang indah untuk aku pakai malam ini, dan obat untuk kebugaran bagian itu, dan juga untuk bocah itu, hemm... seperti nya aku sudah benar-benar gila" batin Han Yui tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, tidak percaya apa yang dilakukan nya, dan melangkah cepat menuju penginapan nya.
"apa kabar bibi Yui" terdengar suara pria yang begitu di kenali oleh Han Yui, langkah kaki Han Yui berhenti, kakinya terasa beku tidak bisa bergerak, wajah Han Yui berubah seketika, dan tatapan nya menjadi dingin dan terlihat ada rasa jijik di dalamnya.
"Wang Zhu apa yang kau inginkan?" ucap Han Yui tak ingin berbasa-basi lagi, dan ingin segera meninggalkan tempat itu.
"haha... bibi Yui aku di sini sedang ada urusan dengan suami mu, dan aku sangat merindukan tubuh nikmat mu itu bibi" ucap Wang Zhu dengan sedikit berbisik.
jederrrrt......
"suamiku?" ucap Han Yui dengan sedikit gugup, mata nya menatap seorang pria berusia sekitar 60 tahun, yang tampak berwibawa datang kearah nya.
"Yui'er, kau pergi begitu lama tanpa memberitahu ku, sebaiknya kau ikut aku sekarang, ada beberapa masalah yang ingin ku bicarakan dengan mu" ucap pria itu.
Han Yui mengikuti kedua pria itu dengan hati begitu hancur, dan tanpa di sadari setetes air mata nya menyentuh bumi, bersamaan dengan seikat besar mawar merah jatuh dari pelukan nya
"biarkan saja bibi Yui, bunga ini cantik tapi sudah ternoda, aku akan mengganti nya dengan yang lebih bagus" ucap Wang Zhu, dan menendang bukan mawar merah itu.
"bunga itu tidak akan bisa tergantikan, hatiku akan selalu bersama bunga itu, meskipun tubuh ku tidak" guman Han Yui pelan dan melangkah mengikuti suaminya yang sedang menunggu tidak jauh dari nya.
"seperti nya kisah ku dengan pemuda kecil itu sudah berakhir sampai disini, walaupun sangat menyesakkan, dan menyakitkan, tapi seperti itu lah hidup ini, tidak semua yang diinginkan harus di dapatkan, ini akan menjadi sepenggal cerita indah ku, yang akan selalu ku ingat dan ku bawa sampai ke liang kubur ku" batin Han Yui, dan melangkah dan menghilang dalam keramaian orang-orang.
ilustrasi Han Yui.
*****
Xiao Zhou mengantarkan Jung Min Ha masuk jauh kedalam hutan, dan terlihat bukit terjal di depan nya yang di tutupi akar-akar pohon, dan tanaman merambat, yang sudah tidak berdaun lagi.
__ADS_1
Jung Min Ha tersenyum melihat tempat itu,
"segel yang ku buat masih utuh, aku akan masuk kau bisa pergi sekarang" ucap Jung Min Ha.
Xiao Zhou mengangguk, dan berbalik serta melangkah kan kaki nya.
Jung Min Ha, menatap punggung Xiao Zhou dan berlari mendekati nya dan memeluk tangan kanan Xiao Zhou.
"tunggu, kau tidak akan meninggalkan aku bukan?" ucap Jung Min Ha.
"sudahlah gadis busuk, aku akan menunggu mu, jadi masuk lah dan besok aku akan menjemputmu, dan kita akan berangkat ke rumah ku" ucap Xiao Zhou.
Jung Min Ha hanya mengangguk sambil tersenyum,
"iblis kecil berjanjilah, kau tidak akan bertarung sementara ini, kau masih belum benar-benar sembuh" ucap Jung Min Ha.
"hemm... kau begitu cerewet, baiklah aku berjanji" ucap Xiao Zhou.
"jangan pernah berani melepaskan ini, karena dengan ini aku akan mengetahui dimana pun kau berada, semasih di alam ini" ucap Jung Min Ha sambil memasang sebuah gelang di pergelangan tangan kiri Xiao Zhou.
"apa kau tidak ingin mencoba ikut turnamen di bukit Junan besok? aku dengar pedang itu adalah pusaka dewa" ucap Jung Min Ha lagi
"aku tidak tertarik memiliki pedang lain lagi, mungkin pedang itu takdir untuk orang lain" ucap Xiao Zhou.
deggg.... jantung Xiao Zhou sedikit bergetar.
"jika aku beruntung, mungkin di tempat itu aku bisa bertemu dengan Sastrawan Tangan Dewa" batin Xiao Zhou,
"walaupun dia bukan kultivator, tapi besok akan ada begitu banyak orang dari semua kalangan, tidak ada ruginya jika aku melihat nya" batin Xiao Zhou
Xiao Zhou berpisah dengan Jung Min Ha di tempat itu, dan Xiao Zhou melangkah dibawah pepohonan yang tidak berdaun, beberapa bunga yang hanya berbunga di musim salju mulai bermekaran, tampak begitu cantik, Xiao Zhou berjongkok dan jari-jari panjang nya menyentuh bunga-bunga itu.
tessssst.....
angin berhembus menerpa rambut dan Kristal biru cerah di wajah tampan Xiao Zhou, dan salju mulai turun sesekali dan jatuh di rambut panjang Xiao Zhou.
__ADS_1
mata Xiao Zhou terbelalak, tiba-tiba di depan nya sudah berlutut seorang berpakaian Shinobi, dengan mata merah, dan asap hitam menyelimuti tubuh nya.
"ini tidak mungkin?" batin Xiao Zhou.