
Xiao Zhou menyiapkan makanan di atas meja berkaki pendek, dan meletakkan nya di hadapan Park Min Ji, dan menyerahkan sumpit di depan wajah wanita itu, membuat Park Min Ji mengalihkan pandangannya ke arah makanan yang awalnya selalu mengawasi setiap gerakan Xiao Zhou di dalam dapur.
"aku sudah katakan, aku sedang tidak berselera, tapi karena kau sudah begitu sibuk aku sedikit menghargai nya, aku akan mencicipi sayur mu ini saja," ucap Park Min Ji menyambar sumpit di tangan Xiao Zhou, dan dengan wajah yang acuh mulai menyumpit sayuran dan mulai memakan nya dengan ekspresi enggan.
"kapan nyonya akan mengabari kekasih anda itu?" tanya Xiao Zhou.
"apa kau sudah lelah menjadi pelayan ku? meski kekasih ku datang, kau akan tetap menjadi pelayan ku selama dua bulan, jangan lupa itu," ucap Park Min Ji yang mengetahui jika Xiao Zhou ingin secepatnya meninggalkan dirinya.
Xiao Zhou mengeluarkan guci kesayangan nya, dan menatap ke arah lapangan rumput yang gelap, membelakangi Park Min Ji yang seperti sedang makan seperti orang yang tidak pernah melihat makanan, dan memindahkan semua makanan itu secepatnya ke bibir nya.
"masakan mu cukup sesuai dengan lidahku, kau belajar darimana?" tanya Park Min Ji sambil mengunyah sedikit daging empuk.
"nyonya Park Geun Soo mengajariku beberapa masakan dari kekaisaran kalian," ucap Xiao Zhou dan meneguk isi guci nya.
"sepupuku?" mata Park Min Ji menatap kosong ke arah punggung Xiao Zhou, ada sedikit rasa sakit di dadanya, dan dengan cepat mengendalikan perasaannya.
"ehemm.... tentu saja, adik Geun Soo kenapa aku bisa melewatkan wanita licik itu,"guman Park Min Ji dan meletakkan sumpit di meja berkaki pendek itu.
"dia mengajarimu apalagi?" ucap Park Min Ji dengan nada meninggi
"nyonya Park Geun Soo mengajariku tehnik pedang Walet emas," ucap Xiao Zhou masih menatap ke arah rerumputan.
Park Min Ji memejamkan matanya dalam-dalam,
__ADS_1
"aahhh... kenapa aku bisa begitu kesal," batin Park Min Ji
"brakkk....." Park Min Ji menggebrak pelan meja nya
"aahhh... demi dewa... kenapa harus ada tehnik pedang mesum seperti itu, baiklah... seperti nya aku benar-benar sudah tidak berselera lagi," ucap Park Min Ji dan memperbaiki jubah pemberian Xiao Zhou dan masuk ke rumah dengan penerangan seadanya, tanpa bicara sepatah katapun lagi.
Xiao Zhou berbalik dan melihat makanan di atas meja itu telah habis, hanya tersenyum tipis.
"dua bulan yang melelahkan," guman Xiao Zhou dan masuk menuju kamar nya yang tepat berada di hadapan kamar Park Min Ji.
"apa kalian benar-benar menjadi kekasih?" tanya Park Min Ji sambil tidur tanpa menatap ke arah kamar Xiao Zhou.
tidak ada jawaban dari kamar Xiao Zhou,
"tidak nyonya, jadi berhenti bicara ini sudah malam," teriak Xiao Zhou kesal.
senyum Park Min Ji tiba-tiba muncul tanpa di sadari nya,
"hemm... kenapa aku senang hanya dengan mendengar suara marah dari bocah itu, apa aku menyukai nya? aahhh tidak mungkin usiaku sudah terlalu tua untuk jatuh cinta lagi, aku hanya sedang bosan saja butuh hiburan dan menganggu bocah itu sedikit menghibur untuk ku, hihihi... " batin Park Min Ji dan memperbaiki selimut nya dan tertidur.
malam semakin larut Xiao Zhou terbangun saat seorang wanita mengenakan jubah nya sedang meringkuk di sebelah nya, sambil memegang lengan nya dengan kencang.
"nyonya apa yang kau lakukan?" tanya Xiao Zhou.
__ADS_1
"aku sedikit kedinginan, dan kau jangan berpikir yang bukan-bukan, tidak akan ada hal seperti di gudang jerami itu lagi, apa kau mengerti?" ucap Park Min Ji keringat dingin membasahi wajah nya.
"anda ketakutan nyonya," guman Xiao Zhou dan memejamkan matanya kembali.
"aku tidak pernah takut sebelum nya, sekarang bisakah kau tutup bibir menyebalkan mu itu dan tidur," bisik Park Min Ji dan semakin memeluk lengan Xiao Zhou.
Park Min Ji seperti sudah melupakan kekesalan nya, dan menarik lengan kiri Xiao Zhou dan memakai nya bantal, tubuh nya meringkuk membelakangi Xiao Zhou.
Xiao Zhou mulai memejamkan mata nya, namun Park Min Ji begitu sulit untuk tertidur, bola matanya bergerak melihat ke segala arah mencoba mencari sosok pria berambut panjang itu, namun tidak ada bayangan apapun, membuat nya sedikit lega.
"ibuku meninggal saat aku berusia tiga tahun, dan setelah itu ayah ku yang merupakan pejabat tinggi di kekaisaran Yunha begitu memanjakan ku, aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan, tapi tubuh giok ku membuat hatiku begitu dingin, hatiku tidak bisa tersentuh dengan peristiwa apapun, dan aku tidak pernah sedih atau pun bahagia, aku tidak pernah menangisi apapun, tapi saat usia ku menginjak sembilan tahun jantung dan hatiku tidak mampu lagi menahan dingin dari tubuh giok salju, semua tabib sudah mencoba mengobati ku, namun tidak ada yang berhasil, hingga ayahku membuat perjanjian dengan seorang penyihir yang katanya bisa menyembuhkan ku, penyihir itu menginginkan tubuh saat usia dua puluh tahun, dan karena takut kehilangan ku ayah ku menerima permintaan penyihir itu, dan berkat mutiara pemberian penyihir itu aku selamat.
hari-hari yang kujalani begitu terasa sunyi, dan saat aku dewasa Yang Mulia Kaisar yang mencintai ku mengetahui tentang perjanjian ini dan memerintahkan orang-orang hebat untuk membunuh penyihir itu, dan penyihir itu pun mati, namun ketika meninggal jiwa nya datang, dia mengatakan jika kami tidak bisa bersatu di kehidupan ini, maka saat aku meninggal jiwaku akan menjadi milik nya, mutiara api hanya bertahan empat puluh tahun dan beberapa hari yang lalu khasiat mutiara api itu sudah habis," mengakhiri cerita nya.
Xiao Zhou hanya diam sesaat mendengar cerita Park Min Ji.
"cerita seperti dalam dongeng anak-anak nyonya, dan anda lepas dari penyihir itu dan akhirnya menikah dengan pangeran tampan," ucap Xiao Zhou.
Park Min Ji berbalik dan menatap mata Xiao Zhou yang terpejam,
"apa kau keberatan aku menikah dengan pangeran tampan?" tanya Park Min Ji
Xiao Zhou yang masih memejamkan mata nya hanya menggeleng,
__ADS_1
"hemmm....aku sama sekali tidak keberatan kau menikah dengan siapa saja nyonya, sekalipun kau menikahi Yang Dong aku tidak peduli," ucap Xiao Zhou dengan nada acuh.