
siang itu seorang pria paruh baya, masuk ke sebuah penginapan mewah di kota huangdong.
terlihat kamar penginapan itu begitu berantakan, beberapa guci arak berserakan di atas meja dan lantai kamar itu.
dua wanita muda terkejut dengan kedatangan pria paruh baya itu, dan dengan cepat menutup tubuh mereka dengan kain terdekat yang bisa mereka raih.
"kalian berdua pergi lah, aku ada urusan dengan pemuda ini" ucap pria paruh baya itu, dan melempar sekantong koin emas.
tanpa bertanya lagi kedua gadis itu meraih kantong itu, dan berlari meninggalkan kamar dimana mereka menghabiskan malam menemani seorang pria yang kini sedang lelap tertidur.
pria muda yang sedang tertidur tadi pun kini ikut terbangun karena keributan kedua gadis itu.
"paman ke tiga kau datang" ucap pria muda itu yang tidak lain adalah Hua Ming.
"apa kau sudah selesai bersenang-senang? cepat gunakan pakaian mu, temui paman di rumah makan di bawah" ucap pria setengah baya itu.
"paman apa yang membawa mu ke tempat ini" ucap Hua Ming setelah mereka menyantap hidangan di rumah makan yang di sediakan oleh penginapan mewah itu, wajah Hua Ming tampak lebih rapi dari sebelumnya, dengan pakaian mewah nya memperlihatkan jika dirinya adalah bangsa kelas atas.
"paman sudah mengetahui dari mata-mata perbuatan mu di tempat ini, dan juga kakak kedua Hua Bai sudah terbunuh, paman datang untuk membawa mu pulang ke sekte" ucap pria paruh baya itu.
"aku tidak mau paman, dendam ku pada cucu penguasa pulau mengambang itu sudah mengakar, aku sudah bersumpah akan membunuh nya, dan merebut semua istri nya" ucap Hua Ming.
"kau bocah bodoh.... apa kau tahu paman ke dua mu atau guru mu yang cabul itu telah di bunuh pemuda itu dengan mudah, bagaimana kau bisa melawannya? sekarang berkemaslah siang ini kita berangkat" ucap pria paruh baya itu lagi.
Hua Ming meremas cawan teh nya hingga hancur, tampak darah keluar dari kepalan tangan nya itu.
"aku tidak peduli, istri-istri dari pemuda itu adalah impian ku paman, aku tidak akan pergi, aku akan meraih impian itu dengan, atau tanpa bantuan dari mu" ucap Hua Ming tegas.
"apa kau sudah tidak waras lagi Ming'er, ingat kau adalah calon menantu Kaisar Tang, keluarga Hua saat ini bergantung pada mu" ucap pria paruh baya itu.
"rasa sakit hati ku, dan kecemburuan ku terhadap pemuda itu, lebih dari kematianku paman, kau harus membantu ku kali ini" ucap Hua Ming lagi.
pria paruh baya itu menarik nafas nya dalam-dalam, sambil menggelengkan kepalanya.
"hemmm.... baiklah apa rencana mu?" tanya pria paruh baya itu seperti tahu jika dirinya tidak akan menang jika berdebat terus.
__ADS_1
"pertama aku akan mencari dukungan untuk menghancurkan penguasa pulau itu, kita aliran putih, aku dan paman memiliki pengaruh yang besar di kekaisaran Tang, kita akan kumpulkan informasi keburukan dari penguasa itu, dan menyesatkan informasi yang baik dari mereka.
dan yang kedua, jika mereka hancur aku akan menjadikan semua istri cucu penguasa itu budak nafsu ku paman" ucap Hua Ming mendidih, mata nya kembali berair mengingat tubuh indah Li Mei yin berteriak liar di atas tubuh Xiao Zhou.
pria paruh baya itu mengerutkan dahinya, telunjuk kanan nya memukul-mukul permukaan meja makan itu.
"apa di kepala mu itu hanya ada wanita saja hah?" ucap pria paruh baya itu.
baiklah Ming'er.... paman mengerti jiwa muda mu, untuk kali ini paman akan membantu mu, di kekaisaran Wang ini paman memiliki teman yang sangat berpengaruh, dia adalah salah satu dari empat naga, dia adalah Chen Yuan dia adalah naga api timur, dia adalah ketua sekte salah satu aliran putih terbesar di kekaisaran Wang, aku dengar saat ini naga api timur sedang melakukan pertemuan di istana iblis." ucap pria paruh baya itu.
"apa? dari nama istana itu seperti aliran hitam paman, bagaimana mungkin kita mencari pendukung dari aliran hitam" ucap Hua Ming.
"tenanglah, naga api dan naga emas adalah tokoh aliran putih, kecuali naga merah Long Fei dia adalah iblis, jadi kita harus mendapatkan dukungan dari dua tokoh aliran putih itu, kita harus membantu nya terlebih dahulu" ucap pria paruh baya itu.
"baiklah paman Shan... sebaiknya kita tidak membuang-buang waktu, aku sudah sangat tidak sabar melihat kehancuran pulau mengambang itu" ucap Hua Ming.
*****
di istana iblis beberapa hari kemudian.
tapi setelah Zhang Rui menjadi Kaisar, istana iblis mendapatkan kembali wilayah nya, dan saat ini istana iblis menjadi kerajaan kecil yang merdeka di wilayah kekaisaran Wang.
di atas menara di istana iblis, beberapa orang sedang mengadakan pertemuan.
"apa kau yakin dengan rencana kita naga emas Utara?" tanya Chen Yuan yang lebih di kenal dengan nama naga api
"aku sangat yakin saudara Chen, jika ingin membunuh bocah itu kita harus membawa nya keluar dari pulau itu, karena di pulau itu banyak kultivator- kultivator kuat, jauh dari yang kita bayangkan" ucap naga emas Utara, yang sangat tahu kemampuan dari Lou fang.
Hua Ming dan paman ketiga nya Hua Shan hanya diam, mata mereka sesekali menatap keluar dari jendela di menara tinggi itu.
mata Hua Ming seperti tidak berkedip menatap seorang wanita cantik dengan tubuh begitu indah sedang bermain dengan seekor singa putih setinggi lebih dari dua meter.
"apakah aku sedang bermimpi bertemu dengan seorang Dewi? walaupun dia menggunakan topeng aku sangat yakin wanita itu memiliki wajah yang sangat cantik" batin Hua Ming.
"bagaimana menurut mu tuan Long Fei?" tanya naga emas Utara.
__ADS_1
"walaupun aku tidak menyukai bocah itu, tetapi aku tidak ikut dalam rencana kalian" ucap Long Fei tenang.
Hua Shan berdiri, dan mendekati Chen Yuan,
"baiklah... aku rasa jika kalian berdua saja bergabung, sudah cukup untuk menghabisi bocah itu, dan sekarang kita hanya perlu membawa nya jauh dari pulau itu" ucap Hua Shan tersenyum.
"aku rasa tidak cukup" batin Long Fei dan keluar dari menara itu.
"tuan Hua kau tidak akan lupa imbalan yang akan kau berikan padaku bukan? saat kami sudah membunuh bocah itu" ucap Chen Yuan.
"tentu saja tuan Chen, seperti janjiku kau akan mendapatkan 10 ribu koin emas, dan jika keponakan sudah menjadi menantu kekaisaran Tang, sekte golok api mu akan mendapatkan bantuan setiap tahun nya, kau tenang saja" ucap Hua Shan sambil tersenyum.
**
rencana Hua Shan dan rekan-rekannya sudah terdengar sampai ke telinga Yun Li Wei.
"baguslah jika kau tidak ikut dengan rencana licik mereka, sangat menyedihkan seorang pendekar hebat seperti naga emas dan naga api harus termakan rencana busuk bangsawan dari kekaisaran Tang.
"aku sedang tidak ingin membahas masalah itu ibu, aku kesini ingin membahas bayi di perut mu, aku tidak ingin bayi itu sama seperti ku tidak mempunyai ayah, aku sudah bicara dengan naga emas Utara, dan dirinya bersedia menjadi ayah dari bayi itu" ucap Long Fei
" sejak kapan kau peduli dengan bayi di dalam perut ibu? ibu tidak mau menikah dengan siapapun kecuali ayah dari bayi ini, yaitu Xiao Zhou" ucap Yun Li Wei tegas.
"jangan sebut nama itu lagi ibu, aku sangat muak mendengar nya, apa hebatnya bocah itu? ibu juga tahu jika istri bocah itu begitu banyak" ucap Long Fei
"cukup... ibu sudah bosan berdebat dengan mu," ucap Yun Li Wei.
"baiklah ibu seperti nya aku tidak punya pilihan, ibu menikahi naga emas Utara atau aku ikut melakukan perbuatan keji kepada bocah itu, ibu tahu sendiri jika kami bertiga bersatu, bocah itu tidak akan selamat" ucap Long Fei menatap tajam ke arah Yun Li Wei.
"ini akan menjadi bencana besar anakku, sebaiknya kau tidak gegabah" ucap Yun Li Wei wajahnya nya begitu dingin, tangannya kembali meraba perut nya, seperti mencari ketenangan.
"bencana? ibu tidak perlu memikirkan bencana, pikiran saja hari pernikahan ibu yang sudah dekat" ucap Long Fei menatap wajah Yun Li Wei
tidak ada jawaban yang keluar dari bibirnya, pikirannya begitu kacau.
"ayah bayi ini tidak boleh mati, karena keegoisan ku, aku ingin bayi ini bisa melihat wajah ayah nya kelak, juga istri-istri dan anak-anak Xiao Zhou yang lain nya, mereka juga akan sangat sedih, jika harus kehilangan xiao Zhou, apa yang harus ku lakukan?" batin Yun Li Wei, mata nya menerawang,
__ADS_1
Sudah tiga hari Yun Li Wei tidak keluar kamar, hanya Wang Jia Li yang di izinkan masuk ke kamar nya.